共有

Gadis Simpanan Sang Miliarder
Gadis Simpanan Sang Miliarder
作者: MARIWINA

Bab 1. SIAPAKAH AYAHKU?

作者: MARIWINA
last update 公開日: 2026-01-26 17:41:55

Pertanyaan itu selalu menggelayut di pikiran Diandra. Mengapa aku dilahirkan? Mengapa mama membenciku, apakah salahku ?Setiap aku berbuat kesalahan segala sumpah serapah keluar dari mulut mama.

Tiada hari tanpa ada cinta, tak ada senyum yang ada hanyalah muka datar, dingin ,bibir tipis mengurat kuat menjadi satu garis, mulut terbuka jika mama mengamuk karena aku melakukan kesalahan.itu selalu bertarung di pikiran Dandra.

“Kamu seperti laki-laki itu, malas, tidak mau bertanggungjawab!”Teriak mama dan Diandra langsung mengerutkan keningnya, kata-kata itu lagi keluar dari mulut mama membuat Diandra bingung.

“Uang? Setiap hari uang! Aku mau kuliah tidak bisa, bahkan harus melupakan cita-citaku karena kamu!”Teriak mama sambil membanting benda yang dipegangnya jika Diandra minta uang untuk kegiatan sekolah.

Kekerasan mental baik verbal maupun tindakan membuat Diandra tidak sanggup menghadapinya, Diandra sangat tersiksa hidupnya, membuat Diandra depresi, melakukan tindakan menyakiti dirinya atau bahkan ada keinginan untuk bunuh diri.

Kepingan pertanyaan, siapakah ayahku, siapakah aku? Apakah aku anak yang tidak diakui kehadirannya? Dingin dan sepi menyerap di kamar tidurnya menyisakan pertanyaan-pertanyaan, bentrok dengan mamanya ketika Diandra mendapati mamanya mabuk, mengoceh , memaki laki-laki yang disebut bajingan yang tidak mau bertanggungjawab.

“Seburuk apakah masalah yang mama hadapi hingga mama selalu mabuk?" Bisiknya lirih.

"Setiap aku melarang mama untuk tidak minum alkohol mama memarahiku kata -kata, bukan urusanmu!Bertahun-tahun aku bisa mengatasinya sendiri." bisik Diandra mengusap dadanya yang bergetar hebat menahan tangisnya.

Pertengkaran hebat dengan mamanya kembali terjadi ketika Diandra minta uang untuk bayar uang praktikum.

"Uang uang... yang selalu di otakmu! Kamu kira laki -laki itu kasih uang? No! Kalau tidak ada tante Deasy kita tidak bisa makan."

“Mama hanya memikirkan hidup mama sendiri. Tahukah mama aku selalu merasa bersalah karena mama selalu mengatakan karena aku, mama tidak bisa meraih cita-cita yang mama impikan?” jawab Diandra.

“Seharusnya kamu harus sadar mengapa mama jadi begini.”

“Kalau begitu mengapa mama tidak menggugurkan saja waktu mama tahu mengandung aku?”

“Bajingan itu berjanji akan mengawini ku, dia mengkhianati janjinya. Menikah dengan wanita yang lebih kaya."

“Lebih baik aku pergi dari rumah ini!”Teriak Diandra.

“Pergi? Silahkan! Lebih baik mama tidak melihatmu. Melihatmu seperti melihat bajingan itu!”Teriak mamanya.

Ada tatapan benci yang ditunjukkan mamanya kepada Diandra disertai melempar gelas dan botol minuman ke arah Diandra.

Diandra benar-benar pergi meninggalkan rumah, meninggalkan mamanya yang terus berteriak bagaikan orang gila ditatap para tetangga. Semua tetangga tahu betapa tersiksanya Diandra yang selalu dicaci maki mamanya.

"Anak haram itu dimarahin mamanya lagi,"

"Kasihan, setiap hari dimarahin."

