Share

Bab 1213

Penulis: Hazel
"Bibi Elisa, biar aku saja yang menghajar sampah ini. Kamu nggak perlu turun tangan. Nanti tanganmu kotor kalau sampai menyentuhnya." Saat Elisa hendak maju untuk menghajar Doddy lagi, Tirta langsung melangkah lebih dulu. Dia berdiri tepat di depan Doddy.

"Ka ... kamu ... mau apa? Pergi! Aaahhhh!" Di bawah tatapan ketakutan Doddy, Tirta mengangkat kakinya dan menendang langsung ke selangkangan Doddy dengan marah.

Terdengar suara retakan yang mengerikan. Bukan lagi suara sesuatu yang pecah, tetap
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** hajar dgn bapanya lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3078

    Sebenarnya menurut aturan, orang dengan bakat serendah Tirta tidak akan diterima sebagai murid oleh Istana Samara.Karena orang seperti itu pada dasarnya mustahil memiliki pencapaian besar di masa depan. Kalaupun berkultivasi di sekte tingkat tertinggi, hal itu tetap tidak akan berubah.Namun, nenek tua itu berpikir, bagaimanapun Tirta adalah orang yang dipilih langsung oleh penguasa istana, jadi dia tidak mengusirnya begitu saja."Mencari guruku?" Tirta terpikir akan sesuatu, lalu dia mengangguk sambil berkata, "Baiklah."Dia memang perlu mendapatkan beberapa informasi dari Suryana secara tidak langsung."Suamiku, suruh Guru atur kamu masuk ke istana elemen emas juga. Dengan begitu, kita bisa bertemu setiap hari," kata Nova."Eh? Tetua Suryana belum kasih tahu kalian peraturan di sini ya?" tanya nenek tua itu dengan heran."Peraturan apa?" tanya Tirta."Antara murid pria dan wanita nggak boleh terlibat hubungan perasaan agar nggak mengganggu kultivasi. Karena kalian sudah menjadi muri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3077

    Jangankan mendapatkan Mutiara Naga dan roh naga sejati, bahkan pendiri Istana Samara yang sangat hebat itu pun hanya memperoleh sepasang mata naga purba."Dewa yang dulu membimbing leluhur pernah menunjukkan kitab emas yang persis seperti itu kepadanya.""Sayangnya, keberuntungan leluhur kurang dalam, sehingga beliau nggak berhasil memahaminya dan akhirnya melewatkan kesempatan itu.""Tapi karena hal itu, leluhur juga memperoleh banyak pencerahan. Itu sebabnya basis kultivasinya kemudian melesat maju tanpa hambatan," jelas Afifah dengan emosional."Nggak kusangka setelah bertahun-tahun berlalu, aku masih punya kesempatan melihat kitab emas itu dengan mata kepalaku sendiri."Suryana bertanya dengan kaget, "Maksud Ketua, bocah itu juga mendapat petunjuk dari dewa?""Seharusnya begitu." Afifah berkata, "Karena itulah aku ingin menjalin hubungan baik dengannya dan memutuskan menggunakan pusaka rahasia peninggalan leluhur untuk memperbaiki bakatnya.""Tentu saja, itu juga bergantung apakah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3076

    Mereka adalah kekuatan paling mengerikan di bawah tiga tanah suci besar. Yang paling utama, penyamaran mereka sangat sempurna dan sistem intelijen mereka juga sangat kuat. Selama bayarannya cukup besar, mereka berani membunuh siapa pun.Begitu suatu target telah diincar, kecuali target itu mati, tugas itu tidak akan pernah dihentikan.Dahulu pernah ada seorang Tetua Agung Istana Samara yang menyinggung Dinasti Pembunuh saat berlatih di luar. Pihak lawan bahkan menyamar menjadi salah satu tetua agung dan menyusup masuk ke Istana Samara.Kemudian, mereka secara diam-diam membunuh tetua agung itu beserta muridnya tanpa meninggalkan jejak.Itu adalah tragedi besar, sekaligus membuat nama Dinasti Pembunuh menjulang tinggi di dunia awani.Saat orang-orang Istana Samara menyadarinya, pembunuh itu sudah lama melarikan diri tanpa jejak. Meskipun setelahnya Istana Samara menghancurkan tiga markas Dinasti Pembunuh, tetua agung itu dan muridnya telah mati, tidak mungkin bisa hidup kembali.Karena

