Share

Bab 114

Author: Zhar
last update publish date: 2026-03-27 08:30:20

“Jadi, apa yang akan kalian minta dariku?” tanya Dimas, sebenarnya dia sedikit bingung dengan permintaan mereka berdua.

“Kami butuh Rp2 miliar per orang per tahun, dan nantinya mungkin perlu dua asisten tambahan. Itu bisa menyusul, tapi Rp2 miliar per tahun sudah cukup untuk sekarang melihat risikonya,” kata Jay.

Kedua bersaudara itu berarti meminta total Rp4 miliar per tahun, termasuk perlengkapan senjata.

Dimas sedikit ragu. Dia tidak yakin dirin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dompet Tak Terbatas   Bab 120

    Dimas tercengang melihat tangisan Bella, tapi lebih dari itu, dia justru semakin terangsang. Darahnya langsung mengalir deras ke selangkangannya. Tanpa buang waktu lagi, dia melangkah mendekati Bella.Saat sudah berdiri di depannya, pandangan panas Dimas menyapu seluruh tubuh Bella dari atas sampai bawah. Bella menggigit bibirnya sendiri, menatapnya dengan mata memelas, seolah memohon agar Dimas tidak terlalu menggoda atau menggertaknya.Dimas mengangkat dagu Bella agak kasar, lalu langsung menciumnya dengan penuh dominasi. Lidahnya memaksa masuk, bermain-main dengan lidah Bella dalam ciuman yang dalam dan liar. Sementara itu, tangannya merayap ke belakang, meremas keras pantat Bella yang montok di balik gaun ketat itu, sebelum akhirnya melepaskannya dengan satu tamparan ringan tapi tegas.Dimas perlahan berlutut dengan satu kaki, sambil mengangkat dan menggulung rok Bella ke atas, memperlihatkan gundukan basah yang sudah berkilau karena cairan gairahnya.

  • Dompet Tak Terbatas   Bab 119

    “Jadi mereka mau datang ke Depok? Berani juga… atau memang mereka sangat kuat. Bagaimanapun, Depok itu wilayahku. Aku kenal hampir semua orang di sana, jadi urusannya bakal lebih gampang buatku.” Dimas berkata sambil mengangguk, seolah sudah memperhitungkan semuanya. “Jadi pacarmu itu seorang aktris?” tanya Bella. “Dia cantik sekali.” “Ya,” jawab Dimas dengan tenang. “Dia memang aktris. Sekarang sedang mengerjakan film pertamanya. Dari yang kulihat, dia sangat berbakat. Tidak diragukan lagi, dia akan sukses.” Nada suaranya penuh keyakinan. Dimas tahu betul, cepat atau lambat, wanita itu akan menjadi sensasi besar. “Aku yakin dia akan bersinar lebih terang dari matahari,” balas Bella lembut. Tidak ada sedikit pun rasa cemburu dalam suaranya. Ia tulus ia hanya senang bisa bertemu kembali dengan Dimas, itu saja. “Kamu wanita yang baik,” kata Dimas. “Coba periksa lagi, pastikan semua

  • Dompet Tak Terbatas   Bab 118

    Dimas, setelah menengok sekeliling gang dan memastikan tak ada orang di sekitar, menghela napas lega. Sejujurnya, hari ini dia cukup berterima kasih pada orang-orang itu mereka benar-benar menyelamatkan dirinya. “Udah, kasih syalmu ke aku dan sembunyi bareng. Kita nggak bisa balik lagi, kamu juga lihat sendiri keadaannya,” kata Dimas sambil tersenyum tipis. Namun Anin tak menyadarinya karena hari sudah gelap. Ia langsung menyerahkan syalnya tanpa menunggu persetujuan Dimas. Anin memberikan syal itu sambil memikirkan ke mana mereka harus pergi selanjutnya. Ia benar-benar tidak tahu harus melarikan diri ke mana. Berbeda dengan Dimas, yang sudah yakin bahwa dia tidak boleh kembali ke hotel tempatnya menginap dan berniat menelepon Bella setelah ini. “Biar aku yang nelpon. Kamu pergi sendiri aja. Kalau kamu sendirian sekarang, nggak akan ada yang ngejar, mereka nggak kenal kamu,” ujar Dimas sambil mengeluarkan ponselnya dari sak

