Share

Bab 371

Author: Allina
last update Last Updated: 2026-03-09 11:20:12

Pada area tanah lahan parkir depan gerbang makam, aku baru saja membuka daun pintu mobil. Aku dan Shella langsung mendudukkan postur badan di atas bantalan kursi mobil secara amat bersamaan.

“Akhirnya punggungku bisa nyandar empuk juga di kursi mobil ini.” Shella meregangkan kedua lengan tangannya ke atas.

“Sabuk pengaman kamu tolong ditarik dan dipasang rapi ke lubang penguncinya ya, Shella.” Aku menarik sabuk pengaman milikku sendiri melintasi area dada.

Kuambil anak kunci logam dari saku cel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 374

    “Logikanya, fakta ini ga bisa diterima mentah-mentah, Shella. Kelakuan kasar wanita itu ke badanku selama puluhan tahun ini bener-bener berbanding terbalik seratus persen sama arti tulisan sayang di kertas ini. Aku bener-bener butuh dapet penjelasan pasti soal asal-usul status anak kandung dari mulut orang tua kita secepatnya. Lembaran foto ini murni ngasih bukti nyata kalau Nyonya Alika punya keterlibatan langsung sama proses pertumbuhanku dari umur bulan. Fakta ini beneran bikin kepala aku kerasa pusing banget mikirin semua hitungan kemungkinannya sekarang.”“Kamu simpan aja lembaran foto ini ke dalem saku celana kamu dulu, Mas Rafli.” Sora merapikan sisa tumpukan album lainnya di atas karpet.Tiba-tiba saja, semua aliran lampu penerangan di dalam rumah mewah ini padam secara amat sangat total. Kegelapan berwujud amat pekat langsung menyelimuti seluruh area ruangan tengah ini secara seketika. Suara langkah kaki berukuran berat mendadak terdengar bergerak amat jelas dari arah lantai

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 373

    Sora tarik nafas dalam-dalam, sebelum melanjutkan kecurigaannya yang makin jelas.“Senyuman dua belah bibir Mama Alika di gambar ini beneran kelihatan murni penuh rasa kasih sayang seorang ibu lho. Wujud muka beliau bener-bener beda jauh banget sama wujud muka galak Mama Alika yang sering kita lihat marah-marah tiap hari di bangunan rumah ini. Beliau di dalem gambar foto ini kelihatan murni kayak sosok ibu yang amat sangat menyayangi badan anak kecil. Bayi cowok yang lagi digendong aman sama tangan Mama Alika ini siapa nama aslinya emangnya? Aku sama sekali belum pernah lihat wujud muka bayi cowok mungil ini di dalem lingkungan rumah kita.”Aku terus memfokuskan pandangan bola mataku untuk memperhatikan garis tarikan senyuman wanita di dalam lembaran foto tua tersebut.Mataku sama sekali tidak menemukan gurat kebencian atau bentuk kekejaman seperti yang biasa kulihat setiap hari dari raut muka perempuan paruh baya itu. Suasana interaksi obrolan di ruang tengah ini otomatis berubah men

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 372

    Aku dan Shella segera melangkahkan alas sepatu keluar dari dalam ruang kabin kendaraan hitam ini. Kami berdua berjalan beriringan melewati area lantai teras bawah menuju arah letak bukaan pintu masuk rumah. Aku sengaja memilih jalur masuk ke dalam ruangan melalui pintu samping yang terhubung langsung dengan area wilayah dapur.“Wah, ada wujud bau harum masakan sup daging ayam yang langsung masuk menyengat saluran hidungku,” ucap Shella sambil menghirup udara ruangan dapur tersebut dalam-dalam.“Iya, aroma bumbu kuah ayam ini beneran bikin perut aku bunyi keroncongan minta diisi sepiring nasi putih sekarang,” sahutku menyetujui pernyataan lisan saudara perempuan tiriku itu.Kami berdua disambut secara langsung oleh aroma masakan lezat yang amat menggugah selera rasa lapar di bagian organ pencernaan ini.Aku melangkahkan kaki berjalan mendahului postur tubuh Shella melewati area lantai dapur bersih menuju arah ruangan tengah rumah. Mataku otomatis menangkap pemandangan dua orang perempu

