Home / Romansa / Gadis Simpanan Sang Miliarder / BAB 2. SIAPAKAH PRIA ITU?

Share

BAB 2. SIAPAKAH PRIA ITU?

Author: MARIWINA
last update Last Updated: 2026-01-26 21:10:24

Tinggal di rumah tante Deasy , Diandra benar-benar dimanjakan. Pagi hari  biasanya menyiapkan sarapan untuk dirinya, tidak berlaku sejak Diandra diterima  di rumah tante Deasy. Diandra tinggal di rumah induk yang besar dan mewah, tidak seperti di rumahnya , rumah subsidi yang hanya terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan ruang makan jadi satu. Tidak ada perabot mewah semuanya sederhana bahkan kusam seperti penghuninya yang setiap hari berseteru.

“Ndra. Pulang sekolah nanti tante jemput kamu.”

“Tante akan kembalikanku ke rumah mama?”

“Tidak sayang, semalam tante telepon mamamu, rupanya mamamu mabok. Tadi pagi tante telepon mengatakan kamu tinggal sama tante.”

“Apa jawaban mama?”

“Terserah maumu, katanya mamamu ia tidak peduli mengenai dirimu.”

“Tante,saya juga tidak ingin kembali ke rumah. Setiap hari mama memarahiku tanpa Diandra tidak tahu apa salahku.”

“Hum… mamamu banyak menyimpan luka.”

“Mengapa tidak diobati lukanya, malah mau menyebarkan lukanya ke Diandra?”

“Sudahlah! Selesaikan sarapanmu. Berangkat ke sekolah! Nanti  tante jemput. O,ya kamu tidak perlu sampaikan ke pihak sekolah bahwa kamu tinggal sama tante, nanti bisa berkepanjangan.”

“Baik tante.”

Seusai sekolah  Diandra melihat mobil tante Deasy parkir dikejauhan, agak jauh dari lingkungan sekolah. Diandra bergegas menuju tempat mobil diparkir, tante Deasy dan seorang pria paruh baya , sekitar umur empat puluhan duduk di dalam mobil.

“Diandra kamu duduk disamping pak Tikno.”

“Baik tante.”

“Kita langsung ke mall.” Ujar tante Deasy  .

Diandra kaget  campur girang mendengar perkataan tante Deasy, karena selama ini tidak pernah pergi ke mall. Kalau belanja hanya sekitaran pasar baru, supermarket dan kios dekat rumah.

“Kamu akan dibelikan baju. Tante lihat kamu hanya punya baju seragam sekolah, itupun sudah sempit,baju rumahmu sudah usang. Kamu terlihat tua dibandingkan  umurmu yang baru menginjak lima belas.”

Diandra hanya mampu menunduk, tidak berani berkata-kata, apa yang dikatakan tante Deasy benar adanya.

“Diandra, kamu pernah makan steak?”Tanya pria setengah baya yang duduk di belakang bersama tante Deasy.

“Maaf, apa itu steak?”

“Hum, itu masakan barat dari daging sapi, dimasak dengan cara dipanggang.”Jawab tante Deasy.

“Nanti oom traktir kamu makan steak setelah kamu belanja keperluanmu.”

“Oom, saya tidak punya uang untuk belanja.”

Terdengar suara  tawa tante Deasy dan pria paruh baya, "Pak Tikno pinggirkan mobil,"perintah pria paruh baya.

Pak Tikno memperlambat laju mobil, mencari tempat aman, memarkir mobil di badan jalan.

"Di sini pak?"Tanyanya sopan.

"Diandra kamu turun, kamu pindah ke belakang, duduk bersama Oom dan tante."

Pak Tikno  langsung turun membuka pintu mobil, membuka pintu untuk Diandra, lalu membuka pintu di bagian penumpang, mempersilahkan Diandra masuk yang langsung diarahkan duduk di antara tante Deasy dan pria paruh baya.

"Pak Tikno turunkan pemisah!"perintah pria paruh baya lalu tersenyum tipis melihat Diandra dengan mulut menganga menatap kaca tipis turun ,tiba-tiba menutup mulutnya ketika pria paruh baya itu berdehem.Diandra menoleh ke arah pria paruh baya, keharuman maskulin menyusup ke hidungnya.

‘Apakah oom yang tampan ini suami tante Deasy?’ batin Diandra kemudian memberanikan dirinya untuk bertanya.

“Apakah Oom suami tante Deasy?”

