共有

PERGI

作者: Alya Snitzky
last update 公開日: 2025-02-12 12:00:26

Amelia sudah benar- benar bertekad bulat dan pergi untuk memulai semuanya dari awal. Yang paling penting baginya sekarang adalah menata hati dan kehidupannya. Ia memilih kota Seoul, Korea selatan sebagai tempatnya untuk melarikan diri dan pergi dari semuanya. Beruntung bagi Amelia salah seorang sahabar terbaiknya yang dulu bekerja sebagai penyanyi latar untuk Karla juga sekarang berada di kota itu. Amelia sudah menelepon dan menceritakan segalanya. Tasya, sahabatnya tentu saja tidak keberatan Amelia datang,bahkan ia berjanji akan membantu Amelia mendapatkan pekerjaan juga di Korea nanti.

    Semua barang-barang milik Amelia sudah siap, ia menatap kamar apartemennya sekali lagi,ah bukan miliknya, apartemen ini milik David yang diberikan kepadanya sebagai fasilitas bekerja. Amelia tidak memiliki apa-apa lagi. Satu-satunya keluarga yang ia miliki hanyalah Karla. Akan tetapi, bagi Karla sendiri mungkin dirinya tiada arti sama sekali. Apalah Amelia di mata Karla, hanya adik yang merepotkan. Kalau saja ia tidak memiliki suara yang bagus, tentu sudah lama Karla akan mengusirnya jauh-jauh.

    Penerbangan dari Jakarta menuju Seoul ditempuh dalam waktu kurang lebih 8 jam. Dan saat pesawat mendarat di Bandar Udara International Incheon, Tasya sudah menunggu Amelia dan menyambutnya dengan wajah gembira.

"Aku kira kau main-main saat mengatakan akan kemari," kata Tasya sambil memeluk Amelia.

"Tidak mungkin aku main-main untuk hal sepenting ini," jawab Amelia dengan sedih. Tasya tersenyum dan langsung membantu membawa barang-barang milik Amelia.

"Aku menyewa mobil untuk menjemputmu, aku khawatir jika kau merasa terlalu lelah," kata Tasya.

"Lihatlah, belum apa-apa aku sudah merepotkan dirimu," tukas Amelia. Namun, Tasya langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Tidak, Mel. Kau jangan berkata begitu. Jika bukan karena jasamu aku juga tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini," bantah Tasya.

    Tasya dulu adalah seorang mahasiswi seni musik. Ia dan Amelia bertemu di tempat David dan sama-sama menjadi penyanyi latar Karla. Bedanya, Tasya itu adalah penyanyi latar atau backing vocal yang terlihat di panggung sementara Amelia tidak. Saat mendapatkan tawaran untuk ke Korea dan kekurangan dana,Amelia-lah yang membantu Tasya. Mereka memang cukup dekat, pada Tasya Amelia sering kali mencurahkan segala isi hatinya. Dan, saat Tasya di Korea mereka tetap saling berkomunikasi dengan baik meskipun tidak terlalu sering. Dan saat ini Tasya bekerja di salah satu management artis terkenal di Korea Selatan. Dan dia sangat menikmati pekerjaannya.

    Apartemen Tasya berada di Yongsan. Apartemen di sana termasuk mahal,tapi mengingat gaji Tasya yang cukup besar tentu hal itu tidak menjadi masalah baginya. Apartemen milik Tasya memiliki dua kamar tidur dan dapur kecil yang cukup lengkap juga ada sofa untuk duduk sambil menonton televisi.

"Kau bisa tidur di kamar ini," kata Tasya menunjukkan kamar untuk Amelia tidur.

"Apartemen ini tidak jauh dari pusat perbelanjaan,Mel. Besok atau lusa ketika aku libur bekerja,aku akan mengajakmu berjalan-jalan,ya."

"Apakah jauh dari rumah sakit?" tanya Amelia. Ia ingat kondisinya yang sedang hamil. Pada saat waktu bersalin nanti ia harus memperhitungkan untuk pergi ke rumah sakit sendiri jika Tasya sedang tidak ada,mengingat ia tidak memiliki seorang suami yang bisa menjaga dan menemaninya untuk bersalin nanti.

    Tasya menatap Amelia dengan tatapan iba. "Kau yakin akan meneruskan kehamilanmu ini,Mel?" tanya Tasya. Amelia menganggukkan kepalanya.

