Share

Chapter 41

last update Tanggal publikasi: 2026-02-18 10:00:00

Sienna membuka air keran.

Restroom ini bau air basi dan besi.

Kucuran air Ia biarkan lebih dulu mengalir, mendahului pikirannya yang sekusut gulungan benang. Pada belakang tubuhnya, Jonathan terduduk melamun pada badan toilet. Pemuda itu bernapas, tetapi Sienna merasa sedang menghadapi seorang mayat.

Tak henti-hentinya sang gadis melenguhkan panjang napas. “Ha…” Sienna mengusap wajahnya sendiri. “What’s in the world happened to you, Jo? Where have you been to make
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 151 TAMAT

    “Minggir, Stacy. Sasya mau gendong juga!”“Cepetan difoto!”“Hmm… harumnyaa~”“Oh, oh! Dia senyum! Buruan difoto!”“…”“M-Mahkotanya jatuh!”Sambutan paling meriah dengan urutan:1. Classic biola Argenvale Symphony-Set2. Grand Piano Elmont Grand-Pearl Edition3. Diiringi Harpa kristal, terbaru dari Elarisse H-12 Concert SeriesPotongan pohon Sakura imitasi paling besar ditanam pada tengah lantai satu mansion Yudhistira. Ratusan kelopak merah mudanya, menutupi cetak tulisan kaca Aurelith:[Happy 1st Birthday, Mirae Yudhistira]Tak ada yang mengindahkan, sebab, seluruh atensi para tamu pesta ulang tahun jatuh pada bayi dengan senyuman penuh memesona.Semuanya berebut ingin foto dengan Mirae versi sempurna, bergaun renda-renda Étoile Diamond Baby Dress; Stacy, Bella, Aurel, Jinha, gadis-gadis tercantik dari keluarga Yudhistira saling line-up, berbaris. Menunggu giliran berfoto dengan princess cantik di atas kursi ulang tahun ber-safety khusus.Wanita yang melahirkannya, yang susah payah

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 150

    “Sie...”“...”“Hm?”“...”“...kita tadi, enggak pake kondom, ya.”“Iya.”Plafon dingin di atas mesin filter udara smart air Cryovent ZR-5 Climate Unit. Berdengung. Masih belum ada satupun suara eksternal layar monitor bayi Nestoria M4 Guardian-Cam. Bayi cantik menggemaskan—Mirae, masih tertidur pulas dengan stuffed bunny di tangannya.Tanpa tau, kedua orang tuanya hampir terkena serangan jantung.Bantal di bawah panggulnya seketika dibanting melawan karpet model Velcrona Soft-Step RX yang tak bersalah. Paling pertama panik, justru Samuel sendiri. Sienna, sudah menyadari sejak lebih awal seks mereka yang tanpa pengaman. Paniknya Samuel sampai membuatnya terpeleset piyama berserakan sendiri.“Kenapa enggak bilang, Sie.”“Hah? Kok aku?”Samuel kenakan cepat-cepat boxer hitam hingga piyama tidur lengkap. “Harusnya henti-in aku waktu kita enggak pakai kondom. For god’s love.”“Kok nyalahin aku!?” Sienna naik pitam. Walaupun paniknya juga gradually terus naik. Disaksikan sang suami cepat-c

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 149

    Separuh yang masuk.Daripada kenikmatan, yang Sienna rasakan pertama kali justru—‘Fuck! Sakit! Serius, sakit! Seriusan se-gede ini? Sumpah, sakit!Kotak putih berenda ivory berlabel Arvenix R-12 Newlywed Collection—tadinya diabaikan, Sienna paksa buka dengan posisi penis Samuel ‘tersangkut’ setengah di dalam kemaluannya.Merutuk dalam hati dan agak kesal juga. Sienna kira seks setelah punya anak akan terasa lebih ‘mudah’ dipagelarkan? Rasa sakitnya sama, dan pelumas alami vaginanya kurang cukup melubrikasi penetrasi.Sienna sempat percaya diri dengan saluran vaginanya—Ia sempat melahirkan, bukan? Perasannya atau apa? Penis Samuel terasa lebih besar dari lubang lahirnya sendiri.“Tsk. Sam! Kecil-in kemaluanmu!” geram Sienna akhirnya memutus mood romantis ‘malam pertama’ mereka. Terpaksa dibuka botol baru lubricant untuk melumasi vaginanya. Banyak, butuh banyak sekali. Sienna tak paham dimana yang salah, pahanya mulai lelah sebab terlalu lama mengangkang.Berawal dari perih dan sesak,

