共有

Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai
Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai
作者: Guranda

Bab 1

作者: Guranda
Setelah mengurus pemakaman Ayah, hari sudah lewat tengah malam. Di jam seperti ini, cinta pertamanya Jacob, Kyra, masih juga memperbarui status baru.

Mereka berdua berada di peternakan, bersama para penggembala mengelilingi api unggun sambil memandang bintang.

Jacob yang selama ini tak pernah muncul di lingkar pertemanan, bahkan meninggalkan komentar di bawah fotonya.

[ Selama kamu suka, itu sudah cukup. ]

Teman-teman mereka pun satu per satu mengirimkan ucapan selamat. Padahal mereka semua tahu keberadaanku, tetapi mereka tetap saja merasa bahwa Jacob dan Kyra yang merupakan sepasang kekasih.

Meskipun aku adalah istrinya secara nama, aku justru seperti orang luar yang memanfaatkan celah saat Kyra tidak ada.

Jacob yang tidak tahan reaksi dataran tinggi bisa pergi ke padang rumput demi Kyra, tetapi dia tidak mau menemaniku pergi ke pantai yang hanya berjarak beberapa kilometer. Seratus kali aku memohon tetap tak sebanding dengan satu tatapan Kyra.

Aku benar-benar sudah lelah. Setelah menyelesaikan semua urusan, aku berdiri di atap rumah sakit, memandang kota dengan bulan terang dan bintang yang jarang.

Baru saat itu Jacob menelepon. Karena beberapa jam sebelumnya aku membalas dengan satu kata, yaitu cerai.

"Kamu setiap beberapa hari sekali ribut soal cerai, nggak bosan?"

Padahal setiap kali yang mengungkit cerai itu Jacob. Aku membuka mulut ingin membantah, tetapi tiba-tiba merasa tak ada artinya.

Dia hanya merasa aku tak bisa meninggalkannya, aku mencintainya, aku rela memberikan seluruh milikku untuknya. Karena itu, dia bisa tanpa ragu mengancamku dengan kata cerai.

Dia tahu aku tidak akan pergi. Dalam delapan tahun terakhir, setiap kali selalu aku yang mengalah. Jadi, dia menganggap kata "cerai" sebagai caraku menahannya.

Sekarang, pertama kalinya aku yang mengucapkan cerai dan itu juga akan menjadi yang terakhir.

"Ayahku sudah pergi. Kamu nggak perlu lagi menyusahkan diri berpura-pura jadi pasangan mesra di depannya."

Di ujung telepon, Jacob terdiam cukup lama. Saat berbicara lagi, nada suaranya melunak beberapa tingkat. "Kamu di mana? Aku akan ke sana menemanimu."

Aku di mana? Apa dia akan meninggalkan Kyra dan naik pesawat 12 jam hanya untuk menemaniku? Aku sama sekali tak percaya.

Namun, Jacob sudah menutup telepon.

Aku ingin pulang dan beristirahat, tetapi dalam keadaan setengah sadar, saat menuruni tangga, aku kehilangan kesadaran dan terjatuh berguling dari tangga.

....

Saat terbangun, aku sudah berada di rumah sakit. Perawat yang selama ini membantuku merawat ayahku menemukanku, lalu memberitahuku bahwa aku jatuh dari tangga karena gula darah rendah.

Ada sedikit gegar otak, jadi aku perlu dirawat di rumah sakit untuk observasi sementara. Dia bertanya apakah keluargaku ada.

Aku membuka ponsel. Satu malam telah berlalu, tak ada satu pun kabar dari Jacob. Namun, Kyra justru kembali memperbarui status.

[ Reaksi dataran tinggi itu menakutkan sekali! Padahal sudah bermain seharian, tiba-tiba langsung tumbang. Untung ada kamu yang menemaniku. ]

Foto yang diunggah adalah Kyra menggenggam tangan Jacob. Yang lucu adalah di jari tangan Jacob terpasang cincin pria yang kuberikan saat pernikahan. Sedangkan pasangannya, justru ada di tangan Kyra.

Aku teringat belum lama ini, saat aku terlalu lemah karena merawat ayahku dan kurang menyiapkan satu kali makan untuknya, wajahnya penuh ketidaksenangan.

