登入Pemuda itu adalah Tirta yang baru saja tiba dengan tergesa-gesa bersama Selvi.Boom.Begitu tiba di Puncak Elokwi, Tirta tidak membuang-buang waktu untuk berbicara dan langsung melayangkan sebuah pukulan. Energi pedang yang panjang menyapu ke segala arah, seolah-olah hendak membelah langit dan bumi.Formasi pelindung di Puncak Elokwi langsung aktif. Bentuknya seperti mangkuk raksasa yang terbalik dan menutupi seluruh gunung. Meskipun tidak langsung hancur, permukaannya bergetar dengan hebat dan riak-riak besar menyebar dari puncaknya seperti ombak yang bergulung-gulung.Tak lama kemudian, sebuah sosok makhluk raksasa melesat keluar dari atas formasi itu. Wujudnya menyerupai binatang buas, tubuhnya seperti kambing dengan wajah manusia. Seluruh tubuhnya diselimuti sisik berwarna emas gelap dan setiap sisiknya memancarkan kilau logam yang dingin sekaligus terlihat nyata.Di bawah kedua ketiak makhluk itu, terdapat sepasang mata merah dan tatapannya terlihat mengerikan. Setiap kali menatap
Hal itu yang menyebabkan Sekte Bulan Berdarah kehilangan tiga ribu lebih anggotanya. Meskipun demikian, fondasi mereka tetap mampu menekan sepuluh sekte besar dan hanya berada di bawah tiga tanah suci besar.Namun, karena siapa pun yang berniat jahat bisa bergabung dengan Sekte Bulan Berdarah, kekuatan sekte ini jauh lebih lemah dibandingkan sekte-sekte jalan lurus. Ini merupakan kelemahan yang sangat jelas. Jika bukan karena kelemahan itu, sekte ini sebenarnya sudah lama mewujudkan ambisi besarnya untuk musnahkan tiga tanah suci besar dan menguasai seluruh dunia awani."Setelah selidiki selama dua hari, sekarang sudah pasti Istana Samara menderita kerugian yang sangat besar dan hanya tinggal nama. Asal formasi pelindung sekte berhasil ditembus, Sekte Bulan Berdarah bisa musnahkan Istana Samara dengan mudah dan balas dendam. Aku mau tahu siapa di antara para tetua yang berani memimpin pasukan dan buka jalan baru bagi Sekte Bulan Berdarah?"Di kursi utama aula dan di balik bayangan yang
Perkataan Selvi terdengar sangat tenang, seolah-olah dia hanya sedang membicarakan hal yang sangat sepele. Dan memang begitulah kenyataannya.Buk buk!Terdengar suara mayat yang terus berjatuhan menghantam tanah.Biasanya, suara seperti itu adalah suara yang paling sering didengar para anggota Sekte Bulan Berdarah. Hanya saja, selama ini yang mati selalu orang lain, yang mereka rasakan hanya kegembiraan dan kenikmatan karena memegang kekuasaan atas hidup dan mati.Namun sekarang, para anggota Sekte Bulan Berdarah yang menjadi korban. Suara tubuh yang menghantam tanah itu tidak terdengar menyenangkan lagi, malahan terdengar seperti lonceng kematian."Nenek, kamu mau apa, langsung bilang saja.""Kami pasti akan beri tahu semua yang kami tahu, nggak sembunyikan apa pun."Banyak anggota Sekte Bulan Berdarah yang sadar diri tidak berani melarikan diri lagi. Mereka berbalik arah sambil menahan rasa takut, lalu menangis sambil berlutut di hadapan Selvi dan Tirta."Aku tanya kalian, semua peti
Saat berbicara, Radif susah payah menahan gejolak di dalam hatinya dan tersenyum.Priya sama sekali tidak menyangka para Tetua Agung itu akan bertindak secepat dan setegas ini. Kini, bukan hanya dia dan ayahnya yang telah ditangkap, bahkan peta bintang milik Tirta juga telah jatuh ke tangan mereka yang penuh ambisi itu. Dia langsung merasa sangat putus asa. "Tuan Tirta, aku benar-benar nggak berguna .... Kalau tahu akan seperti ini, aku harusnya nggak terima artefak ini."........Sementara itu, di pihak Tirta.Dari Panglima Iblis yang ditangkapnya sebelumnya, Tirta mengetahui markas utama Sekte Bulan Berdarah sebenarnya berada di wilayah yang berbatasan dengan bagian tenggara dunia awani. Tempat itu adalah Puncak Polakwi, Puncak Lakwi, dan Puncak Elokwi. Oleh karena itu, dia segera menunggangi angin dan awan menuju ke sana bersama Selvi.Meskipun saat meninggalkan Istana Samara, Tirta sempat ditendang Selvi hingga terbang. Namun, hal itu sama sekali tidak memengaruhi kecepatan perjal