"Bayi ini tidak berdosa sama sekali, dan terlebih lagi aku sangat mencintai ayah dari bayi ini. Kau tau kan bagaimana perasaanku kepada David?" tukas Amelia dengan kedua netra yang berkaca-kaca. Tasya menggenggam tangan Amelia,"Aku akan membantumu,Mel."

"Aku tidak mau David tau kehamilanku ini, karena jika sampai dia tau, pasti dia akan menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku. Dan aku tidak mungkin sanggup untuk melakukan hal itu. Aku terlalu mencintai David."

    Tasya menghela napas panjang.

"Kau tidak perlu memikirkan biaya hidupmu di sini,Mel. Aku yang akan menanggungnya. Anggap saja aku sedang membalas segala kebaikanmu.Aku ingat sekali dulu kau banyak sekali membantuku,bahkan ketika aku diusir oleh pemilik kontrakan kau yang sudah membantuku dan memberi aku tumpangan. Sekarang giliran aku yang membantumu," kata Tasya.

"Aku melakukan itu semua dengan tulus, masalah uang aku masih mempunyai tabungan dan juga cek yang David berikan kepadaku. Aku sudah mencairkannya sebelum aku berangkat kemari dan membuat rekening yang baru yang David dan Karla tidak tau. Aku tidak ingin mereka sampai melacak keberadaanku."

  Tasya menganggukkan kepalanya,"Aku mengerti,tapi simpan saja uangmu untuk sesuatu yang jauh lebih penting,Mel. Kau tidak bisa selamanya diam dan menerima segala ketidakadilan .Karla dan David harus membayar untuk apa yang sudah mereka lakukan kepadamu selama ini. Tanpamu Karla itu tidak bisa apa-apa. Dengan suara pas-pasan miliknya itu, dia tidak mungkin bisa menjadi artis terkenal seperti sekarang."

"Mungkin sudah rezekinya,Sya."

"Karena dia cantik?" tanya Tasya sinis. Amelia menundukkan kepalanya dan mengangguk. Tasya menarik napas panjang dan menghampiri sahabatnya itu. Ia mengangkat wajah Amelia.

"Kau ini cantik,Amelia. Kau memiliki sepasang mata yang indah, alis yang tebal, bibir yang seksi dan mungil. Rambutmu ini ,kau lihat tebal dan indah. Untuk hidung,aku harus jujur memang hidungmu tidak semancung Karla. Tapi, kau ini cantik. Hanya saja, kita memang perlu sesuatu untuk membuatmu lebih terlihat cantik. Tapi, itu akan kita lakukan nanti saat anakmu ini sudah lahir dengan selamat dan kau siap untuk menaklukkan dunia dengan apa yang kau miliki. Jadi,simpan saja uangmu itu untuk rencana besar yang akan membuatmu bersinar nantinya," kata Tasya sambil tersenyum.

    Amelia menatap Tasya tak mengerti. "Memang apa yang akan kita lakukan?" tanyanya.

"Nanti juga kau akan tau,sekarang kau lebih baik memikirkan kesehatanmu dan calon bayi yang ada dalam kandunganmu ini."

***

    Sementara itu David dan Karla tampak terkejut saat mereka mendapatkan titipan kunci kamar apartemen Amelia dari petugas. David langsung pucat pasi saat petugas mengatakan bahwa Amelia pergi sejak semalam. Padahal tadi malam ia baru saja menginap di kamar Karla,tidak terpikir olehnya bahwa Amelia akan pergi tanpa pesan seperti ini. Karla langsung pergi memeriksa kamar tidur Amelia dan ia merasa sangat murka saat menemukan beberapa tespack di kamar mandi yang menunjukkan garis dua,

"Ah,rupanya ada lelaki yang kurang waras yang mau meniduri perempuan gendut dan jelek seperti Amelia, bahkan sampai dia hamil. Pasti dia malu dan memilih untuk pergi dengan lelaki itu!" seru Karla dengan gusar. David yang sedang berdiri di dekat dapur terperanjat seketika, Amelia hamil? Apakah itu anaknya? Mungkinkah itu yang terjadi?

    Lelaki tampan itu segera menghampiri Karla,"Kau jangan bercanda," katanya dengan wajah serius.

"Kau lihat saja ini. Bahkan dia membeli beberapa merek yang berbeda. Aku tidak habis pikir lelaki mana yang tidak waras yang mau tidur dengannya. Selama ini,dia tidak pernah terlihat dekat dengan lelaki manapun," kata Karla.

