共有

Bab 2

作者: Guranda
Belakangan, Jacob melancarkan pengejaran yang sangat gencar kepadaku. Aku kira aku telah jatuh cinta.

Namun, begitu Kyra kembali, semuanya berubah. Dia tak lagi tinggal di rumah, melainkan menyisihkan setiap waktu yang ada untuk menemani Kyra.

Delapan tahun membuatnya melupakan pengkhianatan Kyra, tetapi tidak melupakan cintanya pada Kyra.

Memang aku hanyalah badut yang mencuri sedikit kebahagiaan di masa ketika dia tidak ada.

Aku mengambil ponsel di samping tempat tidur dan mengirim pesan kepada Jacob. Kuminta dia mengabariku saat kembali. Aku akan langsung membawa kartu keluarga ke pengadilan negeri untuk mengurus perceraian.

Jacob justru untuk pertama kalinya membalas pesanku secepat itu.

[ Kyra sakit, benar-benar nggak bisa ditinggal. ]

[ Jangan buat keributan lagi. Kamu di rumah saja dan tunggu aku pulang dengan patuh. ]

Aku tidak punya waktu senggang untuk menunggunya. Perawat bilang aku perlu istirahat total, jadi aku langsung mengurus rawat inap di rumah sakit.

Demi ayahku, aku sudah dua bulan menjaga di rumah sakit. Para perawat bahkan terasa lebih seperti keluargaku dibanding Jacob.

Dulu, Jacob yang mengejarku dan menikahiku. Dia tahu aku hanya punya ayahku sebagai satu-satunya keluarga yang hidup saling bergantung denganku. Dia tahu aku adalah anak pungut ayahku, tak punya sandaran lain di dunia ini. Dia yang berjanji akan menjadi keluargaku selamanya.

Namun, delapan tahun berlalu begitu cepat. Pada akhirnya, aku tetap sendirian. Lucunya, dengan segala janji yang dia berikan padaku, kami bahkan tidak memiliki seorang anak pun.

Aku dirawat di rumah sakit selama seminggu. Setelah dokter memastikan tidak ada masalah besar, barulah aku pulang.

Selama itu, Jacob tidak menelepon sama sekali. Aku juga malas membuka media sosial untuk melihat sampai mana dia dan Kyra pergi bermain.

Saat aku mendorong pintu rumah, kebetulan Jacob sedang berdiri di ruang tamu. Dia memegang ponsel, menoleh, dan menatapku dengan kening berkerut.

"Sudah kubilang tunggu di rumah, kamu pergi ke mana?" Setelah berkata begitu, dia menyimpan ponselnya, mungkin berniat meneleponku karena tidak melihatku di rumah. Selain merasa aku tidak cukup patuh, dia tidak mungkin terburu-buru meneleponku.

"Aku baru keluar dari rumah sakit setelah jatuh dari tangga. Kenapa?"

Jacob seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya menahannya. Dia duduk di sofa sambil memijat dahinya. "Aku lapar. Pergi masak."

Aku tak menghiraukannya dan langsung naik ke lantai atas.

Dengan marah, dia menendang koper dan berteriak, "Lucy! Ini sikap seorang istri?"

Aku berpegangan pada pegangan tangga, sedikit menoleh ke arahnya. "Siapa istrimu? Bukannya Kyra istrimu? Apa hubungannya denganku?"

Aku naik ke lantai atas, samar-samar terdengar suara dia menendang meja teh di bawah. Namun, aku mengunci pintu kamar. Toh sudah lama dia tidak masuk ke kamar kami.

Setelah beristirahat sebentar, saat terbangun, hari sudah berganti pagi. Kalau dulu, aku pasti akan terburu-buru bangun untuk menyiapkan segala kebutuhan perjalanannya.

Namun, Jacob selalu bisa menemukan kesalahanku. Pakaian yang kupilih tidak bagus, masakan yang kubuat terlalu kampungan. Intinya, gayaku tak pantas dibawa ke hadapan publik.

Kalau di matanya aku memang begitu memalukan, aku juga malas lagi bersikap hangat pada orang yang memang dingin.

Namun, saat turun, aku malah melihat Jacob sedang membereskan pecahan kaca meja teh yang dia hancurkan semalam.