"Mau kemana anak haram itu pergi?"

Cicit tetangganya, hanya sekedar prihatin dimulut , mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena ketidakmampuan mereka untuk turut campur masalah ibu dan anak.

***

Setelah jauh dari rumahnya Diandra baru sadar kemana ia tidak tahu kemana akan pergi, teringat akan tante Deasy teman mama yang setiap bulan datang ke rumah membawa uang dan sembako. Diraihnya ponsel jadul yang ada dalam tas kemudian menghubungi tante Deasy. Tidak tersambung.

Hujanpun turun, semula rintik-rintik akhirnya hujan deras menyirami kota Surabaya, dalam keadaan basah kuyup dan mata memerah, Diandra sulit mencari lokasi tempat tinggal tante Deasy.

Dicarinya tempat berteduh, dengan harapan hujan akan berhenti. Malam semakin larut, hujan bukannya berhenti malah semakin deras disertai petir dan kilat membuat Diandra ketakutan.

Diraihnya ponsel, kembali mencoba menghubungi tante Deasy.

"Hallo, Ndra, ada apa menelpon tante,"terdengar suara dari seberang.

"Tante, Diandra diusir mama dari rumah."

"Fiona mengusir mu? Kamu dimana sekarang ?"

"Tidak tahu tante, Diandra tersesat. Hujan deras Diandra tidak bisa melihat arah jalan ke rumah tante Deasy. Diandra terpaksa berteduh."

"Berikan alamat tempat kamu berteduh."

Diandra memberitahukan alamatnya, "Oh, kamu jalan terus saja. Keluar dari gang Kelinci, di depan gang ada toko kelontong. Nah... di seberang toko kelontong...."

"Baik tante,"

"Nanti Yu Nem menunggumu di pintu gerbang,"

****

Berlari-lari Diandra menerjang hujan, petir dan kilat dihiraukan yang penting cepat sampai ke rumah tante Desay, satu-satunya harapan yang ada di hatinya. Kepercayaannya bahwa tante Deasy yang baik hati pasti akan menerimanya , bahkan menampung di rumahnya.

Penjaga rumah dan yu Nem sudah menunggunya di depan pintu gerbang, menyodorkan payung yang sebenarnya tidak perlu karena Diandra sudah basah kuyup.

"Ayo masuk, lalu mandi, " perintah yu Nem, pembantu rumah tangga tante Deasy yang kadang-kadang menggantikan tante Desay membawa sembako bahkan makanan sisa pesta di rumah tante Deasy.

"Kamu pergi dari rumah mamamu? Dasar anak nakal!"tegur tante Deasy begitu melihat Diandra setelah mandi mencari tante Deasy yang menunggunya di ruang makan.

Diandra menunduk,ada ketakutan jika tante Deasy menyuruhnya kembali ke rumah, "Saya tidak tahan tinggal sama mama, bisakah saya tinggal sama tante? Saya dengar tante punya tempat kost dengan duapuluh pintu, saya akan bekerja untuk tante, asal saya ada tempat tinggal ...."

"Tante tidak keberatan kamu tinggal sama tante. Mengenai apa yang akan kamu kerjakan, kita bicarakan besok pagi. Kamu pasti lapar?" tanya tante Deasy.

Diandra mengangguk, " Ayo temanin tante makan, jangan sungkan-sungkan anggap rumah tante , rumahmu juga."

"Terima kasih tante."

Sejak pergi dari rumah meninggalkan mamanya kehidupan Diandra berubah drastis, ia mendapatkan kehidupan yang penuh kemewahan yang tidak pernah ia bayangkan.

Dari anak yang tidak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang dia mendapatkan perhatian dari tante Deasy yang Diandra percaya menyayangi dirinya.

Sebulan lebih Diandra tinggal di rumah tante Deasy, mamanya tidak pernah mencarinya. Diandra semakin yakin bahwa mamanya tidak mencintainya, hanya mencintai dirinya dan sibuk mengutuk pria yang mungkin adalah ayah kandungnya, ayah biologis yang meninggalkannya.

