Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 62. Riko Dan Keluarga

Share

Bab 62. Riko Dan Keluarga

Author: Andy Lorenza
last update publish date: 2026-02-21 01:25:38

Riko sahabat Deni sekaligus juga sahabat Dola, hari itu permohonan cuti kerja yang ia ajukan dipenuhi perusahaannya selama 1 minggu, tentu saja kesempatan itu ia manfaatkan untuk mengunjungi istri dan anak-anaknya di Kota P. Dengan sedan bekas yang dibeli dari hasil kerjanya selama 2 tahun di perusahaan Kota M itu, ia pun menuju Kota P penuh kegembiraan dan kerinduan pada keluarganya.

“Hore! Papa pulang!” seru seorang bocah laki-laki saat melihat mobil yang dikemudikan Riko tiba di halaman ruma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 121. Curhat Berujung Bercinta

    Aku sempat berdecak kagum, dalam hati ku berkata pantas saja wanita cantik yang ada di samping ku itu kaya raya, ternyata memiliki bermacam-macam usaha di berbagai tempat. Sehabis dari ruangan dapur Eva mengajak untuk melihat kamar yang terletak di bagian tengah ruangan itu.Kembali aku berdecak kagum, kamar itu begitu indah, bersih dan rapi. Tempat tidurnya springbet ternama, dan di sana juga terdapat kamar mandi, serta beberapa buah lemari untuk pakaian serta barang-barang lainnya.“Usaha cafe dan kos-kosan sedemikian rupa tentunya Tante dibantu Om, Kok sejak di rumah tadi aku nggak melihat Om. Memangnya dia ke mana, Tante?” tanya ku.“Hemmm... Usaha-usaha ini aku sendiri yang kelola, sedangkan Mas Rangga sibuk dengan bisnisnya di Singapore dan Malaysia. Dia jarang pulang paling juga 2 bulan sekali, mana bisa dia membantu mengurus usaha-usaha ku di kota ini.” tutur Eva.“Oh gitu ya, Tante.” ucap ku yang saat itu kami ngobrol sambil duduk di atas springbet di dalam kamar mewah itu.“

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 120. Diberi Uang Dan Pekerjaan

    Eva mengajak ku duduk di ruang tengah rumahnya, tak beberapa lama pembantu Eva datang membawakan 2 gelas minuman segar.“Silahkan diminum, Ryan!”“Makasih Bu,” ucap ku sembari tersenyum lalu meneguk minuman yang disuguhkan.“Ada perlu apa nih? Kok tumben baru sekarang kamu bersedia datang ke rumahku ini? Padahal kan udah sejak dulu aku tawarkan, bahkan sering malahan aku minta kamu berkunjung ke sini.” tanya Eva diiringi senyum manisnya.“Maaf Bu, kemarin-kemarin ada saja kesibukan yang aku kerjakan. Di samping kerja sepulang sekolah, minggu-minggu belakangan ini aku juga sibuk mempersiapkan diri dan mengikuti ujian Ebtanas.” tutur ku.“Bagaimana hasilnya, apakah kamu berhasil lulus?” tanya Eva.“Ya Bu, aku lulus. Dan bukan hanya itu saja, aku juga menjadi salah satu siswa undangan dari perguruan tinggi negeri ternama di kota ini.” jawab ku.“Wah, bagus dong! Berarti kamu nggak perlu lagi mengikuti ujian masuk, tinggal kuliah aja langsung, ya kan?”“Iya Bu, berkaitan dengan itu pula ak

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 119. Janji Ku Dan Bram

    “Terima kasih, Mas Ryan. Apapun yang kamu minta untuk tidak mendekati Dola lagi akan aku berikan.” Bram ikut-ikutan merapatkan telapak tangannya seperti memohon pada ku.“Mas Bram ini apa-apaan!” karena sikap Bram terlalu dan hampir duduk bersimpuh di depan ku, aku pun reflek berdiri dari duduk dan mencegah Bram melakukan hal yang tak wajar itu.“Mas Bram tak boleh lakukan ini! Harusnya aku yang lakukan itu, karena telah berbuat kesalahan memenuhi ajakan Tante beberapa hari yang lalu. Padahal aku tahu saat itu status Tante adalah istri Mas Bram, aku terlalu menuruti perasaanku yang tak tega melihat Tante Dola bersedih sejak suaminya yang pertama bernama Deni memperlakukannya secara tidak baik dan membuat hatinya hancur.” tutur ku.“Ya, aku faham. Makanya aku nggak menyalahkan Mas Ryan dalam hal ini karena hingga kini sikap Dola seperti masih trauma akan mantan suaminya dulu, dan aku kira wajar-wajar saja jika saat ini ia belum bisa menerimaku sebagai suaminya. Namun percayalah Mas Rya

