Share

Bab 252

Author: Penadiary
last update publish date: 2026-03-28 22:07:03

Bukan hanya malam itu saja. Beberapa hari telah berlalu, dan kebingungan Neilson justru semakin dalam. Perubahan kecil Lyra yang awalnya tampak sepele kini mulai terasa terlalu jelas untuk diabaikan.

Beberapa hari ini Neilson mencoba melihat perubahan dari suasana hati Lyra, gadis itu berbeda tak seperti biasanya.

Seingatnya Lyra selalu bangun pagi tanpa perlu diingatkan, lalu bersiap dengan jadwal yang sudah ditata dengan teratur dan rapi. Namun belakangan ini, beberapa kali gadis itu tampak e
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Ekstra Part 3

    “Nathan cuma mau pelgi kalau Mama juga pelgi!” seru Nathan dengan suara lantang. Meski pelafalannya masih cadel, nada bicaranya tegas dan penuh penolakan. Ia segera menjatuhkan diri duduk di lantai, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada dengan ekspresi keras kepala. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada yang bisa mengubah keputusannya. Ethan yang melihat itu langsung meniru tanpa ragu. Ia duduk di samping Nathan dengan gerakan sedikit goyah, lalu ikut menyilangkan tangannya. “Ethan jugaa ...,” katanya pelan. “Nggak mauu pelgi ...,” tambahnya dengan bibir mengerucut. Grey tak bisa menahan tawanya melihat tingkah kedua anak itu. Ia menyandarkan tubuhnya santai sambil melirik ke arah Neilson, jelas menikmati situasi tersebut. Wajahnya dipenuhi ekspresi geli, seolah menemukan hiburan dadakan di pagi hari itu. Ia lalu menggeleng kecil sebelum kembali menatap ke arah keponakannya. “Wah, gimana ini?” godanya ringan. “Sepertinya Kakak nggak jadi menikmati waktu berdua.” Neilson

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Ekstra Part 2

    Lyra berdiri di sisi ranjang sambil merapikan beberapa pakaian kecil milik Nathan dan Ethan ke dalam tas. Gerakannya rapi dan teratur, sesekali ia memastikan tidak ada yang tertinggal.Di atas ranjang, kedua anak kembarnya masih terlelap dengan posisi berantakan, selimut mereka sudah bergeser ke sana kemari. Pemandangan itu membuat sudut bibir Lyra terangkat, hangat dan penuh kasih.Ia memandanginya lebih lama ke arah mereka, lalu melangkah mendekat dengan langkah pelan. Tubuhnya sedikit membungkuk, tangannya mengusap lembut kepala kecil mereka.“Nathan ... Ethan ... bangun, sayang,” ucapnya lembut. “Kita mau pergi ketemu kakek, sebentar lagi kita berangkat.”Nathan adalah yang pertama merespons. Ia mengerjap pelan, lalu meregangkan tubuhnya dengan gerakan malas sebelum akhirnya duduk di atas ranjang.Namun, matanya masih terpejam rapat, kepalanya sedikit terangguk ke depan seperti menahan kantuk yang belum pergi.Lyra tak bisa menahan tawa kecil melihat itu. “Nathan ... kamu bangun a

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Extra Part 1

    “Pangeran Allain akhirnya menarik pedangnya,” ucapnya pelan. “Ia melawan penyihir jahat dan berhasil mengalahkannya.”Lyra menatap kedua anaknya dengan senyum hangat. “Rakyat kerajaan Arcania pun selamat, dan mereka semua hidup bahagia.”Lyra menutup halaman terakhir buku cerita dengan lembut. Suaranya merendah, seolah ikut tenggelam dalam akhir kisah yang baru saja ia bacakan.Nathan yang sejak tadi menyimak dengan serius langsung mengangkat kepalanya. Matanya berbinar terang, wajah kecilnya dipenuhi semangat dan kekaguman yang belum pudar.“Nathan mau menjadi seperti pangeran Allain!” serunya dengan pelafalan yang masih sedikit cadel.“Nathan mau lindungin semuanya!”Ethan yang berbaring di sampingnya ikut bergerak, meski kelopak matanya mulai terasa berat. Ia memaksakan dirinya bangun sedikit, tidak ingin kalah dari saudara kembarnya.“Ethan jugaaa …,” ucapnya pelan. “Ethan jadi pangeran ... jagain Mamaa ....”Lyra tersenyum lebih lebar mendengar itu. Ia mengulurkan kedua tangannya