"Lucy, perusahaan sedang menunggu kontrak triliunan dariku. Aku menikahimu bukan untuk melayanimu."

Namun, dia bisa meninggalkan perusahaan selama tiga hari penuh demi Kyra. Bukan berarti dia tak bisa mencintai, hanya saja orang di hatinya sejak awal bukan aku.

Aku masih ingat saat Kyra baru saja pergi ke luar negeri, dia menarikku ke bar dan minum sampai fajar.

Dia menangis padaku, mengeluhkan pengkhianatan Kyra, berkata seumur hidupnya dia tak akan memaafkan Kyra.

Padahal hari itu adalah pertama kalinya aku bertemu dengannya. Aku hanya melihatnya terlalu kesepian dan menemaninya berbicara sebentar.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 10

    Tristan menggeleng. "Untuk mereka sudah kupesan. Cuma belum sampai."Karena dia berkata begitu, aku pun tak enak menolak lagi.Kami berdua berjongkok di lorong laboratorium, makan ayam goreng. Rasanya seperti kembali ke masa kuliah.Di laboratorium tidak boleh makan. Kalau sudah terlalu lapar, kami diam-diam pesan makanan dan makan di lorong. Setiap kali kembali, pasti ketahuan oleh dosen.Tristan juga pernah mengalaminya. Dalam kenangan itu, kami menemukan kisah pahit dan manis sebagai mahasiswa pascasarjana.Kami tertawa bersama, lalu kembali mengenang lebih banyak lagi. Hingga sepasang sepatu kulit berhenti di hadapan kami, memutus percakapan harmonis itu.Jacob berdiri di sana, membawa termos makanan, lalu perlahan menyodorkannya ke arahku. "Tadi kamu nggak makan banyak. Nanti perutmu sakit."Ternyata dia masih ingat. Dulu saat sering melakukan eksperimen, makan tidak teratur sudah biasa. Lama-kelamaan, lambungku memang tidak terlalu baik. Saat masih berpacaran, dia bahkan pernah m

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 9

    "Seorang perempuan mana mungkin mengerti kimia!" pekik investor itu."Dia adalah mahasiswa yang diminta langsung oleh dosen untuk lanjut doktoral. Artikel yang pernah dia terbitkan lebih banyak daripada kontrak yang pernah kamu tanda tangani." Jacob berjalan dari belakangku, tangannya diletakkan di bahuku."Kalau dia nggak ngerti, memangnya kamu ngerti?"Melihatnya, investor itu gemetar dan bergumam, "Pak Jacob ... kalian saling kenal ya ...?""Dia istriku." Setelah mengatakan itu, Jacob menoleh padaku, seolah-olah ingin meminta pujian."Aku bukan istrinya."Senyuman Jacob membeku. Dia hendak mengatakan sesuatu lagi, tetapi tangan yang berada di bahuku disingkirkan oleh orang lain.Seorang pria yang tidak kukenal masuk, tersenyum padaku. "Kamu asisten Pak Kevin? Sudah lama aku dengar tentangmu. Aku Tristan ... kakak kelasmu."Aku pernah mendengar dari dosen bahwa Tristan bekerja di laboratorium luar negeri dan kali ini juga akan ikut serta dalam proyek ini."Aku pernah melihat eksperim

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 8

    Demi mengejar ketertinggalan, aku terpaksa begadang membaca dan belajar. Namun untungnya, hal-hal yang pernah dipelajari, saat diulang kembali, tidak terasa terlalu buruk.Pekerjaan asisten dosen tidak terlalu sibuk. Pelajaran tetap diajar oleh dosen, sementara tugasku lebih banyak membantu beliau menangani urusan administratif dan koordinasi dengan perusahaan.Meskipun aku tidak pernah bekerja di perusahaan keluarga Jacob, aku sering mendengar Jacob menelepon di rumah.Begitu mulai terjun langsung, barulah kusadari bahwa aku sudah terbiasa mendengarnya. Semuanya terasa tidak asing.Mengatur jamuan makan dengan investor pun bukan hal yang sulit bagiku. Hanya saja, aku tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Jacob dalam kesempatan seperti ini.Sudah setengah bulan sejak aku meninggalkan Jacob. Masih ada waktu sebelum sidang dimulai. Aku tidak menghubunginya, Jacob juga tidak menghubungiku.Dengan kemampuannya, seharusnya mudah baginya untuk menyelidiki keberadaanku. Awalnya kupikir

