Share

Bab 3. Ditumbalkan

Author: Navina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-09 11:53:25

"Apa?!" Masih pagi Fanya sudah membuat keributan di meja makan.

"Pelankan suaramu Fanya," tagur Claudia.

"Mamaaaa," protes Fanya dengan manja, "salahkan ayah! Pagi-pagi udah kasih berita yang tidak mengenakan!" keluhnya dengan bibir mengerucut kesal.

Aben menghela napas panjang. "Pak Etan Regantara, menagih perjodohan dari keluarga kita. Ayah bisa apa, Fanya? Keluarga Regantara punya pengaruh besar di dunia bisnis. Ayah tidak mau, bisnis ayah berantakan hanya karena menolak perjodohannya," ungkapnya setengah frustasi.

"Ayah, Azeo Regantara itu pria gemuk, jelek, buncit bahkan suka main wanita di bar. Aku nggak mau ayah, walaupun dia kaya, aku nggak sudi popularitas aku sebagai model disia-siakan begitu saja," tolak Fanya, "lagipula, aku sudah punya Kak Revan, kuasanya tidak kalah jauh dari Regantara."

Caludia memijat pangkal hidungnya dengan penolakan Fanya. Kemarin malam dia sudah berdiskusi dengan Mahendra dan sudah diprediksi hal ini akan terjadi. "Sepertinya, uang masih kalah dari tampang, di mata anak zaman sekarang." Dia mendesah panjang.

"Mah, kenapa nggak suruh Gauri, saja?" usul Fanya dengan wajah liciknya.

Langkah Gauri di lantai dua terhenti saat mendengar namanya disebut. Ekor matanya melirik ke arah meja makan. Gauri tersenyum kecut keluarga cemara tengah sarapan tanpa dia di dalamnya.

Claudia menatap sayu putrinya. "Jika seperti itu, kita akan kehilangan mahar yang sangat banyak."

"Mama tenang aja, nanti aku akan minta mahar yang banyak sama Kak Revan."

Claudia tersenyum tipis setuju dengan ide putrinya. "Baiklah, lagipula keluarga Regantara masih tergolong pelit."

Fanya memainkan rambutnya manja. "Keluarga Kak Revan sangat royal mah, kita tidak akan rugi."

Aben menyetujui rencana Fanya. "Baiklah, biar ayah bicara dengan Gauri."

Gauri berjalan menuruni tangga wajahnya terlihat sembab baru bangun tidur. Semalaman dia tertidur pulas karena tubuhnya masih kelelahan imbas dari permainannya dengan pria asing. Ekor matanya melirik meja makan dengan langkah malas Gauri melewatinya.

"Berhenti!" Aben menghentikan Gauri.

Gauri menghentikan langkahnya berdiri tepat di belakang Aben. Dia melihat wajah Claudia dan Fanya keduanya tersenyum miring. "Ada apa, pah?" tanya Gauri melirik punggung Aben.

"Duduk dulu!" titah Aben dengan tegas.

Sebenarnya Gauri malas menuruti perintah Aben tetapi dia juga enggan terlibat drama di pagi hari. Dia duduk di samping Aben dengan wajah malas yang kentara. Rasanya enggan duduk satu meja dengan pelakor bermuka dua.

"Gauri, ayah punya permintaan sama kamu!" ungkap Aben.

Gauri menoleh seraya mengejitkan alisnya bingung, Aben selama ini tidak pernah menganggap keberadaannya. Pagi ini sekalinya menganggap keberadaannya mengutarakan permintaan. Gauri tersenyum sinis rasanya sangat muak tinggal satu atap dengan orang-orang denial.

"Ada apa, yah?" tanya Gauri dengan acuh.

"Keluarga Regantara pagi ini mengirimkan mahar untuk melamar kamu," ungkap Aben.

Gauri terkesiap tatapannya menatap Fanya dengan jelas seingatnya yang mendapatkan perjodohan dengan Regantara adalah adik tirinya. Sepertinya dia ditumbalkan hanya karena Fanya enggan masuk ke dalam Regantara dan ingin hidup bersama mantan tunangannya. Namun, Gauri menganggap semua ini adalah berkah. Kenapa tidak? Dia ingin keluar dari kandang denial apa salahnya masuk ke dalam Regantara dan menggunakan mahar untuk hidup mandiri.

