공유

Bab 37

작가: Dwi Maula
last update 최신 업데이트: 2026-02-05 22:30:28
Aisha sedang sibuk dengan pekerjaannya ketika dia menyadari satu hal: sang CEO yang ternyata sedang absen, tanpa meninggalkan keterangan apa pun.

Gadis muda itu baru menyadarinya ketika dirinya harus melakukan konfirmasi pada Cakrawala terkait mekanisme terbaru perusahaan.

"Hm, Pak Cakra sedang absen. Tumben banget." Aisha berjalan dengan langkah yang terasa berat saat baru kembali dari ruangan sang bos yang ternyata kosong.

Saat itu, seorang staf juga tampak terkejut dengan ketidakhadiran sa
Dwi Maula

Hai, maksih buat yang udah mau baca. jangan lupa tinggalkan jejak dan kasih dukungan ya. ILY🥰

| 1
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius    Bab 62

    "Lepaskan!" pekik Aisha dengan ekspresi panik saat menarik kembali jarinya. Dia benar-benar merasa malu, sekaligus takut."Hhh!" Cakrawala malah memiringkan bibirnya, dia tersenyum dengan sinis."Apa yang kamu lakukan?" tanya pria itu saat dirinya refleks segera duduk."Ng-nggak ada," jawab Aisha yang masih terlihat gelagapan. Dia buru-buru menggeleng dengan cepat.Tubuh gadis itu bergetar hebat, dengan wajah yang telah memerah seperti tomat. Cakrawala pun tak kuasa menahan senyum, seraya memicingkan mata pada Aisha."Nggak ada, tapi kenapa harus sentuh-sentuh bibirku? Lampunya kamu nyalakan terang pula! Itu sangat mengganggu dan bikin tidur lelapku terbangun!""Em, iya, aku akan matikan lagi," sahut Aisha cepat, sambil berlari kecil ke arah saklar lampu dan segera mematikannya."Kenapa? Bibirku pasti seksi, 'kan? Kamu jadi tergoda dan nggak tahan untuk menyentuhnya," duga Cakrawala dengan penuh percaya diri, sambil menyentuh bibirnya yang kini berubah lembab."Mana ada, Pak?" Aisha l

  • Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius    Bab 61

    "Nggak masalah. Bunuh aku saja jika perkataanku tadi nggak benar," gumam Cakrawala lirih sambil bangkit dan berlalu dari kamar pengantin, tapi masih dapat didengar sangat jelas oleh telinga Aisha."Apa?! Bunuh?" Aisha merasa ini sangat tak masuk akal. Tanggapan Cakrawala terhadap tuntutan Aisha barusan memanglah berlebihan dan terasa agak bualan. Jika pun benar, itu adalah respon dari seorang pria yang benar-benar jatuh cinta terhadap wanitanya. Aisha merasa hal itu tidaklah mungkin, karena pernikahan kilat dan rahasia ini memang murni untuk kepentingan bisnis yang dapat dibayarkan dengan uang. Sedangkan dia tahu betul, jika cinta tak pernah bisa diukur dengan apa pun, apalagi jika hanya dengan sejumlah uang.Lalu, apakah perkataan Cakrawala harus dia percayai?....Ketika Cakrawala telah merampungkan pekerjaannya, waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dia teringat pada Aisha yang kemungkinan besar telah tertidur lelap, jadi pria itu berusaha untuk tak membuat suara saat mema

  • Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius    Bab 60

    "Pak, bolehkah saya memakan Anda sekarang?!" teriak Aisha yang sedang memancarkan rasa kesalnya sampai puas. Dia menonjok bantal di genggamannya hingga bulu-bulu putih pun terhambur dan terbang.Sebelum itu, kepalanya benar-benar terasa nyaris meledak. Barulah ketika dia berteriak dengan leluasa, rasa menyiksa di kepala gadis itu perlahan-lahan redam.Di dekat kapstok dinding, Cakrawala sontak menghentikan gerakannya, sambil menikmati taburan bulu-bulu putih yang menghujaninya begitu saja."Memakan? Apa kamu mampu?" Cakrawala tersenyum dengan dingin. Dia segera memutar badan dan menghadap Aisha dengan sorot mata menantang."Pak, aku cuma nggak menyangka kalau tujuan Anda mengharuskan saya tidur sekamar dengan Anda hanyalah untuk menyenangkan Nenek Lilly," ujar Aisha sambil menahan kepalanya untuk tetap tegak dan tidak sampai menunduk.Gadis itu juga menajamkan matanya, persis seperti apa yang dilakukan oleh Cakrawala sekarang. Aisha berpikir, jika lelaki dan perempuan harus setara. D

  • Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius    Bab 59

    "Tentu saja, Nek. Lihatlah, aku sudah berhasil membujuk cucu menantumu itu untuk tidur di kamarku. Dan malam ini, kami berdua akan memulai untuk tidur bersama," sahut Cakrawala dengan senyum merekah yang tak kalah terlihat hangat.Pada saat ini, Aisha masih bertahan di tempatnya, sambil melebarkan mata dan menutupi mulut dengan kedua telapak tangannya. Gadis itu benar-benar tak tahu harus percaya atau tidak dengan pemandangan nyata di depannya. Yang pasti, dirinya merasa bersalah terhadap Cakrawala karena selalu berprasangka buruk pada suami sahnya sendiri.'Jadi, Pak Cakra membujuk aku itu karena keinginan nenek? Dan dia nggak mau buat neneknya kecewa?' pikir Aisha di dalam hati."Ya Tuhan, kenapa Pak Cakra sangat aneh dan misterius? Aku benaran nggak bisa menebak sikap dia yang sebenarnya," gumam Aisha yang kini telah menutup pintu kamarnya. Gadis itu berjalan menuju ranjang kamar dengan perasaan yang rumit.Ketika Aisha telah merebahkan tubuh dengan segudang misteri, obrolan antar

  • Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius    Bab 58

    "Akhirnya, kamu menepati janjimu juga!" ujar Cakrawala datar kala melirik sosok wanita muda yang baru saja masuk ke kamarnya. Aisha menghela napas, lalu menyahut, "Tentu saja, Pak. Aku bukan wanita yang suka menye-menye.""Apa benar begitu?" Tanpa disadari, Cakrawala malah menantang Aisha. Hal itu membuat adrenalin Aisha terpacu secara signifikan.Aisha mengencangkan kedua tangan yang tergantung di sisi tubuhnya. Kilat kebencian mulai muncul di kerling mata gadis muda itu."Apa pernyataanku tadi belum cukup meyakinkan?" Aisha mengukuhkan kakinya dengan kekuatan penuh. Dia mulai berani bersikap dingin di hadapan sang suami.Dia benar-benar ingin menjadi wanita yang tangguh, dan tak pernah sudi membiarkan seorang pria menjatuhkan harga dirinya.Menjadi istri rahasia Cakrawala selama hampir dua minggu membuat Aisha mulai beradaptasi dan memahami pola yang berlaku. Gadis itu telah mengerti, suami sahnya selalu memandangnya rendah karena adanya banyak ketimpangan yang jauh di antara merek

  • Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius    Bab 57

    "Hanya maaf katamu?" Cakrawala merasa tak terima. Dia benar-benar merasa sangat terhina. Di hadapan seorang gadis kecil, niat baiknya justru membuat dirinya celaka dan malu."Ya, aku memang salah, Pak," aku Aisha dengan pasrah. Air matanya tumpah begitu saja, tanpa dia tahu apa sebabnya."Dan aku ... benar-benar minta maaf." Aisha hanya menunduk. Sebenarnya, dia ingin menatap mata Cakrawala, tapi ada tangis tak biasa yang menuntut untuk disembunyikan olehnya."Sudahlah. Maaf dari kamu itu nggak berguna. Nggak bisa memperbaiki keadaan bahwa kamu sudah membuat aku malu dan terjatuh ke lantai," gerutu Cakrawala dengan dingin. Dia memutar badan membelakangi Aisha."Baiklah. Aku akan menebus kesalahan itu, Pak. Aku bersedia melakukan apa pun yang Anda minta," kata Aisha dengan seketika.Gadis itu memang tak sengaja, tapi tak bisa membuatnya terlepas dari diri yang memang bersalah. Jadi, dia harus bertanggung jawab dan menebusnya."Bagus," sahut Cakrawala, suaranya lirih. Senyum liciknya t

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status