Se connecterความจำเป็นทำให้ อลินดา ตัดสินใจเดินเข้าสู่โลกมืด "ขายบริการ งานสบาย รายได้ดี" คำพูดของเพื่อนมีค่าก็เมื่อวันที่ชีวิตเดินมาถึงทางตัน "คุณคีย์ ลูกค้าที่ดัน 'ถูกสเปค' ชี้นิ้วเลือกเธอ ฟาดหัวเธอด้วยเงิน อย่างน้อยเขาก็โผล่มาในเวลาที่ 'ใช่' เหมือนมือมืดช่วยฉุดคนที่กำลัง จมน้ำ ก่อนลมหายใจเฮือกสุดท้าย จะหมดลง + ในวินาทีสุดท้าย เขากัดลงบนลำคอขาวเนียน ดูดแรง ๆ มือที่สอดประสานบีบกระชับแนบแน่น กดสะโพกกระแทกท่อนเนื้ออุ่นร้อนอีกสี่ห้าครั้ง ปลดปล่อยน้ำรักในร่องสวาทชื้นฉ่ำที่มีเครื่องป้องกันขวางกั้น สุขแบบ ใจเต้นแรง ควบคุมตัวเองไม่ได้ มันช่างได้อารมณ์ 'ฟีลแฟน' สุขล้ำ หวามไหว ใจล่องลอยราวอยู่ในฝัน อลินดาพลิกกายนอนหงาย อยู่ภายใต้ร่างของเขา ท่ามกลางแสงไฟส่องมาจากตึกสูงรอบด้าน เม็ดฝนที่สาดกระทบผนัง แววตาที่ซ่อนความ 'ร้าย' คล้ายจะแผ่วลง เหมือนมา 'ฮันนีมูน' มากกว่า 'ขายบริการ' ใต้ฉากหน้าที่แสน 'โหดเหี้ยม' เธอมองว่าเขาคือ 'มาเฟียนักรัก' ที่ไม่รู้ว่ากระชากหัวใจผู้หญิงมาเท่าไหร่แล้ว 'รอยจูบ' ที่ฝากไว้ จะลบมันออกไปยังไงดี
Voir plusSuara pintu terbuka, Juan dan Pearl masuk kembali ke ruang tamu rumah pria itu.
Namun, tiba-tiba saja, adik dari sang kekasih menghampirinya. "Pearl maafkan aku kalau kau kekasih kakakku, karena dia tidak pernah menceritakan apapun tentang kau!"
Pearl tersentak, tetapi tak lama.Seketika, gadis cantik itu tersenyum. "Tidak apa-apa, Peige. Aku harap kau cepat sembuh!" ujar Pearl. "Dan aku harap ada pendonor yang ikhlas mendonorkan ginjalnya padamu, Peige," sambungnya mengelus-elus pundak Peige.
Toh, wajar jika adik dari kekasihnya itu bersikap ketus karena perkenalan mereka belum benar.
Lagipula, Juan juga sudah memberi tahu keadaan gadis itu yang sebenarnya menyedihkan.
"Entahlah, Pearl. Aku sudah putus asa dengan penyakit ini. Sudah puluhan orang yang hendak mendonorkan ginjalnya, tetapi tidak ada satupun yang cocok padaku." Peige tampak sedih membuat Pearl kian merasa kasihan pada adik dari Juan itu. "Rasanya aku ingin mati saja, biar tidak lagi merasakan penyakit yang selalu menyiksaku." Dia mengambil pisau di meja di sampingnya. Lalu meletakan pisau di pergelangan tangannya, menekan hingga darah keluar dari goresan pisau yang tajam.Deg!
