Share

49. Kuda Perang

Author: Raisaa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-27 10:00:03

Siera masih tertegun. Jantungnya belum kembali normal. Ia bahkan tidak yakin apakah degupnya karena berhasil mengenai sasaran… atau karena Dior yang berdiri terlalu dekat tadi.

Ia berdeham pelan, mencoba menenangkan diri. Namun saat ia mengambil anak panah berikutnya, tangannya masih sedikit kaku. Ia memasang panah itu dengan gerakan yang lebih lambat dari sebelumnya, berusaha menyembunyikan kegugupan yang masih tersisa.

Baru kali ini ia menyadari sesuatu. 

Di

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Esthaa Flowel
Ciee Tuan Grand Duke Muda sampe segitunya yaa untuk mendukung Siera . Sponsor mu benar² totalitas Sie ......
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
pasti dari dior tuh....
goodnovel comment avatar
Pencinta Cerita
Kuda perang,. Dior Kaku, Dingin dan terlihat Abay sama Siera, tapi Totalitas banget mendukung Siera,. adakah kemungkinan Siera akan jadian sama Dior ...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   585. Apa kau menyukainya?

    Siera akhirnya bernapas lega. Sejak tadi tubuhnya terasa tegang karena tidak tahu bagaimana reaksi ayahnya terhadap semua yang disampaikan Zelka. “Baik, Ayah.”Dregory mengangguk pelan.Kemudian pandangannya beralih kepada Zelka yang masih berdiri tidak jauh dari Siera. “Aku mengizinkannya tinggal.”Zelka sedikit tertegun. Siera juga menoleh kepada ayahnya dengan mata yang langsung terlihat lebih lega.Dregory tidak menambahkan apa pun. Ia hanya memandang Zelka sekali lagi, kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan. Tangannya langsung meraih lengan Yelian dan menyeret putranya yang sejak tadi masih ingin bertanya.“Ayah, tunggu!”Yelian bahkan belum sempat mengucapkan selamat tinggal ketika Dregory sudah membawanya keluar.Di belakang mereka, Siera justru tersenyum kecil. Ia segera mendekati Zelka dan memberi isyarat agar gadis itu mengikutinya.“Ayo.”Zelka mengangguk dan berjalan bersama Siera menuju sisi lain kastil.Sementara itu, Dregory terus berjalan di sepanjang lo

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   584. Aku percaya padamu.

    Keheningan langsung memenuhi seluruh ruangan.Tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Dregory menatap Zelka lebih tajam dari sebelumnya, kewaspadaan terlihat jelas di matanya. Ia bukan pria yang mudah terkejut, terlebih hanya karena satu kalimat dari seorang gadis yang baru dikenalnya, itu bukanlah sesuatu yang bisa ia abaikan begitu saja.“Hukum sebab akibat?” ulang Dregory.Zelka perlahan menurunkan tangannya. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan bahwa ia tahu persis apa yang telah dilihatnya.“Apa maksudmu hukum sebab akibat?” Suara Dregory terdengar tegas.“Itu adalah sesuatu yang terlarang yang pernah kau lakukan.” Balas Zelka.Suasana menjadi semakin aneh. Yelian yang sejak tadi berdiri dengan kedua tangan terlipat langsung membuka matanya sedikit lebih lebar. Siera juga menatap Zelka dengan wajah bingung sebelum beralih kepada ayahnya.“Apa yang sudah Ayah lakukan?” tanya Yelian.Dregory tidak menjawab.“Ayah melakukan sesuatu yang terlarang?” Tanya S

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   583. Hukum sebab akibat.

    Dior mengangguk sekali.Elois dan Celia akhirnya berjalan keluar dari ruangan. Sebelum benar-benar meninggalkan pintu, Celia sempat menoleh sekali lagi. Dior sudah kembali berdiri di depan meja, memeriksa peta dan dokumen wilayah utara dengan wajah datar seperti sebelumnya.Ia bahkan tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja menjadi Kaisar, ia hanya terlihat seperti Dior.Kakaknya.Celia tersenyum kecil sebelum akhirnya pergi bersama Elois.Sementara itu, Dior tetap berdiri di dalam ruangan. Matanya tertuju pada wilayah utara yang terbentang luas di atas peta. Seluruh wilayah tersebut sekarang berada dalam lingkup kekuasaan Rurich, dan semuanya harus ditata kembali agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari....Sementara itu, di Kastil Elvorn, Dregory berdiri di hadapan seorang gadis yang terus menundukkan kepala. Yelian berdiri di sampingnya dengan tatapan curiga, sementara Siera berada di dekat Zelka untuk menunjukkan bahwa gadis itu datang bersamanya dan berada dalam pe

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   582. Memang seperti itu.

