Beranda / Zaman Kuno / Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai! / 398. Keputusan yang tidak perlu dipertanyakan

Share

398. Keputusan yang tidak perlu dipertanyakan

Penulis: Raisaa
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-06 10:00:07

Kembali kewaktu sekarang,

Disaat semua orang merasakan ketegangan dan kesunyian karena Dirian Leventis membawa pulang wanita cantik dengan rambut merah itu, Odet adalah orang pertama yang kehilangan kendali.

“Apa ini, Dirian?!” teriaknya, suaranya menggema di halaman kastil yang tadinya sunyi. “Apa yang kau lakukan? Siapa wanita yang kau bawa pulang ke rumah ini?!”

Nada suaranya bukan sekadar marah namun itu kemarahan seorang ibu yang merasa keluarganya diinjak-injak.

Nenek pun maju selangkah, tongkatnya menghentak lantai batu. “Dirian,” suaranya bergetar namun tajam, “kau benar-benar berniat menghancurkan rumah tanggamu sendiri?”

Semua mata tertuju pada Dirian.

Namun lelaki itu tidak menjawab mereka.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   410. Tidak pernah lahir kedunia ini

    Morvena mengangguk dengan senyuman mengembang. “Terima kasih, Dirian.”Ia berbalik dan melangkah keluar ruangan dengan langkah ringan. Begitu pintu terbuka, Sven yang sejak tadi menunggu langsung menegakkan tubuhnya.“Ayo,” kata Morvena padanya. “Temani aku.”Sven menunduk patuh dan mengikutinya pergi.Dirian bangkit dari tempat duduknya.Langkahnya keluar dari ruang kerja terasa lebih berat dari biasanya. Lorong kastil yang panjang menyambutnya dengan bisik-bisik yang tak lagi disembunyikan. Nama itu Viviene mengalir dari mulut ke mulut, dari pelayan ke penjaga, seperti bayangan lama yang dipaksa bangkit kembali.Dirian mendengarnya. Namun ia memilih meng

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   409. Penyelamat

    Morvena menatap Viviene lebih lama dari yang ia sadari.Wanita itu kini terlihat benar-benar kosong seolah setelah kalimat terakhirnya terucap, sesuatu di dalam dirinya runtuh sepenuhnya. Bahunya tetap tegak, tatapannya masih tajam, tetapi ada kehampaan yang menganga di balik mata biru itu. Kehampaan yang tidak lahir dalam semalam, melainkan terbentuk oleh waktu, oleh ketakutan yang berulang, oleh harapan yang dipatahkan berkali-kali.Morvena mengenal Dirian Leventis.Ia tahu pria itu adalah sosok yang mampu melawan bahkan membantai para penyihir tanpa gentar. Sosok yang kehendaknya tidak mudah digoyahkan oleh siapa pun. Namun kegelapan yang membungkus Viviene jauh lebih dalam dari sekadar rasa takut pada seorang duke. Ini adalah kegelapan yang telah melekat pada hidupnya seperti bayangan yang tidak akan hilang ke mana pun ia

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   408. Cinta pertama

    Ia bersandar kembali di kursinya, seolah keputusan itu hanyalah bagian kecil dari pagi yang biasa.Ilard menunduk hormat. “Baik, Nyonya.”Ilard pergi tanpa menoleh lagi.Langkahnya tenang, terukur seperti seseorang yang tahu betul bahwa apa yang sedang ia lakukan akan menimbulkan riak, dan riak itu memang diinginkan. Tidak ada perintah tertulis, tidak ada suara lantang. Hanya bisikan yang diarahkan dengan tepat, ke telinga yang tepat.Dan kastil pun berubah.Dalam waktu singkat, nama itu mulai hidup kembali.Viviene.Ia muncul di antara desir rok para pelayan, di sela denting piring dapur, di balik pilar-pilar batu tempat orang-orang berhent

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   407. Cemburu

    Dirian menatap Morvena dengan sorot yang tenang, nyaris datar. Tidak ada tantangan di sana hanya keyakinan yang dingin dan terukur.“Rasa penasaran seorang laki-laki,” ucapnya akhirnya, suaranya rendah dan mantap, “bukan berasal dari apa yang mereka lihat.”Morvena tidak langsung menjawab. Ia menatap Dirian, mencoba membaca celah apa pun yang bisa ia genggam sebagai peluang. Namun wajah lelaki itu tetap sulit ditembus.Dirian lalu mengalihkan pandangan. Matanya menangkap sosok Annie yang berdiri tak jauh, menunggu dengan sikap hormat.“Annie,” panggilnya singkat. “Antar Lady Morvena ke kamarnya. Sudah malam. Ia perlu beristirahat.”Annie menunduk. “Baik, Yang Mulia.”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   406. Hanya rasa penasaran

    Malam itu, Kastil Leventis tidak pernah benar-benar tidur.Jerit pelayan berlari dari lorong ke lorong, suara langkah tergesa memecah keheningan, dan lampu-lampu dinyalakan satu per satu seperti ada sesuatu yang hendak disembunyikan dari gelap.Viviene.Nama itu berbisik di antara dinding batu, dibawa angin malam yang dingin dan basah. Viviene kembali mencoba mengakhiri hidupnya.Ia ditemukan di ruang bawah tanah ruang sempit yang selama ini menjadi penjaranya, terkapar dengan napas tersengal, wajahnya pucat kebiruan. Sebuah sendok plastik, yang telah lama menggantikan alat makan besi demi mencegah hal semacam ini, patah dan berlumur darah di dekat bibirnya.Ia memaksakan benda itu masuk ke tenggorokannya sendiri. Entah sudah percobaan b

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   405. Penjaga

    Dirian terdiam.Ia tidak langsung menjawab. Bukan karena tersentuh melainkan karena tidak mengerti. Dirian merasa dia tidak melakukan apapun.Namun ia tidak mengatakan itu.Morvena melanjutkan, suaranya sedikit lebih lembut, hampir seperti bisikan kepercayaan.“Kepala pelayan berkata… aku mendapat perlakuan istimewa karena aku adalah wanitamu.”Kata itu wanitamu menggantung di udara.Dirian akhirnya meletakkan penanya. Ia bersandar di kursi, menatap Morvena lebih lama dari sebelumnya. Ia tidak melihat kebohongan di sana. Tidak ada sihir dan idak ada manipulasi. Hanya… keyakinan yang tumbuh terlalu cepat.“

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status