"Peige!!" Suara lantang berteriak terdengar menggema dari Juan dan wanita tua itu. Pearl pun ikut tersentak kaget melihat apa yang dilakukan Peige. "Apa yang kamu lakukan, Nak? Taruh pisau itu kembali di meja!" pinta wanita itu ketakutan. Ini di luar rencana dia dan Juan. "Gak ... Mungkin benar ini jalan satu-satunya agar aku tidak lagi merasakan penyakit ini terus menerus," kata Peige lirih. Pearl semakin merasa kasihan pada Peige, dia pernah di posisi Peige. Namun bukan tentang penyakit, tetapi tentang kemiskinan. Pearl pernah dirawat oleh kedua orang tua angkat yang serba kesusahan. "Gila ... apa kamu sudah gila, Peige! Letakan pisau itu sekarang juga. Kau tau kan aku dan Ibu sudah bersusah payah mencari pendonor agar kau bisa hidup lebih lama!" bentak Juan penuh emosi. Pearl hanya ketakutan pelihat aksi Peige yang terlalu frontal itu. "Sampai kapan, Kak? Sampai aku pelan-pelan mati digerogoti penyakit ini?" balas Peige seperti orang yang sudah tidak ada harapan hidup lagi. "Aku sudah capek, Kak! Aku sudah capek dengan penyakit ini, cuci darah, minum obat, muntah dan tidak pernah bisa menikmati makanan enak yang aku sukai. Jadi, bukankah lebih baik aku mati saja, Kak!" "Tidak sayang, Ibu mohon jangan menyerah. Kamu harus berjuang, Ibu dan kakakmu akan usahakan agar bisa menemukan pendonor ginjal untukmu yang cocok!" pinta wanita itu. "Ayolah sayang, Ibu tau kamu anak kuat. Ibu mohon bertahanlah sebentar lagi dan letakan pisau itu, demi Ibu dan kakakmu!" "Iya, Peige. Percayalah pada Ibu dan kakakmu ini, kami juga sedang berjuang mendapatkan mendonornya." Juan mendekati Peige pelan-pelan. "Jadi, kakak mohon sama kamu, letakan pisau itu. Aku ingin kamu segera berkumpul lagi di rumah!" sambungnya sudah memegang pisau itu. Lalu membuang jauh-jauh pisau itu dan memeluk Peige. "Maafkan aku, Kak. Maafkan aku sudah bertindak bodoh, aku hanya gak tahan menahan rasa sakit penyakit ini di tubuhku!" katanya sesegukan di pelukan Juan. "Iya, Kakak tau itu. Maaf, kakak belum bisa menemukan pendonor itu." Juan berusaha menenangkan batin Peige yang putus asa dengan penyakit yang sudah dia rasakan selama 3 tahun lamanya, dan selama itu juga perjuangannya seolah sia-sia buatnya. Tiap hari dia menunggu dan menunggu kabar baik dari kakak juga Ibunya serta dari rumah sakit untuknya, namun setiap hasil hanya bernilai nihil. "Juan ... coba kamu tanyakan dokter Harry. Siapa tau dia sudah menemukan pendonor lainnya untuk kita pilih untuk Peige," usul wanita itu. Juan mengangguk. Laki-laki itu melepaskan pelukannya pada Peige, "Sayang, aku ke ruangan dokter dulu!" "Tunggu sebentar, Juan." Henti Pearl menahan langkah kaki kekasihnya. "Kalian bisa mencoba memeriksa ginjal dan tipe darahku, siapa tau ginjal dan darahku cocok untuk Peige!" sambung Pearl. Pikirannya saat ini begitu kosong, batinnya sangat iba melihat kejadian tadi. Dia tidak bisa tidak menolak kala pikiran dan batinnya ingin menolong atau sekedar mencoba menjalani tes kecocokan darah dan ginjalnya untuk calon adik iparnya. "Maksud kamu, Pearl?" Kepura-puraan Juan terlihat. Padahal di lubuk hatinya, dia