Share

Frustrasi!

Penulis: PhiKey
last update Tanggal publikasi: 2026-07-09 21:54:18

Raka berjalan menyusuri koridor apartemennya yang sepi. Dengan tangan yang agak gemetar, ia menekan kode sandi pada panel kunci pintu. Tempat ini sudah lama tidak ia kunjungi sejak hubungannya dengan Alya berakhir.

Begitu pintu terbuka, aroma debu tipis dan udara yang tertahan langsung menyambutnya. Raka tidak menyalakan lampu utama. Ia hanya membiarkan bias cahaya dari lampu dari luar menembus kaca jendela, merayap masuk dan menerangi sebagian unit apartemen yang terasa hampa.

Ia tahu Alya tid
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Kecurigaan sang ayah berlanjut

    "Besar banget." Alya dibuat kagum saat masuk ke rumah yang ia survei. Rumahnya besar, dua lantai, dan yang paling membuat Alya merasa kagum adalah kemewahan rumah itu yang terpancar di setiap sudut ruangan. "Ini pasti mahal banget," ucap Alya lagi dengan mata yang takjub.Raka berjalan mendekat, menyusul langkah wanita itu. "Soal harga nggak usah dipikirin, kalau kamu suka, beli aja. Kalau masih mau muter-muter lihat-lihat rumah yang lain, aku temenin," ucap Raka santai. Ia sama sekali tak peduli dengan kondisi fisik rumah atau harganya, hal yang paling ia pikirkan saat ini adalah keamanan perumahan itu untuk Alya dan anak-anak.Alya tampak berpikir, mulai menggigit bibirnya pelan karena bimbang. Tanpa sengaja, Raka melihat gerakan itu."Jangan gigit bibir kamu terus, bisa terluka. Kenapa? Gatal? Mau aku cium?" tanya Raka dengan nada setengah menggoda namun terdengar datar.Alya sontak menutup bibirnya dengan punggung tangan, matanya berkedip menatap Raka dengan penuh kegugupan. "Kamu

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Kecurigaan sang ayah

    Malam itu, suasana kamar terasa begitu tenang, berbanding terbalik dengan pikiran Sanjaya yang masih dipenuhi rasa penasaran. Baru saja ia menerima laporan dari orang suruhannya yang ia tugaskan untuk membuntuti Raka. Perintah itu berawal dari kecurigaannya usai ucapan Raya di meja makan tempo hari, ketika gadis itu mengancam akan membongkar rahasia Raka.Namun, laporan yang ia terima malam ini sama sekali nihil. Orang suruhannya sama sekali tidak menemukan celah atau hal mencurigakan. Kedekatan antara Alya dan Raka tampak begitu wajar di mata publik, mengingat status mereka, di mana Alya adalah sahabat Raya, membuat siapa pun tak pernah menaruh curiga.Sanjaya menghela napas panjang. Dengan gerakan lesu, ia meletakkan ponselnya di atas kasur."Ada apa, Pa?" tanya Soraya yang baru saja keluar dari kamar mandi, menyadari raut wajah suaminya yang tampak gusar.Sanjaya menoleh, menatap istrinya dengan kening berkerut. "Papa mau anak-anak kita cepat menikah. Tapi... soal Raka ini, seperti

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Rutinitas baru di kamar hotel

    Suara napas yang memburu memenuhi setiap sudut kamar suite hotel mewah. Di atas tempat tidur berseprai putih, Zahira melengkungkan punggungnya dengan mata terpejam rapat. Jemarinya mencengkeram kuat helaian rambut Hendri yang kini tengah berada di atas tubuhnya, menyalurkan seluruh gelora yang membuncah."Ah... enak banget, terusin!" ucap Zahira di sela desahnya, suara serak penuh kepuasan yang mengalun tanpa peduli lagi pada benteng martabatnya sebagai wanita terpandang."Aku suka! Kamu hebat!" puji Zahira lagi, mengaburkan batasan antara majikan dan bawahan di atas ranjang.Zahira terus mengerang, melontarkan kata-kata parau, hingga sesekali berteriak meluapkan puncak kenikmatan yang dihadiahkan oleh sang sekretaris. Gerakan konstan yang diberikan Hendri sukses membawanya menembus batas kewarasan, merengkuh kepuasan mutlak yang terasa bagai surga dunia.Keringat membasahi tubuh kedua manusia yang kini telanjang bulat itu. Aktivitas panas ini rupanya telah menjelma menjadi rutinitas

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Rumah baru?

