Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 30. Hasrat Liar Perselingkuhan

Share

Bab 30. Hasrat Liar Perselingkuhan

Author: Andy Lorenza
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-26 04:54:28

Awalnya Deni hanya bercakap-cakap dengan Cindy sembari beristirahat di salah satu real estate yang mereka singgahi, lama-kelamaan mereka terlihat saling peluk dan cium, tentu hal itu akan menimbulkan gairah yang akan berujung dengan hubungan badan. Yang namanya manusia normal berlainan jenis bila berada di suatu tempat hanya berdua saja, kemungkinan itu mudah saja terjadi.

Dengan hanya beralaskan koran di atas lantai keramik bangunan itu, Deni dan Cindy melepaskan semua hasrat liar mereka yang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Radhit Gustiawan
jelek x kata nonton 2 iklan bisa buka kunci, ini udh 6 iklan ngk bsa buka
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 134. Suami Eva Pulang

    “Apa yang dikatakan Mama mu itu benar, Siska. Butuh peran orang tua dalam membimbing putra-putri mereka! Orang tua tak perlu malu menjelaskan soal perilaku sex dan pergaulan bebas, pada anak-anak mereka yang akan menginjak dewasa. Karena dampaknya benar-benar buruk untuk masa depan mereka nantinya, Papa juga salah telah mengabaikan itu semua.” tambah Pak Indra menarik napas merasa menyesal dengan sikapnya yang selama ini tak begitu perhatian pada putri semata wayangnya itu.“Kalau boleh Bibi tahu, gimana ceritanya hingga kamu memutuskan bercerai dengan Rudi?” kali ini Bi Minah yang bertanya, karena sejak tadi Siska hanya nampak diam mendengar nasehat kedua orang tuanya.“Sejak awal aku udah mengetahui kebiasaan buruk Rudi, Bi. Namun aku tetap saja ngotot, dan aku pikir ia benar-benar mau merubah kebiasaan buruknya itu setelah menikah dengannya tapi aku salah Bi, dia sama sekali tak berubah. Janji-janji yang ia ucapkan hanya pemanis kata di bibir saja,” ujar Siska.“Kebiasaan buruk yan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 133. Di Ibu Kota

    Itu berawal sejak aku tak mampu membendung godaan dari Dola Guru ku sendiri, untuk bercinta di bekas gudang perpustakaan sekolah. Sejak saat itu hingga sekarang ini, hubungan badan layaknya pasangan suami istri merupakan hal yang tak asing lagi bagi ku, bahkan aku merasa ketagihan dan takan mampu membendung saat gejolak itu telah menguasai diri ku.*****Ibu Kota sore itu diselimuti mendung, gerimis yang sejak tadi turun kini semakin rapat, hanya hitungan menit saja hujan lebatpun mengguyur seluaruh kawasan kota Jakarta itu. Beruntung Pak Syamsul dan Intan telah selesai dengan urusan mereka di sebuah kampus kedokteran ternama di sana, hingga saat itu mereka hanya nampak duduk-duduk santai saja di ruangan tengah rumah Vina adik paling bungsu dari Bu Karmila.Vina pun saat itu sudah pulang dari tokonya, karena ia pun telah mengetahui cuaca selepas siang sudah mulai tidak bersahabat, yang tinggal ditokonya itu beberapa orang karyawannya saja. Vina salah satu pemilik toko pakaian grosiran

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 132. Mengerjakan Pekerjaan Ayah

    “Ya harus begitu, Mila. Banyak loh orang-orang yang kehidupannya mampu seperti Mila dan Syamsul, namun anak-anak mereka justru ogah-ogahan sekolah, apalagi sampai melanjutkan ke perguruan tinggi.” ujar Ayah, yang melihat di desa itu beberapa orang yang terbilang mampu kehidupannya tak begitu menyokong anak-anak mereka dalam hal pendidikan, mereka seolah-olah acuh dan membiarkan begitu saja.“Ya Mas, nggak jauh-jauh kok tetangga di sebelah ini juga membiarkan anak-anak mereka putus sekolah. Padahal mereka cukup mampu dari segi ekonomi dibandingkan yang lain! Tapi sudahlah Mas, yang terpenting sekarang kita memikirkan bagaimana putra-putri kita kelak berhasil dalam pendidikan mereka.” tutur Bu Karmila, Ayah mengangguk.“Oh ya, kamu udah sarapan Ryan?” sambung Karmila bertanya pada ku.“Sudah Tante, tadi minum segelas kopi hangat dan sepotong panganan yang dibuatkan Ibu.” jawab ku.“Hanya itu saja?”“Iya Mila, Ryan ini memang sejak dulu tak pernah mau sarapan pagi. Paling juga segelas ko

