共有

386. Tidak sabar

作者: Raisaa
last update 最終更新日: 2026-01-04 08:00:26

Selene terdiam cukup lama.

Semua yang Dirian katakan terdengar terlalu benar, seolah disusun oleh akal yang tidak memberi ruang bagi perasaan. Ia tahu suaminya tidak bertindak ceroboh. Dirian selalu bergerak karena alasan, karena perlindungan, karena kewajiban. Seharusnya itu membuatnya tenang.

Namun justru di situlah masalahnya.

Di balik kebenaran itu, ada sesuatu yang menolak di dalam dirinya. Sebuah rasa enggan yang tipis namun tajam, seperti duri yang tak terlihat tapi terus menggores. Bukankah seharusnya ia merasa lega? Bukankah ini berarti Dirian memilih bertindak demi mereka?

Mengapa hatinya terasa tidak rela?

Tatapan Dirian kembali tertuju padanya. Kali ini berbeda lebih dalam dan lebih lama. Tatapan yang membuat Selene merasa s

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Fi Tri
semoga di bab2 selanjutnya diceritakan apa yg Dirian lihat saat ritual sebelumnya..
goodnovel comment avatar
Fi Tri
haduhhh.. kira2 apa yg mau dilakukan Dirian untuk mengatasi kutukan itu... jangan bilang kalau Dirian harus menikahi Morwenna... Author bener2 ya.. kalimat2 Dirian di BAB ini sepertinya menjurus ke arah Dirian terpaksa melakukan sesuath yg bs menyakiti hati istrinya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   415. Harapan seorang wanita

    Wajah Morvena memerah. Semburat merah muda naik ke pipinya, membuat rautnya tampak jauh lebih lembut dari biasanya. Ada rasa senang yang tak bisa sepenuhnya ia sembunyikan, namun ia segera menggeleng pelan, seolah ingin menepis bayangan yang terlalu besar untuk diucapkan.“Jangan katakan hal-hal seperti itu,” ujarnya pada Ilard, suaranya halus namun tegas. “Itu bisa membuat orang salah paham. Mana mungkin aku yang bahkan tidak mengerti apa pun tentang dunia bangsawan menjadi duchess. Posisi itu milik istri sah Dirian.”Annie menatapnya dengan mata berbinar, seolah mendengar sesuatu yang justru membuatnya semakin bersemangat.“Justru karena itu Anda tidak seharusnya berkata demikian,” katanya cepat. “Saya akan sangat senang jika suatu hari menjadi pelayan seorang duchess.”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   414. Perubahan arus

    Dirian menatap Viviene dengan sorot mata yang dingin namun lelah. “Apa maksudmu?” tanyanya pelan.Viviene tertawa pendek, tanpa humor. Wajahnya mengeras, matanya menyala oleh amarah yang tak lagi bisa ia sembunyikan.“Kau mencium wanita yang bukan istrimu,” ucapnya tajam. Setiap kata keluar seperti pisau. “Di hadapanku. Di kastil ini.”Ia menatap Dirian penuh kebencian dan di baliknya, kecemburuan yang pahit dan menyakitkan. Ia membencinya karena masih peduli dan Ia membenci dirinya sendiri karena hal itu.Dirian tidak mengelak dan tidak pula meminta maaf.“Aku hanya manusia,” jawabnya datar. “Dan terlebih lagi, aku lelaki. Melihat wanita secantik itu… wajar jika aku tertarik.&rdq

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   413. Permainan rasa

    Viviene menatap Selene tatapan yang kali ini tidak lagi setajam sebelumnya. Ada sesuatu di sana, sesuatu yang retak dan berantakan, seolah semua keberanian yang barusan ia pamerkan runtuh dalam satu detik. Selene bisa melihatnya dengan jelas, ejekan di wajahnya hanyalah topeng. Di baliknya, perasaan Viviene jauh lebih kacau daripada yang ia biarkan terlihat.Viviene akhirnya menunduk.Selene tidak tersenyum. Suaranya justru tenang, terlalu tenang. “Viviene,” katanya pelan, “selama ini aku tidak pernah hidup dengan cinta Dirian. Dan kau tahu itu.”Viviene masih menunduk.Ia menoleh sedikit, seolah kata-kata berikutnya sudah lama berdiam di dadanya. “Jadi entah ada wanita baru, atau kau sekalipun yang kembali… semuanya sama saja bagiku.”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   412. Kekecewaan

    Selene membeku.Waktu seolah berhenti.Dagny mencengkeram pakaian Selene lebih erat, menyembunyikan wajahnya di dada ibunya, bahunya naik-turun menahan isak.“Ayah tidak mau kami lahir,” bisiknya lirih. “Mereka bilang… ayah membunuh anak-anaknya sendiri.”Dirian mundur setengah langkah.Seumur hidupnya, ia menghadapi perang, pengkhianatan, kematian namun tidak satu pun yang menamparnya sekeras kata-kata itu. Wajahnya memucat, bibirnya terbuka namun tak ada suara yang keluar.“Apa… siapa yang mengatakan itu padamu?” tanyanya akhirnya, serak.Baru saja Divrio akan menjawab,

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   411. Sesuatu yang dinamakan balas dendam

    Kata-kata itu jatuh seperti racun.Salah satu ibu pengasuh terisak tertahan. Daisy memucat, tangannya bergetar memegang keranjang. Annie menunduk dalam, sementara Sven mengepalkan tangan menahan amarah yang bukan haknya untuk diluapkan.Dagny menatap Divrio, matanya membesar.“Kak…?” bisiknya polos.Divrio tidak menjawab. Rahangnya mengeras, matanya menatap Viviene tanpa gentar, tatapan anak kecil yang dipaksa tumbuh terlalu cepat oleh kebencian orang dewasa.Morvena akhirnya bergerak.Ia menoleh ke arah Viviene, tatapannya tajam, dingin, dan berbahaya. “Cukup,” katanya pelan, namun cukup untuk membuat udara bergetar.Semua orang masih membeku.

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   410. Tidak pernah lahir kedunia ini

    Morvena mengangguk dengan senyuman mengembang. “Terima kasih, Dirian.”Ia berbalik dan melangkah keluar ruangan dengan langkah ringan. Begitu pintu terbuka, Sven yang sejak tadi menunggu langsung menegakkan tubuhnya.“Ayo,” kata Morvena padanya. “Temani aku.”Sven menunduk patuh dan mengikutinya pergi.Dirian bangkit dari tempat duduknya.Langkahnya keluar dari ruang kerja terasa lebih berat dari biasanya. Lorong kastil yang panjang menyambutnya dengan bisik-bisik yang tak lagi disembunyikan. Nama itu Viviene mengalir dari mulut ke mulut, dari pelayan ke penjaga, seperti bayangan lama yang dipaksa bangkit kembali.Dirian mendengarnya. Namun ia memilih meng

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status