Home / Young Adult / Diasuh Bos Besar / Bab 85. Tidak Waras

Share

Bab 85. Tidak Waras

Author: Maemoonah
last update Last Updated: 2026-01-20 20:02:48

Andika salah besar bila mengira Alisa sudah melupakan kejadian malam itu di Kelab malam Sugar Babe.

Tiga hari kemudian, digelar lah acara makan malam bersama dengan Kepala sekolah dan Dewan sekolah, serta beberapa guru dan staf terkait, seperti guru olah raga, bagian kesiswaan, humas sekolah, dan tak ketinggalan Ketua OSIS beserta wakilnya.

Malam ini, Alisa dan Marlena tiba di lobby hotel bintang lima dengan diantar Pak Hendro. Mereka terus berjalan untuk mencari letak restoran dimana acara ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Diasuh Bos Besar   Bab 100. Restu dari Nenek

    Pagi buta. Tuan Malik bangun dan memandangi tak jemu wajah cantik imut gadis didepannya yang tengah tertidur lelap dalam pelukannya. Ada perasaan puas didalam dadanya karena separuh keinginannya telah terwujud sekarang. Dan ia berniat untuk mewujudkan separuhnya secepatnya. Sengaja ia bangkit secara perlahan, tak ingin membangunkan gadis yang sangat disayanginya. Terpaksa ia beranjak pergi dari kamar Alisa, karena ada sesuatu yang harus ia bereskan secepatnya.Beberapa jam setelahnya, di kamarnya, Alisa masih bergelung dibawah selimutnya yang tebal. Bukan karena udara yang dihasilkan AC kamarnya yang begitu dingin sempurna, yang membuatnya betah berlama-lama dibawah selimut, melainkan karena rasa takut. Takut apabila saat ia membuka selimutnya nanti, sosok tinggi besar Sang Penguasa itu masih berada disampingnya. Siap mengendus-endus dan menjilat tubuhnya seperti anjing, dan melilitnya seperti anaconda.Dengan ragu, tangannya meraba perlahan sisi kanan dan kirinya hanya untuk memas

  • Diasuh Bos Besar   Bab 99. Penawaran dan Syarat

    Tuan Malik menjauh sejenak. Cukup untuk ia menatap wajah Alisa yang terlihat pucat ketakutan karena permintaannya. “Lisa, aku tidak bisa menunggu lagi.” “Please... Tuan! Aku... belum siap!” Bibir Alisa bergetar saat memohon dihadapan Tuan Malik. “Aku sudah menunggu terlalu lama, Lisa! Dan aku sudah tidak sabar lagi.” Kata Tuan Malik sambil memegang pundak Alisa. “Jangan lakukan ini sekarang, Tuan! Aku belum menginginkannya.” Mohon Alisa lagi. Ia kembali mendorong dada pria itu agar menjauh darinya. Ia tahu, tidak ada gunanya dirinya terus memohon. Tuan Malik begitu dominan, arogan dan mengerikan. Pria dewasa itu mampu melakukan hal-hal apa saja, yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dan mengambil apa saja yang ia inginkan tanpa harus bertanya. “Kau akan menyukainya.” Ucapannya itu terdengar begitu tidak berperasaan. “Kau akan belajar untuk menyukainya dan menginginkannya.” Alisa berusaha menghindar dengan meneleng ke samping, tetapi Tuan Malik lebih dulu meraih wajahnya, l

  • Diasuh Bos Besar   Bab 98. Menuruti Keinginan Sang Nenek

    Akan tetapi, usaha Alisa hanya sia-sia belaka. Tuan Malik terlalu kuat dan tangguh untuk dikalahkan. Mana mungkin dia bisa menang melawan pria dewasa Walinya itu yang tinggi besar. Dimana besar tubuhnya saja hampir 6 kali tubuhnya.“Kamu mau membantah perintahku, Lisa?” Tanya Tuan Malik tidak suka. Terlihat jelas gurat kemarahan dari wajahnya.“Bukan begitu, Tuan! Aku hanya ingin menyimpannya saja! Sungguh!” Ucap Alisa sekali lagi berusaha menjelaskan.“Kamu sudah berjanji akan menurutiku, Lisa! Jadi, biarkan para pembantu yang membereskannya!” Tegas Tuan Malik penuh penekanan. Ia masih berusaha untuk tetap sabar menghadapi gadis itu. “Tapi Tuan, aku hanya...” Alisa ingin kembali mengulangi ucapannya, tapi belum sempat menyelesaikan kalimatnya, pria dewasa itu sudah memotongnya lebih dulu.“Cukup! Kau tidak mendengar apa kataku, Lisa?” Sentak Tuan Malik dengan tidak sabar. “Berhenti membantah dan ikuti aku! Sekarang!” Perintah Tuan Malik begitu murka. Ia tidak bisa bersikap lunak l

  • Diasuh Bos Besar   Bab 97. Apa Kamu Sudah Membacanya?

