Share

Berulah Lagi

last update publish date: 2026-03-28 14:23:25
Kiran buru-buru bangkit dari kursinya kala pandangannya tertuju pada Elvano yang baru saja tiba di divisi pemasaran. Dia melangkah menghampiri sang kekasih yang baru saja akan mencapai pintu ruang kerja.

“Bagaimana?” Kiran menatap antusias.

“Masuklah dulu.” Elvano membuka pintu lebar. Dia membiarkan Kiran masuk lebih dulu, sebelum ikut masuk ke dalam.

Di dalam ruang kerja Elvano, Kiran langsung menatap pada Elvano yang baru saja menutup pintu.

“Bagaimana hasil rapatnya?” Kiran bertanya penuh ant
Aililea (din din)

Kakak, done 4 bab buat hari ini, ya. Jangan lupa drop komentar kalian ya, Kakak. Makasih banyak ^^

| 14
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
apa ini ulah malik lg..huh
goodnovel comment avatar
eva nindia
kerjasama am c Malik nih widya
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Jangan 2 Widya di suruh Malik utk buat onar utk permalukan Kiran ??
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Kabar Baik Lain

    Dada Kiran mendesir mendengar ucapan Ayudhia. Dia menganguk-angguk.“Iya, Kak. Aku akan ingat,” kata Kiran sambil mengangguk-angguk pelan di dalam pelukan.Ayudhia melepas pelukan. Tangannya mengusap pipi Kiran dengan tatapan sayang sebagai kakak yang siap melindungi adiknya, lalu dia beranjak meninggalkan Kiran untuk mengurus hal yang lainnya.Elvano duduk merapat pada Kiran. Dia menautkan jemari mereka, mata Elvano memancarkan kehangatan dan kasih sayang untuk Kiran.“Aku harap kamu tidak memendam lelahmu sendiri,” ucap Elvano dengan nada lembut. “Sekarang, kamu tidak sendiri, ada aku, ada orang tuaku, orang tuamu, keluarga kita. Kami akan bersamamu, jangan lagi memendam semua masalahmu sendirian seperti dulu.” Setelah bicara, Elvano mengecup lembut punggung tangan Kiran.Kiran mengangguk pelan, senyumnya lebar dan matanya berkaca-kaca. “Iya, aku akan memanfaatkanmu dan keluarga untuk menjagaku,” seloroh Kiran kemudian yang dia akhiri dengan tawa kecil.“Boleh,” balas Elvano, lalu d

  • Dimanja Mantan Posesif   Semua Bahagia

    Keesokan harinya.Kiran dan bayinya sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit karena kondisi keduanya yang sehat.Elvano berjalan menuntun Kiran meninggalkan kamar inap, sedang Alina menggendong bayi Kiran dan disampingnya ada Aksa yang mendampingi sambil membawakan barang-barang menantu dan cucunya.“Dia anteng sekali, bahkan semalam kalau tidak dibangunkan, dia tidak menyusu. Bahaya sekali Keanu ini, bisa-bisa sakit kalau tidak minum susu tepat waktu,” ucap Alina sambil memandangi wajah cucunya yang doyan tidur.“Mungkin dia lebih suka tidur,” kata Aksa saat memandang cucu tampannya ini.Di depan kedua orang tua ini. Kiran menahan senyum mendengar percakapan Alina dan Aksa. Dia tak menyangka mereka sangat perhatian pada putranya.Mereka masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan lobby lalu meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Radjasa.Begitu mobil yang membawa Elvano, Kiran, dan bayi Keanu tiba di halaman kediaman Radjasa.Tatapan Kiran dan Elvano tertuju ke teras ruma

  • Dimanja Mantan Posesif   Perhatian Elvano

    Malam harinya.Suasana ruang inap VIP terasa begitu tenang dan hangat. Lampu utama ruangan sudah diredupkan, menyisakan pencahayaan kuning remang yang memberikan rasa nyaman.Alina menolak untuk pulang dan memilih ikut menginap untuk mendampingi Kiran di malam pertama pascamelahirkan. Saat ini, Alina sedang duduk santai di sofa sudut ruangan seraya memperhatikan interaksi anak dan menantunya dengan senyum terkembang hangat di bibirnya.Di atas ranjang. Kiran duduk bersandar pada tumpukan bantal yang disiapkan Elvano. Pria itu dengan telaten dan penuh kesabaran menyuapi Kiran semangkuk bubur halus hangat khusus pasien."Satu suap lagi ya, Ki," ujar Elvano lembut, menyodorkan sendok berisi bubur ke depan bibir Kiran.Kiran menerima suapan itu dan mengunyahnya pelan, lalu menggeleng halus. "Sudah, El ... perutku masih terasa penuh sekali.""Sedikit lagi, Ki. Biar tenagamu cepat pulih," bujuk Elvano dengan tatapan penuh perhatian. Kiran menggeleng lagi sambil memberikan tatapan memelas.