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3075

    Sang penguasa istana memberi perintah."Baik, Ketua."Begitu suara itu terdengar, seorang nenek tua segera berjalan masuk dari luar pintu dan berkata kepada Tirta serta yang lainnya, "Silakan ikut denganku.""Nggak perlu mengadakan upacara penerimaan murid?" tanya Tirta dengan penasaran.Nova dan Nivia juga merasa bingung. Di antara mereka, Arshala adalah yang paling heran.Jelas-jelas kultivasi sang penguasa istana berada di atas dirinya. Kalaupun dia memakai formasi untuk menyembunyikan diri, kemungkinan besar pihak lain tetap bisa menembusnya dalam sekali pandang.Namun, ternyata dia juga diterima masuk sebagai murid. Ini benar-benar tidak normal."Karena sudah bertemu Ketua dan mendapat izinnya, tentu nggak perlu lagi. Istana Samara nggak memiliki terlalu banyak aturan," kata Suryana."Nggak, nggak, Guru salah paham. Maksudku, upacara penerimaan murid memang nggak perlu diadakan. Tapi sebagai guru, setidaknya kamu harus kasih kami hadiah pertemuan yang lumayan bagus, 'kan?" Tirta m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3074

    "Anak Muda, beraninya kamu bersikap begitu lancang pada Ketua. Dengan sikapmu yang begitu arogan, kurasa akan sulit bagiku menerimamu sebagai murid!"Sebelum sosok itu berbicara, Suryana sudah lebih dulu menatap Tirta dengan dingin sambil memarahinya.Padahal sebelumnya saat Tirta menggeledah tubuhnya, Suryana bahkan tidak semarah ini. Jelas, dia sedang memperingatkan Tirta, jangan sampai menyinggung penguasa istana!Dalam pandangannya, Tirta hanyalah bocah yang sama sekali tidak mengerti betapa mengerikannya pemimpin mereka dan itu bisa membuatnya celaka besar!"Aku arogan? Bukannya kamu tadi juga dengar? Jelas-jelas dia yang lebih dulu bilang bakatku jelek," ucap Tirta dengan acuh tak acuh."Memangnya yang dikatakan Ketua bukan fakta?" Suryana balik bertanya."Bakat itu bawaan lahir, sama sekali nggak bisa diubah setelah lahir. Kamu pikir aku ingin punya bakat jelek? Mengejek kekurangan bawaan orang lain, menurutmu ketua kalian itu sangat mulia?" Walaupun Tirta berbicara kepada Surya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3073

    "Status tetua agungmu benar-benar nggak punya wibawa sama sekali ya?"Mendengar itu, kedua murid penjaga gunung langsung memandang Tirta dengan tidak senang. Namun, tampaknya demi menjaga wibawa Suryana, mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya mendengus dingin."Jangan bicara sembarangan." Suryana mengernyit sambil memarahi, "Ini berkaitan dengan masa lalu menyakitkan di sekte kami. Nanti kamu akan tahu.""Baiklah." Tirta hanya bertanya asal saja. Karena pihak lain tidak ingin menjelaskan, dia juga tidak tertarik terus bertanya.Mereka mengikuti Suryana berjalan melintasi wilayah Istana Samara. Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah paviliun di lereng gunung.Terlihat Suryana mengeluarkan lempengan giok itu dan paviliun itu seketika memancarkan cahaya menyilaukan. Ternyata itu adalah sebuah formasi teleportasi.Sret! Begitu formasi teleportasi diaktifkan, cahaya berkilat, Tirta beserta rombongannya langsung menghilang dari tempat semula.Saat penglihatan mereka kembali normal, sebuah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1830

    Sekelompok anggota pasukan khusus Negara Yumai tertawa terbahak-bahak dan berkomentar."Apa yang dibilang pelatih benar. Orang Negara Darsia nggak punya kemampuan apa pun. Mereka hanya memalukan diri sendiri kalau mengikuti kompetisi!""Cepat pulang dan cari ibu kalian sambil menangis! Kalian cuma m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1813

    Bella berjalan sambil lanjut bertanya kepada Tirta, "Memangnya Bu Devika sakit apa? Kapan dia sakit? Kenapa aku nggak mendengarnya?"Tirta berpikir Bella tidak mungkin mencari Devika untuk memastikan kebenarannya, jadi dia asal mencari alasan dengan menjawab, "Malam ini dia baru sakit. Dia digigit a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1924

    Eira bergumam dengan wajah memerah, "Aku yang besarkan Amaris. Dia anak yang jujur dan nggak mungkin tahu barang berharga sekte. Mana mungkin ... dia bersekongkol dengan Tirta? Pasti ada salah paham, aku harus selidiki dengan jelas!"Kemudian, Eira berjalan ke arah Tirta dan lainnya pergi. Dia menge

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1866

    Namun, mereka melihat jimat itu berubah menjadi cahaya emas dan menangkis serangan Jairus. Setelah beberapa saat, cahaya emas baru menghilang. Mereka tidak meragukan kegunaan jimat itu lagi.Salah satu penonton buru-buru naik ke platform dan berkata kepada Tirta dengan antusias, "Pak Tirta, apa jima

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status