Suara tawa genit tante Deasy diikuti tawa geli pria paruh baya,“Kami berteman, tante Deasy dan oom bersahabat.” Akhirnya pria paruh baya itu menjawab pertanyaan Diandra.

“Bisakah laki-laki dan perempuan bersahabat?”

Tawa terbahak-bahak menyelimuti mobil membuat pria paruh baya itu terbatuk-batuk. Setelah menata kerongkongannya, pria paruh baya itu tersenyum.

“Mengapa tidak?! Kami bersahabat  sejak sekolah dasar.”

“Apa?? Sejak SD sampai sekarang? Sudah berapa tahun?” Tanya Diandra memasang wajah surprise.

“Sudah puluhan tahun.Kami bersahabat tiga orang….”Jawab pria paruh baya .

“Alangkah bahagianya oom dan tante bisa bersahabat puluhan tahun,”

“Di sekolah kamu punya sahabat?”

Diandra tidak langsung merespons menatap jauh seakan ingin menembus sekat pemisah keluar dan kembali duduk di depan.’Teman?Sahabat? Mereka menatapku dengan tatapan melecehkan, anak haram.’batin Diandra.

“Diandra?”Tanya pria paruh baya itu dengan nada lembut.

“Tidak … ada Oom.”

“Tidak adakah temanmu untuk tempat curhat?”

“Tidak ada Oom. Tidak ada yang mau mendekati saya…."

"Maukah Diandra menjadi sahabat Oom?”

Diandra bergeming, takut mengeluarkan suara kaget yang akan keluar dari mulutnya. Mulutnya menganga, ekpresi wajahnya membuat pria paruh baya itu tersenyum.

“Apakah oom-oom bisa menjadi sahabat anak remaja?” tanya Diandra, kemudian membatin,’Siapakah pria yang duduk di samping tante Deasy?Katanya bukan suami, teman bukan ,tapi sahabat. Dia mau bersahabat denganku?’

"Mengapa tidak? Umur bukan halangan untuk sebuah persahabatan. Umur hanya sederetan angka yang setiap tahun bertambah atau berhenti."

"Oom Feliks bisa menjadi tempat kau curahkan semua isi hatimu," terdengar suara  tante Deasy.

"Diandra maukah kamu menjadi bagian hidup Oom yang sangat kesepian ini?"

"Aku bagian hidup dari Oom?"Tanya Diandra dengan nada heran, barunya seseorang ingin dia menjadi bagian dari hidupnya. Mama yang melahirkannya tidak merasakan bahwa Diandra adalah bagian dari hidupnya.

"Diandra kamu akan hidup bahagia, semua kebutuhanmu akan dipenuhinya, sekolahmu, pakaian, pokoknya apapun keinginanmu, mintalah maka Oom Feliks akan membuka dompetnya, "

"Tante Deasy ada-ada saja. Siapakah saya sampai Oom Feliks mau membuka dompernya untuk memenuhi semua kebutuhanku?" 

"Kamu tidak percaya?Turutilah perintah tante, kamu akan mendapatkan apa yang selama ini hanya ada di angan-anganmu."

"Apakah aku bisa kuliah?"

"Kuliah?Kamu mau kuliah?"Tanya pria paruh baya.

"Iya, Oom."

"Apa cita-citamu?"

"Menjadi desaigner perhiasan."

"Ohh..."Dua suara terkejut bersamaan.

"Apakah terlalu muluk cita-citaku?"Tanya Diandra.

"Tidak!Malah terdengar keren.Mengapa Diandra memilih jadi desainer perhiasan?"

"Entahlah melintas begitu saja, seperti kata Oom, keren . Akan terlihat keren kalau desain kita menjadi  perhiasan kemudian dikagumi banyak orang."

"Hum.. mengapa tidak pilih jadi designer fashion?"

"Itu bukan passionku."

"Baiklah selesaikan SMA mu , kemudian akan kita bicarakan. Yang penting kamu dengar-dengaran perintah tante."

"Baik tante, terima kasih."

Diandra tidak melihat bagaimana raut wajah tante Deasy, bukan kebaikan hati yang terpancar keluar tapi kelicikan, suatu siasat yang akan dikemasnya sedemikian rupa agar Diandra mau mengikuti perintahnya.

'Ia tambang emasku jangka panjang. Kamu bodoh Fiona hanya bergumul dengan kisah masa lalumu, sehingga kamu buta ada tambang emas di depan.' batin tante Deasy.