  • Dimanja Mantan Posesif   Keanu Arya Radjasa

    Kamila melotot melihat Noah malah memastikan seolah tak percaya. Dia berjalan cepat menghampiri putranya, lalu dengan satu tarikan, Kamila menjewer telinga Noah.“Respon apa itu, huh? Bisa-bisanya memastikan begitu? Memangnya kamu tidak ambil andil dalam kehamilan, Nindy?” Kamila menarik kencang telinga putranya agar sadar.“Ma … Ma … sakit.” Noah memekik sampai harus mengimbangi tarikan jari sang mama. “Aku hanya memastikan, Ma. Bukan tidak mengakui.”Kamila melepas jarinya dari telinga Noah, dia menatap gemas ke putranya yang benar-benar sangat lamban kalau berpikir soal perasaan.Semua orang yang ada di ruangan sampai menahan tawa.Hingga tatapan Noah tertuju pada Nindy. Dia mendekat ke istrinya, lalu menatap penuh cinta saat pandangan mereka bertemu.“Kamu benar-benar sedang hamil?” Noah memastikan.Nindy mengangguk-angguk pelan. “Tapi perlu periksa lagi buat memastikan.”Noah begitu lega. Dia langsung memeluk Nindy dengan sangat erat.“Terima kasih, kamu benar-benar yang terbaik,

  • Dimanja Mantan Posesif   Kebahagiaan Berlipat

    Perawat menatap pada Kamila, dengan senyum ramah dia membalas. “Bayinya laki-laki dan sangat sehat.”Semua orang tua langsung mengucap syukur. Sedang Elvano merasakan haru, matanya sampai berkaca-kaca dengan dada yang mendesir hebat mengetahui bayi dan istrinya baik-baik saja.“Kami akan memindah pasien ke ruang perawatan bersama bayinya, jadi nanti keluarga bisa ikut ke sana,” kata perawat lalu pamit dan kembali masuk ke dalam ruang persalinan.Elvano benar-benar tak menyangka bayinya benar berjenis kelamin laki-laki.“El, selamat ya.” Surya mendekat pada Elvano, lalu dia memeluk menantunya ini.“Terima kasih, Ayah.” Elvano membalas pelukan dari Surya.Tak hanya Surya, Aksa dan Raihan juga bergantian memeluk Elvano.Semua orang benar-benar bahagia. Mereka pergi ke ruang perawatan yang sudah disiapkan, setelah Kiran selesai ditangani.Di dalam ruang inap VIP ini, para orang tua sibuk mengerumuni bayi Kiran yang begitu tampan dan gemuk.Sedang Elvano duduk di tepian ranjang sambil men

  • Dimanja Mantan Posesif   Semua Panik

    Kepanikan melanda seluruh anggota keluarga saat brankar yang membawa Kiran didorong cepat menyusuri koridor Rumah Sakit Ibu dan Anak menuju ruang persalinan. Dokter dan perawat bergerak sigap karena kontraksi Kiran makin sering dan pembukaannya bertambah cepat.Begitu Kiran sudah masuk ke dalam ruang persalinan.Alina, Kamila, Raihan, Aksa, Surya, dan Nindy menunggu di depan pintu ruang persalinan dengan wajah panik.Para orang tua itu terus merapal doa untuk keselamatan Kiran dan bayinya.“Apa Elvano sudah dikabari?” Kamila bertanya sambil menatap pada Alina yang ada di sampingnya.Alina tersentak. Dia sangat mencemaskan Kiran sampai lupa mengabari putranya.“Sebentar biar aku telepon.” Alina mengeluarkan ponsel dari tasnya.Namun, sebelum Alina menekan nomor Elvano di layar ponselnya, sudah lebih dulu terdengar suara Nindy.“Aku tadi sudah kirim pesan ke Elvano, Mama Alina. Tadi aku hubungi, tapi tidak dijawab, mungkin dia sedang rapat, semoga pesanku segera dibaca,” ucap Nindy den

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status