Share

Bab 1869

Penulis: Hazel
Suara mereka semua sangat menggelegar sehingga suara lain tidak terdengar lagi. Situasinya lebih heboh daripada saat penonton di arena bersorak untuk merayakan kemenangan. Selain itu, status orang yang bersuara juga berbeda.

"Kalian semua tenang dulu," ucap Tirta seraya melambaikan tangannya.

Suasana langsung menjadi tenang. Semua orang melihat Tirta dan tidak bersuara lagi. Tirta baru melanjutkan ucapannya, "Hari ini, bukan cuma aku yang pulang ke rumah Keluarga Hadiraja, ayah dan ibuku juga. S
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3206

    Setelah itu, Tirta segera mencoba memanggil Pedang Penumpas Dewa. Begitu pedang itu muncul, ternyata perasaan tidak nyaman itu memang langsung menghilang. Seolah-olah para binatang buas yang sedang mengintai di dalam hutan telah mencium aura dari raja segala binatang, lalu melarikan diri dari wilayah itu dengan kecepatan yang luar biasa.Namun, Tirta tiba-tiba menyadari sesuatu yang membuatnya canggung. Yumika, Irena, dan Lavanya berdiri diam di tempat dan memelototinya dengan ekspresi malu sekaligus kesal."Tirta, apa maksudmu ini? Di tempat seperti ini pun kamu masih punya suasana hati untuk lakukan hal seperti itu? Otakmu rusak ya? Kamu sedang permainkan nyawa kami semua," kata Irena dengan nada tajam, orang pertama yang sudah tidak tahan lagi."Tirta, tempat ini terlalu berbahaya. Meskipun kamu punya kebutuhan seperti itu, kamu juga harusnya lebih rasional. Setelah kita tiba di tempat yang aman, Kakak janji nggak akan buat kamu kecewa," kata Yumika yang juga ikut membujuk dengan ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3205

    Suara raungan itu menggemparkan langit dan bumi, bahkan jantung Tirta dan yang lainnya pun berdebar saat mendengarnya. Bersamaan dengan itu, bau amis darah dan bau busuk yang menyengat juga memenuhi udara.Bahkan sebelum mereka mendarat pun, rangkaian keadaan itu sudah membuat hati Tirta merasakan firasat buruk. "Jangan-jangan ... kita dipindahkan ke wilayah terlarang yang dibilang Arshala?""Wilayah terlarang apa? Suara ini, keributan ini .... Jangan bilang ini adalah Negara Iblis Laut legendaris yang ada di lautan tak bertepi di bagian utara dunia awani?" seru Irena secara refleks."Bukan, 'kan? Masa nasib kita bisa begitu buruk," kata Tirta yang memang paling takut dengan situasi seperti ini. Namun sekarang, mereka sudah hampir tiba. Tidak peduli apakah tempat itu adalah wilayah terlarang atau bukan, keadaannya sudah tidak mungkin diubah lagi.Wuussh!Saat keempat orang itu mendarat dengan hati yang sangat gelisah, pemandangan yang terbentang di hadapan membuat mereka hampir tidak m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3204

    "Melainkan dipindahkan secara acak. Kalau kita sampai dipindah ke wilayah yang nggak dikenal, mungkin akan sulit temukan lokasi Istana Samara dalam waktu singkat," jelas Tirta.Mendengar itu, Lavanya berkata, "Nggak masalah, asal kita nggak dipindahkan ke salah satu daerah terlarang di dunia awani. Mencari bahan-bahan di sana akan jauh lebih cepat daripada di tempat ini. Paling cepat beberapa hari dan paling lama setengah bulan, aku sudah bisa bangun sebuah formasi teleportasi yang langsung menuju Istana Samara. Hal yang perlu dikhawatirkan sekarang adalah ....""Kamu khawatir kita malah akan terjebak setelah kita tiba di sana?" tanya Tirta yang langsung bisa menebak isi pikiran Lavanya.Lavanya langsung berkata, "Benar. Dua sekte besar bekerja sama. Dengan jumlah kita, kita nggak mungkin bisa jadi lawan mereka.""Tenang saja, aku punya cara untuk mengatasinya. Kalian tunggu sebentar. Aku akan pamit dengan Bibi dan yang lainnya lebih dulu, lalu kembali menemui kalian untuk berangkat ke

