Home / Zaman Kuno / Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah! / 417. Perjalanan yang begitu lambat.

Share

417. Perjalanan yang begitu lambat.

Author: Raisaa
last update publish date: 2026-08-13 22:07:52

Perjalanan berhari-hari menuju wilayah utara akhirnya berakhir setelah rombongan memasuki kawasan pegunungan yang menjadi bagian terluar dari kekuasaan Rurich. Udara dingin langsung menyambut mereka begitu gerbang wilayah itu terlihat dari kejauhan.

Angin yang berembus dari pegunungan menusuk sampai ke balik pakaian perang, membuat sebagian besar pasukan yang sejak tadi menahan lelah akhirnya bisa mengembuskan napas lega. Mereka telah menempuh perjalanan panjang tanpa banyak waktu untuk beristi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ambar Tanti
galakan dior dibanding dregory..hahahaha
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   468. Sidang.

    Kaisar tidak segera menjawab, bukan hanya karena ia tidak memiliki jawaban. Ia sedang melihat sesuatu yang jauh lebih buruk.Di belakang Dior, beberapa prajurit mulai membuka barisan. Satu per satu orang yang selama ini hanya dikenal dari laporan perang dibawa masuk ke halaman istana dengan tangan terikat. Mereka bukan prajurit biasa.Mereka adalah para raja. Para penguasa kerajaan yang selama berbulan-bulan disebut sebagai pemberontak dan musuh Kekaisaran. Beberapa di antaranya bahkan merupakan orang-orang yang selama ini diyakini telah melarikan diri setelah pasukan mereka dihancurkan.Tetapi sekarang mereka berada di sana, hidup, ditangkap dan berdiri di hadapan seluruh Kekaisaran. Bisikan langsung menyebar di antara para bangsawan."Mustahil...""Dia menangkap mereka semua?""Bagaimana mungkin?"Namun suara-suara itu segera berubah ketika seseorang melihat satu sosok lain di antara para tawanan. Seorang lelaki dengan pakaian yang sudah kotor dan wajah yang tampak jauh lebih lelah

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   467. Kepantasan menjadi seorangg kaisar.

    Siera membelalak ketika mendengar suara dari gerobak. Ia langsung mengenalinya.Dior.Air matanya jatuh, sementara Yelian ikut terdiam. Seluruh halaman istana mendadak sunyi. Para bangsawan, prajurit, bahkan rakyat di luar gerbang berhenti bersorak. Kaisar pun menatap gerobak dengan wajah yang sulit dibaca.Tak lama kemudian, jerami di atas gerobak bergerak. Dior perlahan bangkit. Rambutnya berantakan, tubuhnya penuh luka, dan pakaiannya kotor, tetapi tatapan merahnya tetap dingin seperti biasa.Dior turun dari gerobak dan berjalan menuju Kaisar. Ia berhenti beberapa langkah di hadapannya, lalu menundukkan kepala sedikit. Bukan karena hormat, melainkan sekadar formalitas."Salam, Paman."Kaisar masih tidak menjawab. Dior mengangkat wajahnya kembali."Aku kembali."Siera menutup mulutnya, menahan tangis. Setelah berhari-hari mendengar bahwa Dior telah mati, kini lelaki itu benar-benar berdiri di hadapannya. Hidup, meski terluka dan penuh darah.Yelian hanya diam di sampingnya. Siera ak

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   466. Berharap aku mati.

    Siera terus menatap Dregory saat ayahnya melewatinya. Dari jarak dekat, ia bisa melihat wajah lelaki itu yang tampak lelah. Zirahnya terlihat kusam, dan serpihan salju masih menempel di mantel tebalnya.Namun Dregory tidak menoleh kepada Siera. Tatapannya tetap lurus ke depan, seolah tidak melihat siapa pun. Siera merasa aneh karena ia yakin ayahnya pasti menyadari keberadaannya. Jika Dregory tidak menoleh, berarti ia memang sengaja melakukannya.Jantung Siera kembali berdebar. Dregory kemudian berjalan bersama Erick menuju Kaisar dan Ratu. Sorakan rakyat perlahan mereda ketika keduanya berhenti di halaman istana.Kaisar berdiri dengan senyum lebar, tetapi Siera tidak menyukainya. Setelah semua yang terjadi dalam perang, senyum itu terasa tidak pantas baginya.Di samping Kaisar, Ratu berdiri dengan tenang. Para bangsawan pun mulai diam ketika Erick melangkah maju dan berlutut di hadapan Kaisar."Yang Mulia."Dregory ikut berlutut setelahnya.Hampir bersamaan, seluruh pasukan ikut berl

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   465. Kembali.