    Tidak butuh waktu lama, motor gede Andika sudah memasuki blok elit kawasan itu. Ketika sedang santai melintasi tikungan tiga arah yang tidak ada rambu lalu lintasnya, Andika dikejutkan oleh sorot lampu kendaraan yang berpendar terang didepannya, yang sama-sama berbelok ke arah jalan yang sama. Jalan yang disampingnya terhampar lapangan golf yang cukup luas. Jalan ke arah rumah seorang konglomerat bernama Tuan Malik. Saking kagetnya, kedua kendaraan itu seketika membunyikan klaksonnya bersamaan.“Anjir!” Umpat Andika cukup shock. Hampir saja ia menabrak kendaraan roda empat yang memasuki jalur yang sama itu. Untunglah Andika bisa langsung menguasai motornya yang sempat oleng dan hilang kendali karena efek dari rasa terkejutnya. Dengan gesit ia melaju lebih dulu memimpin didepan.“Hati-hati, Dika?”Pesan Alisa yang ikut merasakan jantungnya hampir copot karena insiden tak terduga itu.Alisa tidak memperhatikan lebih detail kendaraan sedan yang kini ada dibelakangnya. Tidak pernah ter

  • Diasuh Bos Besar   Bab 96. Kenapa Harus Dia?

    Untuk sesaat, Alisa merasa bimbang untuk memberitahu siapa sebenarnya orang yang sudah mengklaim dirinya pada Andika. Ia tidak ingin Andika membenci orang itu setelah mengetahuinya. Akan tetapi, ia tidak bisa terus-terusan menyembunyikan rahasianya. Cepat atau lambat, semuanya pasti terbongkar. Sebelum berkata, Alisa kembali menelan salivanya. “Dia Waliku, Dika! Namanya Tuan Malik.” “Kamu bercanda, bukan?” Andika menegakkan kepalanya.Kepala Alisa menggeleng, “Aku tidak bercanda, Dika! Memang dia waliku.”“Kenapa harus dia, Ally? Bukankah seharusnya dia hanya menjagamu? Mengasuhmu dan memenuhi semua kebutuhanmu, layaknya seorang ayah terhadap putrinya?” Protes Andika setelah melepas pelukannya.“Memangnya aku siapanya, hingga dia wajib mengasuhku dan memenuhi semua kebutuhanku? Aku bukan siapa-siapanya, Dika!” Jelas Alisa.“Dan kenyataannya, Waliku itu tidak mau dianggap sebagai ayahku, meskipun aku ingin sekali menganggapnya sebagai seorang ayah. Dia menginginkanku seperti dirinya

  • Diasuh Bos Besar   Bab 95. Isi Hati Andika

    Andika tersenyum miris, “Itulah adik sepupuku, Tamara. Dia selalu tegas, serius, rumit, dan cukup... gila.” “Ya. Sebelas dua belas dengan kamu, bukan?” Maklum Alisa yang tidak begitu kaget dengan sifat ekstrem ketua OSIS sekolahnya, saat membandingkan sifat dan kelakuan Andika yang notabene kakak sepupu Tamara.Mendengar nada sindiran Alisa, Andika hanya tersenyum bangga. “Tau aja kamu. Jadi, gimana nasib kita sekarang?” Andika melangkah lebih dekat.Alisa menghela nafas pasrah, “Harus bagaimana lagi. Sebaiknya aku pulang saja. Percuma juga aku mencoba masuk. Pasti bakalan diusir seperti kamu.”Ada ide cemerlang yang melintas di kepala Andika. “Jangan pulang dulu!” Tarik Andika di tangan Alisa. Melarang gadis itu pergi. “Kenapa tidak kita coba masuk sama-sama saja. Pasti mereka akan mengira kita berpasangan.” Lalu tangannya menahan pinggang belakang Alisa.Tangan Alisa reflek menahan dada Andika agar tidak menempel ke tubuhnya. Kadang kala, Andika bisa berubah menjadi sosok penggoda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status