"Seingatku, yang kakek pilih itu Fanya," ucap Gauri, dulu kakeknya menjodohkannya dengan Revandra sementara Fanya dengan tuan muda Regantara.

"Adikmu sudah bersama Revan, mana mungkin dia menikah dengan cucu Regantara," balas Claudia sedikit ketus.

Gauri melirik Claudia dengan wajah tenang. "Oh begitu," balasnya santai. Sudah tidak asing dengan perlakuan berat sebelah yang selalu Aben lakukan padanya.

Claudia tersentak melihat perubahan sikap Gauri yang acuh dan berani. "Dia berubah?" ucapnya dalam hati, entah mengapa dengan sikap Gauri dia merasa terancam.

"Besok, ayah akan membalas lamaran Regantara, ingat! Kamu jangan coba-coba mengacaukannya!" ancam Aben.

Gauri menghela napas. "Iya." Sebenarnya dalam hatinya masih mengharapkan perhatian Aben. Semenjak Claudia masuk ke dalam hidup sang ayah sikapnya berubah kepadanya. Dia sudah terbiasa dengan sikap Aben tapi tidak dengan hatinya. Dia masih mengharapkan kasih sayang.

**

"Tuan Azeo, tuan besar sudah mengirim seserahan ke kediaman Pak Aben." Pria matang berpenampilan formal dan rapi berdiri tegap di hadapan pria berkuasa di Shanghai.

Ruang kerja bermatrial kaca di dalam gedung tinggi pencakar langit. Tower gedung bertuliskan R Autoparts berdiri megah dan gagah di pusat kota Shanghai. Gedung paling tinggi dan disegani banyak pembisnis.

Azeo Regantara—CEO Regantara Autoparts di bawah kepemimpinananya dia berhasil membuka sepuluh cabang. Di usia 25 tahun—sifat tegas, tepat waktu serta profesional tinggi dan mampu menjadi kepala utama ribuan karyawan Regantara group. IQ Azeo digunakan dengan sempurna serta tangan dinginnya mengendalikan pasar dengan baik selama di genggamannya.

Pria tampan dengan tubuh proporsional di balut jas mewah dari brand ternama, duduk dengan gagah penuh wibawa di kursi singgasananya. "Cari tahu, siapa wanita yang kakek inginkan."

"Fanya Yofella, anak tiri Pak Aben."

Azeo meletakan pulpen di atas berkas yang baru saja dia bubuhi tanda tangan. Mata elangnya menatap dingin asisten pribadinya. "Anak tiri?" Bibir tebalnya tersenyum miring. Penguasa seperti dirinya dinikahkan dengan anak tiri, permainan konyol yang membuat dia merasa muak dengan kakeknya.

Azeo bersandar pada kursi kerja, otot dada terbungkus kemeja dan tuxedo hitam terlihat menggoda. "Orang tua itu sangat payah, ada anak sah kenapa anak tiri yang dia dapatkan."

"Tuan Azeo, tertarik dengan anak sulung Pak Aben? Setau saya, anak sulung Pak Aben sudah bertunangan dengan putra Mahendra." Alexus—asisten cekatan dan profesional.

"Tidak, aku hanya merasa sayang. Jika ada anak sah, kenapa saya dapat anak tiri," balas Azeo.

Alexus mengangguk faham.

"Alexus, kamu sudah menemukan wanita kemarin, malam?" tanya Azeo dengan wajah datar tanpa ekspresi, tapi kedua matanya terselip perasaan yang sulit dia lupakan.

"Belum tuan."

Azeo menatap tajam Alexus. "Cepat temukan dia, karena di calon nyonya Regantara yang saya inginkan!" ucapnya penuh penekanan dan tegas.

"Baik tuan."

"Besok kamu temui Fanya, dan buat dia tanda tangan kontrak," titah Azeo dengan lugas.

