Share

Bab 13

Author: Hazel
"Baiklah." Tirta menghela napas dengan kecewa. Kalau tahu hasil dari pijatannya akan sebagus itu, dia tidak akan memijat Ayu supaya masih bisa merasakan kekenyalan kedua bola itu. Namun, Tirta tidak benar-benar menyesal. Dia juga merasa lega karena melihat Ayu tidak kesakitan lagi.

Lagi pula, Ayu sudah setuju akan mengorbankan tubuhnya untuk Tirta berlatih pijat. Begitu teringat akan hal ini, Tirta merasa sangat senang.

"Kamu pergi ambil uang dulu." Ayu menyuruh Tirta mengambil uang di laci. Setelah mengunci pintu, dia menyuruh Tirta memapahnya ke warung di depan desa.

"Bi, kamu tunggu di sini. Aku lihat ada masalah apa di sana," ujar Tirta. Di perjalanan, Tirta melihat para penduduk desa berkerumun sambil bergosip. Dia pun menghampiri karena merasa penasaran.

"Hati-hati," pesan Ayu.

"Ya, tenang saja." Tirta mengiakan.

"Kalian sudah dengar belum? Sepertinya Raden melihat hantu semalam. Aku melihatnya pagi ini, dia berteriak seperti orang gila ...."

"Aku tahu. Kalau nggak salah, istrinya yang sudah meninggal ingin membawanya ke alam baka karena dia terus mencari wanita penghibur. Raden ketakutan sampai salah satu kakinya patah!"

"Hais, ini bukan urusan kita. Ini sudah karma Raden! Siapa suruh dia begitu genit?"

Tirta mencebik mendengarnya. Ini masih termasuk hukuman ringan bagi Raden, sudah syukur Raden tidak mati ketakutan dibuatnya.

"Sudahlah, kita bahas yang lain saja. Kudengar dari kepala desa, besok akan ada rombongan pebisnis yang datang ke Desa Persik untuk membeli bahan obat. Harga yang mereka berikan sangat tinggi. Daripada bergosip, sebaiknya kita pergi memetik bahan obat."

"Benar, aku sudah mendengar tentang kabar ini. Ayo, kita pergi ke gunung."

"Membeli bahan obat ...," gumam Tirta dengan ekspresi gembira. Dia tahu bahwa gunung belakang terdapat sangat banyak bahan obat. Selain itu, semuanya berkualitas tinggi dan berusia tua.

Tirta memutuskan untuk pergi memetik bahan obat setelah kembali dari rumah Nabila nanti. Besok, dia akan menjualnya untuk menghasilkan uang. Setelah membuat keputusan ini, Tirta kembali ke sisi Ayu dan memapahnya. "Ayo, Bi."

....

Saat ini, Nabila yang masih bermimpi tiba-tiba mengeluarkan gumaman yang menggoda. "Tirta ... jangan ... jangan ...."

Sesudah diam-diam kembali ke rumahnya semalam, Nabila langsung melepaskan pakaiannya dan bersiap-siap untuk tidur. Entah mengapa, isi pikirannya malah dipenuhi kemaluan Tirta yang perkasa.

Nabila berguling-guling karena tidak bisa tidur, jadi mulai berfantasi. Ketika pelajaran biologi dulu, mereka pernah melihat anatomi penis. Dia hanya memiliki gambaran kasar karena tidak pernah melihatnya secara langsung. Selain merasa jijik, dia juga merasa cukup penasaran.

Setelah pulang sekolah waktu itu, Nabila yang setengah tertidur di asrama mendengar teman-teman wanitanya membahas tentang kemaluan pria. Dia tidak ikut dalam pembahasan ini karena merasa tidak tertarik. Meskipun begitu, dia tetap berpura-pura tidur sambil mendengarkan karena merasa penasaran.

Nabila punya seorang teman yang mengaku telah berpacaran berkali-kali. Dia menceritakan tentang kenikmatan saat bercinta. Saat itu, Nabila pun merasa jijik. Benda itu begitu kotor dan menakutkan, bagaimana bisa membuat seorang wanita merasa nyaman? Temannya ini pasti berbohong!

Akan tetapi, teman lainnya malah memiliki pemikiran yang berbeda. Mereka semua merasa iri.

"Hais, aku iri sekali. Pacarku nggak sekuat pacarmu, sepertinya aku harus segera putus darinya!"

"Benar, aku juga harus putus! Wanita nggak boleh memperlakukan diri sendiri dengan buruk. Lagian, pernikahan berlaku untuk seumur hidup!"

Nabila pun merasa heran mendengar omongan teman-temannya. Memangnya wanita akan merasa makin nyaman jika pasangan mereka makin kekar?

Malam itu, Nabila juga kesulitan untuk tidur. Dia sampai berpikir harus menguji keperkasaan pria yang akan menjadi pacarnya nanti.

