Share

Bab 76 Saintess

Author: R.yan
last update publish date: 2026-05-23 12:00:30

Bab 76 Saintess

Suara gesekan plastik tebal yang ritmis mendadak berpadu dengan suara tepuk tangan renyah dari arah belakang.

​"Luar biasa, Jack! Kau hebat sekali bisa mengalahkan tiga preman itu sendirian. Pengasuhanku benar-benar tidak sia-sia," ucap Raka Nightfall yang berjalan memimpin rombongan dengan senyum kapitalisnya yang ramah.

​Di belakang Raka, Kael Gold Glave berjalan mengekor dengan postur kaku, sementara Marco van Deimos berjalan dengan langkah lempengnya yang k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 251: Kesadaran

    Bab 251: Kesadaran Giant Stone Golem mengamuk di taman selatan. Setiap langkahnya menghancurkan tanah. Setiap ayunan tinjunya merobek udara. Dua puluh meter granit-obsidian bergerak tanpa arah — tanpa pikiran — hanya insting. Viper berdiri di depan yang lain. "Sekarang."  Shade, Fang, dan Raven bergerak. Tiga arah berbeda. Membentuk segitiga di sekeliling Golem. Shade berlutut di sisi utara. Fang di tenggara. Raven di barat daya. Tiga pasang tangan menyentuh tanah. [Sealing Triangle — Activate.] Cahaya putih menyala di tanah — menghubungkan tiga titik. Segitiga raksasa terbentuk di bawah kaki Golem. Dinding cahaya naik — tiga sisi, tiga tembok transparan. Golem menghantam dinding. BOOOOM!!! Dinding bergetar — tapi tidak pecah. "TAHAN!" Shade berteriak. Darah menetes dari hidungnya. Fang menggertakkan gigi. Raven menancap

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 250: Resonansi 100%

    Bab 250: Resonansi 100% Di luar istana. Darius berlutut di tanah. Darah mengalir dari mulut dan pelipisnya. Tubuhnya gemetar. Shadow Resonance sudah lenyap. Tidak ada bayangan yang tersisa. DUUUUM. DUUUUM. DUUUUM. Langkah dari dalam istana. Dinding sayap timur runtuh — Giant Stone Golem melangkah keluar. Dua puluh meter. Granit-obsidian berkilau di bawah cahaya bulan. Mata merah menemukan Darius. GROOOOAAAHHHH!!! Darius mencoba berdiri. Kakinya tidak mau menurut. "Sial—" Golem mengangkat tinjunya. Darius mengangkat kedua tangannya. Bayangan tipis — sisa terakhir — membentuk perisai kecil di depannya. BOOOOOOM!!! Perisai hancur seketika. Tinju granit-obsidian menghantam Darius. Tubuhnya terlempar — menghancurkan tiga pohon, menggali tanah, dan berhenti di tepi taman selatan. Di antara akar pohon yang hancur, tubuh Da

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 249: Batu vs Bayangan

    Bab 249: Batu vs Bayangan Sayap timur istana — atau apa yang tersisa darinya. Giant Stone Golem berdiri di tengah reruntuhan. Dua puluh meter. Granit hitam. Mata merah menyala tanpa kesadaran. Di hadapannya — Darius. Shadow Resonance. Sepuluh meter. Bayangan pekat. Mata merah menyala dengan kesadaran penuh. Dua raksasa. Satu koridor. Golem bergerak duluan. Tanpa peringatan. Tanpa kuda-kuda. Tinjunya menghantam ke bawah — tepat ke posisi Darius. BOOOOOOM!!! Lantai meledak. Kawah terbentuk. Debu dan batu beterbangan ke segala arah. Darius melompat ke samping. Bayangan di kakinya mendorongnya — cepat. Tapi Golem tidak berhenti. Tinju kedua menyusul. KRAAAK!!! Dinding sayap timur jebol. Cahaya bulan masuk dari lubang raksasa yang terbentuk. Darius menghindari lagi. Bayangan di tubuhnya bergetar dari gelombang kejut. "Kekuatannya

