Share

Bab 39 Dukungan

Penulis: Nisa Hikaru
last update Tanggal publikasi: 2026-07-06 08:03:48

“Nab, kamu mau makan apa?” tanya Lili saat mereka baru saja tiba di kantin. Suara Lili ternyata mengundang atensi orang-orang yang sedang berada di sana, terutama para tenaga kesehatan.

Tatapan mereka seperti menunjukkan apa yang tengah dipikirkan di kepala. Sebagian ada pula yang tersenyum saat tak sengaja bertemu mata dengan Nabila. Senyum yang kaku, yang dipaksakan juga.

“Telur balado aja deh,” jawab Nabila datar. Sebetulnya ia tak ingin makan apa-apa. Nafsu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 164 Jangan Ganggu

    Cukup mengagetkan tiba-tiba Gladys, mahasiswa PKL ini duduk di hadapan Fahmi, terkesan kurang sopan. Apalagi ketika ia berbicara dengan lemah lembut mendayu, terdengar mencoba merebut perhatian. Fahmi bersikap datar menanggapi tingkah gadis tersebut. Saat masih lajang, ia cukup sering mendapati perlakuan serupa. “Terima kasih, tapi, maaf, saya mau makan sama istri saya,” tolak Fahmi dengan sopan, namun tajam. Gladys melongo mendengar jawaban Fahmi. Ia mengira dokter obgyn ini masih lajang, atau jikalau sudah menikah, tetap akan menerima tawarannya. Ternyata tak semudah itu, walaupun dari segi penampilan, Gladys cukup menarik. “Dokter sudah menikah, ya?” tanya Gladys tak percaya, berharap Fahmi bercanda. “Sudah,” jawab Fahmi singkat. “Yang bantuin kamu asistensi di sini itu istri saya,” lanjut Fahmi menerangkan. Gladys makin melongo tak percaya. “Bidan Nabila?” ia membeo. “Iya, betul. Satu rumah sakit ini, dia perempuan yang

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 163 Ajakan

    Kemarin sudah berganti hari ini. Beberapa hal terjadi yang membuat kaget, sampai ketakutan. Sampai detik ini, di kepala Nabila masih terbayang, bagaimana benda itu bisa masuk ke dalam tasnya. Memikirkannya tentu saja membuat merinding. Fahmi dan Nabila sudah berangkat bekerja, mereka berangkat lebih pagi dari biasanya. Pagi ini, isi kepala Nabila sudah dipenuhi oleh bayang-bayang bagaimana nanti Gladys—mahasiswa PKL—yang akan bekerja dengannya dan Fahmi di poli. Nabila menghela napasnya, mencoba untuk berpikir positif. Ia khawatir sekali dengan janinnya yang akan ikut berpikir keras, karena selama hamil ini menjadi lebih sensitif. Mobil yang dikendarai oleh Fahmi, kini sudah tiba di area parkir rumah sakit. Sebelum turun, Nabila sempat memperhatikan pohon nangka yang tumbuh di dekat parkiran khusus mobil. Tak ada keanehan pada pohon tersebut, buahnya yang lebat justru memberikan kesan yang subur pada tumbuhan itu. “Nangkanya udah ada yang mata

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 162 Musnah

    “Aaarrrghhh…” Teriakan dari dalam kamar langsung membuat Fahmi spontan menaruh gelas yang sedang dipakainya minum air es. Ia berlari menuju kamar, teriakan sang istri begitu mengagetkannnya dan khawatir sesuatu yang membahayakan terjadi. Fahmi menemukan Nabila yang masih berbalut handuk sehabis mandi. Wajah cantiknya ketakutan, tubuhnya bergetar. Saat masuk ke kamar, ia memang tak menemukan kejanggalan, namun sang istri mengatakan ada suatu benda di dalam tasnya. Benda itu sudah berada di tangan Fahmi, dengan runut walaupun agak tersengal, Nabila menceritakan kejadian yang menimpa dirinya saat siang tadi. Entah apapun namanya, jimat atau mungkin media untuk mencelakai, benda ini harus dimusnahkan segera. Fahmi menghela napasnya dengan berat dan gusar. Ia geram sekali saat mendapati benda itu tiba-tiba di dalam tas istrinya. “Aku kaget banget, pas mau ambil HP, tahu-tahu udah ada aja barang itu,