David diam tak menjawab, yang saat ini ada di kepalanya hanya satu pertanyaan, siapa ayah dari bayi yang ada dalam kandungan Amelia.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   KARLA DAN AMELIA

    Amelia menghentikan suapannya saat melihat siapa yang datang. Ia menatap tak berkedip selama beberapa saat hingga pada akhirnya Patricia berdeham."Ada apa kau kemari , Karla?" tanya dengan mata memicing. Sementara Amelia langsung menyudahi makannya dan segera mencuci tangannya.Ia berusaha untuk meredakan debaran jantungnya juga perasaannya. Ia menarik napas beberapa kali sebelum kembali ke ruang tamu. Ia melihat Karla sudah duduk di sofa bersama Patricia dan Nina."Ah, Mbak ini kekasihnya Pak David , kan?" tanya Amelia dengan tenang."Iya, aku kemari hanya ingin berkenalan. Kita sempat bertemu tadi, kan?"Amelia tau saat ini kakaknya sedang menyelidiki dan juga sedang cemburu. Sebagai seorang adik, ia tau betul bagaimana sifat dan watak kakaknya itu."Namaku Jasmine."Amelia mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Karla menatap sejenak sebelum menyambut uluran tangan Amelia."Karla."Amelia mengerling ke arah Patricia, sementara Patricia sudah memperlihatkan wajah yang mengeras kare

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   LONG DISTANCE

    Amelia bergegas meraih ponselnya dan menghubungi Tasya. Ah, dia lupa janjinya dengan Tasya untuk melakukan panggilan video dengan Davina."Hai, Mel ...."Tasya menyapa dengan wajah penuh senyum. Sementara Davina tampak sedang memegang sepotong roti di tangannya.Amelia tersenyum melihat putri kecilnya yang semakin hari semakin cantik itu."Maaf, aku lupa bahwa ponsel aku silent. Tadi David mengajakku makan siang bersama. Baru setengah jam yang lalu aku pulang.""Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengingatkan dirimu untuk selalu berhati-hati.""Aku akan menjaga diriku dengan baik," jawab Amelia.Tasya tampak ragu untuk bertanya, namun akhirnya ia pun melontarkan pertanyaan, "Karla ....""Aku tadi bertemu dengannya. Dia masih terlihat seperti biasanya, tapi aku tau bahwa dia tidak bahagia saat ini, Sya. Aku tau itu, sebagai adik aku bisa merasakan apa yang saat ini Karla rasakan."Tasya menghela napas panjang, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Menurut pendapatku, kau dekati kakakmu

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PUKULAN TELAK

    Setelah menunggu hampir satu bulan sambil mempersiapkan segala sesuatunya, pagi ini David dan Patricia sudah berada di bandara untuk menjemput Amelia dan manager yang ditunjuk oleh Tasya. Hampir satu jam lebih mereka menunggu karena pesawat delay, akhirnya yang mereka tunggu pun tiba."Itu Jasmine," kata Patricia sambil menunjuk ke arah sosok wanita cantik memakai dress berwarna biru muda selutut. Ia berjalan dengan sangat percaya diri dan langsung menghampiri Patricia."Selamat datang, Jasmine," sambut Patricia."Terima kasih, Patty. Hmm ... ini Karenina yang akan membantu segala keperluanku dan mengatur segala jadwalku. Panggil saja Nina," ujar Amelia kepada Patricia tanpa menoleh sedikitpun kepada David. Patricia hanya mengulum senyum melihat sikap Amelia pada David."Jasmine, ini David. Dia adalah pemilik Pandawa Record dan Citra Buana televisi," kata Patricia. Amelia menoleh kepada David lalu melepaskan kacamatanya dan mengulurkan tangannya. Untuk beberapa saat David hanya diam t

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PERJANJIAN

    David merasa suasana hatinya makin buruk saat ia pulang ke apartemen dan melihat Davila menangis dan Karla tidak ada di apartemen."Markonah, Ibu ke mana?" tanyanya."Syuting , Tuan Bos," jawab Markonah polos. David menghela napas panjang, ia seharusnya tidak membiarkan Karla kembali ke dunia entertainment. Tadinya, David memberikan izin karena berharap Karla tidak akan menelantarkan Davila."Sudah, bawa Davila pada saya, biar saya yang tidurkan dia," ujar David pada Tuti. Baby sitter Davila itu segera menghampiri tuannya dan memberikan Davila kepada David. Seolah tau bahwa yang menggendong adalah Daddy-nya. Tangis Davila yang semula melengking langsung berhenti dan bayi munggil itu mulai tersenyum."Dari tadi Non Davila tidak mau meminum susunya," lapor Tuti sambil memberikan botol susu Davila. David mengangguk dan segera meraih botol susu Davila dan memberikan kepada bayi mungil itu. Davila segera menyedotnya dengan rakus dan tidak berapa lama susu itu habis.

