Share

Chapter 19

Author: Papa Buaya
last update publish date: 2026-03-10 08:55:11

Sebelum keluar, Boy masih sempat menatap dokter Ilham dan Rizka dengan kesal.

“Bilang Nona kalian, lain kali belajar berterima kasih yang benar.”

Clara menelan ludah. Dokter Ilham dan Rizka masih terdiam.

Di Kota Blackridge, siapa yang tidak tahu pengaruh keluarga Winata?

Banyak orang menyanjung dan ingin membangun relasi dengan keluarga Winata. Tapi Jay? Dia bahkan terlampau cuek pada Nona Besar keluarga Winata.

“Jangan kurang ajar! Kamu—”

Ketika Rizka ingin membalas Boy, pintu toko obat terb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ilahi Jay Issac    Chapter 25

    Diana mencubit pinggang anak keduanya. “Oliv, cepat kasih kotak hadiah Nenek. Mama mau Nenek lupain masalah Lisa dan Regan.”Olivia Coleーadik Lisa yang berusia 22 tahun, mengangguk. “Oke, Ma. Aku akan alihkan perhatian Nenek.”Olivia maju mendekati Nenek Melati. Dia memiliki kulit putih cerah dengan fitur wajah mungil. Rambut hitam panjang Olivia berjuntai hingga pinggang. Ujung rambutnya bergelombang. Tapi sayang, riasan wajahnya terlalu tebal seperti topeng. Jadi, penampilan Olivia terkesan lebih dewasa daripada gadis seusianya.Olivia membawa kotak hadiah kayu cendana tua berwarna merah gelap. Dia tersenyum manis. Semua mata terpaku pada Olivia. “Nenek, buat apa marah-marah begini? Seharusnya malam ini Nenek bahagia. Karena semua cucu, menantu dan kolega datang untuk merayakan acara ulang tahunmu.” Olivia melirik Veel. Lalu bergantian melirik Jay. Dia tersenyum sinis. “Jangan sampai seseorang mencuri kebahagiaan Nenek dan merusak pesta.”Jay mengepalkan tangan erat-erat, mena

  • Dokter Ilahi Jay Issac    Chapter 24

    Semua orang mengalihkan perhatian pada Jay dan Veel. Saking terkejutnya, Nenek Melati langsung berdiri. “Cicitku yang cantik, kemarilah!”Sejak pesta ulang tahunnya dimulai, Nenek Melati tidak tersenyum. Dia hanya membalas senyum tipis pada tamu yang datang menyapa. Selebihnya, dia enggan berbicara ataupun sekedar basa-basi. Seorang wanita memberikan komentar. “Nona, lihatlah! Nyonya Besar yang dari tadi bersikap dingin dan murung, sekarang dia bisa tersenyum lebar.”Jika dilihat-lihat, seharusnya dia adalah asisten wanita cantik yang berdiri di sebelahnya. Seorang Nona Muda berkata, “Itu pasti karena cicitnya sudah datang. Aku denger-denger, Nyonya Besar sangat menyayangi Cicit dan Cucu menantunya. Tapi Rizka, yang mana Cucu menantu Nyonya Besar?”Nona Muda celingukan, mencari-cari sosok Cucu menantu Nenek Melati. Asisten menimpali, “Betul, Nona Clara. Aku juga penasaran dengan kehebatan pria itu sampai-sampai dia bisa menaklukkan hati Nyonya Besar yang dingin. Tapi dia justru n

  • Dokter Ilahi Jay Issac    Chapter 23

    Baru sampai di ambang pintu aula, Jay sudah disuguhi pemandangan yang mencekik. Dia akhirnya mengerti situasi. Jay menatap Dokter Idris. “Pergi ambil hadiah Nenek.”Lalu, tatapan Jay jatuh pada wajah mungil putrinya. “Kalian jangan masuk sebelum aku panggil. Aku mau ngasih kejutan mereka.”Hatinya sakit melihat kebersamaan Lisa dan Regan. Apalagi, di sini ada Veel. Kenapa dua orang itu tidak tahu malu dan tidak bisa menahan diri?Di mana sosok Nenek Melati yang selalu menegakkan keadilan?Pikiran Jay melayang. ‘Ternyata Lisa dan Regan udah nggak tahan untuk mengumumkan hubungan mereka.’ Perawat Della menatap Dokter Idris dengan ragu. Karena Dokter Idris diam saja, dia memberanikan diri. “Tapi, Tuan…”Melihat perubahan ekspresi Jay, Della akhirnya paham. Jay pasti memiliki rencananya sendiri. Dokter Idris melirik Della. “Ayo!” Tidak ada yang memperhatikan kehadiran Jay dan anaknya. Semua mata tertuju pada bintang utama hari iniーNenek Melati. “Ayah, kenapa Ibu dan Paman Regan gan

