Share

Bab 1524

Author: Hazel
"Bi Ayu, Bi Elisa, biarkan aku coba. Hanya sebentar sudah cukup. Bi, boleh ya?" mohon Tirta.

Tirta sudah tidak sabar melihat situasi itu. Dia terus membujuk Ayu dan menciumnya. Sementara itu, Elisa yang berbaring di tempat tidur juga bisa merasakan dengan jelas lidah Tirta membuka bibirnya yang lembut dan menyentuh giginya.

Ayu yang terus dirangsang Tirta hampir menyetujuinya. Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki dari luar pintu. Selain itu, terdengar omelan Nabila dan Bella.

"Tirta, kamu sudah bersenang-senang semalaman. Apa masih belum cukup?"

"Jelas-jelas Bi Ayu sudah lemas sampai-sampai nggak kuat jalan lagi. Kamu masih berniat macam-macam, kamu memang nggak tahu batasan."

"Tirta, jelas-jelas semalam kamu sudah berjanji padaku hari ini kamu mau menemaniku. Kelihatannya kamu mau mengingkari janjimu."

Tirta tidak bisa berkata-kata. Dia menoleh, lalu melihat Nabila dan Bella membawa Yasmin. Mereka memandangi Tirta dengan ekspresi kesal.

Sebelumnya Ayu terpaksa setuju karena terus d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2477

    Gambaran yang tiba-tiba muncul di benak Tirta ini bukan ilusi, tetapi dibentuk oleh kesadaran spiritual dewi itu. Jadi, serangan dewi itu tidak boleh diremehkan.Ide yang ditemukan Tirta juga sangat berani. Dia ingin mengerahkan kertas emas di dalam tubuhnya untuk mencoba menundukkan dewi itu.Bagaimanapun, kertas emas itu tidak sederhana. Catatan teknik pertama ras manusia sejak zaman kuno tertulis di kertas emas itu.Selain itu, kertas emas berada di pusat energi Tirta dan menguasai tempat di bagian tengah. Bahkan kertas emas bisa menyingkirkan Mutiara Naga.Jika gagal, Tirta masih disokong Genta. Jadi, dia tidak perlu takut.Tirta memfokuskan pikirannya dan cahaya emas yang dikerahkan dewi itu masih terus membesar. Tirta memindahkan kertas emas ke benaknya dengan pikirannya.'Semoga berefek,' batin Tirta. Kemudian, kertas emas yang melayang di benak memancarkan cahaya emas yang menyilaukan bak cahaya matahari.Cahaya kertas emas langsung menghancurkan serangan dewi itu, seperti tump

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2476

    Saat pintu kedua terbuka, Luvia juga merasa tertekan sehingga dia merasa tidak nyaman. Dia membatin, 'Setidaknya itu kultivator tingkat pembentukan jiwa, makanya bisa memancarkan kekuatan yang begitu mengerikan .... Mungkin itu kultivator di atas tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh. Nggak disangka, ternyata ada sosok sehebat itu di ruang bawah tanah kastel ini!'Ekspresi Luvia memang berubah, tetapi dia tidak terlalu mengkhawatirkan Tirta. Bagaimanapun, Luvia tahu senjata andalan Tirta.Hanya saja, kekuatan itu terlalu mengerikan. Jadi, Luvia terpaksa menarik kesadaran spiritualnya. Dia tidak bisa lanjut mengamati semua yang dialami Tirta.Namun, Linda tidak mengetahui semua ini. Dia yang khawatir bertanya, "Kak Luvia, kenapa ekspresimu begitu tegang? Jangan-jangan kamu membohongiku?"Athena juga menimpali dengan perasaan gelisah, "Kak Luvia, apa Wadley menyerang Pak Tirta? Bagaimana kalau kita sama-sama bantu Pak Tirta?"Elizabeth dan Adeline juga mengatakan ingin sama-sama menyela

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2475

    Tirta mengangkat alisnya sambil tertawa sinis. Dia tidak terlihat senang. Tirta bertanya, "Kalau begitu, apa aku harus merasa bangga?"Wadley menyahut, "Bukan itu maksudku. Aku cuma menunjukkan rasa hormat dan kagumku kepada Pak Tirta, begitu pula keluargaku. Bagaimanapun, banyak presiden dari negara lain dan tokoh hebat yang datang ingin masuk ke ruang bawah tanah kastel ini. Tapi, Keluarga Randolph langsung menolak permintaan mereka."Senyuman Wadley menghilang. Dia menyimpan kunci dan menyuruh kedua wanita itu pergi. Wadley merapikan bajunya, lalu turun dengan ekspresi serius.Jika dibandingkan dengan jalan biasa, memang rasanya berbeda menginjak tangga yang terbuat dari emas. Langkah Wadley lebih ringan.Ini adalah simbol kekayaan seseorang, begitu pula dengan status dan kedudukannya. Mungkin seorang presiden negara adidaya juga kesulitan untuk membangun ruang bawah tanah kastel seperti ini.Namun, Tirta tidak terlalu antusias. Dia hanya berpikir jika semua emas ini bisa dibawa per

