Share

83. Gelar

Author: Raisaa
last update publish date: 2026-05-09 08:00:28

Hari telah berlalu sejak kepulangannya ke kastil, dan kini Siera berdiri di hadapan meja kayu besar di sebuah ruangan tersembunyi di sudut kota.

Ruangan itu terlihat lebih baik dan cukup rapi sejak terakhir kali ia datang. Di seberangnya, Rex duduk sambil menatapnya dengan ekspresi yang sulit disembunyikan, gelisah.

Siera menangkapnya dengan jelas.

“Apakah terjadi sesuatu?” tanyanya tenang. “Mengapa Anda terlihat begitu gelisah?”

Rex terdiam

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
jangan² ada Dior dibalik Rex ini.....kan kyk jelangkung Dior itu bagi siera
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   622. Singkirkan.

    Dior terdiam. Ia mengalihkan pandangan dari lambang itu kepada Dregory, “Sepertinya masih ada sesuatu yang belum diserahkan oleh kaisar sebelumnya.”Dregory tidak menjawab. Ia justru menoleh ketika mendengar suara langkah kaki mendekat. Felix terlihat menyeret seorang pria yang kedua tangannya terikat. Tanpa banyak basa-basi, ia melemparkan pria itu hingga jatuh tepat di hadapan Dior.Pria itu mengerang kesakitan. Pakaiannya berantakan, wajahnya dipenuhi luka, dan salah satu sudut bibirnya pecah akibat pukulan. Namun, Dior langsung mengenali siapa dirinya.Putra Duke Arhad. Seorang pria yang masih menyandang gelar Duke Muda Arhad, meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Bahkan, ia sebaya dengan Dregory. Dregory mengangkat alis ketika melihatnya.“Kalian menangkapnya?”Felix mengangguk santai.“Dia mencoba melempar dinamit. Jadi, saya pikir akan lebih baik jika membawanya kemari sebelum dia meledakkan dirinya sendiri bersama kita.”Dregory melirik Felix sejenak, kemudian mengangguk.“

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   621. Prajurit berani mati.

    Beberapa prajurit segera berbalik dan menyerbu Dior sekaligus. Ia menghentikan langkah, menghadapi mereka tanpa sedikit pun keraguan. Pedangnya beradu dengan senjata lawan, menimbulkan percikan kecil di tengah malam. Ia menangkis satu serangan, menghindari tusukan dari arah berlawanan, lalu menghantam lutut seorang prajurit hingga pria itu jatuh.Akan tetapi, jumlah lawan terlalu banyak. Ketika ia berhasil menjatuhkan dua orang, tiga lainnya sudah menggantikan posisi mereka. Setiap langkah maju harus dibayar dengan pertarungan baru, sementara Lionel terus dibawa menjauh.Dior menyadari bahwa mereka tidak sekadar ingin mengacaukan istana. Mereka telah merencanakan jalan keluar, menyiapkan pasukan tambahan, dan memanfaatkan racun untuk melumpuhkan para penjaga sebelum memulai serangan. Semua itu dilakukan demi satu tujuan: membawa Lionel keluar dari tahanan.Dan sekarang, mereka hampir berhasil. Dior menerobos satu serangan terakhir, kemudian melesat melewati seorang prajurit yang terja

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   620. Pria bertopeng.

    Pada saat yang sama, beberapa prajurit yang sebelumnya berdiri di belakang Duke Arhad mencabut pedang mereka dan menyerang para kesatria Dregory. Serangan itu terjadi begitu mendadak hingga sebagian pasukan tidak sempat membentuk pertahanan.“Lindungi Duke!” teriak Gerald.Suara benturan pedang segera memenuhi halaman. Para kesatria Dregory yang semula mengepung para penyerang kini terpaksa membagi perhatian untuk menghadapi pasukan baru. Barisan mereka pun mulai menyusut, sementara anak buah Duke Arhad memanfaatkan celah tersebut untuk bergerak maju.Dregory mencabut pedangnya sendiri dan menangkis serangan seorang prajurit yang mencoba mendekatinya.“Jadi, ini tujuan kalian sejak awal,” ucapnya tajam.Duke Arhad hanya tersenyum tipis.“Kau selalu terlalu cepat mengambil kesimpulan.”“Kalau begitu, jelaskan mengapa pasukanmu menyerang anak buahku!”“Karena mereka menghalangi jalan kami.”Dregory tidak lagi membuang waktu untuk berdebat. Ia menyerang balik, memaksa beberapa prajurit m

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   619. Tujuan yang berbeda.