    Malam itu, begitu tiba di rumah, langkah Raya langsung membawanya menuju kamar sang adik. Di dalam, Raka baru saja selesai membersihkan diri selepas aktivitas yang melelahkan. Namun, Raka langsung disambut dengan wajah sang kakak yang tertekuk masam.Hubungan kakak-beradik itu memang tengah sedikit renggang akhir-akhir ini. Raya salah paham mengira Raka tidak menyukai kedekatannya dengan Kevin, akibat sikap dingin sang adik pada pria tersebut. Padahal, jauh di lubuk hatinya, Raka hanya sedang berusaha melindungi kakaknya dari niat buruk yang tak ia ketahui."Ada apa?" tanya Raka dingin, suaranya datar sambil terus melangkah mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.Tanpa basa-basi, Raya langsung meluapkan unek-uneknya. "Alya ngajak kedua anaknya pulang ke apartemennya, juga pengasuh anak-anaknya."Raka mengangguk pelan, merespons dengan nada santai. "Bagus, aku nggak mau Alya tinggal di rumah mantan suaminya lama-lama.""Iya, aku juga nggak mau. Makanya aku yang minta dia k

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Dilema dan perasaan bersalah

    Hari berganti membawa ritme baru yang menuntut ketegaran lebih dari Alya. Sejak insiden mengerikan kemarin, wanita tersebut memilih untuk mendedikasikan seluruh waktunya demi merawat dan menjaga kedua buah hatinya di kediaman Emran.Pagi-pagi sekali, Alya sudah disibukkan dengan rutinitas rumah tangga. Ia menyiapkan sarapan, mengantar Nana ke sekolah dengan senyuman yang dipaksakan agar sang anak tidak merasakan kecemasan di hatinya, lalu kembali ke rumah untuk menemani Rio bermain. Kedua anak itu sengaja tidak diajak ke rumah sakit. Alya sengaja menyembunyikan kenyataan pahit itu karena ia takut mental anak-anaknya terguncang atau ketakutan jika harus melihat kondisi fisik ayah mereka yang kini tengah berjuang menahan sakit akibat luka bakar serius.Sementara itu, suasana di koridor rumah sakit terasa begitu senyap. Zahira berdiri tegak di depan pintu ruang rawat inap tempat Emran dirawat. Tatapannya dingin menerawang ke dalam ruangan melalui jendela kecil di daun pintu.Wanita itu l

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Serangan balas dendam

    Mentari pagi baru saja merayap naik, membawa serta sisa-sisa lelah dari malam sebelumnya. Di kediamannya, Raya memutuskan bahwa ia butuh jarak. Beban pikiran yang menghimpit dada sejak perdebatan dengan orang tuanya membuatnya sesak. Tanpa pikir panjang, ia memutuskan untuk pergi ke luar kota. Selain untuk menenangkan diri dan menjauh sejenak dari bayang-bayang dingin Sanjaya serta Soraya, perjalanan ini juga dimanfaatkannya untuk memantau perkembangan salon miliknya yang ada di luar kota. Raya tahu ia bisa sedikit bernapas lega karena telah mempercayakan operasional utama kepada Sarah, orang kepercayaan yang ia rekrut dan ia andalkan untuk mengelola semuanya dengan baik.Sementara itu, di pusat kota, jarum jam menunjukkan pukul dua siang saat Kevin tiba di gedung perkantoran tempat Raka bekerja. Pertemuan itu diatur atas permintaan Raka sebelumnya.Di dalam ruang kerja pribadi, Raka menyambut kedatangan Kevin dengan postur angkuh, duduk bersandar malas di sofa mewah. Di hadapannya, R

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Tanggung jawab

    Jantung Alya seperti jatuh. "Apa?” tanyanya dengan suara gemetar.Kesunyian pekat menggantung di udara. Alya ingin marah dan menolak, namun ingatan bahwa tangannya sendiri yang membawanya pada situasinya membuat bibirnya kelu.“Keinginan itu pasti akan datang lagi, Alya,” ucap Raka santai, pupilnya

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Salah minum

    “Raka... kumohon, pelan sedikit....”Suara Alya terdengar putus asa, tertahan di antara deru napas yang memburu. Udara di dalam kamar itu terasa pekat oleh hawa panas dan aroma keringat yang bercampur.Raka duduk bersandar di kepala ranjang dengan napas sama kasarnya, sementara Alya berada di atas

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Seporsi kekalahan anak perempuan

    Raya tidak langsung pergi ke salon seperti rencananya semula. Setelah menemui Raka di kantor dengan perasaan kacau, ia justru memacu kendaraannya menuju rumah orang tuanya. Hari itu menjadi hari yang panjang dan melelahkan bagi Raya.Sesampainya di rumah, Raya langsung menuju ke kamar orang tuanya.

  • Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku   Perasaan yang mulai berubah

    Hening menyelimuti area parkir apartemen yang dingin. Raka masih bersandar di kap mobilnya, napasnya perlahan teratur meski tatapannya tak pernah lepas dari Alya. Setelah cukup lama menatap wanita itu dengan sorot mata yang penuh kepemilikan dan sisa amarah, Raka akhirnya menghela napas panjang."M

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status