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 371

    Pada area tanah lahan parkir depan gerbang makam, aku baru saja membuka daun pintu mobil. Aku dan Shella langsung mendudukkan postur badan di atas bantalan kursi mobil secara amat bersamaan.“Akhirnya punggungku bisa nyandar empuk juga di kursi mobil ini.” Shella meregangkan kedua lengan tangannya ke atas.“Sabuk pengaman kamu tolong ditarik dan dipasang rapi ke lubang penguncinya ya, Shella.” Aku menarik sabuk pengaman milikku sendiri melintasi area dada.Kuambil anak kunci logam dari saku celana dan memutarnya di dalam lubang kemudi. Rafli menyalakan mesin mobil dan segera memasukkan tuas persneling ke gigi transmisi pertama. Kendaraan sedan hitam ini mulai melaju pelan meninggalkan area perkampungan asri untuk jadwal pulang ke rumah utama.“Jalanan aspal desa ini udah mulai kelihatan gelap gara-gara matahari mau terbenam total. Kamu pasti ngerasa capek banget habis ngelewatin semua rentetan jadwal kegiatan panjang kita hari ini. Kita berdua bakal langsung mandi air hangat aja pas u

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 370

    Pada area daratan yang berbeda, posisi lututku masih terus menempel di atas tanah merah yang lumayan basah ini.“Semua urusan pelafalan doa kita udah selesai sore ini.” Aku berdiri meluruskan posisi kedua lutut kakiku.“Aku juga ngerasa lega banget sehabis ngirim bacaan surat doa barusan. Hati kamu pasti udah jauh lebih tenang sekarang kan? Ayo kita berdua langsung jalan kaki balik ke arah mobil sedan hitam kamu itu. Udara sore di kuburan ini makin kerasa dingin kena kulit lenganku.”Kutarik pergelangan tangan perempuan itu secara perlahan untuk melangkah menjauhi area gundukan tanah makam tersebut. Dia mengajak Shella kembali ke mobil sedan yang terparkir jauh di dekat area gerbang. Kami berjalan menyusuri jalan setapak tanah merah menuju arah letak aspal jalan raya.“Hati-hati pas nginjak tanah becek di sebelah situ ya, Shella.” Aku menunjuk sebuah genangan air cokelat di depan kami.“Iya, aku udah merhatiin letak genangan lumpur basah itu dari tadi kok. Aku bakal injak sisi tanah y

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 369

    Di saat yang sama, Pak Budi berjalan cepat menuju mobilnya sambil memegang telinga kanannya. Pria berpakaian kemeja safari gelap itu terus menekan daun telinganya menggunakan dorongan ujung jari telunjuk kiri tanpa putus.Setelah mendapatkan saluran sinyal yang stabil, pria paruh baya itu mulai membuka tarikan kedua bibirnya untuk memproduksi suara.“Halo, apa sambungan suaraku dari alat komunikasi ini sudah masuk stabil ke dalam sistem perangkat markas besar di pulau sana?” ucap Pak Budi dengan suara sangat pelan melapor kepada seseorang di seberang sana.“Gelombang suara kamu sudah berhasil masuk ke telingaku dengan tingkat volume pendengaran yang amat sangat jernih, Budi.” Sebuah keluaran suara berat seorang pria dewasa langsung membalas dari balik perangkat alat pengeras suara mungil tersebut.“Saya mau ngasih laporan perkembangan situasi keamanan wilayah secara langsung dari area lapangan aspal desa pinggiran sore ini. Elang sudah berada dalam pantauan pengawasan kedua mata saya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status