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 148

    Jika tidak berkat terbantingnya engsel jendela model Asteron VX-4 Panorama Glass—terhempas angin malam—Sienna mungkin akan sangat nervous dengan awkward terjatuh ke atas tubuh suaminya.T-shirt baju tidur pemuda itu tersingkap hingga ke lekuk otot abdomennya. Untung saja, Sienna cepat-cepat pindah posisi sebelum tak sengaja melihat. Terlalu sibuk menetralkan suasana penuh gugup, Sienna asal saja membuka berbagai rak dan lemari yang—jumlahnya banyak sekali di kamar super besar ini—penuh dengan barang, entah apa.Benda panjang diambil. Rak sebelah kiri dari ranjang raksasa mereka, menempel sebuah tempat yang ketika digeser pegangannya, berbagai macam botol-botol kecil warna-warni tersimpan di sana.Menyernyit sebentar, Sienna. Salah satu botol berwarna pink dengan tekstur semacam gel, diambil, diangkat ke hadapan wajah sang pemuda.“Sam,” panggil gadis itu, menoleh sebentar, “Ini apaan, deh? Botol sebanyak ini. Minuman atau apa?”Bantal berpasangan dari ranjang besar Corvessa M11 Imperi

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 147

    “SUMPAH! AKU BELUM NGELAKUIN APA-APA!”Bantal dari Elluné Cradle-Pro tiba-tiba ditendangnya. Dua lengan terangkat ke udara—pose criminal tertangkap basah. Histeris Mirae yang terbangun dengan posisi menjerit trauma, diperparah dengan Samuel yang mendadak tertular virus tantrum.“Sam, kamu itu kenapa?” bahu kanannya kram, pegal, dipakai terlalu lama menimang Mirae sendirian. Dilihatnya Samuel dengan kepala terdongak. “Kamu kenapa tiba-tiba teriak begitu? Enggak boleh main lempar-lempar barang.”“TAPI AKU KESEL!” satu lagi bantal dibalingnya dengan hembus emosi. “AKU BELUM NGAPA-NGAPAIN! LOOK, SIE. DID I TOUCH ANYTHING? NO! I WAS JUST HERE, BREATH! AND—YET,”“Iya, aku paham,” Sienna coba tenangkan suaminya sambil mencoba—juga—tenangkan bayi mereka. “Aku ngerti kamu kesel, but please, don’t throw anything. Aku trauma lihat laki-laki yang suka lempar-lempar barang. Cukup, ayahku aja—”/crash!/“SAM!”Tabung akrilik penuh dengan bubuk bedak steril Vellatrix Care Powder ditendang, Samuel ke

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 146

    Lengketnya deep-raven surai Samuel menandingi lengket dari tanah lumpur bekas guyuran hujan di lahan taman mansion Yudhistira.Cepat alat sensor Orphéline Vault-Access memindai ‘keberadaan’ Samuel—semenjak memiliki anak, keamanan di mansion-nya diubah sangat ketat. Ada Julius yang terus mengekor di belakang, sedang diperiksa barang bawaannya.Hari ini, hari terberat bagi Samuel.Meski kehidupan perkuliahan tak jauh dari sebatas ‘formalitas’, tugas dan banyak kunjungan tetap memenuhi absensi. Samuel telat sedikit, absennya merah. Ganta marah. Terhitung selesai urusan kampus, Samuel ganti seragam jadi jas hitam formal.Tanpa ampun. Sang ayah meminta Samuel memegang empat cabang Perusahaan Yudhsitira sekalipun. Usianya belum genap dua puluh tahun, client-nya berusia puluhan tahun. Bulan terbit meninggi, Samuel baru bisa menjejak pulang.Dihimpit kerasnya kewajiban sebagai anak, ayah, suami, kata ‘lelah’ tak cukup membantu Samuel. Matanya lengket sekali, Samuel berjalan cepat ingin segera

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 25

    Christine Soediharjo POV “Iya, iya. Makasih sudah datang ke sini, Kak. Sorry, jauh-jauh ngerepotin. Oke, diganti perbannya setiap dua jam sekali. Apa? Oh, dia belum boleh mandi dulu. Oke, Kak, siap. Makasih sekali lagi.” “Ha…” Cleopatra memutuskan sambungan dari Samsong Galaxy X Flip-5, sebelu

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 23

    Christine Soediharjo POV“Very well. Kalau begitu list terakhir kita—ah, bagaimana dengan Sienna Halim? Kenal dengan dia?” Sersan Domestic Investigation Unit menconteng lembaran terakhir restricted-access case folders. Payung bolpoin hitam diketuk-ketuk pada papan yang berdiri di samping dekap leng

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 21

    Sienna Halim POV Jengkel di hatiku tidak bisa lepas meskipun Raya sudah menjelaskan sebaik mampunya. Samuel, Angelina, dan cewek OSIS baru itu. Sudah kuputuskan, tiga manusia itu adalah target baruku nanti. Siapapun yang berkaitan dengan Samuel, entah mengapa begitu mudah bagiku untuk merasa kes

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 19

    Sienna Halim POV“Dari jauh juga enggak apa. please? Aku cuma mau memastikan, ayahmu enggak berbuat yang aneh-aneh lagi.” Jonathan tidak berhenti menggenggam, menciumi telapak tanganku, sampai mataku bosan melihatnya.Dengan sangat terpaksa, kubolehkan dia. Jonathan senang sekali, sampai tidak sada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status