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 131. Bodohnya Deni

    “Oh ya, bagaimana kalau aku saja yang menggantikan pekerjaan Ayah di rumah Om Syamsul itu? Sementara Ayah bisa bekerja seperti biasanya, menyadap karet ataupun ke sawah bersama Ibu? Hingga nanti aku akan kembali ke kota 2 hari menjelang kegiatan kuliah dilaksanakan!” tawar ku pada Ayah.“Ayah sih setuju-setuju aja, tapi apa kamu nggak capek? Mending istirahat aja di rumah menjelang kamu kembali lagi ke kota!” tutur Ayah.“Aku justru bakal suntuk kalau nggak ada kegiatan apa-apa di sini,” ujar ku.“Ya udah kalau begitu, besok pagi Ayah antar kamu ke rumah Syamsul. Di sana nanti kamu akan dibantu beberapa orang untuk menimbang karet yang dibawa dari kebun, kamu hanya bertugas mencatat saja. Lalu sorenya mengatur jumlah muatan truk-truk yang akan berangkat mengantar karet-karet itu ke kota,” tutur Ayah.“Baik Ayah, aku rasa nggak terlalu sulit melakukan pekerjaan itu.” Ayah hanya anggukan kepala, karena ia memaklumi tugas seperti itu akan sangat mudah dilakukan oleh putra sulungnya itu.

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 130. Bertemu Ayah Dan Ibu

    Lewat beberapa menit dari jam 5 sore aku tiba di desa di rumah orang tua ku, seperti biasa kedatangan ku tentu disambut dengan penuh kegembiraan oleh Ayah dan Ibu, dan tentu pula akan memberikan suasana yang beda di rumah itu.Aku pun diminta beristirahat dulu, karena perjalanan dengan bus yang kadang lebih dari 7 jam itu tentu melelahkan, namun sebelum gelap aku telah merasakan tubuh ku segar terlebih selepas mandi dan berganti pakaian. Aku duduk di ruang depan bersama kedua orang tua ku, sementara adik-adik ku saat itu tengah mengerjakan tugas dari sekolahnya masing-masing.Karena cuaca di desa itu gerimis sejak sore tadi, udara terasa dingin ketika malam menghampiri, aku minta dibuatkan kopi hangat oleh Ibu begitu pula dengan Ayah. Aku meneguk kopi hangat itu, kemudian mengeluarkan sesuatu dari kantong celana, Ayah dan Ibu kaget karena ternyata aku mengeluarkan sebungkus rokok, mengambilnya sebatang lalu menyulutnya.“Ryan..! Kamu merokok sekarang?” seru Ibu.“Iya Bu. Bolehkan, Aya

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 129. Dola Merasa Kehilangan

    Senin pagi kampus perguruan tinggi negeri ternama Kota P ramai dikunjungi calon-calon mahasiswa baru, baik calon mahasiswa yang berasal dari sekolah-sekolah yang mendapat undangan maupun calon mahasiswa yang lulus tes ujian masuk perguruan tinggi negeri. Saat itu mereka melakukan daftar ulang yang diadakan panitia kampus, dengan ketentuan harus membayar sejumlah uang untuk semester dan biaya almamater.Setiap calon mahasiswa tentu berbeda-beda jumlah besaran uang yang akan dibayar terutama calon mahasiswa undangan dengan calon mahasiswa yang berhasil lulus ujian masuk. Termasuk juga dengan aku yang saat itu menjadi salah satu calon mahasiswa undangan dari SMEA Negeri Kota P, besaran uang yang harus ia bayar Rp. 500.000,- dengan rincian Rp. 450.000,- uang semester dan Rp. 50.000,- uang untuk almamater.Sekembalinya dari kampus aku yang berencana ingin pulang ke desa dan akan kembali ke kota itu 2 hari menjelang kegiatan perkuliahan dilaksanakan, hanya singgah sebentar di bangunan tempa

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 36. Surat Singkat Tante Dewi

    Aku sempat tersenyum getir, saat aku menyantap hidangan lezat di meja bersama Om Ramlan dan sekeluarga, karena aku ingat dulu Tante Dewi pernah memperlakukan ku begitu rendah dan hina saat tinggal di rumah megah itu, dengan hanya menyediakan nasi perasan kerak serta secuil sambal sewaktu pulang dar

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 37. Diajak Keliling Kota

    “Saking sibuknya aku kerja akhir-akhir ini, hingga membuatku harus tetap kerja di hari minggu. Kadang sampai jam 9 malam baru pulang, ya mau gimana lagi memang begitu kerja di perusahaan real estate,” tutur Cindy lagi-lagi ia berdusta.“Oke, aku akan coba untuk ngertiin kamu. Tapi please, malam min

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 34. Gairah Di Kamar Dola

    “Memangnya Om mu kerja di mana?” tanya Dola.“Dia memiliki perusahaan karet di kota ini, Tante.”“Oh, ternyata mereka golongan orang yang berduit juga ya? Pantas aja Tantemu itu bersikap sombong begitu,” ujar Dola dengan raut wajah geram.“Nggak semua orang kaya di kota ini sombong, contohnya Tante

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 35. Tante Dewi Berubah

    Ataukah Tante Dewi hanya cari muka saja, pura-pura ramah padanya di depan Om Ramlan? Atau ia sekarang benar-benar telah berubah dari sikapnya yang dulu terkesan arogan? aku tak mau memikirkan itu terlalu mendalam, yang penting bagi ku saat itu telah memenuhi undangan Om Ramlan di acara ulang tahunn

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status