    Erick terdiam.“Dan Anda tentu mengetahui hukuman bagi orang yang memberontak terhadap Kaisar.” Lanjut Gerald dengan tenang tanpa ancaman sedikitpun.Erick tidak menjawab.“Takhta tidak melihat apakah seseorang seorang pangeran atau rakyat biasa ketika menjatuhkan hukuman.”Tatapan Gerald menjadi lebih tajam.“Hukuman untuk pemberontakan adalah kematian.”Wajah Erick seketika menegang. Lorong yang tadi dipenuhi suaranya mendadak terasa begitu sunyi. Erick menatap Gerald dengan rahang mengeras. Ia masih terlihat tidak terima, tetapi untuk pertama kalinya sejak menerima perintah tadi, ia tidak lagi berteriak. Ia tahu Gerald tidak sedang menggertaknya.Tidak ada seorang pun yang dapat menganggap titah seorang Kaisar sebagai sesuatu yang boleh ditolak sesuka hati. Terlebih lagi Dior baru saja naik takhta dan sedang berusaha memperkuat kekuasaannya.Erick mengepalkan tangannya.“Aku hanya tidak mengerti,” gumamnya akhirnya. “Kenapa dia melakukan ini kepadaku?”Gerald tidak menjawab pertany

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   581. Sama saja memberontak.

    Kenangan itu berakhir. Dior perlahan membuka mata dan kembali melihat ruangan di hadapannya. Wajahnya tetap datar meskipun ingatan masa kecilnya masih terlintas di pikirannya.Tidak jauh darinya, Gerald berdiri menunggu. Begitu melihat Dior sudah sadar, ia segera mendekat.“Yang Mulia.”Dior menatapnya.“Apa yang terjadi?”Gerald menundukkan kepala lebih dalam.“Pangeran Erick tidak mau pergi. Beliau masih menunggu Anda dan meminta penjelasan mengenai wanita itu.”Dior tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tenang, tetapi pikirannya sudah memahami persoalan yang dimaksud Gerald. Erick datang bukan untuk sekadar menunggu. Ia ingin jawaban, seolah dirinya masih memiliki hak untuk menuntut sesuatu dari Dior hanya karena pernah menjadi bagian dari masa lalunya.Namun bagi Dior, itu sudah selesai. Ia tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskannya kepada siapa pun.“Lemparkan dia ke penjara tempat ayahnya berada.”Gerald yang semula sudah siap menerima perintah lain langsung tertegun. Ia

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   580. Tidak bisa menangis

    Pemakaman Isla berlangsung sederhana. Tidak ada upacara besar atau banyak tamu, hanya peti, beberapa bunga putih, dan orang-orang terdekat.Grand Duke Luca berdiri diam di dekat makam. Sesekali tatapannya beralih kepada Dior yang berdiri beberapa langkah darinya dengan pakaian hitam. Anak itu tidak menangis dan hanya menatap makam ibunya.Dior tahu Isla sudah meninggal dan tidak akan kembali. Baginya, itu adalah kenyataan yang harus diterima. Namun bagi Luca, melihat putranya berdiri tanpa menunjukkan kesedihan justru terasa sangat berat. Ia tahu Dior tidak memilih keadaannya dan tidak bersalah atas apa yang terjadi.Sementara pemakaman berlangsung, beberapa bisikan mulai terdengar dari orang-orang yang melihat Dior.“Dia bahkan tidak menangis.”“Bukankah ibunya baru saja meninggal?”“Lihat wajahnya.”“Tidak ada perubahan sama sekali.”“Anak itu benar-benar tidak memiliki perasaan.”“Bagaimana bisa seorang anak tetap setenang itu setelah melihat ibunya mati?”“Tatapannya bahkan tidak

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   2. Mengapa harus kembali?

    Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status