LOGINTidak ada seorang pun yang bersuara.Dregory terdiam. Wajahnya yang sejak tadi tegang mendadak kehilangan ekspresi. Ia menatap utusan itu seolah tidak yakin telah mendengar perkataannya dengan benar. Putrinya? Siera? Diculik dari kediaman mereka sendiri?"Apa?" Suara Dregory terdengar rendah.Utusan itu semakin menundukkan kepala."Maafkan saya, Duke. Nona Muda diculik dari kediaman. Para pengawal yang berjaga telah ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Bahkan Sir Isaac juga berhasil dikalahkan oleh para penyerang."Dregory mengepalkan tangannya. Ia tidak langsung mengajukan pertanyaan lain. Pikirannya dipenuhi bayangan Siera yang seharusnya berada di dalam perlindungan keluarganya, tetapi kini justru menghilang dari kediaman Elvorn.Ia telah berkali-kali mengingatkan putrinya agar tidak keluar dari kastil. Ia juga telah menempatkan para pengawal untuk memastikan keselamatannya. Namun, semua itu ternyata tidak cukup untuk mencegah kejadian ini.Di sisi lain, Dior masih duduk ta
Ernest segera mengangguk dan bergegas meninggalkan tempat itu untuk mengirimkan kabar ke istana.Sementara itu, Yelian tetap berdiri di tengah balkon yang berantakan. Tatapannya tertuju pada para pengawal yang masih berusaha bangkit, terutama Isaac yang selama ini dikenal memiliki kemampuan bela diri tinggi, tetapi kali ini bahkan tidak mampu mempertahankan Siera.Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menahan amarah yang semakin sulit dikendalikan.Adiknya telah diculik dari dalam Kediaman Elvorn. Dan yang lebih buruk, mereka bahkan tidak tahu siapa yang melakukannya atau ke mana Siera dibawa.“Temukan dia,” ucap Yelian dengan suara rendah, tetapi penuh tekanan. “Apa pun caranya, temukan Siera.”Yelian yang sejak tadi gelisah akhirnya mengangkat kepala. Tatapannya menyapu para pengawal yang berkumpul di hadapannya, seolah baru teringat sesuatu yang mungkin luput dari perhatian mereka."Di mana Zelka?"Para pengawal saling pandang. Tidak ada yang langsung menjawab hingga Yelian kembal
Yelian tersenyum tipis setelah melihat Siera mengangguk. Ia kemudian merapikan pakaiannya dan bersiap meninggalkan balkon.“Baiklah, nikmatilah waktumu. Jangan pergi ke mana-mana, bahkan jangan keluar dari kastil.”Siera menatapnya.“Apa Kakak akan melakukan sesuatu?”“Ada banyak hal yang harus kuurus.” Yelian berhenti sejenak dan kembali menoleh kepadanya. “Ayah masih berada di istana. Jadi, jangan pergi ke mana pun untuk sementara waktu, Siera. Mengerti?”Siera mengangguk kecil.“Baik.”“Bagus.”Yelian mengusap kepala adiknya sekilas sebelum akhirnya pergi meninggalkan balkon. Ia masih memiliki banyak urusan yang harus diselesaikan, terutama setelah keadaan ibu kota berubah begitu kacau.Sebagai pewaris keluarga Elvorn, ia juga perlu memastikan bahwa seluruh kediaman tetap berada dalam pengawasan dan tidak ada masalah yang muncul selama Dregory belum kembali.Setelah kakaknya pergi, Siera kembali duduk di kursinya. Ia menyandarkan punggung dengan nyaman, mengambil cangkir teh yang m
Dregory langsung terdiam.Ia menatap Dior dengan ekspresi sulit dijelaskan. Bukan hanya karena Kaisar itu kembali menggunakan panggilan tersebut di tengah pembicaraan serius, melainkan karena ia sama sekali tidak mengubah nada bicaranya ketika mengucapkannya.“Yang Mulia,” katanya akhirnya, berusaha mengabaikan panggilan itu, “jangan gunakan alasan itu untuk menghindari pembicaraan kita.”“Alasan apa?”“Panggilan itu.”Dior hanya menatapnya sebentar.“Kita sedang membicarakan perang, Duke.”“Justru karena itu, berhentilah memanggilku seperti itu.”Dior tidak menjawab. Ia kembali memandang ke arah halaman istana, seolah percakapan mengenai panggilan tersebut sudah selesai baginya.Sementara itu, Dregory mengusap wajahnya sebentar. Ia masih memiliki banyak hal yang ingin diperdebatkan mengenai rencana Dior, terutama soal penangkapan orang-orang yang diduga terlibat. Namun, Kaisar itu tidak berniat membiarkan siapa pun yang berpotensi mengancam kekaisaran bergerak bebas.Dregory harus me
Dregory terdiam setelah mendengar keputusan Dior. Namun, ia segera menyadari bahwa ada beberapa hal yang harus dipastikan sebelum mereka mengambil langkah lebih jauh. Perang dengan Kekaisaran Barat bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan begitu saja, terlebih jika mereka harus bertempur di wilayah musuh.“Yang Mulia, sebelum memikirkan perang, sebaiknya kita mengirim orang untuk mencari Lionel, Duke Arhad, dan Pangeran Erick. Kita harus menangkap mereka terlebih dahulu.”“Lakukan keduanya secara bersamaan,” jawab Dior. “Kirim mata-mata untuk menemukan mereka. Tangkap ketiganya jika ada kesempatan. Setelah itu, barulah kita memikirkan langkah berikutnya.”Dregory mengangguk kecil, tetapi ekspresinya masih terlihat serius.“Perang dengan Kekaisaran Barat tidak bisa dilakukan begitu saja. Mereka bukan lawan yang dapat kita hadapi dengan mudah, apalagi jika pertempuran berlangsung di wilayah mereka sendiri.”Dior tidak menjawab.“Jika alasannya hanya karena Kekaisaran Barat menjadi tempat t
Dior menatap pria itu selama beberapa saat. Wajahnya tetap dingin, tetapi tatapan merahnya menunjukkan bahwa ia belum sepenuhnya puas dengan jawaban yang diberikan.“Hanya mantan Kaisar? Mengapa kalian begitu takut kepadanya?”Pria itu segera menundukkan kepala.“Karena di dalam tubuh kami semua terdapat racun, Yang Mulia. Racun itu bisa dihancurkan kapan pun beliau menginginkannya.”Beberapa anggota keluarga Arnett tampak semakin pucat. Tidak ada yang berani membantah perkataan tersebut. Rahasia yang selama ini mereka sembunyikan akhirnya terungkap di hadapan Kaisar yang baru.Dior terdiam sesaat, kemudian bangkit dari kursinya.“Kalau begitu, matilah sekarang.”Perkataannya membuat seluruh ruangan gempar. Beberapa orang langsung mengangkat kepala dengan wajah terkejut, sementara yang lain tampak tidak percaya bahwa Dior benar-benar mengucapkan hal tersebut.“Yang Mulia,” Dregory berseru, sedikit mengernyit. “Apakah mereka sudah tidak berguna?”“Tidak.” Dior merapikan pakaiannya deng
Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh
Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis
Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t
“Hah… hah…”Napas Siera memburu setelah berlari tanpa henti. Keringat mengalir di pelipisnya, sementara tangannya mencengkeram pinggir pintu balkon untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.Sang ratu kekaisaran itu berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Semuanya terasa begitu cepat… begitu kacau