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Extra Part

    Satu tahun kemudian. “Ma i… nain … punyaku!” “Nggaaa … punyaku!” Dua anak kembar itu saling melotot dengan wajah mungil yang sama-sama mengerucut cemberut. Tangan kecil mereka mencengkeram satu mainan yang sama, menariknya ke arah masing-masing tanpa mau mengalah sedikit pun. Tarikan mereka tidak kuat, tetapi cukup untuk membuat mainan itu bergoyang ke kanan dan ke kiri, seperti ikut bingung harus memilih siapa. Salah satu dari mereka akhirnya melepaskan pegangannya dengan kesal. Ia berdiri dengan gerakan sedikit goyah, tubuhnya sempat miring sebelum kembali seimbang, lalu menunjuk ke arah dapur dengan mata berbinar penuh ide. “... Mamaa punyaku!” serunya dengan suara cadel yang masih belum jelas. Ia langsung melangkah cepat menuju dapur tempat Lyra berada. Langkahnya pendek-pendek dan belum stabil, kadang hampir tersandung, tetapi semangatnya membuat ia tetap melaju seperti berlari kecil. Melihat itu, saudara kembarnya langsung panik. Ia buru-buru bangkit, hampir kehilangan k

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 306

    “A–apa? Kenapa aku harus mengatakan itu?” Suara Lyra terdengar terburu-buru, seolah ia ingin menepis sesuatu yang baru saja menyentuh hatinya. Ia segera memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan pipinya yang mulai memerah di bawah cahaya bulan. Tangannya menggenggam ujung selimut dengan gelisah, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Neilson memperhatikannya dengan senyum tipis yang sulit ditebak. Tatapannya tidak berpindah, seolah ia menikmati setiap reaksi kecil yang ditunjukkan Lyra. “Aku ingin mendengarnya langsung darimu,” katanya pelan. Nada suaranya ringan, tetapi jelas mengandung harapan yang tidak main-main. Beberapa detik kemudian, Neilson mengalihkan pandangannya ke arah pemandangan di depan mereka. Namun senyum itu masih tersisa di wajahnya, seolah ia sedang mengingat sesuatu. “Aku pernah mendengarnya sekali,” lanjutnya santai. “Tapi kali ini … aku ingin mendengarnya lagi.” Lyra langsung mematung mendengar itu. Ia menoleh perlahan, ekspresinya berubah menjadi b

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 305

    “B–bukan begitu maksud— Neil! Apa yang kamu lakukan?!” Suara Lyra terputus di tengah kalimat, berubah menjadi nada panik yang tidak sempat ia kendalikan. Ia bahkan belum selesai berbicara, ketika tubuhnya tiba-tiba terangkat dari tanah. Neilson melangkah mendekat tanpa ragu, lalu dengan mudah mengangkat Lyra ke dalam gendongannya. Gerakannya tenang dan pasti, seolah keputusan itu sudah ia ambil sejak awal tanpa perlu meminta izin. Pipi Lyra langsung memanas, rona merah menjalar cepat hingga ke telinganya. Ia refleks menunduk dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya di dada Neilson untuk menghindari tatapan orang-orang di sekitar. “N–Neil … turunkan aku …,” bisiknya pelan, suaranya hampir tenggelam. Grey yang berdiri tidak jauh dari mereka tidak bisa menahan tawanya. Ia melangkah mendekat, lalu menepuk bahu Neilson dengan santai, matanya menyipit penuh godaan. “Kak, kamu ini … benar-benar tidak bisa menahan diri,” ujarnya ringan sambil tersenyum. Nada bicaranya santai, tetapi cukup u

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 108

    Neilson mengeluarkan seluruh isi tas Lyra dan menyusunnya di atas meja satu per satu. Tatapannya bergerak teliti, mencari foto-foto mereka berdua yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Tak butuh waktu lama ketika ia menemukan beberapa lembar foto lain, foto Lyra bersama Aldi yang diambil dari sudut

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 102

    “Apa maksud—” Kata-kata Lyra terhenti di tengah kalimat. Neilson sudah bergerak lebih dulu. Ia mencondongkan tubuhnya hingga jarak di antara mereka lenyap begitu saja. Bibir pria itu menyentuh bibir Lyra, singkat, namun cukup untuk membuat mata Lyra membulat dalam keterkejutan, napasnya seakan ter

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 93

    Lyra seketika membeku, kepalanya terasa kosong, seolah semua alasan yang ingin ia katakan mendadak menghilang begitu saja. Wina meliriknya sekilas, perlahan bibirnya melengkung membentuk senyum yang terlihat penuh arti. Ada kilat iseng di matanya yang membuat Lyra semakin gelisah. “Jangan-jangan .

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 94

    Rahang Grey mengeras begitu melihat gadis itu berdiri di hadapannya. Tatapannya berubah dingin, jelas tak menyangka Erina berani muncul di perusahaannya tanpa pemberitahuan. Ada kilat tak suka yang tak ia sembunyikan sama sekali.“Erina, apa yang kamu lakukan di sini?” tanyanya datar, ta

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status