Diandra setelah dirawat tante Deasy terlihat kecantikan yang semula tersembunyi dalam kekurusan tubuhnya dan kusamnya penampilan, telah berubah menjagi gadis cantik yang ceria .

Anak kost yang kost di rumah tante Deasy sering membelikan Diandra baju, tas dan kue kesukaan Diandra.Mereka menjuluki Diandra, "Malaikat kecil tante Deasy."

Diandra yang semula jarang tertawa bahkan tersenyum, mulai kelihatan energik. Tawa terkikik -kikik melihat para anak kost yang menggodanya bahkan tanpa mereka sadari mereka menceritakan masalahnya dengan boss nya.

"Oom Harley memberikan mbak Yani uang banyak karena sukses membuatnya puas."

"Mbak Yani kerja apa di kantor?"

" Mbak cuma melayani dan merayu boss."

"Terus dapat uang?" tanya Diandra menatap wajah mbak Yani dengan antusias.

"Hmm...uang, tas dan ini jam tangan juga dikasihkan ke aku," kata mbak Yani.

"Aku nanti mau jadi desainer perhiasan, apakah bisa dapat banyak uang?"

"Bisalah,tapi dik Diandra harus belajar dulu,"

"Mbak Yani belajar juga?"

Yang ditanya tidak langsung menjawab, menatap wajah mungil penuh kepolosan,"Orang tua mbak tidak mampu membayar uang kuliah,mbak tidak sampai kuliah."

"Kok bisa dapat uang?" tanya Diandra dengan polosnya.

"Tante Deasy yang mengajar mbak bisa dapat uang banyak."

"Tante Deasy memang hebat, " jawab Diandra.

"Dik Diandra harus pandai mengambil hati tante Deasy, pasti tante Deasy akan membuat dik menjadi kesayangan boss -boss," bisik mbak Yani di telinga Diandra.

Gadis kecil itu tidak tahu telah dicekoki kata -kata tentang kehebatan tante Deasy, sejak itu tante Deasy menjadi panutan Diandra.

' Aku harus pandai mengambil hati tante Deasy,aku tidak boleh mengecewakannya biar mama melihat tanpa campur tangan mama aku bisa disayangi boss -boss.' batin Diandra dan itu tertanam dalam pikiran dan hatinya.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 133. CHERRISH EVERY MOMENTS.

    Diandra serius menatap sketsa, rambutnya yang ikal sebagian terjuntai ke depan sebagian diikat terjuntai di bahunya. Tali satu daster pendek keluar dari bahunya, memamerkan kedua bukit kembar nya yang montok. "Dia tambah montok," bisik Feliks mengalihkan matanya dari laptop ke Diandra yang sedang sibuk di meja gambar membuat sketsa kalung pesanan salah satu konglomerat.Selama ini Feliks hanya mampu memandang tubuh indah Diandra, terutama kedua bukit kembarnya yang berisi ASI semakin membesar dan padat. Dipandangnya paha mulus , putih dibalik daster pendek terlihat menggiurkan di mata Feliks .Feliks memejamkan mata untuk beberapa saat, ingin merekam dalam benaknya lalu membuka matanya kembali menatap Diandra, entah merasakan ada yang menatapnya,Diandra menoleh ke arah Feliks tersenyum kecil. Diandra menggerakkan bibir nya,'Mengapa menatap ku?' tanyanya. "Kamu cantik." bisik Feliks menahan hasratnya. Diandra melepaskan pensil nya, menurunkan tali dasternya ,menampakkan sebag