Priya sudah lama menduga ayahnya akan mengatakan hal seperti itu, sehingga dia segera membujuk, "Ayah ... kita juga bukan tinggalkan warisan leluhur. Kalau dipikirkan dengan saksama, para tetua dan murid yang telah mencurahkan seluruh hidup mereka demi Paviliun Ufuk baru harta paling berharga sekte kita.""Ada pepatah kuno yang bilang pertahankan wilayah tapi kehilangan orang, berarti wilayah dan orang sama-sama hilang. Pertahankan orang tapi kehilangan wilayah, berarti kelak wilayah dan orang akan sama-sama kembali. Ayah sudah baca begitu banyak kitab, pemikiran Ayah harusnya nggak sempit di saat seperti ini."Ekspresi Zuhair terlihat bernostalgia, lalu menghela napas. "Priya, apa yang kamu bilang memang sangat masuk akal, tapi Ayah tetap sangat sulit lakukan hal itu. Kamu juga tahu. Sebelum ibumu meninggal, dia pernah tinggalkan pesan terakhir. Apa pun yang terjadi kelak, dia berharap bisa hidup dan mati bersama sekte. Ayah mana mungkin tega tinggalkan jasad dan wasiatnya di tempat i
Hubungan dua belas Tetua Agung itu sebenarnya tidak benar-benar rukun seperti yang terlihat di permukaan juga. Mereka memiliki kepentingan dan rencana tersendiri. Jika mereka mengetahui keadaan yang sebenarnya, mereka pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat kekacauan."Oh, jadi hanya masalah sekecil ini. Priya, kamu benar-benar terlalu panik. Kalau sikapmu yang gegabah seperti ini sampai tersebar, orang lain pasti akan menertawakanmu," kata Zuhair. Hatinya sebenarnya sedang bergejolak hebat, tetapi dia berusaha tetap tenang dan menasihati putrinya sambil tersenyum."Ya, Ayah. Aku nggak akan ulangi lagi," balas Priya yang langsung memahami maksud ayahnya dan ekspresinya pun kembali tenang."Ayo. Kalau senjata spiritual pelindungmu hilang, ya biarkan saja. Ayah akan pilihkan satu lagi untukmu," kata Zuhair dengan ekspresi yang tetap tenang sambil membawa Priya meninggalkan dunia kecil itu.Begitu sosok ayah dan anak itu menghilang, para Tetua Agung yang tadinya sedang medita
Seperti yang diduga, pemandangan penuh dengan mayat yang tewas dalam kondisi mengenaskan."Sepertinya mereka semua adalah orang dari Negara Yumai. Bagus kalau mereka mati! Eh, nggak, maksudku ini terlalu kejam!""Kenapa pelakunya kejam sekali?""Mereka nggak sepantasnya dibantai dengan begitu sadis
Duar!Mendengar itu, Hafiz langsung merasa jantungnya seperti ditusuk, seakan-akan petir menyambar di siang bolong, menggema dalam benaknya. Bahkan, napasnya pun tertahan sejenak!'Petinggi ibu kota .... Aku bersusah payah selama seluruh hidupku, tapi hanya bisa menjadi bawahan kelas menengah di Pro
Ternyata setelah Shinta kembali ke ibu kota, Marila mulai menyadari ada yang aneh dengan perubahan di tubuh adiknya itu, khususnya di area payudara.Meskipun biasanya tertutupi pakaian dan tidak mudah terlihat oleh orang luar, Marila dan Shinta adalah kakak beradik. Tentu saja mereka kerap bersentuh
"Nak, jangan persulit kami!"Para pesilat kuno yang berhasil selamat dan beberapa ketua sekte berusaha untuk bernegosiasi dengan Tirta."Persulit kalian? Hehe .... Kamu kira aku nggak tahu apa yang ada di pikiran kalian? Kalian cuma merasa batu alami terlalu berharga dan nggak mau memberikannya pada