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   BERTEMU DAVIINA

    Patricia merasa takjub saat bertemu Davina. Gadis yang hampir berusia setahun itu tampak begitu cantik dan menggemaskan. Patricia tidak perlu meragukan bahwa itu adalah benar anak David. Karena wajah Davina mengingatkan pada David. Semua mirip, hanya saja Davina perempuan."Ya Tuhan, ini benar-benar cetakan David yang sempurna. Bahkan Davila tidak mirip dengan David, dia lebih mirip Karla dibandingkan David," tukas Patricia. Amelia tersenyum, "Mungkin karena aku terlalu mencintai David , jadi wajah Davina mirip dengan David.""David bodoh karena sudah menyia-yiakan cinta darimu," ujar Patricia."Wajar, mana ada lelaki yang mau denganku dulu? Aku saja jijik melihat tubuhku sendiri, apa lagi orang lain," kekeh Amelia geli. Patricia menghela napas, "Apa bedanya wanita kurus dan gemuk? Tidak ada, Amelia. Sama- sama wanita, punya hati dan perasaan. Ya, aku akui memang wanita yang kurus terlihat jauh lebih cantik mengenakan pakaian apa saja, tetapi kecantikan yang paling utama i

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   APAPUN SYARATNYA

    "Apa saja syaratnya aku pastikan David akan setuju, termasuk jika Jasmine meminta untuk menjaga jarak dengannya," janji Patricia. Tasya tersenyum, "Baiklah kalau begitu, aku jadi tenang mendengarnya," sahut Tasya. Setelah berbincang sebentar Tasya sendiri yang mengantarkan Patricia ke hotel."Sampai jumpa nanti malam, Patty," kata Tasya sambil melambaikan tangannya. Patricia membalas lambaian tangan Tasya dan segera masuk ke kamarnya. Hal pertama yang Patricia lakukan adalah mengambil laptop dan menyalakan sambungan Wifi kemudian melakukan video call dengan David di Jakarta, Tampak David tersenyum senang saat Patricia melakukan video call dengannya."Lama sekali, seharusnya sejak tadi kau menghubungiku," keluh David."Aku langsung bertemu manager Jasmine, dan kau tau siapa managernya?" tanya Patricia. David mengerutkan dahinya, "Aku mengenalnya?""Kita sangat mengenalnya karena dia dulu adalah salah satu penyanyi latar Karla.""Siapa?""Tasya.""Tasya? Bukankah dia mengundurk

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   MENCARINYA

    "Kita harus mencarinya, adikmu itu," tegas David kepada Karla."Selama berbulan- bulan ini kita terus berusaha mencarinya,David. Tapi, kita tidak juga berhasil menemukan dia. Mungkin dia memang tidak mau ditemukan, kita harus bagaimana?" jawab Karla putus asa. Sejak Amelia menghilang, David mem

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PERJUANGAN WANITA

    Tidak terasa kandungan Amelia sudah menginjak usia tujuh bulan. Perutnya sudah semakin membuncit dan ia sekarang sudah mulai merasa tidak enak tidur dan sulit bergerak. Apa lagi sebelumnya Amelia memang bertubuh gemuk."Kau sudah meminum susumu, Mel?" tanya Tasya. Tasya memang sangat memperhatika

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   SIAPA AYAH BAYI ITU

    'Siapa ayah bayi itu,' batin David sambil melihat Karla yang sibuk dengan membongkar barang-barang milik Amelia. Tidak ada yang tersisa satupun selain meninggalkan tanda tanya besar."Dia tidak meninggalkan pesan sama sekali, David. Bagaimana ini?" tanya Karla."Apanya yang bagaimana? Jangan kau ki

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   LUPAKAN SAJA

    "Anggap saja kejadian malam itu tidak pernah terjadi," kata David sambil meletakkan cek itu di atas meja. Ia menatap Amelia, ia melihat air mata mulai menetes di kedua netra indah Amelia. Tapi,gadis itu tampak sangat tenang,berbeda dengan reaksi yang ia berikan saat pertama kali.Amelia hanya menat

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status