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 248: Giant Stone Golem

    Bab 248: Giant Stone Golem Sayap timur istana. KRAAAK!!! Tinju bayangan Darius menghantam Marco telak di dada. Giant Axe terangkat — tapi terlambat. Marco terpental. Tubuh raksasanya melayang ke belakang — menghancurkan dua pilar, menembus dinding, dan mendarat di ujung koridor. DUUUUM!!! Debu dan puing berterbangan. Marco tidak bergerak. Darius — Shadow Resonance — berdiri di tengah kehancuran. Sepuluh meter. Mata merah menyala. "Sudah selesai?" Matanya beralih. Di ujung koridor — Anna. Chiki. Tonton. Tiga target yang tidak bisa melawan. Darius mengangkat tinjunya. Melesat.  Tonton menggeram. "GROOOH!!!" Babi hutan berbatu itu melangkah maju — tepat di depan Anna dan Chiki. [Heavy Armor.] Kulit granit Tonton menebal. Berlapis-lapis. Batu di punggungnya mengembang — membe

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 247: Belum Selesai

    Bab 247: Belum Selesai Taman selatan. Shade masih berlutut. Air matanya belum berhenti. Tangannya mencengkeram bahu Mantis yang tak bergerak. "Ketua... ketua..." Sebuah tangan menyentuh bahunya. Lembut. Lullaby berdiri di belakang Shade dan Fang. Satu tangan di bahu masing-masing. "Berhenti menangis." Suaranya tenang. "Mereka belum mati." Raven mendongak. "...Benarkah?" Lullaby menutup matanya. Iris keemasan berpendar. [Clairvoyance.] "Patah tulang rusuk — tiga di Mantis, dua di Crow. Luka dalam di organ, tapi tidak fatal. Pendarahan sudah berhenti secara alami." Lullaby membuka matanya. "Mereka cuma pingsan." Shade menundukkan kepalanya. "Syukurlah..." Jack menghampiri. Tangannya merogoh kantong di sistemnya [Harvest Granary] — dan mengeluarkan dua buah tomat merah yang bersinar samar. [Healing Tomato] [Efek : Penyembuhan in

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 246: Guardian

    Bab 246: Guardian Sayap selatan istana. Sulur-sulur Jack membelit tubuh Selene — leher, lengan, pinggang. Duri-duri kecil menancap di kulitnya. Darahnya menetes. Selene tidak bisa bergerak. Belum. Jack berdiri di tengah taman yang hancur. Tangan kanannya terangkat — mengendalikan sulur dari jarak jauh. Wajahnya tenang. "Kak Lulla, Bagaimana kondisi Elena?" Lullaby sudah berlutut di samping Elena. Tangannya menyentuh dahi gadis itu. Matanya berubah — iris kuning keemasan berpendar. [Clairvoyance.] Dalam sekejap, Lullaby membaca seluruh kondisi Elena. Bukan hanya luka fisik — tapi jalur mana, titik kelelahan, kerusakan internal. "Mana tersisa 4%. Jalur sihir kelelahan. Tiga tulang rusuk retak. Luka dalam di bahu kiri." Lullaby membuka matanya. "Tapi tidak ada kerusakan permanen." Elena tersenyum lemah. "Aku baik-baik saja..." "Bohong." Lullaby men

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 8 Keadilan

    Bab 8: keadilanDebu pertempuran telah mengendap, namun atmosfer di Aula Utama Akademi Aethelgard justru memuncak hingga ke titik didih. Di tengah ruangan yang megah itu, Raka berdiri dengan tenang meskipun kedua tangannya terborgol sihir penekan mana yang berpendar ungu gelap. Di sampingnya,

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 7 Playpen

    Bab 7: playpen Cahaya keemasan dan biru safir meledak dari tubuh Bima dan Elena saat partikel cahaya Nightmare Behemoth yang hancur terserap ke dalam inti mana mereka. Di dunia Aethelgard, mengalahkan monster Rank S bukan sekadar kemenangan, melainkan lonjakan evolusi yang masif bagi para pe

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 6 Dungeon

    Bab 6: dungeonSuasana di Akademi Aethelgard yang biasanya tenang mendadak pecah oleh raungan memekakkan telinga yang seolah merobek langit. Di tengah lapangan upacara, sebuah retakan dimensi berwarna hitam pekat muncul, memuntahkan hawa dingin yang mencekam Dungeon Break Rank S."Se

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 5 Anak Asuh

    Bab 5: Anak AsuhSore itu, Raka duduk di bangku taman akademi yang tenang, membuka antarmuka sistem miliknya yang selama ini ia abaikan karena dianggap sampah. Namun, ada yang berbeda kali ini. Sebuah jendela transparan berkedip di depan matanya.> [System Update: Management List]> A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status