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 132. KEMBALI KE PENTHOUSE

    Saatnya pulang ke rumah setelah seminggu di rumah sakit ibu dan anak. Kedatangan Diandra bersama Fedra Aurora Kartamihardo disambut meriah di penthouse. Rieke dan Hafid dibantu mbak Kinasih mengatur kesemuanya dari dekor sampai menu makanan. Mama Fiona dan papa Feliknor datang dari Dubai membawa boneka lucu, demikian juga Opa Jayden, oma Jessika ,oom Farrel dan tante Faye membawa anak -anak mereka. Penthouse penuh dengan gelak tawa jerit gembira anak -anak ketika Feliks membagi angpao,amplop merah berisi uang yang diberikan sebagai hadiah atas kelahiran bayi perempuan yang sangat didambakan oleh Feliks Semua yang menerima angpao menjerit kecil ketika mengintip isi angpao.. Rieke,Hafid berbisik -bisik ketika mengintip isi angpao. Diandra tersenyum ketika Rieke mengulurkan tangannya meminta angpao. Tidak lama angpao ditangan Hafid beralih ke dalam tas Rieke. Dengan gerakan bibir, Rieke menyatakan,'menabung persiapan nikah.'Diandra tersenyum kecil sambil mengacungkan jempol nya.

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 131. THE UNEXPECTED GUEST.

    Suatu kebahagiaan bagi Diandra ,Feliks mengantarnya ke rumah sakit untuk pemeriksaan usia kehamilan Diandra. Sewaktu mengandung baby boy setiap kontrol kehamilan dan tinggal sendiri di Jerman dalam cuaca dingin juga sewaktu berjuang melahirkan tidak ada yang menemaninya. Untung nya keramahan dan perhatian dokter serta perawat menghibur hatinya karena mereka tahu Diandra adalah seorang ibu tunggal. Bukan saja perhatian beberapa perawat bergantian memberi hadiah pakaian bayi buat baby boy setiap pergantian musim . Ditatapnya Feliks ketika dokter menyatakan bahwa Diandra positif hamil , kebahagiaan nampak di wajah nya, tidak ada aura dingin datar dan arogan wajah penuh kebahagiaan terpancar di wajahnya menambah ketampanannya. "Dari hasil USG, istri bapak hamil memasuki minggu kedua belas. Anak pertama?" tanya dokter muda yang menangani Diandra. "Anak kedua," "Hum.. para suami biasanya mengantar isterinya untuk kehamilan pertama, ternyata bapak masih setia mengantar untuk mengecek keh

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 130. HAMIL ANAK KEDUA.

    Sinar mentari pagi menerobos tirai jendela kamar tidur utama di penthouse, Diandra yang tertidur pulas merasakan sesuatu menerpa wajahnya, "Oh aku ketiduran," bisiknya. Tangannya meraih ,mencari tubuh yang semalam membuatnya liar tak mampu mengendalikan dirinya pada fantasi liar mereka. Merasa bahwa tubuh yang dicarinya tidak ada, Diandra berbalik,"Ia sudah bangun?" bisiknya mencari ponselnya,"Apa? sudah jam sepuluh lewat?" Dihubunginya asisten RT,"Bapak sudah sarapan?" tanyanya. "Oh. Sudah ke kantor? Mmm... baik., terimakasih mbak Astri." Dengan menggerutu dihubunginya nomor, tertera,my cherish,Mengapa kamu tidak bangunin aku?" Feliks yang sedang mempelajari beberapa berkas untuk ditandatangani, meraih ponselnya yang berdering, membaca log panggilan senyum terukir di bibirnya. Diandra:["Mengapa kamu tidak bangunin aku?"] Feliks:["Nelpon itu yang sopan, bilang selamat pagi babe, langsung nyap nyap ."] Diandra:["Aku kaget, ternyata tidurku lama banget."] Feliks:["Aku tidak sa

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 129. "TUAN....,PUASKAN AKU,"(+21)