"Anda ingin saya menulis kontrak seperti apa, tuan?"

"Buat kontrak pernikahan, kamu mengenalku Alexus, kamu pasti tau apa saja syarat yang harus kamu tulis. Saya hanya memerlukan pernikahan ini selama satu tahun. Setelah para direksi bungkam, pernikahan ini selesai, sertakan juga kompensasi satu miliyar di dalam kontrak jika dia mematuhi peraturan!" titah Azeo—dia memanfaatkan pernikahan ini untuk menutup mulut para direksi yang memaksa dirinya untuk segera menikah.

"Baik tuan." Alexus segera undur diri dan mengerjakan isi kontrak.

Azeo memijat pangkal hidungnya desakan direksi agar dia menikah dengan alasan yang menurutnya tidak wajar. Mereka ingin dia segera memiliki istri dan mereka sepertinya ingin mengawasinya selama dua puluh empat jam melalui nyonya Regantara. Maka sebelum itu terjadi, Azeo akan mengendalikan istrinya lebih dulu agar semuanya tetap aman dalam kendalinya.

Azeo membuka laci di meja kerjanya lalu mengambil cincin milik Gauri di atas sebuah berkas. "Kamu di mana?" Rasa kemarin malam membekas di hatinya, bukan nafsu melainkan rasa asing yang mengganggu hatinya tapi anehnya dia ingin memiliki wanita itu.

"Kamu sudah menjadi wanitaku, maka kamu akan menjadi milikku." Azeo menggenggam erat cincin Gauri sorot matanya tajam dan mengintimidasi.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Dosa Tersembunyi Sang Tiran   Bab 5. Mempertahankan Bayi

    Di bawah langit sore berkelabu seorang wanita duduk taman kota seraya menatap nanar lampiran kertas hasil pemeriksaan. Kepalanya menunduk menyembunyikan separuh wajahnya ke dalam syal tebal. Pundaknya terasa begitu berat oleh beban yang dia pikul. "Bagaimana ini? Aku sudah tanda tangan kontrak, jika Tuan Muda Azeo tahu, tamatlah riwayatku," gumam Gaori dengan frustasi dan putus asa. Gauri mengusap perutnya yang masih rata kini di dalamnya sudah ada kehidupan yang harus dia jaga. "Aku mana tega menggugurkannya, walaupun aku tidak tahu siapa laki-laki di malam itu. Kamu tetaplah anakku," ucapnya dengan pilu tetapi ada ketegaran secara bersamaan. Tidak ingin hanyut dalam kesedihan Gauri beranjak pergi dari taman. Saat ini dia ingin menenangkan perasaannya hatinya berkecamuk dan campur aduk. Bingung, bimbang, takut serta cemas memikirkan nasibnya jika Azeo mengetahui kehamilannya.Dengan langkah pelan tapi pasti Gauri menyusuri trotoar menuju rumahnya. Tiga puluh menit dia menghabiskan

  • Dosa Tersembunyi Sang Tiran   Bab 4. Perjanjian

    Di bawah langit mendung Kota Shanghai Gauri berdiri menunggu taxi. Hari ini dia mengenakan jaket tebal serta syal untuk melindungi tubuhnya dari udara dingin di musim dingin. Beberapa waktu yang lalu seseorang dari keluarga Regantara menghubunginya. Ada janji temu di sebuah resto di dekat kediamannya. Taxi pesanannya datang—Gauri masuk setelah memastikannya melalui aplikasi di ponselnya. Tiga puluh menit perjalanan. Taxi berhenti di depan resto klasik ternama di kotanya. Setelah melakukan pembayaran dia turun lalu merapikan penampilannya. Gauri memasuki resto dan langsung disambut oleh pria berjas klimis bertubuh tegap. "Selamat datang nona, saya Alexus. Sekretaris Tuan Muda Azeo," ucapnya dengan tegas.Gauri terkesia dengan ketegasan dan wibawa Alexus, jika seorang sekretaris memiliki wibawa kuat. Lalu bagaimana dengan pemimpinnya?"Sepertinya, resto hari ini sepi, ya?" Gauri melihat di dalam resto tidak ada pelanggan selian dirinya dan Alexus."Saya sudah full buyout, nona. Sesuai

