Short
Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

بواسطة:  The Redمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9فصول
2.1Kوجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Awalnya hanya sebuah hukuman sederhana, tetapi akhirnya aku malah mati membeku di dalam gudang pendingin. Tunanganku, Kenny, sang pewaris Keluarga Brahms, baru teringat padaku tiga hari kemudian. Sekarang aku melayang di sini, melihatnya tatapannya yang hancur dan gemetaran memeluk tubuhku yang kaku. Melihat bahwa akhirnya ia menyusun kembali semua kebenaran yang telah kubawa ke dalam kubur .... Terlambat sudah, Kenny. Tetapi tidak apa-apa. Aku ada di sini, memperhatikanmu. Melihat bagaimana kamu menghadapi kenyataan … bahwa dirimu sendiri yang mengurung wanita tercintamu ke dalam kuburnya.

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Angin dingin di pelabuhan menyayat wajahku.

Aku berlutut di atas batu dingin dermaga pribadi Keluarga Bramhs, menatap Kenny berlari ke tepi dermaga sambil menggendong Dita yang basah kuyup.

Mantel hitamnya membungkus tubuh Dita dan hanya menyisakan sepasang sepatu hak tinggi merah di kakinya.

“Cepat panggilkan dokter!” Teriakan Kenny menggema di malam itu. Belasan pengawal bersetelan hitam langsung bergerak.

“Kenny … jangan salahkan Navia … dia tidak sengaja mendorongku ….” Dita bersandar lemah di pelukannya, wajahnya pucat pasi.

Kenny menatapnya dengan kelembutan yang belum pernah kulihat sebelumnya. “Jangan berbicara. Simpan tenagamu.”

Ia menggendong wanita itu menuju mobil terdekat tanpa melirikku sedikit pun.

Aku berjuang untuk berdiri. Lututku sudah tergores oleh permukaan batu yang kasar.

Seorang pengawal menopangku dan menyerahkan sebuah handuk kering.

“Nona Navia .…”

“Aku tidak apa-apa.” Aku menepis tangannya dan berdiri sendiri.

Setelah membawa Dita ke dalam mobil, Kenny berbalik dan berjalan ke arahku.

“Jelaskan.” Suaranya tenang. Terlalu tenang sampai terasa menakutkan.

“Saat dia jatuh, aku mencoba menariknya. Kenny, aku benar-benar ….”

“Kamu berdiri tepat di tempatnya terjatuh.” Ia memotong ucapanku sambil melangkah maju. “Saat berbalik menuangkan minuman, aku mendengar suara air. Ketika menoleh kembali, kamu sudah berdiri di sana dan dia sudah berada di dalam air.”

“Itu karena aku sedang menariknya!”

“Menariknya?” Kenny mencibir dingin. “Navia, sudah berapa banyak 'kecelakaan' terjadi selama setengah tahun ini? Di kandang kuda, dia terjatuh dari kudanya dan berkata bahwa kamu sengaja menakuti kudanya. Ketika rem mobilnya rusak, itu adalah mobil yang sering kamu pakai. Bulan lalu terdapat minyak di tangga yang membuatnya terpeleset dan itu merupakan area yang dibersihkan oleh pelayanmu. Sekarang dia terjatuh ke dalam air tepat di depanmu.”

Seluruh tubuhku terasa dingin. “Kamu benar-benar percaya aku yang melakukan semua itu?”

“Aku percaya pada bukti.” Ia menatapku tajam. “Dita bahkan tidak bisa berenang. Kamu hampir saja membunuhnya.”

“Bukan aku!”

“Cukup.” Ia berbalik dan memberi isyarat kepada para pengawal di belakangnya. “Bawa dia ke gudang pendingin nomor tiga. Kurung dia di sana. Jangan buka pintunya tanpa perintahku.”

Mataku terbelalak. “Kenny! Itu gudang pembeku!”

“Sistem pendinginnya rusak,” katanya datar. Akhirnya ia menatapku sekilas. “Ini hanya untuk menenangkan dirimu. Setelah Dita selamat dari bahaya, baru kita bicara.”

Dua pengawal menangkap kedua lenganku.

“Kenny!” Aku menjerit. “Kamu akan menyesal! Pasti akan menyesal!”

Ia bahkan tidak menoleh dan langsung masuk ke mobil yang membawa Dita.

Gudang pendingin nomor tiga sangat gelap. Hanya ada satu lampu darurat yang menyala jauh di dalam.

“24 jam,” kata seorang pengawal. “Tuan Muda bilang pendinginnya rusak, jadi tidak akan terlalu dingin.”

Mereka pun mendorongku masuk. Aku tersandung dan jatuh ke dalam kegelapan. Pintu besi di belakangku tertutup, suara kunci yang diputar terdengar sangat jelas.

Aku merosot ke lantai.

Baiklah. Biarkan saja dia mengurungku. Pendinginnya rusak jadi tidak mungkin aku mati membeku. Aku pasti bisa bertahan selama 24 jam.

Setelah sudah tenang dan menyelidiki semuanya, dia pasti akan melepaskanku.

Dia seharusnya akan menyelidikinya, kan?

Aku memeluk lututku dan menemukan sudut yang agak bersih, lalu duduk menunggu.

Entah sudah berapa lama berlalu. Aku pun tersadar dalam keadaan setengah pingsan, tubuhku menggigil hebat.

Ada yang tidak beres!

Suhunya semakin turun.

Awalnya hanya terasa sedikit dingin. Sekarang aku bahkan bisa melihat uap putih dari napasku sendiri. Aku pun berjalan ke pintu, dan menempelkan telingaku.

Ada suara di luar.

Bukan suara manusia, melainkan suara mesin … dengungan rendah yang datang dari dalam dinding. Sistem pendingin sedang bekerja!

“Apa ada orang di luar?!” Aku mengetuk pintunya. “Ada apa ini?! Kenapa mesin pendinginnya menyala?!”
توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
9 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status