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3203

    Namun, setelah berpikir sejenak, Tirta akhirnya tidak mengatakan apa pun. Dia berbalik, lalu bertanya pada Lavanya, "Apa yang sebenarnya sudah terjadi sampai kamu buru-buru kembali mencariku? Jangan-jangan kamu rindu berhubungan denganku lagi?""Nggak tahu malu."Ekspresi Lavanya langsung terlihat merasa malu dan kesal, lalu melanjutkan, "Aku datang untuk bilang para petinggi Sekte Formasi Surgawi sudah diam-diam bersekutu dengan Dinasti Pembunuh. Mereka sudah mengepung Istana Samara, tinggal tunggu kamu kembali ke Sekte Formasi Surgawi dan masuk ke dalam perangkap mereka.""Apa?"Mendengar kabar itu, ketiga orang yang berada di sana langsung terkejut."Sebagai salah satu dari tiga tanah suci besar, mereka malah bersekutu dengan Dinasti Pembunuh yang bergaul dengan para kultivator jalur iblis. Apa para petinggi Sekte Formasi Surgawi nggak takut tiga tanah suci besar lainnya merasa nggak puas?" kata Tirta sambil mengernyitkan alis.Saat ini, Tirta mulai khawatir jika orang-orang dari Di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3202

    Untuk sementara ini, mengenai Arshala dan Yumika yang menanyakan Lavanya soal masalah Dinasti Pembunuh dan Sekte Formasi Surgawi tidak perlu dibahas.Sementara itu, di bawah pimpinan Tirta, Yusna yang mengikutinya pun tiba di pegunungan belakang Desa Persik."Tetua Yusna, kamu rasa tempat ini bagaimana? Apa ini termasuk tanah berkah yang tenang serta damai dengan kicauan burung, harum bunga, lembah hijau, puncak yang rimbun, serta aliran sungai yang menenangkan?" tanya Tirta sambil tersenyum."Ya. Energi spiritual di tempat ini memang nggak pekat seperti dunia awani, tapi nggak ada yang ganggu. Ini memang tempat yang sangat baik untuk mengasingkan diri dan kultivasi. Saat jalan-jalan, aku juga bisa berdiskusi denganmu. Ini benar-benar pilihan yang bagus," kata Yusna sambil mengelus janggutnya dan tertawa lebar.Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya Yusna sebenarnya cukup meremehkan tempat ini, dia tetap menunjukkan ekspresi sangat puas agar Tirta tidak menyadari rasa tidak puasnya."Kal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3201

    Saat mendengar suara itu, Irena dan Yumika yang ingin mencari tahu situasinya juga segera mengikut dari belakang.Swoosh swoosh swoosh!Tak lama kemudian, Tirta dan dua wanita itu melihat Lavanya dan Yusna yang berada tidak jauh dari Desa Persik."Sayang, boleh tahu ini siapa?" tanya Tirta yang maju dengan sopan dan bahkan memberi hormat."Dia ini Tetua Yusna, wakil ketua Aula Penegak Hukum. Orangnya baik dan perlakukan aku dengan cukup baik. Sayang, karena dia datang bersamaku, bagaimana kalau kamu bagikan juga sebagian keberuntunganmu pada Tetua Yusna?" kata Lavanya. Mendengar Tirta memanggilnya sebagai istri, wajahnya langsung memerah. Namun, dia tetap bekerja sama dan berbicara sambil tersenyum."Oh, jadi ini Tetua Yusna. Mudah saja, mudah saja. Karena ini permintaan istriku, aku tentu saja nggak akan mengabaikan Tetua Yusna," kata Tirta langsung sambil tersenyum lebar.Namun sebenarnya, Tirta tahu ucapan Lavanya tadi hanya karangan belaka. Dia sudah bisa memastikan pria tua di had

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 237

    Danto tidak mengerti, tetapi adiknya ini hanya pulang ke rumah sekali dalam belasan tahun dan hanya memiliki satu keinginan. Danto tidak bisa menolak untuk membantunya. Lagi pula, untuk urusan kecil seperti menjaga bendungan di desa sendiri, dia masih bisa menanganinya.....Sementara itu, Joko dan pe

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 112

    Mendengar perkataan Naura, Tirta terkejut sejenak. Wali kota mengelola semua desa dan kota kecil di sekitarnya, bahkan sampai daerah penting di kota ini. Tidak mungkin dibandingkan dengan kepala desa biasa seperti Agus. Bagi seorang warga biasa seperti Tirta, status wali kota benar-benar merupakan p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 92

    Plak! Terdengar tamparan yang nyaring. Hanya saja, bukan Utari yang menampar Tirta, melainkan Tirta yang menampar Utari. Wanita itu sampai mundur beberapa langkah dan terduduk di lantai."Be ... beraninya kamu menamparku!" Utari menatap Tirta sambil memegang pipinya dengan tidak percaya.Plak! Tirta m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 86

    Jika wanita lain yang berada di posisi ini dan mengetahui harga kalung ini, mereka sudah pasti akan buru-buru menyimpannya. Namun, Melati malah bersikeras menolaknya."Kak, kamu ini bodoh sekali. Kamu ini wanitaku, kenapa kamu malah nggak mau terima hadiah dariku? Kalau kamu nggak mau terima, akan ku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status