Diandra yang kagum dengan pria paru baya   menjanjikan masa depan yang lebih baik, berpikir keras, 'Mengapa dia mau membantuku?Siapakah dia? Hum.. Siapa pria itu?Apakah benar yang dikatakannya dan dikatakan tante Deasy?'

Mobil Alphard berhenti, supir bergegas turun, membuka pintu untuk pria paruh baya dan tante Deasy. Diandra terkagum-kagum melihat gedung mewah di depannya.Orang berpakaian apik  lalu lalang membawa jinjingan, "Tante, apakah ini yang dikatakan mall?"Tanyanya.

"Kalau di kampungmu yang ada hanya toserba, belum ada mall yang besar dan megah seperti ini.Jika kamu mendengar perintah tante, setiap hari kamu bisa masuk keluar mall."

"Iya tante? Benar yang tante katakan?"

Tante Deasy tidak menjawab hanya tersenyum kecil, ditatap Diandra yang tidak puas karena pertanyaannya tidak dijawab.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 7. "APAKAH AKU SUDAH DEWASA?"

    Dua tahun di Jerman, Diandra berusaha menyimpan luka di hatinya, luka meninggalkan mamanya yang tidak peduli dirinya setelah tiga tahun meninggalkan rumah. Tidak pernah mamanya mencarinya atau sekedar menanyakan dirinya ke tante Deasy ,'Aku anak yang tidak diharapkan kehadirannya.Kalau aku tidak diharapkan mengapa aku dilahirkan?' batinnya. Kebaikan tante Deasy yang awalnya dikira kebaikan dari balik hatinya yang tulus menolongnya ternyata terbuka kedoknya.Diandra merasa terjebak di tempat yang salah. Tante Deasy adalah arsitek yang handal membuka pintu kelamnya menjadikan Diandra gadis muda merasa aman , tidak curiga dengan kepalsuan tante Deasy yang penuh pesona dan status sosialnya di kalangan elite.Tepat dihari ulang tahun ke tujuh belas, kepalsuan tante Deasy terkuak.Kepingan luka masa lampaunya merayap kembali kedalam mimpi-mimpi buruknya.Ulang tahun ke tujuh belas.“Sebelum meniup lilin sebaiknya make a wish dulu,” Ucap mbak Elvira.Diandra menunduk mengangkat kedua tanga

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 6. MENCINTAI DAN DICINTAI.

    Lima tahun kemudian. Diandra berdiri tegak di tengah kerumunan orang yang berseliweran di bandara, rambut panjang yang hitam dibiarkan terurai di punggung, fitur tubuh yang menawan beralaskan kulitnya putih dipadukan dress ungu panjang semakin nampak mempesona.Diandra telah bermetamorfosis dari gadis remaja polos yang tidak pernah merasakan kasih sayang menjadi remaja matang diusianya ke dua puluh, matang secara ekonomi, matang dalam berpikir serta matang secara biologis karena telah melakukan banyak hal yang biasanya dilakukan orang dewasa.Kasih sayang yang tidak pernah didapat dari mamanya, diperoleh dari Feliks yang dipanggilnya daddy. Tidak saja kasih sayang, curahan cinta dianggap Diandra bonus yang menjadi haknya sebagai manusia yang mendambakan kasih sayang yang sulit didapatkan, diperolehnya melampaui kasih sayang satu kesatuan penuh gairah cinta. Wajahnya terlihat lelah karena perjalanan yang panjang dari Jerman kembali ke Indonesia. Sudah dua tahun ia pergi ke Jerman

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 5. "WAKTUMU BELUM TIBA."

    “Wouww, tinggi banget!”Teriak Diandra begitu melihat bangunan apartemen yang terbentang di hadapan mereka ketika memasuki halaman bangunan bertingkat yang menjulang tinggi ke angkasa.“Mbak Elvi, ini namanya apartemen? Di sini kita tinggal? Kakiku bisa pegal kalau kita tinggal di atas.” Seru Diandra melihat dari balik kaca mobil.“Kamu tidak perlu naik tangga, ada lift.”“Aku sering dengar ,katanya berbentuk kotak yang bisa naik turun jika kita pencet tombolnya.”“Humm..”“Kita tinggal di lantai berapa?”“Lantai dua puluh lima.”“Apa? Wah..kita bisa melihat seluruh kota Jakarta?”“Humm..”Elvira turun dari mobil, “Ambil koper yang kecil. Yang besar biar pak Tikno yang bawa.”Perintah Elvira, lalu melenggang menuju ke lobbi apartemen, diikuti Diandra dari belakang, matanya menjelajah melihat sekitarnya, terasa indah dan menyenangkan.“Diandra kamu tunggu di sin!,” seru Elvira lalu menuju ke sebuah ruangan kecil bercakap-cakap dengan seorang pria yang menyambutnya dengan hormat.“Ayo, ki

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 4. “KENALKAN AKU ELVIRA, ASISTEN PRIBADIMU.”

