ログインSekarang, mentalitas Tirta sudah menjadi sangat tenang. Sekalipun pemuda tampan itu memang mendekatinya dengan niat tersembunyi, Tirta juga tidak akan terlalu terkejut ataupun marah. Sebaliknya, kalau bisa mendapat satu teman lagi, dia justru cukup senang.Mereka menghabiskan sebagian besar buah spiritual hasil rampasan Tirta, termasuk lima obat spiritual berusia 1.500 tahun yang dibawa pemuda tampan itu. Tiga sisanya dibagikan Tirta kepada mereka masing-masing.Bisa dikatakan, selain Arshala yang tidak menunjukkan reaksi terlalu besar, Tirta dan Nova sama-sama merasa energi spiritual dalam tubuh mereka berada dalam kondisi meningkat pesat.Mereka harus segera memurnikannya. Kalau tidak, sangat mudah menyebabkan energi spiritual menjadi kacau."Ayo, kita langsung ke kediaman Tetua Suryana. Setelah memurnikan energi spiritual dalam tubuh, baru kita bahas hal lain."Rombongan itu langsung meninggalkan Menara Legit. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa di sudut ruangan, Yumika diam-di
Dengan mantap, dia meletakkannya di atas meja segi delapan. Ucapannya terdengar rendah hati, tetapi obat spiritual yang dia dapatkan benar-benar luar biasa. Semuanya ternyata berusia 1.500 tahun.Dari situ bisa diperkirakan, kultivasinya setidaknya berada di tingkat penebas dewa.Krak. Tirta sama sekali tidak sungkan. Dia mengambil satu obat spiritual, lalu mengunyahnya. Cairan manis yang mengandung energi spiritual itu melimpah, meledak di dalam mulutnya, dan kultivasinya juga meningkat dengan jelas.Pada saat yang sama, dia bertanya, "Boleh tahu siapa gurumu? Jangan-jangan juga murid Tetua Suryana?""Bukan. Kamu curiga aku mendekatimu karena punya niat jahat ya?" Pemuda tampan itu tersenyum, samar-samar terlihat satu atau dua lesung pipi kecil di wajahnya."Bukan begitu. Kalau aku wanita cantik, masih masuk akal kalau bilang kamu mendekatiku dengan niat jahat. Tapi kita berdua sama-sama pria sejati. Apa yang harus kucurigai darimu?" sahut Tirta dengan sangat terus terang.Dalam beber
"Kalau nanti kalian masih berani mencari masalah denganku lagi, aku nggak akan semurah hati sekarang. Kalian harus menyerahkan seluruh obat spiritual yang ada di tubuh kalian."Meminta mereka berlutut, meminta maaf, dan memanggilnya "Kakek", tidak akan memberikan keuntungan nyata apa pun.Tirta sangat realistis. Dari belasan orang itu, setiap orang mengeluarkan beberapa batang obat spiritual. Kalau digabung jumlahnya hampir lebih dari 40 batang. Inilah keuntungan nyata yang sebenarnya."Nih, ambil saja, ambil saja. Kami nggak akan berani ganggu kamu lagi."Belasan orang itu bukan hanya kehilangan semua obat spiritual yang baru saja mereka ambil, sekarang bahkan sebagian obat spiritual yang mereka bawa sendiri juga harus diserahkan. Benar-benar rugi bandar.Pada akhirnya, mereka semua pergi dari Menara Legit dalam keadaan sangat menyedihkan tanpa berani menoleh ke belakang lagi."Ayo, kita cari tempat untuk makan. Kalau nanti masih ada orang buta yang datang cari masalah, suruh saja dia
Bahkan beberapa tetua pun mengeluarkan seruan kaget dan semakin memperhatikan Tirta."Bocah ini ternyata sekuat itu?" Yunda yang sejak tadi memperhatikan Tirta tanpa sadar mengepalkan tangannya. Dalam hatinya muncul rasa waspada dan tidak rela.Awalnya dia mengira Tirta masih akan mengandalkan pedang kecil itu untuk menyelesaikan masalah. Tak disangka, kekuatan Tirta sendiri ternyata jauh lebih kuat darinya.Yumika mengernyit, tetapi tidak mengatakan apa-apa."Apa?! Aura bocah ini kenapa tiba-tiba melonjak setinggi itu?""Jangan-jangan tadi dia nggak bergerak karena menjalankan semacam teknik rahasia?""Sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Kita serang bersama!""Dia yang bergerak lebih dulu. Hari ini kita harus membuatnya cacat!"Tujuh atau delapan murid yang tersisa melihat beberapa orang pertama langsung dijatuhkan hanya dalam satu pertukaran serangan. Mereka benar-benar marah dan terkejut.Dalam sekejap, mereka menjalankan berbagai teknik kultivasi dan mengeluarkan beragam pusaka, la