amat menyukai dan sudah menunggu kata-kata itu dari bibir perempuan lugu yang sedang dijebak olehnya. "Tes aku juga, siapa tau ginjal dan darahku cocok untuk Peige," jelas Pearl. Dia berharap bisa menolong gadis yang dianggap malang di hadapannya kini. "Aku tidak mau melihat calon adik iparku kesakitan tiap hari, apalagi aku ingin Peige bisa menghadiri pernikahan kita nanti. Berkumpul sebagai satu keluarga," lanjutnya sambil melangkah ke arah Peige. Digenggam erat tangannya. "T-tapi bagaimana dengan kamu nantinya, Pearl? Kamu akan hidup dengan satu ginjal, apa kamu bisa tahan, Pearl?" tanya Juan, dia sengaja seolah khawatir dengan keadaan pearl nantinya. Namun, hatinya sangat bahagia adiknya bisa hidup dari perempuan yang di mata dia terlihat sangat bodoh. Begitu dengan batin wanita tua dan Peige, merekalah yang paling bahagia mendengar ucapan Pearl yang sudah masuk dalam kejabakan Juan terlalu dalam. "Iya Pearl, itu pasti akan sangat menderita!" Wanita tua itu ikut nimbrung dengan pembicaraan keduanya. "Aku gak apa-apa, aku pasti bisa menahannya." Juan dan wanita itu saling memandang, awalnya berpura-pura bingung. Lambat laun wajah iblis mereka terlihat semakin jelas dengan senyuman licik yang menghiasi wajah mereka itu. "Kak Pearl ... terima kasih, terima kasih banyak kakak mau mendonorkan ginjalnya untuk aku. Aku pasti tidak akan bisa membalas semua kebaikan kakak padaku ini!!" Isaknya bersandiwara. Pearl semakin iba pada gadis melang namun sangat licik seperti kakak dan ibunya. "Tidak apa-apa Peige. Semoga ginjal dan darahku cocok untuk bisa didonorkan padamu," ujar Pearl. "Oiya, Juan, kapan aku bisa dicek?" "Sekarang pun bisa, tapi kalau kamu gak bisa sekarang gak---" "Ayo kita lakukan pemeriksaan sekarang, Juan!" ajak Pearl tanpa berpikir panjang. "Kita gak boleh menunggu lama-lama demi kesembuhan adikmu." Juan mengangguk, baginya ini jalan terang menuju kesembuhan adik satu-satunya itu. Pearl dan Juan keluar. Ibu Juan dan Peige tertawa, bersorak gembira akan mendapatkan ginjal dari Pearl secara gratis. "Ini menakjubkan, akting benar-benar luar biasa, sayang. Kita berhasil mengelabui perempuan bodoh itu dengan mudah," kata wanita tua itu kesenangan. "Iya Bu, aku tidak menyangka dia akan sebodoh ini!" ujar Peige. Mereka lalu berpelukan membayangkan betapa mudahnya menghancurkan Pearl! Wanita bodoh yang menjadi kekasih Juan! *****Chapter 10 แซนด์วิช ชายหนุ่มขบกรามแน่น เมื่อความนุ่มหยุ่นอุ่นซ่านท้าทายเร่งเร้าให้เขาปลดปล่อย เสียงสูดปากเบา ๆ มาพร้อมกับท่อนเนื้อแกร่งที่ถูกถอดถอนออกมาจากร่องสวาท มันยังเร็วเกินไป เขาต้องการเสพความสุขจากเรือนร่างแสนสวยงามให้นานกว่านี้ ซื้อเธอมาด้วยเงินเกือบล้าน ก็ต้องให้คุ้มค่ากับเงินที่เสียไป เขาเปลี่ยนท่า ท่อนแขนแกร่งตวัดร่างนุ่มเนียนให้ตามขึ้นมานั่งคร่อมอยู่บนตัก มือร้อนช้อนไปใต้ก้นขาวเนียนแล้วยกขึ้น มืออีกข้างกุมความเป็นชายที่เปื้อนสายเลือดบริสุทธิ์ ถูไถดึงดันกับกลีบเนื้อแดงระเรื่อ กดสะโพกกลมกลึงให้ร่องสวาทกลืนกินตัวตนของเขาจนสุดปลายทางลึกล้ำและลึกซึ้ง ความคับแน่นที่ขับลมหายใจร้อนผ่าวออกจากริมฝีปากหยักสวย อลินดาซุกหน้าเข้าหาบ่ากว้าง เขาสอนให้สะโพกกลมกลึงโยกขยับสอดรับจังหวะกระแทกกระทั้นจากแก่นกายร้อนเร่า มันคือแรงขับจากภายใน มาจากอารมณ์ที่พลุ่งพล่าน เธอส่ายเอวเป็นวงกลม บดเบียดเนินเนื้อให้แท่งร้อนสอดลึกล้ำความท้าทายที่ทำให้เขาเสียทรง เสียงครางแห่งความซ่านเสียวลอดผ่านริมฝีปากร้อนอย่างทนเก็บกลั้นเอาไว้ไม่ไหว
