Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 63. Riko Temui Dola

Share

Bab 63. Riko Temui Dola

Author: Andy Lorenza
last update publish date: 2026-02-22 02:19:13

“Riko! Kapan kamu pulang?” seru Dola yang mengenal betul tamu yang datang itu adalah sahabatnya yang bekerja satu perusahaan dengan Deni di Kota M.

“Kemarin sore aku tiba di sini,” jawab Riko.

“Wah, dalam merangka apa nih pulang? Udah lama kan, kamu nggak pulang?”

“Kangen sama keluarga saja dan kebetulan pengajuan cuti ku diterima perusahaan, aku mendapat cuti selama 1 minggu,” tutur Riko.

“Hemmm... Gimana dengan si kecil dan Dona, apa mereka baik-baik saja?” tanya Dola.

“Mereka baik-baik saja,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 213. Karena Hubungan Gelap

    Entah apa pula yang merasuki pikiran ku, hingga seperti orang yang terhipnotis saja aku selalu menuruti keinginan dan banyak habiskan waktu serta perhatian pada Grace yang sukses mempengaruhi diri ku, padahal di antara kami tak pernah bertemu sebelumnya selain sebatas chat di media sosial dan sesekali berkomunikasi via ponsel.Kami seperti sepasang remaja yang baru dilanda masa puber pertama, tak mengenal waktu dan situasi bahkan chat hingga larut malam yang membuat ku kerap bangun dari tidur di antara jam 10 hingga jam 12 siang. Sementara bagi Grace tak jarang pula ketiduran di ruangan kantornya, beruntung saja dia memiliki jabatan sebagai kepala cabang dari salah satu bank milik pemerintah itu, hingga hal yang demikian tak terlalu berpengaruh pada diri dan pekerjaannya.Kania lebih sering bersama pembantu dan Mamanya, padahal putri ku yang cantik, lincah serta imut menggemaskan itu ingin sekali mendapatkan perhatian lebih dari ku sebagai Papanya, namun seolah-olah aku tak pernah men

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 212. Hadirnya Buah Hati

    Baik aku maupun Intan hanya menghabiskan malam itu dengan berbincang-bincang saja di kamar, begitu rasa kantuk datang kami pun segera tidur. Paginya Intan yang lebih dulu bangun karena rutinitasnya sholat subuh, segera ke ruangan belakang membantu Bi Ginah pembantu di rumah itu menyiapkan sarapan.Jam 7 lewat keluarga besar Pak Syamsul sarapan bersama di meja makan, begitu pula dengan aku yang saat itu akan bersiap pergi ke perkebunan kelapa sawit milik mertua ku itu.“Hari ini biar Om aja yang ke perkebunan menemui para pekerja serta mengatur buah-buah yang mereka panen untuk dibawa ke pabrik.” tutur Pak Syamsul.“Aku ikut ya Om, biar aku tahu apa-apa yang musti aku kerjakan nantinya.” pinta ku, Pak Syamsul tak segera menjawab ia melirik pada Intan seolah-olah minta persetujuan dari putrinya itu, Intan pun hanya tersenyum sembari anggukan kepalanya.“Ya udah kalau gitu, nanti sekitar jam 9 kita berangkat ke sana. Soalnya dari jam 9 itu lah para pekerja udah berhasil memanen beberapa

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 211. Pernikahan Ku Dan Intan

    “Hemmm... Iya Bu, Intan nyaris sempurna sebagai seorang wanita. Dia sangat baik, tutur katanya lembut dan sopan, begitu pula kecantikannya, wajar jika banyak pria yang telah datang melamar. Aku sendiri merasa nggak pantas untuk menjadi pendampingnya,” ujar ku, yang mengakui perbedaan mencolok antara diri ku dan Intan dalam segala hal.“Nggak boleh minder begitu! Kamu juga seorang sarjana, dan putra Ibu juga tampan. Kalian pasangan yang serasi,” tutur Ibu.“Moga aja nanti aku bisa membuatnya bahagia, Bu.” ucap ku yang tak sepenuhnya yakin dapat membahagiakan Intan nantinya.****Sejak kamis pagi Intan telah mengambil cuti dinasnya hingga 15 hari ke depan, sekarang ia dan keluarga memfokuskan diri untuk persiapan akad nikah yang akan diselenggarakan besok sore setelah jum’atan. Akad nikah itu sendiri akan dilaksanakan di masjid yang tidak jauh letaknya dari rumah Pak Syamsul, segala urusan yang berkaitan dengan pernikahan antara aku dan Intan telah selesai semuanya diurus oleh Pak Syams

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 210. Sepakat Demi Orang Tua