Dia mendengar langkah kakiku, menatapku sekilas, lalu mengalihkan pandangan. "Aku tahu kepergian ayahmu memberimu pukulan besar, tapi aku khusus kembali kemarin untukmu. Masa kamu masih cemburu pada Kyra?"

Kemarin?

"Terlambat lima hari disebut khusus?"

Setelah mendengarnya, Jacob melempar sapu di tangannya. "Kamu lupa hari ini hari apa? Hari jadi pernikahan kita saja kamu lupa?"

Dia mengangkat dagunya, menunjuk kotak hadiah di sofa. "Dengan sikapmu yang asal-asalan seperti ini, masih berani membandingkan diri dengan Kyra ...."

Sebelum kalimatnya selesai, dia tiba-tiba terdiam.

Aku pun tersenyum, mengingatkannya dengan tenang, "Itu dua hari lalu, Jacob."

Jacob tampak canggung dan hanya bisa mengalihkan topik. "Katamu kamu jatuh dari tangga, kok bisa?"

"Ya, aku seharian sibuk mengurus pemakaman ayahku, lalu semalaman di tepi laut tertiup angin tanpa makan apa pun. Gula darahku turun dan aku jatuh."
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 10

    Tristan menggeleng. "Untuk mereka sudah kupesan. Cuma belum sampai."Karena dia berkata begitu, aku pun tak enak menolak lagi.Kami berdua berjongkok di lorong laboratorium, makan ayam goreng. Rasanya seperti kembali ke masa kuliah.Di laboratorium tidak boleh makan. Kalau sudah terlalu lapar, kami diam-diam pesan makanan dan makan di lorong. Setiap kali kembali, pasti ketahuan oleh dosen.Tristan juga pernah mengalaminya. Dalam kenangan itu, kami menemukan kisah pahit dan manis sebagai mahasiswa pascasarjana.Kami tertawa bersama, lalu kembali mengenang lebih banyak lagi. Hingga sepasang sepatu kulit berhenti di hadapan kami, memutus percakapan harmonis itu.Jacob berdiri di sana, membawa termos makanan, lalu perlahan menyodorkannya ke arahku. "Tadi kamu nggak makan banyak. Nanti perutmu sakit."Ternyata dia masih ingat. Dulu saat sering melakukan eksperimen, makan tidak teratur sudah biasa. Lama-kelamaan, lambungku memang tidak terlalu baik. Saat masih berpacaran, dia bahkan pernah m

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 9

    "Seorang perempuan mana mungkin mengerti kimia!" pekik investor itu."Dia adalah mahasiswa yang diminta langsung oleh dosen untuk lanjut doktoral. Artikel yang pernah dia terbitkan lebih banyak daripada kontrak yang pernah kamu tanda tangani." Jacob berjalan dari belakangku, tangannya diletakkan di bahuku."Kalau dia nggak ngerti, memangnya kamu ngerti?"Melihatnya, investor itu gemetar dan bergumam, "Pak Jacob ... kalian saling kenal ya ...?""Dia istriku." Setelah mengatakan itu, Jacob menoleh padaku, seolah-olah ingin meminta pujian."Aku bukan istrinya."Senyuman Jacob membeku. Dia hendak mengatakan sesuatu lagi, tetapi tangan yang berada di bahuku disingkirkan oleh orang lain.Seorang pria yang tidak kukenal masuk, tersenyum padaku. "Kamu asisten Pak Kevin? Sudah lama aku dengar tentangmu. Aku Tristan ... kakak kelasmu."Aku pernah mendengar dari dosen bahwa Tristan bekerja di laboratorium luar negeri dan kali ini juga akan ikut serta dalam proyek ini."Aku pernah melihat eksperim

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 8

    Demi mengejar ketertinggalan, aku terpaksa begadang membaca dan belajar. Namun untungnya, hal-hal yang pernah dipelajari, saat diulang kembali, tidak terasa terlalu buruk.Pekerjaan asisten dosen tidak terlalu sibuk. Pelajaran tetap diajar oleh dosen, sementara tugasku lebih banyak membantu beliau menangani urusan administratif dan koordinasi dengan perusahaan.Meskipun aku tidak pernah bekerja di perusahaan keluarga Jacob, aku sering mendengar Jacob menelepon di rumah.Begitu mulai terjun langsung, barulah kusadari bahwa aku sudah terbiasa mendengarnya. Semuanya terasa tidak asing.Mengatur jamuan makan dengan investor pun bukan hal yang sulit bagiku. Hanya saja, aku tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Jacob dalam kesempatan seperti ini.Sudah setengah bulan sejak aku meninggalkan Jacob. Masih ada waktu sebelum sidang dimulai. Aku tidak menghubunginya, Jacob juga tidak menghubungiku.Dengan kemampuannya, seharusnya mudah baginya untuk menyelidiki keberadaanku. Awalnya kupikir