    Melihat Diandra berbaring di sofa cinta warna putih,kontras dengan tubuhnya berbalut bra dan cd merah maroon dengan pose menggoda mengangkat salah satu kaki jenjangnya membuat Feliks langsung kalap mata melihat pose yang menggiurkan . Dada Feliks bergejolak , jantung nya berdebar kencang tidak dapat berpikir jernih melihat pemandangan yang menggugah hasratnya ditambah lagi suara serak Diandra penuh hasrat. "Tuan... puaskan aku...hhh..." Lidah, bibir, jemari mereka membelai, menghisap , merayap mencari titik nikmat ingin saling memberi kenikmatan menimbulkan desahan, erangan, gumaman disertai nafas memburu kenikmatan yang selalu mereka dambakan. Sofa cinta membantu mereka menentukan posisi favorit . Diandra paling suka berada di tengah kursi menurutnya sangat menantang melakukan berbagai pose sensual dalam mengejar puncak kenikmatan . Setelah puas bermain-main di sofa cinta tanpa melepaskan miliknya Feliks menggendong Diandra masuk ke kamar tidur meneruskan permainan cinta mereka

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 128. KE RUMAH BESAR.

    Jam tujuh malam , Feliks menjemput Diandra ,"Apakah aku harus pakai gaun?" "Tidak, cukup pakai baju keluar yang biasa saja." "Babe betul tidak ada pertemuan keluarga?" "Tidak, hanya kita berdua seperti yang aku katakan di telepon tadi " "Bisakah aku mewujudkan harapan mu?" tanya Diandra dengan nada rendah,ada rasa tidak percaya diri. "Kamu bisa. Kamu pernah membelaku ketika keluarga toxic menghinaku.. Diandra tidak mengatakan apa-apa, mengikuti saja apa yang telah diputuskan Feliks, sambil Feliks mandi, Diandra mempersiapkan dirinya, memakai makeup tipis, baju panjang dengan tali satu lalu membalutnya dengan cardigan tipis menambah keindahan leher dan bahunya, mengikat rambut ikalnya dengan gelang mutiara kecil. Setelahnya, Diandra mematutkan dirinya di cermin, " Kesan pertama sebagai istri Feliks aku harus tampil memukau di hadapan para staf rumah besar,"bisiknya lirih. Feliks keluar dari kamar mandi melihat istrinya sedang mematutkan dirinya sejenak terpesona menatap Diandra

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 7. "APAKAH AKU SUDAH DEWASA?"

    Dua tahun di Jerman, Diandra berusaha menyimpan luka di hatinya, luka meninggalkan mamanya yang tidak peduli dirinya setelah tiga tahun meninggalkan rumah. Tidak pernah mamanya mencarinya atau sekedar menanyakan dirinya ke tante Deasy ,'Aku anak yang tidak diharapkan kehadirannya.Kalau aku tidak dih

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 6. MENCINTAI DAN DICINTAI.

    Dua tahun kemudian. Diandra berdiri tegak di tengah kerumunan orang yang berseliweran di bandara Soetta,rambut panjang yang hitam dibiarkan terurai di punggung, fitur tubuh yang menawan beralaskan kulitnya putih dipadukan dress ungu panjang semakin nampak mempesona.Diandra telah bermetamorfosis da

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 5. "WAKTUMU BELUM TIBA."

    “Wouww, tinggi banget!”Teriak Diandra begitu melihat bangunan apartemen yang terbentang di hadapan mereka ketika memasuki halaman bangunan bertingkat yang menjulang tinggi ke angkasa. “Mbak Elvi, ini namanya apartemen? Di sini kita tinggal? Kakiku bisa pegal kalau kita tinggal di atas.” Seru Diand

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 4. “KENALKAN AKU ELVIRA, ASISTEN PRIBADIMU.”

    Kembali ke kamar tidurnya, Diandra tidak mampu tidur. Kejadian di ruang tamu menayang indah di pelupuk matanya , dipejamkan matanya kuat-kuat malah frekwensinya semakin tinggi. “Aku bisa gila.”Bisik Diandra, berbaring ke kanan, ke kiri , terlentang bahkan tertelungkup , lalu kembali berbaring terl

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status