  • Dokter Ilahi Jay Issac    Chapter 22

    Jay memeriksa nadi Veel. Dia mengeluarkan tenaga dalamnya lagi. Perlahan tapi pasti, Jay mengobati Veel dengan kemampuannya. Setelah satu jam, tenaganya terkuras habis. Dia meminum air putih hangat dan langsung tidur di sofa panjang. Pagi harinya. Dokter Idris sudah datang memeriksa Veel. Dia sengaja tidak membangunkan Jay. “Nona Muda, ayo minum pil dulu.”Sesuai pesan Jay semalam, setiap pagi Veel harus minum Pil Penyembuh Seratus Ramuan Sumsum Naga dalam keadaan perut kosong. Gunanya sebagai terapi penunjang untuk mempercepat penyembuhan kanker tulang anaknya. “Iya, dokter.”Mendengar suara-suara samar di dalam ruangan, Jay akhirnya terbangun. Dia menatap Dokter Idris. “Selamat pagi, Veel sayang,” sapa Jay. Dia bergegas menghampiri anaknya. “Ayah, hari ini ulang tahun Nenek Melati. Apa kita akan pergi ke sana?”Suasana berubah canggung. Dokter Idris langsung berbisik, “Tuan, Kamu yakin bawa Nona Muda ke pesta ulang tahun Nyonya Besar? Kamu tau sendiri, gimana perlakuan kelua

  • Dokter Ilahi Jay Issac    Chapter 21

    Tidak ingin Jay salah paham, dan merasa direndahkan, Hazel langsung berkata, “Tuan, Jay. Dengan kemampuanmu, aku ingin mengundangmu secara pribadi ke acara lelang barang antik di salah satu konsorsium keluarga Domani.”Konsorsium properti milik keluarga Domani dikenal sebagai salah satu jaringan bisnis paling berpengaruh di kota Blackridge. Hotel-hotel mewah, resort eksklusif, hingga restorasi bangunan bersejarah berada di bawah kendali mereka.Hazel menyodorkan ponsel. “Tuan Jay, tolong berikan nomormu. Aku akan kirim undangan khusus by chat dan nanti kamu cuma tinggal scan barcode aja.”Jay memikirkan sesuatu. ‘Hemm… menurut informasi dari Toni, musuhku sangat tertarik sama barang antik. Mungkin kalo aku ke sana, bisa memancing ikan besar.’Jay mengambil ponsel Hazel. Lalu memasukkan nomor kontaknya. Dia juga mengambil kartu keanggotaan istimewa konsorsium keluarga Domani.Hazel berujar, “Oke, undangan sudah aku kirim. Aku akan menjemputmu nanti.”Jay menatap Hazel tanpa sungkan.

  • Dokter Ilahi Jay Issac    Chapter 20

    Issac Hospital.Lisa: Jay, di mana kamu?! Apa hakmu menghalangiku bertemu putriku sendiri?”Lisa: Kamu bener-bener brengsek!Jay sudah sampai di rumah sakit. Dia membaca chat dari istrinya tanpa niat untuk membalasnya. Dia mendengus dingin. Jay mengantongi ponselnya.“Setelah buang anakmu sendiri, sekarang mau ketemu Veel? Bahkan kamu mohon-mohon pun, aku nggak akan mengizinkan kamu menyentuhnya.”Jay membuka pintu ruang inap anaknya. Dia mendengar suara tawa renyah perempuan dari dalam. Seketika, darahnya berdesir. “Hihihi, ini lucu, Dok,” ujar Veel, tertawa.Jay melihat Dokter Idris duduk di kursi samping ranjang pasien. Sementara itu, seorang perempuan muda duduk di sisi Veel. Jay berdiri kaku, terpaku melihat keakraban kedua perempuan tersebut. ‘Ah, ternyata Dokter Hazel!’“Anak manis, apa benar usiamu 5 tahun? Kamu itu terlalu pinter untuk anak-anak seusiamu.”Dokter Hazel mencubit hidung Veel sambil tersenyum manis. Di tangannya, terdapat sebuah buku Dokter Cilik bergambar ed

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status