    Dior tetap bersembunyi di balik dinding batu, mengamati kelompok yang baru saja keluar dari penjara bawah tanah. Lionel berada di tengah-tengah mereka, diapit oleh dua orang yang terus mencengkeram lengannya. Mantan kaisar itu tampak lemah, tetapi masih mampu berjalan.Mereka membawanya melintasi halaman belakang, melewati pohon-pohon besar yang tumbuh di dekat bangunan penjara, seolah hendak menuju salah satu gerbang samping istana.Dior memperhatikan mereka dalam diam. Dari tempatnya berdiri, ia dapat melihat beberapa orang berjalan lebih dahulu untuk memeriksa keadaan, sementara yang lain mengawasi bagian belakang rombongan.Mereka bergerak terlalu teratur untuk disebut sebagai sekelompok penyusup biasa. Terlebih, mereka masih bisa bergerak bebas ketika hampir seluruh penghuni istana telah tumbang akibat gas beracun.Jumlah mereka juga jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan Dior sebelumnya.Ia menghitung sekilas orang-orang yang terlihat di halaman, lalu mengalihkan pandangan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   618. Mengulur waktu.

    Wajah Gerald berubah. Ia segera menutup mulut dengan punggung tangan, lalu mengamati sekeliling seolah baru menyadari bahwa bahaya yang mereka hadapi mungkin tidak terlihat oleh mata.“Yang Mulia, racun apa?” tanyanya. “Saya tidak mencium bau apa pun. Tidak ada asap, dan saya juga tidak melihat sesuatu yang mencurigakan.”“Tidak berbau dan tidak berwarna,” jawab Dior singkat. “Itu sebabnya mereka tidak menyadarinya.”Gerald terdiam. Ia kembali memandang para penjaga yang tergeletak tidak jauh dari sana. Jika benar gas beracun telah menyebar ke seluruh istana, berarti siapa pun yang menghirupnya bisa tumbang tanpa mengetahui penyebabnya. Bahkan mereka yang masih sadar mungkin hanya memiliki sedikit waktu sebelum kehilangan tenaga sepenuhnya.Namun, ada satu hal yang lebih mengganggunya.Gerald kembali menatap Dior.“Sejak kapan Anda mengetahuinya, Yang Mulia?”Dior memandang bangunan utama istana yang menjulang di kejauhan. Wajahnya masih tertutup masker, menyisakan sepasang mata merah

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   617. Terlalu tenang dan terasa aneh.

    Vale segera membungkuk dan meninggalkan Dior setelah menerima perintahnya. Dior melanjutkan perjalanan menuju kamar pribadi, mengabaikan para pelayan yang menunduk saat berpapasan dengannya. Meski istana tampak tenang, suasana malam itu terasa sedikit berbeda.Setibanya di kamar, Dior membiarkan para pelayan membantunya bersiap sebelum mandi. Setelah berganti pakaian tidur, ia berjalan menuju jendela dengan rambut hitam yang masih sedikit basah, lalu mengamati halaman istana dalam diam hingga kepala pelayan menghampirinya.“Yang Mulia, apakah Anda akan langsung beristirahat malam ini?”“Ya. Kembalilah.”Kepala pelayan itu tidak segera bergerak. Ia melirik beberapa pelayan lain yang masih berdiri di dekat pintu, seolah ingin memastikan apakah mereka benar-benar harus meninggalkan kaisar seorang diri. Biasanya, setidaknya satu atau dua pelayan akan tetap berjaga di luar kamar untuk memenuhi kebutuhan Dior apabila diperlukan. Namun, perintah yang diberikan malam ini terdengar begitu mutl

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   2. Mengapa harus kembali?

    Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status