Share

49. Kuda Perang

Penulis: Raisaa
last update Tanggal publikasi: 2026-04-27 10:00:03

Siera masih tertegun. Jantungnya belum kembali normal. Ia bahkan tidak yakin apakah degupnya karena berhasil mengenai sasaran… atau karena Dior yang berdiri terlalu dekat tadi.

Ia berdeham pelan, mencoba menenangkan diri. Namun saat ia mengambil anak panah berikutnya, tangannya masih sedikit kaku. Ia memasang panah itu dengan gerakan yang lebih lambat dari sebelumnya, berusaha menyembunyikan kegugupan yang masih tersisa.

Baru kali ini ia menyadari sesuatu. 

Di

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Esthaa Flowel
Ciee Tuan Grand Duke Muda sampe segitunya yaa untuk mendukung Siera . Sponsor mu benar² totalitas Sie ......
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
pasti dari dior tuh....
goodnovel comment avatar
Pencinta Cerita
Kuda perang,. Dior Kaku, Dingin dan terlihat Abay sama Siera, tapi Totalitas banget mendukung Siera,. adakah kemungkinan Siera akan jadian sama Dior ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   490. Selesai.

    Kaisar langsung ditangkap dan dibawa keluar dari aula. Para bangsawan yang menentang keputusan Dior juga mengalami hal yang sama. Meski beberapa masih berteriak memprotes, tidak ada yang mampu menghentikan para penjaga.Suara langkah kaki, rantai, dan teriakan mereka perlahan menghilang di lorong istana. Aula kembali sunyi.Beberapa saat lalu mereka masih menjadi Kaisar dan bangsawan. Kini mereka hanya tahanan yang menunggu hukuman.Dior tetap berdiri tenang di tengah aula, lalu menatap Erick."Aku pikir kau begitu peduli kepada ayahmu."Erick yang sejak tadi diam perlahan mengangkat wajahnya. Tatapan mereka bertemu, tetapi Dior sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan."Kau tidak ingin menemaninya ke penjara sambil menunggu hukumannya?"Erick mengatupkan bibir dan mengepalkan tangannya. Ia tahu Dior sedang memberinya pilihan. Jika ingin membela ayahnya, ia bisa pergi bersamanya. Namun jika tetap di sana, ia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya kini seorang tahanan.Erick tidak m

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   489. Bukan Kaisar sementara.

    Erick mengepalkan tangannya semakin kuat. Urat di punggung tangannya terlihat jelas, sementara tatapannya tertuju kepada Dior dengan campuran amarah dan ketidakpercayaan. Ia tidak pernah membayangkan bahwa hanya dalam satu malam, gelarnya sebagai Putra Mahkota bisa dicabut begitu saja."Kau tidak bisa memutuskan hal itu."Dior yang hendak berbalik tiba-tiba berhenti. Ia menoleh kepada Erick dengan tatapan dingin dan tenang.Tanpa berkata apa-apa, Dior kemudian berjalan mendekatinya. Para bangsawan yang berada di sekitar mereka segera memberi jalan. Langkah Dior tetap tenang sampai akhirnya ia berhenti tepat di hadapan Erick."Kenapa?"Erick terdiam dan Dior menatapnya lurus."Karena kau masih merasa memiliki hak atas takhta itu?"Rahang Erick mengeras."Aku hanya mengatakan bahwa keputusan itu tidak bisa kau ambil seorang diri.""Kenapa tidak?""Karena kau bukan Kaisar yang sah."Beberapa orang langsung menahan napas. Siera yang berdiri tidak jauh dari sana pun menatap Erick dengan wa

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   488. Status dan gelar.

    Tatapan Dregory beralih kepada Dior. Hanya sesaat, tetapi cukup untuk membuat semua orang memahami bahwa Dior kini berdiri paling dekat dengan takhta.Dior tetap tenang, hanya sorot matanya yang berubah tipis sebelum kembali menatap Kaisar. Dregory pun kembali menghadap lelaki yang selama bertahun-tahun duduk di atas takhta."Begitu pula denganmu."Suara Dregory rendah dan tegas."Kau pernah mendapatkan kesetiaanku karena kau adalah Kaisar."Ia berhenti sejenak, membiarkan kalimat itu menggantung di antara mereka."Selama kau duduk di atas takhta itu, aku menjalankan perintahmu. Aku memimpin pasukanmu, menjaga wilayahmu, dan mempertaruhkan hidupku demi Kekaisaran."Tatapan Dregory tidak sedikit pun melembut."Namun semua itu bukan karena aku milikmu."Kaisar mengepalkan tangannya.Dregory melanjutkan, "Aku melakukan semua itu karena takhta yang kau duduki adalah takhta Kekaisaran."Keheningan semakin dalam."Dan sekarang..." Dregory menatapnya lurus, "Kau telah kehilangan takhta itu."