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2474

    Walaupun tidak ada yang menyahut, dalam sekejap dua wanita datang dari belokan koridor. Keduanya memang cantik, tetapi ... mereka agak murahan. Parfum mahal juga tidak bisa membuat mereka terlihat lebih berkelas.Wanita yang berdiri di sisi kiri mempunyai payudara besar. Dia bertanya, "Pak Wadley, apa kami perlu mengeluarkan kuncinya?"Wanita itu berbicara dengan bahasa Raigorou sehingga Tirta tidak mengerti.Wadley menyahut, "Benar. Keluarkan kuncinya sekarang."Kedua wanita itu melihat Tirta dengan ekspresi ragu, tetapi Tirta tidak paham. Dia juga memandang kedua wanita itu saat menyadari mereka melihatnya.Wadley tertawa dan berucap, "Nggak usah khawatir. Pak Tirta bukan orang luar. Dia itu tamu penting Keluarga Randolph. Seharusnya kalian merasa bangga dilihat Pak Tirta."Wadley tidak mengatakan Tirta adalah tamu pentingnya, melainkan tamu penting Keluarga Randolph. Harus diakui Wadley sangat menghormati Tirta.Namun, Tirta tetap bergeming. Hanya saja, identitas Tirta menjadi sanga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2473

    Reaksi pertama Tirta setelah mendengar ucapan itu adalah curiga Wadley tahu dia adalah seorang pemurni energi. Mengenai rahasia Genta, Tirta sudah menyimpannya rapat-rapat. Kemungkinan besar Wadley tidak tahu.Biarpun curiga, Tirta tetap menggeleng dan berujar dengan ekspresi datar, "Ada dewa? Haha ... Pak Wadley, jangan bercanda. Kalau di dunia ini ada dewa, bukannya dunia ini akan menjadi kacau?"Wadley terdiam sejenak. Dia tidak bicara, hanya memandangi Tirta sambil tersenyum. Tatapannya sangat licik.Akhirnya, Wadley menanggapi, "Pak Tirta, aku tahu hal ini pasti sulit diterima orang-orang yang hidup di zaman modern. Tapi ... seharusnya kamu percaya, 'kan?"Begitu mendengar ucapan Wadley, Tirta baru yakin Wadley tahu identitasnya sebagai pemurni energi. Namun, Tirta tetap menggeleng dan menyahut, "Aku nggak pernah melihatnya. Tentu saja aku nggak percaya."Tirta berpikir jangan-jangan Keluarga Randolph pernah melihat dewa dari Negara Raigorou? Kalau tidak, mana mungkin Wadley menan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2472

    Tirta menghibur, "Linda sayang, kamu nggak mimpi. Maaf, aku yang salah nggak menjagamu dengan baik. Tapi, kamu juga salah. Ke depannya kamu nggak boleh keluar sendirian lagi tanpa persetujuanku. Paham?"Tirta berbicara dengan sangat lembut.Linda menyahut dengan manja, "Iya ... Guru .... Aku yang salah ... sampai-sampai kamu harus datang jauh-jauh ke sini untuk menyelamatkanku ...."Tirta menepuk punggung Linda dengan lembut sambil menanggapi, "Sudahlah, jangan menangis lagi. Matamu sudah bengkak. Kali ini, aku nggak akan menghukummu. Kalau kamu mengulangi perbuatanmu lagi, aku pasti akan memukul bokongmu!"Linda tidak bersuara, tetapi dia memeluk Tirta lebih erat. Sementara itu, dua putri pejabat penting maju dan berkata kepada Linda dengan ekspresi terkejut."Putri Linda, ternyata Pak Tirta ini gurumu?""Pantas saja dia sangat memedulikanmu."Linda mengangkat kepalanya dan bertanya dengan ekspresi bingung, "Elizabeth, Adeline, kapan kalian mengenal guruku? Apa dia menemukanku melalui

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status