Semalam, Nabila pun teringat pada Tirta. Bukankah Tirta sangat jantan? Begitu memikirkan ini, tubuh Nabila menjadi panas. Dia tanpa sadar meringkukkan tubuhnya dan akhirnya tertidur.

Tanpa disangka, Nabila malah bermimpi tentang Tirta. Di mimpinya, ada banyak wanita yang berlutut di hadapan Tirta untuk memohon menjadi pacarnya!

Entah mengapa, Nabila yang jelas-jelas tidak menyukai Tirta malah merasa getir melihat situasi ini. Nabila sontak mengusir wanita-wanita itu dengan kesal dan berteriak, "Tirta, bukannya kamu bilang mau aku menjadi pacarmu?"

"Benar, Nabila. Aku menyukaimu, kamu pacarku," jawab Tirta dengan suara serak. Di mimpinya, Tirta terlihat tampan, tegap, bahkan tatapannya dipenuhi kasih sayang.

"Ya, aku pacarmu," gumam Nabila dengan wajah tersipu dan kepala tertunduk.

"Nabila, aku mau kamu menjadi pacarku!" seru Tirta yang memeluk Nabila. Meskipun hanya mimpi, Nabila seolah-olah benar-benar merasakannya. Sekujur tubuhnya terasa sangat nyaman!

"Hm ... Tirta ... jangan ...," gumam Nabila.

....

Saat berikutnya, Nabila terbangun dari mimpinya. Dia merasa ranjangnya basah dan panas. Begitu menjulurkan tangan, dia malu hingga hampir menangis.

"Aku ... ngompol .... Semua ini salah Tirta si bajingan!" Meskipun tahu itu hanya mimpi, Nabila tetap memaki Tirta. Dia tahu dirinya tidak menyukai Tirta, lantas kenapa di mimpi itu ....

"Sialan kamu Tirta, menjengkelkan sekali!" Nabila tampak gusar. Ketika hendak pergi mandi, tiba-tiba terdengar suara ibunya dari luar.

"Nabila, kamu sakit, ya? Kenapa aku terus mendengar suaramu?" tanya Betari sembari memutar pegangan pintu.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (12)
goodnovel comment avatar
Sadri Khairuddin
benci tapi cinta
goodnovel comment avatar
Ilham Yani
lanjut baca
goodnovel comment avatar
Setio Waspodo
yah jinak jinak merpati
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2519

    Buk! Ketiga petinggi langsung berlutut saking takutnya. Mereka juga terus meminta ampun."Pak Beta, mana mungkin kami berani berbohong?""Memang Bu Yelena yang suruh kami datang. Kalau nggak ... kami juga nggak berani meninggalkan Pulau Wanita Suci!""Kalau Pak Beta nggak percaya, coba hubungi Bu Yelena untuk memastikannya."Melihat ketiga orang itu tidak terlihat seperti berbohong, Beta segera menghubungi Yelena. Namun, panggilan tetap tidak terhubung setelah Beta menelepon berkali-kali.Beta yang marah membatin, 'Yelena, sebenarnya apa yang kamu lakukan?'Kemudian, Beta memerintah tiga petinggi itu, "Cepat suruh orang tunjukkan semua rekaman kamera pengawas di Pulau Wanita Suci kepadaku!""Oke, Pak Beta," sahut ketiga petinggi. Mereka buru-buru keluar.Akan tetapi, ketiganya kembali dengan ekspresi panik dalam waktu singkat. Paling-paling mereka hanya keluar sekitar lima menit.Ekspresi ketiga petinggi tampak sangat ketakutan. Bahkan mereka tidak bisa bicara dengan lancar. Mereka han

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2518

    "Oke, Pak Jibril," sahut bawahan.Setelah mengakhiri semua panggilan telepon, Jibril mulai merasa cemas dan bosan karena menunggu terlalu lama. Dia sangat suka bersenang-senang dengan wanita dan minum anggur dengan kadar alkohol yang tinggi. Jibril sangat menikmati rasanya meniduri wanita.Jibril terus berwaspada sepanjang pagi. Sekarang dia merasa sangat lelah setelah menurunkan kewaspadaannya.Jadi, Jibril memberanikan diri untuk memanggil dua wanita agar bisa rileks sebentar. Dia bergumam, "Tirta sudah mendapatkan informasi, dia pasti nggak akan muncul dalam waktu singkat. Seharusnya nggak masalah kalau aku rileks sebentar."Awalnya Jibril masih merasa tidak tenang, tetapi akhirnya dia mulai menikmati momen bercinta dengan wanita.....Di dalam Istana Krimlin, Beta masih membaca buku dari tokoh hebat. Jibril berpesan kepada bawahan untuk melapor kepada Beta setiap sepuluh menit.Namun, Tirta masih belum ditemukan setelah waktu sepanjang pagi berlalu. Beta makin cemas. Bahkan dia yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2517