"Benar. Kalau nggak berani merampas, berarti kamu cucu kami. Kamu harus berlutut dan bersujud 100 kali, manggil kami 'Kakek', baru boleh pergi. Kalau nggak, akibatnya nggak akan sanggup kamu tanggung!"Beberapa orang berjalan mendekati Tirta lagi sambil mencibir dingin. Bahkan cukup banyak orang diam-diam mulai mengedarkan energi spiritual mereka.Asal Tirta berani mengulurkan tangan untuk merampas, mereka akan langsung bergerak secepat kilat dan mematahkan tangan serta kaki Tirta.Keributan di tempat itu semakin membesar. Di dalam Menara Legit, dari ribuan murid yang datang untuk makan, sebagian besar perhatian mereka tertarik ke arah ini."Bocah itu benar-benar keras kepala.""Dia sama sekali nggak bisa membaca situasi. Gimana bisa dia memprovokasi belasan kultivator tingkat pembentukan dewa sendirian?""Sekarang bahkan kalau dia mau minta maaf pun sudah terlambat. Pihak lawan pasti nggak akan membiarkannya pergi."Mereka semua berdiskusi dengan sikap menonton keseruan. Bahkan sudah
Banyak orang langsung tertawa mengejek."Hahahahaha!""Memangnya kenapa kalau ada tetua yang melindungimu? Aku nggak percaya dia bisa terus melindungimu setiap saat!"Orang-orang yang tadi diusir dari Tebing Pengajar Teknik melihat tujuan mereka sudah tercapai. Mereka langsung tertawa besar sambil pergi mengambil makanan khusus mereka masing-masing."Suamiku, jangan marah. Makananku untukmu saja," kata Nova dengan kesal."Aku juga nggak butuh ini, kamu saja yang makan." Arshala juga menyerahkan seluruh buah spiritualnya kepada Tirta."Nggak perlu, kalian makan saja. Memang aku nggak bisa ambil makanan, tapi ada orang yang khusus mengantarkannya untukku. Tentu aku nggak boleh menyia-nyiakannya."Tirta sama sekali tidak memedulikan ejekan orang-orang di sekitarnya. Dia malah menatap rombongan yang tadi memprovokasinya sambil mencibir dingin."Suamiku, jangan-jangan kamu ingin ...." Nova belum selesai berbicara, Tirta sudah berjalan ke belakang rombongan itu."Bocah, kamu mau apa? Jangan-
Brianna yang berada di samping kaget. Dia menunjuk saku Lilian dan berkata sembari memelotot, "Ah ... Lilian, cepat lihat! Sepertinya lingkaran cahaya itu terbentuk dari barang di dalam sakumu!""Apa?" sahut Lilian. Dia menunduk dan melihat asap tipis berwarna kuning terus menyebar ke lingkaran caha
Mendengar perkataan Tirta, wajah dua kelompok orang itu langsung menegang. Saat dalam perjalanan, jelas-jelas mereka mendengar Tirta membawa sekelompok wanita pulang ke rumah Keluarga Hadiraja dan tidak keluar untuk waktu yang lama.Siapa sangka, ternyata Tirta menunggu di depan gerbang. Benar-benar
Tirta yang terkejut menceletuk, "Gejolak kekuatan spiritualnya kuat sekali .... Anjing sialan ini sering bilang kekuatannya disegel. Jangan-jangan ... dia mau membuka segelnya?"Tirta terus memandangi anjing hitam. Dia ingin melihat anjing hitam berubah menjadi apa."Eh? Kamu cuma anjing kampung, ta
Victor menimpali, "Benar. Axel, setelah menghabisi pria berengsek itu dan kamu meniduri ketiga wanita jalang itu sampai puas, kamu harus biarkan kami menikmati mereka juga."Axel mendengus dan memarahi mereka, "Dasar dua orang nggak berguna! Kalian nggak mengerahkan tenaga sedikit pun, tapi mau nikm