    Siera masih mengingat perkataan Roseth beberapa saat yang lalu. Wanita itu begitu yakin bahwa Grand Duke Rurich tidak akan pernah kembali hidup-hidup, Roseth tetap menunjukkan senyum penuh keyakinan seolah-olah kenyataan sudah berada sepenuhnya di pihaknya.Namun kali ini, Siera justru tersenyum. Ia menoleh kepada Roseth yang masih berdiri tidak jauh darinya."Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi."Roseth menatapnya. Senyum di wajah wanita itu perlahan melebar, tetapi bukan karena ia setuju. Ada sesuatu yang hampir menyerupai rasa geli di matanya."Sepertinya sekarang kau tidak punya banyak pilihan lain."Siera mengernyit."Apa maksudmu?"Roseth mengangkat bahu ringan. "Kau bisa saja menikahi Putra Mahkota lagi."Siera terdiam sesaat sebelum terkekeh kecil. Entah karena ucapan itu terdengar begitu tidak masuk akal baginya atau karena ia benar-benar tidak menyangka Roseth masih menganggap kemungkinan tersebut ada."Aku tidak akan menikah dengannya."Roseth mengangkat alis."Pert

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   464. Tidak kembali hidup-hidup.

    Hari berikutnya,Perjalanan menuju istana terasa jauh lebih berat daripada yang Siera bayangkan. Sejak kereta meninggalkan Kastil Elvorn dan memasuki jalan utama menuju pusat ibu kota, Siera hampir tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya duduk di dekat jendela sambil memandangi kota yang perlahan berubah semakin ramai di hadapan matanya.Namun semakin dekat mereka menuju istana, semakin aneh perasaan yang muncul di dalam dirinya. Kota itu tidak terlihat seperti sebuah ibu kota yang baru saja menerima kabar kekalahan perang.Jalan-jalan utama dihiasi dengan kain-kain mahal dan bendera Kekaisaran. Lambang kerajaan berkibar di antara bangunan-bangunan besar, sementara bunga-bunga segar dipasang di sepanjang jalan menuju istana. Para pelayan kota bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk memastikan semuanya terlihat sempurna.Begitu megah dan begitu indah, membuat Siera memandangi semua itu dalam diam. Seolah seluruh ibu kota sedang mempersiapkan perayaan besar. Seolah pasukan Kekaisaran

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   463. Menyambut kepulangan.

    Hari-hari berlalu tanpa perubahan. Siera lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kastil karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Bahkan Elois tidak berhasil mendapatkan kabar dari Rurich.Pagi itu, Siera duduk di dekat jendela ketika Yelian masuk ke kamarnya. Kakaknya berhenti beberapa langkah darinya dan memandang Siera dalam diam."Mau sampai kapan kau seperti ini?"Siera akhirnya menoleh."Seperti ini bagaimana maksudmu?"Yelian menghela napas pelan."Kau mengurung diri."Siera mengerutkan kening."Aku tidak mengurung diri.""Kalau begitu, apa yang kau lakukan selama beberapa hari terakhir?""Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan."Yelian menatapnya dan Siera kemudian mengalihkan pandangan kembali ke luar jendela."Aku sudah mencoba mencari informasi.""Aku sudah bertanya kepada orang-orang yang mungkin tahu.""Dan hasilnya tetap sama."Ia tersenyum tipis, tetapi tidak ada kegembiraan di sana."Jadi sekarang aku harus melakukan apa?"Yelian terdiam beberapa saat.

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   53. Pasti menang.

    Siera mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela."Saya pasti menang hari ini."Nada suaranya tenang, tetapi ada keyakinan di dalamnya dan Dregory mengamatinya beberapa saat."Area berburu tidak bisa diprediksi."Siera menoleh lagi. "Bukankah ksatria Elvorn akan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   83. Gelar

    Hari telah berlalu sejak kepulangannya ke kastil, dan kini Siera berdiri di hadapan meja kayu besar di sebuah ruangan tersembunyi di sudut kota.Ruangan itu terlihat lebih baik dan cukup rapi sejak terakhir kali ia datang. Di seberangnya, Rex duduk sambil menatapnya dengan ekspresi yang su

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   2. Mengapa harus kembali?

    Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   1. Kembali hidup

    “Hah… hah…”Napas Siera memburu setelah berlari tanpa henti. Keringat mengalir di pelipisnya, sementara tangannya mencengkeram pinggir pintu balkon untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.Sang ratu kekaisaran itu berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Semuanya terasa begitu cepat… begitu kacau

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status