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 7

    "Kamu pindah?"Aku terkejut dia bisa menyadarinya. Bagaimanapun, satu-satunya barang yang kubawa hanyalah hadiah pernikahan dari ayahku, sebuah ukiran kayu pohon pinus dan cemara yang selama ini diletakkan di dekat pintu masuk.Setiap kali pulang, dia sering menggantung topi dan syalnya begitu saja di atasnya. Kupikir di matanya, benda itu sudah lama hanya menjadi pajangan biasa."Mm." Aku menjawab dengan datar.Aku tidak mendengar suara dari seberang sana. Lama sekali hingga kukira dia sudah menutup telepon.Baru kemudian Jacob berbicara. Suaranya sedikit serak. "Pulanglah. Waktu itu aku cuma emosi sesaat."Nada suaranya begitu lirih, belum pernah kudengar sebelumnya, bahkan seperti mengandung permohonan.Beberapa jam lalu, dia masih berkata aku tidak pantas. Sekarang, dia justru bisa merendahkan diri seperti ini."Aku mengajukan cerai bukankah sesuai keinginanmu? Apa yang nggak bisa kamu relakan?""Nggak .... Hubunganku dengan Kyra bukan seperti yang kamu bayangkan." Jacob menjelaska

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 6

    Tatapan Jacob seketika menjadi tak tentu arah."Itu karena kamu sendiri yang nggak becus, apa hubungannya dengan kakakku?" Yareli berkacak pinggang, wajahnya penuh amarah."Aku nggak hamil, bisa jadi karena Jacob yang nggak mampu.""Kamu ...!" Wajah Jacob memerah karena marah, jarinya menunjuk ke arahku. Dia ingin membantah, tetapi dia tidak berani."Bantah saja, tunjukkan bukti." Aku memprovokasinya.Namun, dia hanya mengangkat jarinya, tak berani berkata apa-apa. Dulu aku juga pernah mengira akulah yang bermasalah karena tak kunjung hamil.Saat itu, hubungan kami belum separah hari ini dan Kyra masih menjadi duri di hatinya. Kami penuh kemesraan.Namun, setelah lebih dari dua tahun menikah, tanpa pernah sengaja mencegah kehamilan, aku tak pernah hamil. Aku merasa ada yang tidak beres.Aku khawatir ada masalah pada diriku, lalu pergi memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun, kebetulan aku melihat Jacob yang datang ke rumah sakit untuk mengambil obat.Aku hendak menyapanya, tetapi perca

  • Diacuhkan Ratusan Kali, Aku Meminta Cerai   Bab 5

    Jacob maju selangkah, mendekat hingga jarak kami hampir menempel. Aku merasakan napasnya yang terburu-buru menyembur di depanku."Kamu benar-benar berani menceraikanku?"Pertanyaan itu terdengar sangat lucu. Apa yang tidak berani kulakukan?Greta yang mendengar ucapanku segera berjalan mendekat dengan gemetar. Dia menarik tanganku. "Lucy, kenapa tiba-tiba mau cerai? Apa Jacob memperlakukanmu dengan buruk?"Greta menatap Jacob dengan marah. "Cepat minta maaf pada Lucy!"Jacob mengerutkan kening, seolah-olah tak bisa memahami kata-kataku. Dia lalu menggeleng pelan. "Kalau antara aku dan Kyra memang ada apa-apa, kenapa aku menikahimu?"Berbeda dari biasanya, kali ini nada bicaranya justru membawa sedikit kelembutan, seolah-olah dia benar-benar sedang menjelaskan padaku dengan serius.Kalau dulu, mungkin aku akan bersyukur setengah mati hanya karena sedikit kelembutan itu. Aku akan melompat, memeluknya, berkata aku tahu dia tidak akan mengkhianatiku. Namun sekarang, aku sudah melihat warna

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status