    “Untuk kamu ketahui aja, Intan. Aku bukanlah pria yang pantas menjadi pendamping hidupmu, Kamu gadis baik dengan profesi yang cemerlang, sementara aku telah jauh melangkah dan terperosot dalam pergaulan bebas di kota. Aku bukanlah pria baik-baik yang cocok untuk kamu jadikan imam dalam bekerluarga,” tutur ku menjelaskan perihal diri ku.“Seperti yang aku katakan tadi, Kak. Siapapun pria pilihan kedua orang tuaku, itu merupakan pria yang terbaik menurutku.” ucap Intan diiringi senyumannya.“Iya, tapi kamu nggak tahu kan apa yang telah aku alami selama tinggal di Kota P?” ujar ku.“Ya, aku memang nggak tahu Kak karena kita baru bertemu kembali setelah beberapa tahun yang lalu di rumah ini.” ujar Intan.“Aku nggak mau nantinya kamu kecewa, karena aku kembali ke desa dan menerima perjodohan ini demi menebus kesalahan yang telah aku lakukan pada kedua orang tuaku. Aku kuatir nanti nggak bisa membahagiakanmu,” tutur ku.“Hemmm... Aku juga seperti itu, Kak. Karena aku nggak ingin mengecewaka

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 209. Bertemunya Aku Dan Intan

    “Lantas bagaimana tanggapanmu dengan rencana kami ingin menjodohkan kamu dengannya itu?” tanya Ayah.“Aku sih nurut aja, jika memang hal itu yang terbaik dan dapat membahagiakan Ayah dan Ibu.” ucap ku.“Loh, ini semua bukan untuk kebahagiaan kami. Justru buat dirimu sendiri, apa kamu ada wanita pilihan lain di kota sana?” tanya Ayah.“Nggak ada Ayah.” jawab ku singkat.“Kalau nggak ada kenapa kamu sepertinya ragu dengan rencana yang Ayah buat dengan Syamsul?”“Aku nggak ragu kok, Ayah. Justru aku berkata demikian karena ingin membahagiakan serta nggak mau membuat Ayah dan Ibu kecewa lagi.” ujar ku.“Ya, tapi tentunya kamu juga nggak merasa tertekan akan perjodohan itu. Karena bagaimana pun juga kalian lah yang akan menjalani kehidupan berumah tangga itu nantinya.” tutur Ayah.“Bagaimana dengan Intan sendiri? Apakah dia nggak keberatan, Ayah?” Aku balik bertanya.“Kemarin sore kami mengunjungi mereka, dan kami juga ketemu Intan di sana. Sesuai yang dikatakan Syamsul jika putrinya itu t

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 208. Tiba Di Desa Dijodohkan

    Sama halnya kebiasaan buruk yang aku alami saat ini, sejak hubungan terlarang ku bersama Dola di gudang bekas perpustakaan sekolah dulu, membuat ku ketagihan bercinta dengan para wanita terutama sebaya dengan Dola. Aku bahkan tak perduli harga diri ku tak berharga lagi, saat wanita yang aku kecani memberikan sejumlah uang berkat kepuasan yang diperolah dari hubungan terlarang ku itu.Aku saat itu masih dalam perjalanan ke desa mengendarai sepeda motor, mungkin akan tiba di desa saat hari sudah gelap, karena aku berangkat dari Kota P selepas tengah hari kala aku bermenung diri sejenak di pinggiran pantai. Akankah aku mampu merubah kebiasaan ku itu saat berada di desa nanti? Dan apakah aku bersedia dijodohkan Ayah dengan Intan, putri semata wayang Pak Syamsul dan Bu Karmila?*****Hampir jam 9 malam aku tiba di halaman rumah kedua orang tua ku di desa itu, Ayah dan Ibu yang memang belum tidur mendengar suara sepeda motor itu berhenti di depan rumah, dengan segera Ibu membukakan pintu me

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 56. Sederhana Namun Bahagia

    “Lele goreng Ibu benar-benar lezat! Sudah lama aku nggak pernah menikmati makanan selezat yang Ibu masak ini,” puji ku, membuat Ibu tersanjung.“Memangnya di kota nggak pernah kamu temui ikan lele yang dimasak seperti yang Ibumu masak, Ryan?” tanya Ayah.“Ada sih lele goreng, tapi lele nya bukan le

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 25. Lani Merasa Senang

    Malam itu di rumah Bu Dola kedatangan seorang pria yang telah hampir sebulan tidak mengunjungi Guru cantik itu, pria yang bernama Deni itu merupakan suaminya yang baru kembali dari luar kota. Harusnya ada kehangatan tersendiri saat mereka berkumpul kembali, namun hal yang terlihat justru sebaliknya

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 84. Menderita Batin

    “Aku sendiri sebelum menikah dengan Mas Rudi masih kuliah di salah satu perguruan negeri ternama di kota ini, Papa dan Mama nggak menyetujui hubungan ku dengan Mas Rudi karena Mas Rudi hanya seorang buruh pabrik. Kami memutuskan untuk kawin lari, dan itu tentu membuat Papa dan Mama ku marah besar l

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 83. Sebuah Rahasia

    “Ya Alhamdulilah, sate yang tadinya aku buat lebih banyak dari biasanya sekarang udah mau habis.” ujar Sugeng dengan raut wajah gembira.“Si kecil udah tidur ya, Mas? Nggak kedengaran lagi suaranya,” tanya ku lagi.“Ya, Arya pun ikut tidur di dekat adiknya itu.” jawab Sugeng.“Kelihatan sekali Arya

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status