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 7

    "Kamu pindah?"Aku terkejut dia bisa menyadarinya. Bagaimanapun, satu-satunya barang yang kubawa hanyalah hadiah pernikahan dari ayahku, sebuah ukiran kayu pohon pinus dan cemara yang selama ini diletakkan di dekat pintu masuk.Setiap kali pulang, dia sering menggantung topi dan syalnya begitu saja di atasnya. Kupikir di matanya, benda itu sudah lama hanya menjadi pajangan biasa."Mm." Aku menjawab dengan datar.Aku tidak mendengar suara dari seberang sana. Lama sekali hingga kukira dia sudah menutup telepon.Baru kemudian Jacob berbicara. Suaranya sedikit serak. "Pulanglah. Waktu itu aku cuma emosi sesaat."Nada suaranya begitu lirih, belum pernah kudengar sebelumnya, bahkan seperti mengandung permohonan.Beberapa jam lalu, dia masih berkata aku tidak pantas. Sekarang, dia justru bisa merendahkan diri seperti ini."Aku mengajukan cerai bukankah sesuai keinginanmu? Apa yang nggak bisa kamu relakan?""Nggak .... Hubunganku dengan Kyra bukan seperti yang kamu bayangkan." Jacob menjelaska

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 6

    Tatapan Jacob seketika menjadi tak tentu arah."Itu karena kamu sendiri yang nggak becus, apa hubungannya dengan kakakku?" Yareli berkacak pinggang, wajahnya penuh amarah."Aku nggak hamil, bisa jadi karena Jacob yang nggak mampu.""Kamu ...!" Wajah Jacob memerah karena marah, jarinya menunjuk ke arahku. Dia ingin membantah, tetapi dia tidak berani."Bantah saja, tunjukkan bukti." Aku memprovokasinya.Namun, dia hanya mengangkat jarinya, tak berani berkata apa-apa. Dulu aku juga pernah mengira akulah yang bermasalah karena tak kunjung hamil.Saat itu, hubungan kami belum separah hari ini dan Kyra masih menjadi duri di hatinya. Kami penuh kemesraan.Namun, setelah lebih dari dua tahun menikah, tanpa pernah sengaja mencegah kehamilan, aku tak pernah hamil. Aku merasa ada yang tidak beres.Aku khawatir ada masalah pada diriku, lalu pergi memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun, kebetulan aku melihat Jacob yang datang ke rumah sakit untuk mengambil obat.Aku hendak menyapanya, tetapi perca

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 5

    Jacob maju selangkah, mendekat hingga jarak kami hampir menempel. Aku merasakan napasnya yang terburu-buru menyembur di depanku."Kamu benar-benar berani menceraikanku?"Pertanyaan itu terdengar sangat lucu. Apa yang tidak berani kulakukan?Greta yang mendengar ucapanku segera berjalan mendekat dengan gemetar. Dia menarik tanganku. "Lucy, kenapa tiba-tiba mau cerai? Apa Jacob memperlakukanmu dengan buruk?"Greta menatap Jacob dengan marah. "Cepat minta maaf pada Lucy!"Jacob mengerutkan kening, seolah-olah tak bisa memahami kata-kataku. Dia lalu menggeleng pelan. "Kalau antara aku dan Kyra memang ada apa-apa, kenapa aku menikahimu?"Berbeda dari biasanya, kali ini nada bicaranya justru membawa sedikit kelembutan, seolah-olah dia benar-benar sedang menjelaskan padaku dengan serius.Kalau dulu, mungkin aku akan bersyukur setengah mati hanya karena sedikit kelembutan itu. Aku akan melompat, memeluknya, berkata aku tahu dia tidak akan mengkhianatiku. Namun sekarang, aku sudah melihat warna

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status