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 118. Bram Menemui Ku

    “Maaf Om, aku hanya nggak mau ngerepotin Om dan Tante. Sejak kecil aku udah terbiasa bekerja keras, dan kalau di desa aku paling nggak bisa berdiam diri saja di rumah. Selalu ada saja yang aku kerjakan, kalau nggak bantu Ibu di ladang ya ikut Ayah ke kebun karet. Apalagi sekarang Ayah dan Ibu punya lahan persawahan yang bisa digarap, tentu aku manfaatkan waktu yang ada untuk membantu mereka.” tutur ku.“Semua yang kamu lakukan itu memang baik dan Om pun mengakui kamu sosok anak yang rajin suka membantu kedua orang tuamu, tapi jika kamu memiliki tujuan untuk melanjutkan sekolah apalagi nanti ke perguruan tinggi kamu harus lebih fokus dan mengutamakan semua itu dibandingkan hal lainnya,” ujar Om Ramlan.“Iya Om, aku ngerti. Meskipun aku kerja, aku pun selalu mengutamakan sekolahku.” ulas ku, Om Ramlan dan Tante Dewi hanya tersenyum. Malam pun kian larut kami pun memutuskan hentikan percakapan di ruang tengah, lalu menuju kamar untuk beristirahat.Pagi-pagi sekali aku kembali ke kos, mes

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 117. Nem Tertinggi Ketiga

    Di lantai paling atas ternyata tempat kejutan utama, karena di ruangan itu terdapat meja-meja dan kursi layaknya tempat pesta orang-orang berduit, di sana juga telah tersedia berbagai macam makanan dan minuman serta dilengkapi dengan hiburan musik. Bram mengajak Dola duduk di bangku yang mirip panggung rendah seperti pelaminan, dan tak beselang lama terdengarlah alunan musik yang menuntun orang-orang yang hadir di sana untuk berdansa berpasang-pasangan.Ternyata sejak kedatangan Bram kembali ke kantornya itu, telah ia susun rencana sedemikian rupa untuk menarik simpati Dola, karena Bram memang telah siap untuk berjuang mendapatkan hati Guru cantik yang telah menjadi istrinya itu. Meskipun perlakuan Dola sejak hari pertama di rumahnya, belum ada sedikitpun menunjukan keakraban apalagi kemesraan, tapi bagi Bram itu tak jadi soal karena ia sadar harus banyak berkorban agar tujuannya tercapai.Selama berada di rumah Dola, Bram benar-benar tak seperti seorang suami atau Tuan di rumah itu.

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 116. Bram Mengajak Dola

    Malam itu Bram makan malam hanya ditemani Bi Sumi, sehabis dari meja makan ia duduk kembali diruang tengah yang disana juga ada Bi Lastri dan Bi Sumi.“Sebaiknya Tuan Bram saja yang sampaikan langsung pada Nyonya Dola!” ucap Bi Sumi.“Aku masih ragu Bi, untuk bicara sama dia! Sejak sekembalinya dari Kota R, sikapnya masih saja dingin padaku. Aku kuatir dia nggak bakalan mau aku ajak ke kantor,” tutur Bram.“Coba Tuan bicara dulu! Siapa tahu dia mau,” ucap Bi Sumi lagi.“Ya nantilah Bi, soalnya dia baru pulang.” ujar Bram yang masih ragu untuk menemui Dola guna menyampaikan sesuatu padanya.Sejam kemudian Bram berusaha nekad untuk menghampiri Dola di kamar, meskipun rasa ragu di hatinya belum hilang, karena bisa saja Dola akan marah karena merasa diganggu.“Dola, boleh aku minta waktunya sebentar? Ada yang perlu aku sampaikan,” sapa Bram ketika telah berada di dalam kamar, Dola yang saat itu berbaring sambil membaca buku seketika duduk dan meletakan buku yang ia baca itu di atas ranjan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 42. Kesedihan Tante Dewi

    Aku tersenyum, jemari tangan Tante Dewi memang aku genggam tapi bukan menjabatnya, aku menggenggam erat jemari tangannya lalu Tante Dewi otomatis duduk begitu rapat dengan ku. Aku merasa tersentuh akan ketulusan permohonan maaf dari Tante ku itu, malahan kini aku merasa kasihan melihat kenyataan pa

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 45. Tuntaskan Birahi Bi Lastri

    Aku tiba-tiba saja diam, selain aku merasa bersalah dengan semua yang telah terjadi hingga membuat Bi Lastri terkena imbasnya dari hubungan terlarang ku beberapa kali dengan Dola di rumah itu, aku pun merasa kasihan melihat pembantu itu.Sebagai wanita normal dan sudah menikah tentu saja gairah itu

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 43. Desy Cemburu

    Aku merasakan sesuatu sentuhan yang beda dari jemari Tante Dewi yang mulai menyentuh bagian sentitif ku, entah itu disengaja atau tidak yang pasti aku mulai merasa risih hingga aku memikirkan cara untuk dapat terlepas dari situasi yang bisa membawa ku dalam hubungan terlarang dengan Tante ku sendir

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 38. Kenyaman Hati Dola

    “Hemmm... Aku nggak pernah ingin berkata yang nggak sejalan dengan hatiku, Tante. Apa yang aku lihat dan nilai, akan aku katakan apa adanya.” Dola menatap lekat ke wajah ku seolah-olah mencari kebenaran atas semua yang aku ucapkan, Dola kemudian tersenyum dan merasa yakin kalau aku benar-benar berk

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status