LOGINTepukan dari penonton terdengar bergemuruh saat Amelia selesai membawakan satu lagu terakhir. Malam ini adalah malam terakhir tournya. Ia dan semua Tim akan segera meninggalkan Abepura, Jayapura, Papua yang merupakan titik terakhir tour mereka selama hampir dua bulan ini. Mereka akan segera kembali ke Jakarta. Mendadak musik kembali terdengar membuat Amelia dan Karla yang masih berada di atas panggung terkejut, karena seharusnya lagu yang dibawakan Amelia tadi adalah lagu yang terakhir. Lalu mendadak seseorang bernyanyi dari belakang panggung.This Romeo is bleedingBut you can't see his bloodIt's nothing but some feelingsThat this old dog kicked upIt's been raining since you left meNow I'm drowning in the floodYou see, I've always been a fighterBut without you, I give upI can't sing a love songLike the way it's meant to beWell, I guess I'm not that good anymoreBut baby, that's just meAnd I will love you, baby, alwaysAnd I'll be there forever and a day, alwaysI'll
Khanza tersenyum, ia mengeluarkan sisir dari dalam tasnya dan mulai menyisir rambut Ratna. Ia merapikan rambut Ratna, kemudian membuat kepang dan mengikatnya. Setelah itu, Khanza juga mengeluarkan bedak dan beberapa alat make up yang baru ia beli. Perlahan, Khanza mulai mendandani Ratna dengan rapi. Setelah rapi, Khanza memperlihatkan wajah Ratna di cermin."Lihat, kau terlihat cantik kan?" tanya Khanza. Wajah Ratna berbinar ceria. "Saya cantik ya, dok?""Cantik sekali,bu. Nah, mulai sekarang Ibu harus mandi dan memakai make up juga alat kecantikan ini juga menyisir rambut dengan rapi. Saya tinggalkan semua ini di sini ya. Saya akan kemari setiap tiga hari sekali, dan setiap saya kemari saya akan membawa alat-alat terapi untuk Ibu. Dan, Ibu harus melakukan semuanya.""Baik, dokter. Tapi, aku diikat begini, bagaimana aku bisa berdandan?""Aku akan meminta pada suster untuk membukanya ya. Tapii, ingat ya tidak boleh mengamuk lagi, tidak boleh melukai diri sendiri lagi. Ingat, kau ini sa
Nina tersenyum senang, sudah lama ia tidak berjalan-jalan di Malioboro. Sejak memutuskan untuk tinggal dan bekerja di Korea, Nina memang sering merindukan Indonesia. Tetapi, ada hal yang sampai saat ini masih membuatnya belum bisa move on dari sesuatu. Tepat pukul tujuh malam, Amelia dan Nina sudah siap untuk pergi. Karla dan Shely juga sudah siap untuk berangkat ke Malioboro. Tadinya hanya Karla dan Amelia saja yang akan berangkat ke sana untuk jalan-jalan dan wisata kuliner. Tetapi, David mendadak ingin bergabung, jadilah semua tim ikut serta."Jadi, kita akan ke mana ini, Bos?" tanya Gilang pada David."Kita makan sate saja, bagaimana?""SETUJU!!!" Karena semua setuju untuk makan sate saja, mereka pun memutuskan untuk makan sate di Sate Ratu yang terletak di arah utara Malioboro. Mereka semua penasaran dengan sate kanak. Sate Kanak ini adalah sate ayam dengan bumbu merah yang pedas dan manis. Rasa pedasnya diolah dari cabai dan rasa manis legit didapat dari gula jaw
Patricia benar-benar tak percaya saat ia melihat Ernest mengikuti mobilnya dari belakang. Tadinya, ia akan mampir ke apartemen Karla, tetapi ia mengurungkan niatnya dan langsung pulang ke rumah. Patricia tau bahwa Ernest pasti ingin bicara dengannya. Sesampai di rumah, ia langsung memasukkan mobil ke garasi. Dilihatnya mobil Gracia tidak ada di rumah, artinya sang ibu masih berada di rumah Karla."Kalau mama pulang, katakan aku pergi bersama kawanku," kata Patricia pada asisten rumah tangganya."Baik, Mbak Tacy. Tadi nyonya bilang mau makan malam bersama Mbak Karla. Jadi, mungkin akan terlambat. Kata nyonya, kalau Mbak mau makan,sa-""Aku makan malam di luar bersama temanku," kata Patricia memotong ucapan asisten rumah tangganya dan bergegas keluar. Ernest ternyata sedang duduk menunggu di kursi teras."Ayo kita pergi," ajak Patricia."Orangtuamu?""Papaku di Singapura, dia mengurus perusahaan milik Om Ronald. Papa pulang setiap minggu ketiga. Mama sekarang sedang ber