    Kembali ke kamar tidurnya, Diandra tidak mampu tidur. Kejadian di ruang tamu menayang indah di pelupuk matanya , dipejamkan matanya kuat-kuat malah frekwensinya semakin tinggi.“Aku bisa gila.”Bisik Diandra, berbaring ke kanan, ke kiri , terlentang bahkan tertelungkup , lalu kembali berbaring terlentang, meraih bantal menutup mukanya dengan bantal. Tanpa Diandra sadar akhirnya ia bisa tertidur.Pintu kamar diketuk dari luar semula perlahan akhirnya ketukan semakin keras, disertai teriakan asisten rumah tangga tante Deasy,”Non, bangun, sudah siang!”Diandra terkaget-kaget, langsung meloncat dari tempat tidur,”Iya, aku mau mandi.” Kemudian berlari kecil ke kamar mandi.“Wah gawat, tayangan semalam membuat aku sulit tidur, “ bisik Diandra melepaskan seluruh bajunya langsung berdiri di bawah shower, mandi seadanya, menyambar handuk , mengeringkan tubuhnya sambil berjalan keluar kamar mandi. Seragam sekolah sudah terhampir di kursi, disabetnya , memakainya dengan tergesa-gesa, menyisir ra

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 3. PERSAHABATAN ANEH?

    "Bagaimana? Kamu suka steak nya?" tanya pria paruh baya sambil menatap Diandra memasukkan irisan steak ke mulut nya. "Hmm... enak. Diandra baru pertama makan daging sapi yang lumer di mulut," Tante Dessy dan pria paruh baya tersenyum melihat gaya Diandra , menurut mereka lucu melihat ekspresi wajahnya menguyah steak lalu dengan pisau meraih kentang goreng memasukkan ke mulutnya. "Pelan-pelan makannya, jangan tergesa-gesa," ucap Tante Dessy. "Diandra,kamu tetap akan stay di rumahnya Deasy?" tanya pria paruh baya sambil menatap Diandra lekat -lekat seakan tatapan matanya ingin menembus pikiran Diandra. "Maksud oom saya tinggal di rumahnya Tante Deasy?" Bukannya menjawab malah balik bertanya. "Hummm.. begitulah!" Diandra menoleh ke arah tante Deasy. "Mengapa kamu melihat ke tante?"Tanya tante Deasy. "Diandra tidak bisa jawab sebelum mendapatkan ijin dari Tante Deasy." "Hai, hai, bukankah kamu sudah tinggal di rumahnya tante?" "Saya tinggal selama lamanya atau hanya sementara

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 2. SIAPAKAH PRIA ITU?

    Tinggal di rumah tante Deasy , Diandra benar-benar dimanjakan. Pagi hari biasanya menyiapkan sarapan untuk dirinya, tidak berlaku sejak Diandra diterima di rumah tante Deasy. Diandra tinggal di rumah induk yang besar dan mewah, tidak seperti di rumahnya , rumah subsidi yang hanya terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan ruang makan jadi satu. Tidak ada perabot mewah semuanya sederhana bahkan kusam seperti penghuninya yang setiap hari berseteru.“Ndra. Pulang sekolah nanti tante jemput kamu.”“Tante akan kembalikanku ke rumah mama?”“Tidak sayang, semalam tante telepon mamamu, rupanya mamamu mabok. Tadi pagi tante telepon mengatakan kamu tinggal sama tante.”“Apa jawaban mama?”“Terserah maumu, katanya mamamu ia tidak peduli mengenai dirimu.”“Tante,saya juga tidak ingin kembali ke rumah. Setiap hari mama memarahiku tanpa Diandra tidak tahu apa salahku.”“Hum… mamamu banyak menyimpan luka.”“Mengapa tidak diobati lukanya, malah mau menyebarkan lukanya ke Diandra?”“Sudahla

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status