共有

Mewah Tapi Asing

作者: MJoy Ganteng
last update 公開日: 2026-10-29 12:00:45

“Permisi… Selamat malam,” Larasati Putri menatap petugas penerima tamu itu dengan gugup. Ia kembali memeriksa undangan digital di ponselnya, memastikan dirinya tidak salah datang ke hotel.

“Nama saya Larasati Putri. Saya datang sebagai pendamping Pak Arga Adhitama.”

Petugas itu memeriksa layar tabletnya sekali lagi. “Sebentar, Mbak. S

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ex Pacar Online: Jangan Lari, Ayo Nikah!   Yang Dipegang Dari Laki-laki

    "Sekarang kamu, sudah berani cium Mas duluan? Dapat ide dari mana?""Emm, nggak dari mana-mana.” Spontan jawaban itu terlontar begitu saja. ”Tapi… sekarang Mas, maunya apa?" tanya Laras yang memang tak ingin mengabaikan kewajibannya sebagai istri.Entah sebesar apa ketidaksiapannya ‘melayani’ Arga seutuhnya, tapi ia harus mulai memberanikan diri. Kewajiban tetap kewajiban.Namun kini, ketika Laras membuka jalan, justru Arga yang terlihat ragu. Kalimat-kalimat Valeria waktu itu masih membekas dan tampak sulit dihapuskan dari kepalanya."Mau semuanya. Tapi bukan sekarang," ucap Arga dengan percaya diri, seolah iman dan sabarnya menahan hasrat yang sangat kuat. "Seperti janji Mas waktu itu. Pelan-pelan saja, jangan membebanimu dengan kewajiban istri di ranjang. Percayalah, Mas sabar, kok.”"Yakin?""Yakin. Jangan takut Mas makan kamu. Jadi, selain rumah ini, kamar ini juga milik kamu. Jangan pernah canggung dan seolah kamu harus jaga sikap kayak orang asing lagi.”Hembusan napas Laras te

  • Ex Pacar Online: Jangan Lari, Ayo Nikah!   Cium Duluan

    "Mas Arga pulang tuh, Ti," ungkap Nisa, saat menghampiri Laras yang sedang, mengupas buah untuk Oma di ruang keluarga. Ia tak langsung bangkit untuk menyambut, karena saat berangkat menjemput Pak Musri tadi pun, pria itu masih sangat dingin."Uti, samperin, kok diam?""I-iya, Nis." Pisau dan sebuah apel yang belum selesai Laras kupas diletakkan begitu saja di atas piring. Ia beranjak pergi ke depan, sembari memastikan pakaiannya rapi."Mas?" Laras langsung menyambar tangan suaminya, dicium singkat. "Mau makan? Aku tadi masak sendiri. Tinggal dipanasin kalau mau.""Tadi, sudah makan di cafe bareng Ayah. Ayo masuk," jawabnya datar.Penuturan Arga membuat Laras sedikit kecewa.Padahal dia sudah memasak resep makanan kesukaan Arga dari Oma. Dari belakang, ia mengekori Arga, sampai ke dalam kamar. Ia pikir mereka harus bicara, mengenai masalah siang tadi."Mas?""Hm?" Arga menoleh sambil membuka jaketnya."Aku ... Aku...." Lebaran skenario yang tersusun rapi beberapa jam lalu mendadak leny

  • Ex Pacar Online: Jangan Lari, Ayo Nikah!   Bukan Level

    Spontan Laras langsung menoleh menatap Arga yang sedang berjalan cepat ke arahnya. Sebenarnya, ia tidak enak hati merepotkan Arga. Perjalanan dari Lembang ke Jakarta saja sudah menyita waktu dan tenaga, dan setelah di Jakarta, suaminya itu masih harus menguras pikiran di kantor.Namun, di saat seperti ini, karena ia tak mau suaminya itu salah paham, Laras harus menelpon Arga.Baru saja Arga hendak bertanya, tapi pandangannya langsung tertuju kepada Galang yang masih tak sadarkan diri di atas brankar rumah sakit. Tak lama, ia kembali menatap istrinya.. "Loh, ini Galang? Dia kenapa?"Glek!Napas Laras seakan tercekat di tenggorokan. Namun, mau tidak mau ia harus menjelaskan.

  • Ex Pacar Online: Jangan Lari, Ayo Nikah!   Memangnya Kamu Siapa

    Air minum yang sodorkan ayahnya Laras, membuat Galang semakin sesak. Ia juga tidak bertenaga menjawab pertanyaan Pak Musri. Selama ini, ia selalu menganggap lelaki paruh baya itu sebagai pamannya sendiri karena Pak Musri memang sangat baik, dan sabar. Sekalipun ia pernah menyakiti hati Laras saat hubungan mereka berakhir."Aku nyesel, Om. Aku minta maaf buat kesalahanku yang kemarin-kemarin. Nggak harusnya aku mutusin hubungan baik kami. Aku nyesel, Om."Suara Waldan yang terdengar gemetaran, membuat Pak Musri terenyuh. Untuk pertama kalinya ia lihat pria itu tertunduk penuh penyesalan di hadapannya."Seharusnya aku penuhin janji ke Om. Harusnya keluarga kita makin rukun, persahabatan Om dan Ayahku juga makin erat,"

  • Ex Pacar Online: Jangan Lari, Ayo Nikah!   Menyesal

    Masih di pagi yang sama. Laras terbangun dan tak mendapati sang suami di sisinya. Ia pikir, Arga sedang keluar atau di kamar mandi. Tapi kertas kecil di atas meja nakas, cukup untuk menjelaskan semuanya.[Maaf, Mas nggak bangunin kamu. Ada panggilan kantor, penting. Nanti malam, Mas jemput di tempat Ayah.][Hari ini, kamu di antar supir Oma yah.]Meski ditinggalkan di hari pertama demi tugas. Laras tidak kecewa, karena memang ia sangat paham tugas Arga sebagai CEO Matrix Group. Justru ia kagum, karena Arga masih sempat-sempatnya menuliskan note daripada mengirim pesan chat."Aku harus berangkat, bantuin Ayah beres-beres kontrakan."Dipandanginya jam di dind

  • Ex Pacar Online: Jangan Lari, Ayo Nikah!   Malam Pertama: Kerokan

    Prosesi akad nikah dilaksanakan di KUA yang telah disepakati kedua keluarga.Tidak ada dekorasi berlebihan. Hanya ruangan yang ditata rapi, beberapa rangkaian bunga putih, serta keluarga terdekat yang hadir untuk menyaksikan momen penting tersebut.Oma Suri datang bersama beberapa kerabat keluarga. Nisa duduk tidak jauh dari Laras, sementara Pak Yanto, Bu Juli, dan Raka turut membantu memastikan semua keperluan acara berjalan lancar.Arga sudah lebih dahulu duduk di hadapan penghulu.Pria itu mengenakan setelan jas berwarna gelap dengan kemeja putih. Penampilannya rapi dan berwibawa seperti biasa. Namun, sejak tadi jemarinya sesekali saling bertaut, memperlihatkan kegugupan yang jarang sekali terlihat.Nisa yang memperhatikan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status