แชร์

397. Zurine

ผู้เขียน: Raisaa
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-06 09:00:18

Kikikan Morvena terhenti begitu saja.

Bukan karena perintah, bukan karena ancaman melainkan karena satu pertanyaan sederhana yang seharusnya tidak pernah Dirian ucapkan.

Morvena berdiri mematung di tempatnya. Tubuhnya kaku, jemarinya yang tadi bergerak luwes kini terdiam di udara sebelum perlahan ditarik kembali. Api di matanya seolah membeku, menyisakan kilau rapuh yang jarang bahkan mungkin tidak pernah ditunjukkannya pada siapa pun.

Dirian tetap diam.

Ia tidak mendesak, tidak mengulang pertanyaan. Tatapannya lurus dan tenang, namun justru itulah yang membuat udara di antara mereka terasa semakin berat. Diam Dirian bukanlah kebingungan melainkan kesungguhan.

Morvena menarik napas perlahan.

&l

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
ABCDEFG
Dan sejak bab ini aku pensi dini dulu baca novel ini. Maaf thor, ceritamu terlalu berbelit
goodnovel comment avatar
Alan Nasution
udh hmpir 400 bab , tpi blum tmat , jngan bilng smpe 800an , si dirian gak kpok2 , ngambil kputusan tnpa selene . bosen slah paham mulu dramanya krna yg lain tutup mulut , gak bljar dri kslahan
goodnovel comment avatar
tetty saragih
Ampun lah, apakah membuat Zurine si penyihir jatuh cinta pada Dirian, itu yg memutuskan kutukan Dirian sendiri, jangan-jangan Dirian dikutuk karna Zurine mmg mencintai Dirian, Makin gak ketebak, makin mutar-mutar entah kemana Alurnya,...Makin panjang juga bab nya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   425. Penyerahan diri

    Semua orang diam, membeku seolah napas mereka dicabut dari dada masing-masing.Lamina berdiri di tengah keheningan itu, wajahnya pucat, matanya redup oleh kesadaran yang terlambat. Ia mengusap lengannya sendiri, seakan hawa dingin baru saja menyusup hingga ke tulang.“Bulan darah…” ucapnya akhirnya, suaranya rendah dan berat. “Adalah bulan purnama yang berwarna merah.”Ia menelan ludah, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih pelan, seolah takut kata-katanya sendiri. “Setelah aku mengingat kembali… bulan depan adalah waktunya.”Tak ada satu pun yang menyela. Semua mata tertuju padanya.“Dan yang dia maksud dengan menyentuh gunung,” Lamina mengangkat tangannya sedikit, menggambarka

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   424. Hidup abadi

    Lamina membeku.Cangkir di tangannya nyaris terlepas sebelum ia meletakkannya perlahan di atas meja. Jay menoleh dari Lamina ke Dirian, merasakan perubahan suasana meski tidak sepenuhnya mengerti maknanya.Lamina menatap Dirian lama, lebih lama dari yang seharusnya. Ada sesuatu di matanya kejutan, kewaspadaan, dan sedikit… ketakutan.“Dia menyebutkan itu padamu?” tanya Lamina pelan.Dirian mengangguk singkat. “Dia ingin menikah saat bulan darah menyentuh gunung,” katanya. “Dan di danau dengan pantulan bulan.”Keheningan kembali turun, kali ini jauh lebih berat.Lamina menarik napas perlahan, lalu bangkit dari duduknya. Ia melangkah mendeka

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   423. Bulan darah menyentuh gunung

    Pertanyaan itu jatuh begitu saja, tanpa nada tinggi, tanpa paksaan justru itulah yang membuatnya terasa berat. Morvena berdiri di hadapannya, kali ini lebih dekat. Tidak ada senyum di wajahnya, hanya tatapan lurus yang tajam, seolah ia sedang menagih sebuah janji, bukan sekadar bertanya.Dirian membeku.Lorong itu kembali terasa terlalu sempit. Cahaya obor memantul di dinding batu, membuat bayangan mereka saling bertumpuk, menyatu lalu terpisah lagi. Untuk sesaat, Dirian tidak langsung menjawab. Ia menatap Morvena, lalu mengalihkan pandangan, seolah mencari celah di udara untuk bernapas.“Aku…” suaranya terhenti.Ia menghela napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan, seperti seseorang yang sedang menahan runtuhnya sesuatu di dalam dirinya.

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   422 Kesepakatan ayah dan anak

    Dirian mematung dengan ucapan itu, diapun berlutut.Ia tidak bergerak, tidak pula berdiri, seolah jika ia mengubah posisi sedikit saja, jarak yang baru saja ia jembatani akan kembali runtuh. Tinggi mereka kini sejajar, bukan sebagai duke dan pewaris, bukan pula sebagai pria dewasa dan dua anak kecil melainkan sebagai seorang ayah yang sedang diadili oleh darah dagingnya sendiri.Di belakang mereka, dua ibu pengasuh berdiri kaku. Mereka saling melirik, menahan napas, sadar betul bahwa apa pun yang terjadi setelah ini bukan lagi wilayah mereka untuk ikut campur."Apa yang membuat kalian marah padaku?" tanya Dirian berhati hati."Ayah akan mmbunuh kami." Jawab Divrio tanpa ragu."Benar!

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   421. Kesayanganku

    Mereka melangkah berdampingan menuju ruang makan. Langkah kaki mereka beradu pelan dengan lantai marmer, menghasilkan bunyi yang teratur namun terasa janggal seperti irama yang dipaksakan untuk berjalan seiring. Selene berjalan di sisi Morvena, sementara Viviene sedikit tertinggal di belakang, tatapannya tenang namun penuh perhitungan.Keheningan itu terlalu panjang untuk dibiarkan.Selene akhirnya membuka suara, nadanya lembut namun tajam di ujungnya. “Morvena,” katanya tanpa menoleh, “apakah kau benar-benar mencintai Dirian?”Morvena tersenyum kecil, seakan pertanyaan itu menghiburnya. Ia memiringkan kepala, rambut merahnya berkilau di bawah cahaya lampu. “Apakah kau tidak menyukainya?” balasnya ringan, hampir menggoda.Selene menggeleng pelan.

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   420. Tiga wanita

    Selene mengerjap sekali. Hanya sekali, namun cukup untuk menahan gelombang emosi yang tiba-tiba naik ke dadanya. Ia menatap Viviene dengan sorot mata waspada, seolah satu kata yang salah bisa membuat semuanya runtuh.“Apa maksudmu?” tanyanya akhirnya. Suaranya tenang, terlalu tenang, seperti permukaan air sebelum badai.Viviene menyeringai. Senyum itu tidak pernah benar-benar sampai ke matanya.“Aku akan membantumu,” katanya pelan namun penuh keyakinan. “Aku akan memastikan kau tetap berada di posisimu. Di tempat yang aman. Masa depan anak-anakmu akan terjamin.”Selene menatapnya tajam.Viviene berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Namun aku membutuhkamu.”

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status