Patricia pun bergegas pergi, ia harus menemui seorang designer muda yang akan merancang kostum panggung yang akan dipakai oleh Karla dan Amelia. Patricia belum pernah bertemu langsung dengan designer muda itu, tetapi Amelia dan Karla suka dengan rancangannya. Mau tidak mau Patricia harus menemui designer muda itu. Patricia sudah membuat janji dan mereka akan bertemu di sebuah cafe.'Saya sudah di cafe.''Saya sudah dekat.''Saya memakai baju kotak-kotak biru muda dan memakai kacamata.' Patricia bergegas mengemudikan mobilnya, untung saja jarak antara apartemen Karla dan cafe tempatnya membuat janji tidak terlalu jauh. Sebenarnya ia lebih suka jika bertemu di kantor saja. Tetapi designer muda yang bernama Ernest itu memilih untuk bertemu di cafe karena ia masih harus mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Saat ia masuk ke dalam cafe, hanya ada beberapa meja yang terisi. Tiga meja diisi oleh pemuda pemudi yang sedang berpacaran. Hanya ada satu meja yang terisi oleh seorang
Sepertinya Bianca harus merasa kecewa karena niat untuk menghancurkan Amelia dan Karla harus gagal total. Bukannya hancur, karir kedua kakak beradik itu bahkan melejit. Penjualn single Amelia melejit berada di tangga lagu teratas. Bahkan Karla yang memang sempat mengasah kemampuan vocalnya kini mendapat tawaran untuk kembali menyanyi. Bahkan beberapa pencipta lagu menciptakan lagu khusus untuk dibawakan Amelia dan Karla. David pun langsung merencanakan untuk membuatkan album kolaborasi untuk Karla dan Amelia. Nama Jasmine pun hilang, David memutuskan untuk Amelia menggunakan nama aslinya saja. Hal ini jelas membuat Patricia makin sibuk dengan mengurus keduanya. Untungnya kedua kakak beradik itu sekarang luar biasa akur. Beberapa production house berlomba mengontrak keduanya untuk bermain film dan juga membintangi sejumlah iklan. Karla memaksa Amelia dan Nina untuk pindah ke apartemennya. Tentu saja Amelia bersedia karena dengan begitu ia bisa dengan leluasa juga bermain b
"Kita harus mencarinya, adikmu itu," tegas David kepada Karla."Selama berbulan- bulan ini kita terus berusaha mencarinya,David. Tapi, kita tidak juga berhasil menemukan dia. Mungkin dia memang tidak mau ditemukan, kita harus bagaimana?" jawab Karla putus asa. Sejak Amelia menghilang, David mem
"Anggap saja kejadian malam itu tidak pernah terjadi," kata David sambil meletakkan cek itu di atas meja. Ia menatap Amelia, ia melihat air mata mulai menetes di kedua netra indah Amelia. Tapi,gadis itu tampak sangat tenang,berbeda dengan reaksi yang ia berikan saat pertama kali.Amelia hanya menat
David merasa gelisah. Semua crew sudah bersiap di belakang panggung termasuk juga Karla. Tapi, Amelia tidak juga bisa dihubungi. Bahkan,yang membuat David kaget setengah mati saat melihat kamar Amelia dibersihkan dan room service mengatakan penghuni kamar sudah cek out . Ponsel Amelia sendiri t
"Kenapa kau bisa tidur di kamar ini?!" seru David saat melihat seorang gadis bertubuh gemuk tidur di sampingnya. Sementara gadis yang sedang tertidur itupun langsung terbangun saat mendengar teriakan David. Sama dengan reaksi David ,gadis itupun berteriak histeris. Apa lagi saat ia menarik selimut