Chapter 9 เปิดซิงในอารมณ์หวามจากสัมผัสแปลกใหม่ จูบแสนหวานจากชายแปลกหน้าที่ไม่คุ้นเคย ร่างกายของเธอเบาหวิว ใจล่องลอย สมองมึนเบลอราวกำลังฝันมือร้อนฉ่าของเขาลูบไล้ไปตามส่วนเว้าส่วนโค้งที่สวยงาม เคล้นคลึงอกอวบอิ่มที่ไม่เคยมีใครได้สัมผัส เธอปล่อยใจและกายดำดิ่ง ไม่สนใจว่าผู้ชายตรงหน้าจะทำอะไรกับร่างกายตนบ้างเธอรับรู้แค่ว่ามีใครบางคนมานั่งซ้อนอยู่ข้างหลัง จับร่างเธอให้เอนซุกซบกับกายอุ่น สอดแขนมาด้านหน้าแล้วลูบไล้ไปตามผิวกายเนียนละเอียด ในขณะที่เขาลากมือเข้าหากลางกายของเธอ ลูบไล้เนินเนื้อที่แสนหวงแหนปลายนิ้วแกร่งกรีดผ่านรอยแยกที่ปิดสนิท สอดนิ้วลึกล้ำเข้าสู่เส้นทางรักอย่างอ่อนละมุนใจเย็น สัมผัสหวามที่ทำเอาแทบหยุดหายใจอลินดาเริ่มหายใจแรง สติกระเจิดกระเจิง สิ่งแปลกปลอมที่กระตุ้นความรู้สึกซ่านเสียวทำให้ใจเคลิบเคลิ้ม ไม่อาจควบคุมความรู้สึกนึกคิดหญิงสาวเงยหน้าขึ้นหาเจ้าของอ้อมกอดที่คลอเคลีย แลกจูบกับเธอคนนั้น ใจเธอเรียกร้อง สมองฟุ้งซ่าน ยามนิ้วร้อนฟอนเฟ้นอยู่ในกายสาวที่ชื้นฉ่ำ เขามอบประสบการณ์รักที่ไม่เคยพานพบ การปลุกเร้าผสานฤทธิ์ยาทำให้เธอคล้อยตามไปกับเกมสวาทที่ตกเป็นผู้เล่น ราวอยู่ในฝันที่เ
Chapter 8 เรียกร้อง อินทัชพาอลินดาเดินมาส่งที่หน้าห้องหนึ่ง มีบานประตูที่ทำจากไม้กว้างเกือบสี่เมตร ในความตื่นกลัวจนใจเต้นระรัว อลินดาเริ่มรู้สึกได้ว่ามีบางอย่างไม่ปกติ 'เรา...เป็นอะไร...' จิตสำนึกบางอย่างร้องบอก แววตาตื่นตระหนกมองหน้าผู้ชายที่กำลังจะสัมผัสลงบนแผงควบคุมที่หน้าห้อง "คุณเจตต์ มีอะไรในน้ำส้มคะ!" แววตาเข้มมองใบหน้าสวยที่เริ่มแดงเห่อ มองด้วยสายตาที่สื่อให้รู้ว่า ไม่แปลก ไม่ต้องตกใจ เพราะเธอไม่ใช่คนแรกที่โดน "เข้าไปข้างในเถอะ เขารอเธออยู่" "พวกคุณใส่อะไรลงในน้ำที่ลินกิน!" อินทัชแตะปลายนิ้วลงบนแผงควบคุม โดยไม่คิดจะตอบคำถามของคนตรงหน้า ประตูค่อย ๆ เลื่อนขึ้นอย่างช้า ๆ แล้วชายหนุ่มก็ทำท่าหันหลังเดินหนี ปล่อยให้อลินดายืนละล้าละลัง "เดี๋ยวค่ะ! คุณจะไปไหน คุณให้ลินกินอะไรเข้าไปคะ คุณเจตต์! คุณเจตต์! " หญิงสาวร้องเรียก ทำท่าจะเดินตามอินทัชไป หากแต่เขาก็ไม่เหลียวหลัง ความหวาดกลัวแล่นมาเกาะกุมใจ จนการ์ดคนหนึ่งต้องปราดมาดักหน้า สองขาเรียวต้องชะงัก แววตาเลิ่กลั่ก เมื่อชนเข้ากับกายกำยำ ชายท
Chapter 7เสืออเมริกาใต้ชิลี...ประเทศที่อุดมไปด้วยความหลากหลาย ธารน้ำแข็ง ทะเลสาบ ทุ่งหญ้า ทะเลทราย เทือกเขาสูงที่ปกคลุมไปด้วยหิมะ เกาะอีสเตอร์อันโด่งดัง คือจุดหมายปลายทางที่ใครหลายคนใฝ่ฝันหากแต่ไม่ใช่ 'อลินดา' เธอไม่ได้อยากมาที่นี่ แต่แค่เลือกไม่ได้เมื่อ 'เขาคนนั้น' ส่งเครื่องบินส่วนตัวไปรับถึงเมืองไทย เพราะความร้อนเงิน เธอตกลงทันที ทั้งที่ยังไม่รู้จักลูกค้าคนนี้ดีพอด้วยซ้ำรถหรูแล่นมาตามเนินเขาที่เลียบเลาะชายฝั่งมหาสมุทรแปซิฟิก ในรถที่แอร์เย็นฉ่ำ แต่อลินดากลับนั่งเหงื่อซึมไรผม สองมือที่กำอยู่บนตักชื้นไปด้วยเหงื่อใจเธอเต้นแรง มีทั้งความกลัวและความตื่นเต้น แม้ตลอดสองข้างทางที่นั่งรถผ่าน วิวทิวทัศน์จะสวยตื่นตาตื่นใจสักแค่ไหน แต่เธอไม่มีอารมณ์ที่จะเสพความสุขกับธรรมชาติรอบกายมันเป็นการมาต่างประเทศครั้งแรกที่อยากจะเปลี่ยนใจกลับบ้าน นับตั้งแต่ล้อเครื่องบินแตะรันเวย์เมนิลาบอกเธอโชคดี เจอลูกค้าเศรษฐีที่รวยโคตร ๆ ได้นั่งเครื่องบินเครื่องส่วนตัวมาไกลถึงชิลี ประเทศที่หลายคนอยากมาแต่เพราะสู้ค่าเดินทางไม่ไหวแต่อลินดากลับไม่รู้สึกว่าตนเองโชคดีอะไรขนาดนั้น เพราะเธอไม่ได้มาเที่ยว แค่มาขายเรือ