Share

Bab 73

Author: Just Mommy
last update publish date: 2026-10-30 18:49:34

"Menunjukkan apa, Pak?" tanya Clove sambil menautkan alisnya.

"Nanti," sahut Dewa pendek dengan senyum tipis yang sukar diartikan. "Selesaikan makanmu dulu!"

Clove mendengkus pelan seraya cemberut. "Kalau belum mau memberi tahu, tidak usah memancing penasaran, Pak."

"Makan saja, Love. Jangan banyak protes!" balas Dewa tenang.

Dewa mengusap bibirnya menggunakan serbet kain untuk terakhir kalinya. Ia langsung berdiri dari kursi.

Tanpa mengucap sepatah kata pun, pria itu melangkah menuju meja ker
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 73

    "Menunjukkan apa, Pak?" tanya Clove sambil menautkan alisnya."Nanti," sahut Dewa pendek dengan senyum tipis yang sukar diartikan. "Selesaikan makanmu dulu!"Clove mendengkus pelan seraya cemberut. "Kalau belum mau memberi tahu, tidak usah memancing penasaran, Pak.""Makan saja, Love. Jangan banyak protes!" balas Dewa tenang.Dewa mengusap bibirnya menggunakan serbet kain untuk terakhir kalinya. Ia langsung berdiri dari kursi. Tanpa mengucap sepatah kata pun, pria itu melangkah menuju meja kerjanya. Clove yang masih menahan rasa penasaran itu menatapnya.Dewa meraih sebuah stopmap tebal bernuansa merah tua dari atas meja. Ia pun kembali dan menyerahkannya pada wanita itu.Clove mengerutkan dahinya bingung. "Ini surat apa, Pak?"Dewa menyandarkan pinggulnya di tepi meja seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Senyum yang tipis terukir di bibirnya."Selamat," ujar pria itu dengan nada suara berat nan tenang. "Sekarang kamu sudah resmi menjadi janda."Clove seketika membelalakkan

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 72

    Monica berdiri mematung di depan lift dengan wajah memerah padam. Dia mengepalkan jemarinya erat sebelum akhirnya berbalik dan melangkah pergi dengan hentakan kaki penuh rasa malu yang membakar. "Gila, Bu Monica dibentak habis-habisan di depan umum!" bisik seorang staf keuangan seraya membelalakkan mata tak percaya. "Iya! Padahal Bu Monica itu direksi yang paling ditakuti di gedung ini," timpal karyawan lainnya dengan nada takjub bercampur puas. Namun, fokus perbincangan itu dengan cepat mengarah pada sosok Clove. Spekulasi liar yang semula hanya berembus samar di antara koki kantin kini menyebar luas ke seluruh penjuru kantor. "Tapi chef pribadi itu beneran bukan orang sembarangan, deh," cibir seorang wanita bersetelan kerja ketat di salah satu meja. "Mana ada chef yang troli makanannya didorongin langsung sama Bos besar?!" "Iya, jangankan dorong troli, Pak Dewa nyapa staf biasa aja hampir gak pernah! Ada yang gak beres, nih. Gak mungkin hubungan mereka cuma sebatas

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 71

    Pintu lift khusus terbuka perlahan saat tiba di lantai tiga. Namun, pemandangan pertama yang menyapa indra penglihatan Dewa bukannya aroma makanan hangat atau suasana tenang, melainkan suara perdebatan yang bising.Pria itu melangkah keluar dan mendapati Clove sedang berdiri menahan dorongan trolinya, dihambat oleh Monica yang bersedekap angkuh di depan pintu.Aura di sekitar Dewa seketika turun hingga ke titik beku. Matanya menyipit tajam, memperlihatkan kekesalan yang luar biasa."Ada apa ini?" suara bariton pria itu menggelegar rendah. Namun sanggup membekukan lorong tersebut.Monica yang mendengar suara dingin itu seketika berbalik. Wajahnya yang semula galak mendadak berubah menjadi penuh senyuman ramah dan rasa bangga.Ia mengira baru saja melakukan tindakan yang sangat berjasa bagi pimpinannya."Ah, Pak Dewa!" ucap Monica manis, melangkah mendekati Dewa. "Baguslah Bapak turun. Saya sedang menertibkan wanita ini."Dewa menatap Monica dengan pendar mata yang sangat dingin. "Men