  • Dompet Tak Terbatas   Bab 117

    Melihat Anin berdiri di luar, Dimas langsung panik. Di kehidupan sebelumnya, dia pernah ditipu oleh seorang wanita. Namun kali ini, justru dialah yang berbuat curang. Karena itu, dia sama sekali tidak tahu bagaimana harus bersikap. Dimas ragu harus berbuat apa. Jika dia membuka pintu, dia tidak yakin bisa menghadapi apa yang akan terjadi setelahnya. Di satu sisi dia merasa bersalah, tapi di sisi lain, dia juga berusaha membenarkan dirinya sendiri. [Ding!! Misi: Ungkap rahasiamu. Hadiah minimum: Rp10.000.000] [Ding!! Misi: Rahasiakan semuanya. Hadiah minimum: Rp1.000.000.000] Melihat sistem muncul, Dimas terkejut. Sistem itu jelas-jelas mendorongnya untuk menyembunyikan rahasia ini. Dan setahunya, sejak dia mendapatkan sistem tersebut, sistem tidak pernah mencelakainya. Akhirnya, dia memutuskan untuk tetap diam. Tapi… bagaimana caranya? Ding Ding! Bel berbunyi lagi. Dimas makin g

  • Dompet Tak Terbatas   Bab 116

    “Tentu. Berapa yang kamu butuhkan, Coach?” jawab Dimas tanpa ragu. Pelatih ini sudah banyak membantunya, jadi membalas budi saat darurat adalah hal wajar. “Terima kasih… aku cuma butuh seratus juta saja,” kata Henry. Nada suaranya terdengar sedikit sungkan. Meminjam uang dari murid sendiri jelas bukan hal yang membuatnya nyaman, tapi kondisi rumahnya sedang benar-benar genting. “Cuma segitu?” Dimas menghela napas pelan. “Coach, Rp100 juta ini sebenarnya bukan apa-apa buatku. Tapi kamu harus lebih jaga kondisi keuanganmu.” Dimas langsung menuliskan cek dan menyerahkannya kepada Henry tepat Rp100.000.000. “Aku nggak perlu uang ini kembali. Yang penting Coach jaga diri baik-baik,” kata Dimas sambil menepuk bahu Henry dengan ringan. “Aku pasti balikin secepatnya. Jangan khawatir,” jawab Henry dengan senyum lega, meski di dalam hatinya dia bertekad keras untuk mengembalikannya. Dimas

  • Dompet Tak Terbatas   Bab 115

    Bella kembali dengan mengenakan dress putih yang indah, lalu duduk di depan Dimas. Wajahnya terlihat tenang, jauh lebih tenang dari sebelumnya. “Kamu nggak apa-apa?” tanya Dimas. Dia sedikit khawatir dengan kondisi mental Bella. “Iya… maaf ya. Aku memang gampang panik kalau ada orang asing bertindak aneh di tempat umum,” kata Bella pelan. Dia mengenakan gaun baru, bibirnya juga terlihat diberi sedikit lipstik. Dimas sebenarnya menyadari hal itu, tapi memilih tidak membahasnya. Dia takut Bella malah jadi canggung. Jadi, Dimas hanya menyerahkan makanan yang sudah ia pesan untuknya. Setelah selesai makan, Bella mengambil ponselnya dan menukar nomor dengannya. Ternyata Bella baru membeli Motorola Moto E. Dia memilih yang agak murah karena ingin mengembalikan sisa uang Dimas. “Oh? Oke. Balikin saja sisa yang kamu simpan,” kata Dimas santai. Dia tahu Bella mungkin akan merasa tidak enak kalau tidak mengembalikannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status