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   487. Kesetiaan pada tahkta.

    Siera merasa dadanya sesak, tetapi Dior tetap berdiri diam tanpa membantah ataupun membalas. Dregory yang mengawasinya tahu bahwa Dior tidak akan menangis atau berteriak. Justru karena itu, ia bisa memahami betapa dalam kata-kata Kaisar menyakitinya. Dior telah kehilangan ayahnya, keluarganya dibinasakan, dan kini kelahirannya dihina oleh orang yang berada di balik semua penderitaan itu.Beberapa anggota Dewan langsung menegang.Kaisar tertawa pendek, tetapi suara itu terdengar lebih seperti luapan keputusasaan daripada kegembiraan."Dan kalian..." Tatapannya menyapu seluruh ruangan. "Kalian semua memilih bajingan yang bahkan tidak memiliki emosi dan perasaan untuk menjadi Kaisar?"Dior tetap tidak bergerak.Kaisar menunjuknya dengan tangan yang gemetar."Kalian benar-benar berpikir orang seperti dia bisa memimpin Kekaisaran?"Tidak ada yang menjawab."Kalau begitu, lihat saja!"Suaranya menggema di seluruh aula."Kalian akan melihat sendiri bagaimana Kekaisaran ini hancur di tanganny

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   486. Tidak pantas.

    Aula kembali sunyi. Siera merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia tidak tahu apakah ramalan itu benar, tetapi melihat wajah Kaisar, Siera yakin lelaki itu mempercayainya. Bahkan begitu dalam hingga ia rela menghancurkan keluarga Rurich demi mencegah ramalan itu terjadi.Namun semua usahanya gagal. Dior masih hidup.Siera menatapnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Kini ia memahami bahwa Dior tidak hanya berdiri di hadapan Kaisar untuk membalas kematian ayahnya, tetapi juga sebagai satu-satunya darah Rurich yang tersisa setelah keluarganya diburu dan dihapus dari sejarah.Mungkin itulah alasan Kaisar begitu takut melihat mata merah Dior. Di hadapannya berdiri seseorang yang seharusnya sudah mati, tetapi masih hidup dan membawa nama Rurich.Siera dan Yelian hanya terdiam, menyaksikan sejarah lama yang selama ini dikubur kembali terbuka. Nama Rurich kini terdengar lagi di aula kekaisaran, bukan sebagai keluarga yang kalah, melainkan sebagai darah terakhir yang masih hidup.Dior Rurich

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   485. Ramalan dan kutukan

    Siera terdiam cukup lama. Ia masih menatap Dior sambil memikirkan semua yang baru saja terungkap. Selama ini ia hanya mengenal Rurich sebagai keluarga bangsawan kuat dengan wilayah luas, pasukan besar, dan pengaruh yang disegani. Ia tidak pernah tahu bahwa keluarga itu menyimpan sejarah tentang takhta yang dulu menjadi milik mereka, sebelum akhirnya disingkirkan dan dipaksa hidup sebagai bangsawan.Yang lebih mengerikan, darah keluarga Rurich juga pernah diburu hingga hampir tidak tersisa. Dior adalah satu-satunya keturunan Rurich dari garis nenek pihak ayahnya.Siera kembali menatap Dior, ia tidak hanya melihatnya sebagai Grand Duke, tetapi sebagai seseorang yang mungkin selama ini memikul beban besar seorang diri. Tanpa sadar, Siera menggenggam ujung pakaiannya."Kak..." bisiknya kembali.Yelian menoleh. Siera menatap kakaknya dengan banyak pertanyaan yang masih belum terjawab."Kalau semua ini benar, kenapa tidak ada seorang pun yang membicarakannya?"Yelian menghela napas pelan."

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   2. Mengapa harus kembali?

    Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   1. Kembali hidup

    “Hah… hah…”Napas Siera memburu setelah berlari tanpa henti. Keringat mengalir di pelipisnya, sementara tangannya mencengkeram pinggir pintu balkon untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.Sang ratu kekaisaran itu berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Semuanya terasa begitu cepat… begitu kacau

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status