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 70

    Sebelum Clove sempat membalas, seorang pria bercelemek putih keluar dari ruang penyimpanan bahan. Wajahnya yang semula tegang seketika berbinar cerah saat melihatnya."Clove? Kamu kerja di sini?" tanya pria itu dengan nada gembira.Wanita itu menoleh dan matanya ikut membelalak lega. "Mas Bima?"Keduanya saling melempar senyum lebar. Bima adalah senior Clove saat masih menimba ilmu di sekolah kuliner beberapa tahun lalu. Hubungan mereka memang cukup akrab sebagai sesama koki."Astaga, aku dengar ada koki pribadi baru buat Pak Dewa, gak nyangka ternyata kamu!" ujar Bima seraya menepuk bahu Clove ramah. "Ada apa? Apa kamu butuh bantuanku?""Aku kehabisan fresh rosemary, Mas. Kira-kira boleh pinjam sedikit, gak?" jawab Clove meringis pelan. "Boleh banget, jangankan sedikit, satu pot juga tak kasih!" tawa Bima renyah seraya berbalik menyambar seikat rosemary segar dari rak pendingin.Sambil menyerahkan bumbu itu, Bima menyempatkan diri mengobrol singkat, menanyakan kabar serta mendoakan

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 69

    Darah Clove berdesir mendengarkan cacian pedas pria di hadapannya. Kata 'tidak kompeten' yang meluncur mulus dari bibir Dewa berhasil menyulut seluruh harga diri dan profesionalismenya sebagai seorang chef.Ia mengepalkan jemarinya, menatap tajam ke dalam iris mata pekat milik pria arogan itu."Baik, saya terima tantangan Bapak!" sahut Clove dengan nada suara dingin dan sarat penekanan.Dewa menyunggingkan senyum tipis penuh kemenangan, menyandarkan punggungnya semakin dalam ke kursi kebesarannya."Tapi saya minta waktu," lanjut Clove cepat sebelum pria itu sempat bersuara. "Sebentar lagi sudah masuk jam makan siang. Saya akan memasak menu makan siang untuk Anda sesuai jadwal dulu. Setelah itu, baru saya proses menu eksperimen baru yang Bapak inginkan."Dewa tidak memprotes sedikit pun. Lagipula, tujuan utamanya memutar otak dengan alasan konyol ini memang hanya demi memastikan wanita di hadapannya itu terus berputar di sekitarnya."Terserah kamu," sahut pria itu datar, pura-pura ti

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 68

    Setibanya di lantai teratas, Clove menarik napas panjang di depan pintu yang menjulang tinggi. Ia mengetuk pintu itu tiga kali dengan ketukan yang teratur. "Masuk," sahut suara bariton dari dalam, terdengar dingin dan datar. Clove mendorong pintu itu, melangkah masuk dengan bahu tegap. Ia memposisikan dirinya sangat formal. Layaknya seorang staf profesional yang hendak menyerahkan laporan operasional kepada sang pimpinan tertinggi. Di tangannya, tertapit map tipis berisi lembaran rencana menu masakan selama seminggu ke depan beserta beberapa poin kebutuhan dapur yang telah ia susun rapi. Dewa tampak duduk di balik meja kerja megahnya. Pria itu mengenakan kemeja putih yang lengan bagian bawahnya digulung hingga ke siku, menampilkan urat-urat tegas di lengan bawahnya. "Selamat siang, Pak Dewa," sapa Clove formal, menjaga jarak berdiri di depan meja. "Saya ingin menyampaikan laporan penataan bahan masakan dan daftar rencana menu untuk seminggu ke depan." Pria itu menyandar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status