  • Dosa Tersembunyi Sang Tiran   Bab 3. Ditumbalkan

    "Apa?!" Masih pagi Fanya sudah membuat keributan di meja makan. "Pelankan suaramu Fanya," tagur Claudia. "Mamaaaa," protes Fanya dengan manja, "salahkan ayah! Pagi-pagi udah kasih berita yang tidak mengenakan!" keluhnya dengan bibir mengerucut kesal. Aben menghela napas panjang. "Pak Etan Regantara, menagih perjodohan dari keluarga kita. Ayah bisa apa, Fanya? Keluarga Regantara punya pengaruh besar di dunia bisnis. Ayah tidak mau, bisnis ayah berantakan hanya karena menolak perjodohannya," ungkapnya setengah frustasi. "Ayah, Azeo Regantara itu pria gemuk, jelek, buncit bahkan suka main wanita di bar. Aku nggak mau ayah, walaupun dia kaya, aku nggak sudi popularitas aku sebagai model disia-siakan begitu saja," tolak Fanya, "lagipula, aku sudah punya Kak Revan, kuasanya tidak kalah jauh dari Regantara." Caludia memijat pangkal hidungnya dengan penolakan Fanya. Kemarin malam dia sudah berdiskusi dengan Mahendra dan sudah diprediksi hal ini akan terjadi. "Sepertinya, uang masih kalah

  • Dosa Tersembunyi Sang Tiran   Bab 2. Melepaskan

    Sedan biru bertulisian Taxi di atasnya berhenti di depan pagar hitam setinggi empat meter. Seseorang turun dari mobil itu. Kedua kakinya menapak di atas aspal lembab setelah dibasahi air hujan. Tidak lama Taxi meninggalkan wanita cantik yang kini wajahnya terlihat lebih segar. Gauri menatap bangunan rumah menengah atas dengan napas berat. Dia menghela napas kasar lalu tangan kanannya dengan berat mendorong pagar rumah. Gauri melangkah masuk ke dalam sangkar yang selama ini ia tempati. Napas wanita itu terasa sesak melihat isi rumah yang dipenuhi kenangan tidak menyenangkan. "Baru pulang, kamu?" Gauri sedikit tersentak mendengar nada ketus dan dingin. Kepalanya dengan berat menoleh ke ruang tamu—hatinya terasa amat sakit melihat tunangannya kini duduk seraya memeluk pinggang Fanya begitu posesif.Gauri tersenyum kecut. "Sekarang, begitu terang-terangan," ucapnya lirih, sorot matanya kecewa sangat dalam melihat kemesraan Fanya dan Revandra. Lebih menyakitkan ketika Aben—ayahnya hany

  • Dosa Tersembunyi Sang Tiran   Bab 1. Sakit Hati Berujung Ranjang

    Gauri Yofella, tanpa ragu membuka sebuah pintu apartemen. Kaki jenjangnya berbalut sepatu putih melangkah lebar. Membuka pintu secara perlahan seraya mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Suhu ruangan yang panas akibat aktifitas di atas ranjang serta erangan kenikmatan membuat tubuh Gauri meremang. Deg. Dia tersenyum getir kedua matanya berembun melihat tunangannya bermain panas dengan adiknya sendiri. Tangannya bergetar hebat memegang ponsel yang ia gunakan untuk mengambil gambar. Mulut bergetarnya ia tutup dengan jari lentiknya. Hatinya hancur pria yang selama ini menjadi bahu ternyaman, justru menjadi mata pedang yang menggores hatinya dengan kejam. "Gauri?" Revandra terkejut dengan keberadaan tunangannya di sana. Dia gegas turun dari tubuh wanita di bawahnya, menarik selimut menutupi tubuh telanjangnya. Gauri menatap kecewa wajah tidak bersalah Revandra. Dia tersenyum getir melihat pria itu gegas memakai boxer secara asal. "Maaf mengganggu," ucap Gauri pelan menyiratkan k

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status