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 161 Teriakan

    Seperti biasanya, Fahmi menjemput Nabila setelah selesai bertugas di rumah sakit lain. Pria 35 tahun itu menggandeng tangan sang istri sembari berjalan menuju mobil terparkir. Angin sore itu berembus cukup kencang, langit nampak agak gelap berselimut awan mendung. “Kayaknya mau hujan,” ujar Fahmi sambil menengok ke arah langit. Nabila agak terkesiap saat mendengar ujaran sang suami, ia sedang kurang fokus gara-gara dua hal yang menimpanya tadi. Pertama, soal mahluk halus dan benda pelindung alias jimat dari Murni tadi. Kedua, Gladys, mahasiswa PKL dengan penampilan agak mencolok yang akan membantunya asistensi di poli mulai besok. “Kenapa, Mas?” tanya Nabila bingung. “Mau hujan,” jawab Fahmi, lalu ia menoleh pada Nabila. “Kenapa, Sayang? Seperti ada sesuatu yang mengganjal,” selidiknya. Nabila tersenyum kecil. “Nggak kok, Mas,” jawabnya berusaha menutupi apa yang sedang berkeliling di dalam kepalanya. “Beneran?” Fahmi menco

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 160 Mahasiswa PKL

    Benar-benar di luar dugaan, tiba-tiba Nabila mau diberi jimat oleh salah seorang mahasiswa PKL di rumah sakit. Mahasiswa tersebut bernama Murniyati, ia berasal dari sebuah desa di kabupaten yang bertetanggaan dengan kota ini. Diketahui, Murni berkepribadian yang agak berbeda dari yang lain, ia lebih suka sendirian, dan terkadang kadang terlihat seperti berbicara sendiri. “Dia tuh kayak punya indra keenam gitu, Kak, bisa lihat-lihat hantu. Apa ya namanya itu?” ucap Julia—salah seorang mahasiswa PKL. Ia sengaja dipanggil oleh Nabila dan Isti untuk mengulik seperti apa sosok Murni. “Indigo,” jawab Isti.“Nah, iya itu!” balas Julia cepat. “Dia pernah kasih-kasih jimat sama kalian?” tanya Nabila penasaran. “Nggak pernah sih, Kak. Baru kali ini kita tahu dia punya barang begituan,” jawab Julia sembari mengingat-ingat apakah Murni pernah memberi atau memperlihatkan benda semacam jimat. Nabila menghela napasnya pelan. “Nggak enak ba

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 159 Benda Pelindung

    Saat sedang melakukan peregangan tipis-tipis, Nabila cukup kaget dengan kedatangan seorang mahasiswa PKL yang menurutnya tiba-tib langsung ada di depannya. Mahasiswa itu menanyai dirinya yang sedang mengandung, lalu menyodorkan sebuah benda kecil yang terlipat rapi. Entah benda apa itu, sebelumnya tak pernah Nabila jumpai. Benda itu masih berada di tangan mahasiswa tersebut, ia tersenyum menatap Nabila. Senyum yang terasa janggal. “Apa itu?” tanya Nabila ragu dan bingung. Dahinya pun mengerut. “Ini pelindung, biar Kakak dan janin terjaga dari hal-hal buruk,” jawab mahasiswa tersebut. “Misalnya?” Nabila penasaran mengulik kegunaan benda tersebut. “Dari gangguan mahluk halus. Kakak tahu sendiri kan, ibu hamil itu rentan sekali dengan gangguan-gangguan seperti itu,” jawab si mahasiswa, lalu matanya menyisir ke sekitar ruangan. “Di ruangan ini, di sekitar instalasi juga tidak aman untuk ibu hamil. Mereka senang dengan keberadaa

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 4 Pemberian Perempuan Lain

    ‘Ah, apa hanya aku saja terlalu heboh? Atau mungkin dia tidak antusias?’ pikiran Nabila mulai berlebihan, namun cepat-cepat ia mengusirnya. “Gimana, Nabila?” tanya Khairul, ia ingin tahu bagaimana respon anak gadisnya. Nabila menoleh ke arah Khairul, tatapannya bingung, lalu i

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 3 Pertemuan

    Nabila, nanti malam keluarganya Om Abdul mau ke rumah kita, silaturahmi. Sekalian pertemukan kamu sama Fahmi. Begitulah isi pesan dari Khairul yang membuat Nabila kaget. “Malam ini?” Nabila mencoba mencerna apa yang tengah terjadi. Terasa dar der dor sekali.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 2 Berdebar

    "Dokter Fahmi?!” Nabila berseru, ia tak salah lihat nama yang tertulis di CV tersebut adalah atasannya. Khairul dan Farida saling menatap, lalu melihat ke arah anak gadisnya. “Kamu kenal?” tanya Khairul semakin antusias. Nabila mengangguk. “Iya, beliau ini atasanku di rumah sakit. Aku asist

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 1 Parfum dan Perjodohan

    “Enak ya jadi Nabila, bisa deket-deket terus sama dokter Fahmi,” ujar salah satu perawat di ruang jaga.“Bagi tipsnya dong, Bu Bidan Nabila,” sahut perawat lain.Nabila, gadis yang tengah memakai scrub dan kerudung berwarna merah muda itu hanya menggelengkan kepalanya sambil ter

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status