    Tirta sangat memahami perasaan mereka. Selama ini, mereka hidup dalam penderitaan dan tidak pernah menaruh harapan pada masa depan. Sekarang Tirta tiba-tiba datang untuk menyelamatkan mereka. Dia membantu para wanita itu terbebas dari hidup yang menderita.Namun, sekarang bukan saatnya untuk bersikap sentimental. Tirta segera menyuruh mereka berdiri dan mendesak, "Nggak usah berlutut padaku, cepat berdiri. Sekarang bukan saatnya mencurahkan isi hati kalian. Tim manajemen pulau sudah disuruh pergi, jadi sekarang pulau ini nggak dijaga dengan ketat."Tirta melanjutkan, "Kalian harus naik kapal pesiar secepatnya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi. Kalau ketahuan, takutnya nyawa kalian terancam."Tirta yang kepikiran suatu masalah bertanya, "Ada yang bisa mengemudikan kapal pesiar nggak?"Mendengar ucapan Tirta, para wanita di tempat baru perlahan berdiri. Namun, mereka tetap memandangi Tirta dengan perasaan bersyukur.Suasana menjadi tenang, lalu seseorang mengangkat tangannya da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2516

    Tirta memasukkan kekuatan spiritual ke dalam tubuh semua wanita itu, juga menggunakan teknik untuk menenangkan mereka.Puluhan ribu wanita itu mendengar ucapan Tirta dengan jelas. Sebagian besar dari mereka mengerti bahasa Darsia, jadi mereka tahu maksud Tirta.Teknik yang dikerahkan Tirta berguna. Mereka perlahan berhenti menangis. Namun, tetap ada yang bertanya dengan ekspresi tidak percaya, "Apa ... kami benar-benar boleh pergi?"Orang itu juga berbicara dengan bahasa Darsia.Linda manahan kesedihannya, lalu maju dan menjelaskan, "Kalian benar-benar boleh pergi. Aku Linda .... Aku jamin kalian semua bisa meninggalkan tempat ini dengan aman."Linda memperkenalkan Tirta kepada semua wanita itu, "Orang ini guruku. Kemampuannya hebat dan hatinya baik. Dia datang khusus untuk menyelamatkan kalian."Linda juga tidak lupa memperkenalkan dirinya. Semua wanita ini adalah rakyat yang dilindungi ayah Linda dulu. Sekarang mereka malah disiksa hingga terpuruk seperti ini.Bahkan mereka tidak ber

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2515

    Melihat Yelena tidak terlihat takut sedikit pun, semua tim manajemen Pulau Wanita Suci pun termotivasi.Salah satu dari mereka berkata, "Bu Yelena berani sekali. Dia itu seorang wanita, tapi dia jauh lebih hebat daripada pria. Kita harus pergi ke Masko secepatnya untuk memberi bantuan. Kalau bisa berkontribusi untuk Keluarga Randolph, kita baru nggak menyia-nyiakan perhatian mereka kepada kita selama ini."Semua tim manajemen segera berkumpul dan meninggalkan Pulau Wanita Suci dengan menaiki pesawat terbang besar.Dari tadi Tirta mengamati situasinya di samping. Dia berkomentar, "Wanita memang pandai berakting, terutama wanita cantik. Mereka sangat tenang waktu berbohong. Untung saja aku punya senjata ajaib yang bisa menaklukkan semua wanita di dunia, jadi aku nggak perlu khawatir mereka mengkhianatiku."Begitu memikirkan hal ini, Tirta bahkan merasa bangga. Sementara itu, Yelena memutuskan semua sistem tenaga listrik di Pulau Wanita Suci setelah tim manajemen pergi. Radar dan kamera p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2514

    Tirta menambahkan, "Setelah sampai di Negara Darsia, kamu pasti punya tempat tinggal. Kalau Keluarga Randolph ingin membalas dendam padamu karena kamu berkhianat, aku akan membereskan mereka.""Terima kasih, Tuan. Aku akan mengurus semuanya," sahut Yelena.Kala ini, Linda juga tidak curiga Yelena hanya berpura-pura mengkhianati Keluarga Randolph.....Pada saat yang sama, semua yang dilakukan Brandon sesuai dengan dugaan Tirta. Setelah kabur cukup jauh, Brandon langsung bersembunyi di tempat terpencil karena melihat Tirta tidak mengejarnya.Brandon melaporkan semua yang dialaminya ke markas pusat, "Keluarga Randolph sudah bersekongkol dengan Tirta untuk mencelakai kami. Eberon sudah dibunuh mereka, begitu pula petinggi organisasi pembunuh dunia yang ikut kami datang."Brandon menambahkan, "Mungkin Keluarga Randolph tahu Leluhur Darah ingin menguasai dunia, jadi mereka ingin melenyapkan Black Gloves ...."Ketua Black Gloves lain yang mengetahui situasinya sangat emosional. Mereka marah-

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status