Masuk"Eldric." Aldrian menggertakkan giginya, "Kamu harus mengerti satu hal. Mau kamu ada di sisi siapa, itu nggak penting bagiku atau Kyna. Kyna itu istriku! Kamu nggak seharusnya bersamanya!""Oh ya?" Eldric sama sekali tidak mengalah. "Kalau aku nggak muncul di sisi Kak Kyna, dia mungkin sudah melompat dari gedung atau wajahnya dihancurkan. Itu yang kamu mau?""Kamu ...." Aldrian mencengkeram kerah baju Eldric. "Bocah busuk, sehebat apa pun keluargamu, jangan harap kamu bisa sentuh wanitaku!" Eldric mengepalkan tinjunya dan menyahut dengan dingin, "Pak Aldrian, tolong pahami satu hal. Nama seniorku Kyna. Dia punya nama dan adalah seorang penari. Dia bukan wanita, istri, atau pelengkap siapa pun!"Aldrian jelas sudah marah. Dia meninju dagu Eldric sambil meraung, "Coba tanyakan padanya! Tanya siapa dia sebenarnya! Apakah dia wanitaku atau bukan!" Melihat ini, Kyna bergegas mendekat dan mengadang di depan Eldric. "Aldrian! Keluar dari kamar ini!" Aldrian menatap Kyna dengan terkejut. "A
Kyna mandi dan berganti pakaian baru yang dibeli Eldric untuknya. Setelah dia siap, Eldric baru kembali lagi dan membunyikan bel pintu."Ini aku. Aku belikan sedikit makanan." Kyna membuka pintu dan melihat Eldric berdiri di luar sambil menenteng dua kantong besar. Kantong itu berisi makanan dari restoran dan buah-buahan."Kamu pasti lapar, 'kan? Ayo makan." Eldric tersenyum sambil berjalan masuk. Dia meletakkan makanan di atas meja dan berujar, "Aku nggak tahu kamu suka makan apa. Jadi, aku cuma asal beli beberapa macam makanan."Begitu melihatnya, Kyna menyadari bahwa Eldric bukan hanya asal beli. Ikan kerapu kukus adalah makanan favoritnya. Dia menyukai ikan kukus, tetapi Eldric lebih menyukai ikan saus pedas.Setelah insiden pagi ini, baik Kyna maupun Eldric merasa lapar. Mereka menghabiskan semua ikan, sup, masakan tumis, dan sayuran yang dibeli Eldric.Eldric tertawa. "Kak, kita nggak terlihat seperti penari." Kyna tersenyum dan menggeleng. "Aku sudah berhenti menari selama ber
Sekarang, Kyna sudah aman. Akan tetapi, dia masih merasa terguncang dan ketakutan. Ketika Eldric mengajukan pertanyaan kepadanya, dia hanya mengangguk. Tangannya masih agak gemetar. Pergelangan tangannya yang dicengkeram Eldric tadi terlihat sangat merah dan masih berdenyut sakit."Kok kamu bisa tiba-tiba muncul di sini?" tanya Kyna dengan heran.Ternyata, ini adalah musim buah bayberry di provinsi tetangga. Meskipun buah ini tidak mahal, ibu Eldric sangat menyukainya. Dengan logistik zaman sekarang dan kekayaan Lydora, dia tentu saja bisa mendapatkan apa saja yang ingin dimakannya dengan mudah. Namun, ini adalah cara Eldric menunjukkan baktinya. Setiap tahun, dia akan pergi ke kebun bayberry untuk memetik buah yang paling segar dan mengantarkannya kepada ibunya secara pribadi.Jadi, Eldric pergi ke kebun bayberry semalam dan memetik buah yang paling segar hingga larut malam. Kemudian, dia kembali ke Kota Hatam pagi ini dan membeli tiket pesawat untuk pergi ke ibu kota siang ini. Nam
"Berhenti!" seru Aldrian dengan tergesa-gesa setelah melihat ujung tajam belati itu memantulkan sinar matahari."Sudah siap mikir?" Pria berbaju abu-abu itu tertawa dengan bengis. "Kamu mau kami lepaskan simpananmu dulu?"Aldrian menatap Kyna dengan mata penuh penderitaan.Namun, Kyna sangat tenang. Dia hanya menatap Aldrian dengan acuh tak acuh, lalu melihat ke lantai. Matahari makin tinggi dan menumpahkan cahaya keemasan di lantai."Begini saja, mari kita main yang lebih seru lagi biar kamu bisa buat keputusan." Pria berbaju abu-abu itu tertawa. "Buat orang yang terakhir dilepaskan, kami nggak akan bisa kendalikan belati kami.""Apa maksudmu?" tanya Aldrian dengan marah."Artinya ...." Pria berbaju abu-abu tertawa terbahak-bahak. "Nanti, tangan kami mungkin sudah capek. Jadi, kami mungkin melukai wajahnya ...." Pria berbaju abu-abu dan pria berbaju kuning secara bersamaan menekan bilah belati mereka ke wajah Kyna dan Anara."Kalian ...." Tatapan Aldrian tidak berhenti berpindah anta
"Aldri! Aldri, aku ada di sini! Aldri, selamatkan aku!" teriak Anara."Nara! Nggak apa-apa! Jangan panik! Jangan takut, aku sudah datang! Aldri sudah datang!" Suara Aldrian terdengar mendesak.Tak lama kemudian, Aldrian muncul di puncak tangga lantai 11. Keringat membasahi pakaiannya, sedangkan rambutnya yang biasanya ditata rapi kini tergerai lemas di dahinya dalam keadaan basah.Hal pertama yang dilakukannya adalah menatap Anara. "Nara, gimana keadaanmu? Apa kamu terluka?" Anara hanya menangis sambil menggeleng.Aldrian terlihat lega, lalu membentak pria berbaju abu-abu, "Lebih baik kalian nggak lukai sehelai rambut pun di kepalanya!" Pria berbaju abu-abu tertawa. "Menarik.""Jangan khawatir, kami cuma incar uang. Selama uangnya sudah disiapkan, semuanya bisa dinegosiasikan," kata pria berbaju kuning.Kemudian, pria berbaju abu-abu itu mengangkat Anara dan menodongkan sebuah belati ke lehernya.Aldrian seketika murka. "Apa yang kalian inginkan? Lepaskan dia!" Pria berbaju abu-abu
Apakah Kyna hanya bisa menunggu mati? Setidaknya, dia harus tahu siapa yang telah menculiknya."Apa yang kalian inginkan?" Hanya itu yang bisa Kyna tanyakan dengan tenang.Kedua pria itu tidak berbicara, hanya mengawasi Kyna dari jarak dekat. Berhubung begitu, dia hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Kyna bahkan tidak berani bertanya, 'Apakah kalian menginginkan uang?'Kyna takut orang terlalu serakah. Sebelum mengetahui apa yang mereka inginkan, mengungkapkan bahwa dia memiliki banyak uang adalah tindakan yang tidak aman.Setelah setengah jam, baru ada pergerakan. Kelompok lain tiba dan membawa dua orang yang dikenal Kyna. Ayahnya dan Anara. Mata keduanya juga ditutup. Namun, Kyna melihat mereka diseret menaiki tangga yang pegangannya belum dipasang.Mereka bertiga sama-sama diculik? Sebuah jawaban perlahan-lahan terbentuk di benak Kyna. Penculikan ini kemungkinan terkait dengan Raka. Target penculik adalah Aldrian dan mereka menginginkan uang. Oleh karena itu, Aldri







