Home / Romansa / Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin / Chapter 136 | Berjumpa Lagi Denganmu

Share

Chapter 136 | Berjumpa Lagi Denganmu

last update Last Updated: 2026-01-13 19:03:36

Bu… buat apa Bu Selina mau memesan pria-pria seperti itu?” Shifa mengeja kalimatnya dengan susah payah. Jarinya saling meremas di depan perut, sementara tatapannya naik turun, antara rasa penasaran dan takut.

Selina menatapnya sekilas. Sudut bibirnya terangkat pelan, membuat kedua pipinya semakin bergerak naik. “Orang itu akan aku sewa untuk dijadikan hadiah.”

Namun, detik berikutnya senyum itu lenyap. Sepasang mata Selina berubah tajam, dingin, dan penuh tekanan. “Shifa, kamu tahu, kan? Sebaiknya kamu hanya lakukan tugasmu dan tidak perlu bertanya.”

Mendapat tatapan seperti itu, Shifa langsung menunduk. Bahunya menegang. “Ba—baik, Bu. Saya akan carikan klub malam sesegera mungkin.”

Usai berkata demikian, pegawai itu segera pamit dan undur diri dengan langkah tergesa.

Di saat yang bersamaan, Selina mendengar bunyi notifikasi pesan masuk. Layar ponselnya menyala, menampilkan dua pesan yang datang hampir bersamaan, dari Dusan dan Marissa.

Dusan:

[Sayangnya Papa sudah istirahat? Apa kamu
Allensia Maren

Halo pembaca setia, semoga dalam keadaan sehat. Maaf sudah membuat menunggu lama. satu minggu belakangan author kurang sehat jadi cerita ini sedikit terhambat. semoga beberapa hari ke depan segera membaik sehingga bisa menyelesaikan cerita ini. author usahakan akan tetap up meskipun jarang. Oh ya, cerita ini kemungkinan akan segera tamat. Bolehkah saya meminta pendapat next jika author membuat cerita historical china apakah teman-teman tertarik? Boleh dijawab di komentar ya....

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin   Chapter 136 | Berjumpa Lagi Denganmu

    Bu… buat apa Bu Selina mau memesan pria-pria seperti itu?” Shifa mengeja kalimatnya dengan susah payah. Jarinya saling meremas di depan perut, sementara tatapannya naik turun, antara rasa penasaran dan takut.Selina menatapnya sekilas. Sudut bibirnya terangkat pelan, membuat kedua pipinya semakin bergerak naik. “Orang itu akan aku sewa untuk dijadikan hadiah.”Namun, detik berikutnya senyum itu lenyap. Sepasang mata Selina berubah tajam, dingin, dan penuh tekanan. “Shifa, kamu tahu, kan? Sebaiknya kamu hanya lakukan tugasmu dan tidak perlu bertanya.”Mendapat tatapan seperti itu, Shifa langsung menunduk. Bahunya menegang. “Ba—baik, Bu. Saya akan carikan klub malam sesegera mungkin.”Usai berkata demikian, pegawai itu segera pamit dan undur diri dengan langkah tergesa.Di saat yang bersamaan, Selina mendengar bunyi notifikasi pesan masuk. Layar ponselnya menyala, menampilkan dua pesan yang datang hampir bersamaan, dari Dusan dan Marissa.Dusan:[Sayangnya Papa sudah istirahat? Apa kamu

  • Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin   Chapter 135 | Carikan Pria Terbaik!

    “Dengan cara apa aku membuat mereka berantakan, biarlah jadi urusanku.”Raven yang duduk di kursi kemudi memiringkan kepala, lalu kembali menatap Selina. Pandangannya menyusuri sepasang bulu mata lentik itu sesaat sebelum ia menyeringai tipis. “Sungguh, nggak butuh bantuanku?”Selina memajukan tubuhnya beberapa senti. Jarak di antara mereka menyempit, membuat suaranya terdengar lebih rendah. Tatapannya mengunci Raven, dalam dan penuh perhitungan. “Tentu aku perlu bantuanmu,” ujarnya pelan, “buatlah Giovanni lebih sibuk beberapa waktu ke depan.”"Dari kata-katamu ini kamu mau main rahasia denganku?" ulang Raven penuh tatapan menyelidik. "Selina, bukannya kita sepakat untuk kerjasama?"Hela napas pelan meluncur dari bibirnya sebelum Selina menerbitkan senyum. "Raven ... Gimana kali ini, aku ingin kasih kamu kejutan besar?""Oh, ya? Aku harap kejutan kamu memuaskan buatku." Selina semakin melebarkan senyumnya, lalu menambahkan dengan nada lebih tegas, “Kamu tenang saja ... Kalau sudah t

  • Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin   Chapter 134 | Memahami Dia

    Raven menggaruk pelipisnya yang sebenarnya tidak terasa gatal. Tatapannya sempat beralih ke arah lain sebelum kembali pada Gracie.“Mm, bukan begitu,” ujarnya pelan. “Aku hanya tidak ingin menebak-nebak keinginan kakakmu. Dan kalau tahu sedikit tentang masa lalunya, mungkin aku bisa lebih memahaminya sebagai bawahan.”Gracie terkekeh kecil, lalu menepuk lengan Raven dengan santai. Senyum tipis mengembang di wajahnya saat ia menatap pria bermasker hitam itu.“Aku cuma bercanda, Kakak. Lagipula soal itu aku juga tidak tahu. Kakakku lama tinggal di Norvast. Tidak menutup kemungkinan dia pernah punya kekasih di sana.”Raven mengangguk pelan. Rahangnya sedikit mengeras, seolah ia sedang menimbang sesuatu, tetapi pada akhirnya ia memilih diam. Tidak ada jawaban yang keluar darinya.Gracie kembali membuka suara, kali ini dengan nada yang lebih tenang.“Soal memahami kakakku… dia tidak pernah kekurangan uang. Dia bisa melakukan apa pun dengan uangnya.” Gracie menarik napas sejenak. “Dia terbi

  • Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin   Chapter 133 | Antara Gracie dan Raven

    “Dia….” Bibir Selina kelu. Ia menoleh sekilas ke arah pria di sampingnya, lalu kembali menatap Gracie. Kepalanya sibuk menimbang kata yang tepat untuk menjelaskan keberadaan Raven pada adik tercintanya. Jantungnya berdegup tidak beraturan, seolah waktu sengaja melambat hanya untuk mempermalukannya. Namun sebelum Selina sempat membuka suara, Raven sudah lebih dulu melangkah setengah langkah ke depan. Suaranya terdengar tenang saat ia berkata, “Bodyguard baru kakakmu.” Ucapan itu membuat suasana mendadak hening. Gracie terdiam dengan sorot mata penuh ragu, sementara Selina menyipitkan mata tajam ke arah Raven, seolah ingin menegurnya tanpa suara. Alasan macam apa itu? Selina bahkan tidak pernah memikirkan jawaban semacam itu sebelumnya. Namun, setelah dipikirkan kembali, penjelasan Raven terdengar masuk akal. Gracie menaikkan alisnya beberapa detik. Ia lalu mengalihkan pandangan kembali pada Selina. “Untuk apa kakak sewa bodyguard? Kakak tidak lagi menghadapi bahaya, kan?” Se

  • Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin   Chapter 132 | Orang Asing

    Entahlah. Saat ini bukan waktunya menerka terlalu jauh. Selina menahan rasa ingin tahunya, menyingkirkan berbagai kemungkinan yang berkelebat di benaknya. Mungkin lain kali ia akan mencari tahu tentang Raven lebih jauh. Yang jelas, bila Raven benar memiliki pengaruh besar di Sylan, fakta itu bisa menjadi kartu penting. Sebuah keuntungan yang kelak dapat ia manfaatkan, entah untuk melindungi diri atau mencapai tujuan yang belum tercapai. Menyadari dirinya sudah terlalu lama berdiri di sana, Selina menarik napas perlahan. Ia menata kembali ekspresinya, memastikan tak ada kegugupan yang tersisa. Lalu, dengan langkah ringan dan hati-hati, ia menjauh dari tempat itu, memastikan Raven tidak menyadari keberadaannya yang sempat menguping. *** Siang itu, tepat ketika sesi pemotretan terakhir selesai, seluruh kru telah meninggalkan lokasi. Ruangan yang sebelumnya riuh kini berubah lengang. Lampu-lampu studio mulai dipadamkan satu per satu, menyisakan suasana sunyi yang terasa canggung.

  • Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin   Chapter 131 | Melewatkan Sesuatu

    Selina melongo mendengar jawaban Raven. Dari sekian banyak pertanyaan yang ia ulang dan lontarkan pada lelaki itu, dan dari sekian banyak jawaban kabur yang selalu diterimanya, kali ini Raven justru menjawab tanpa berkelit. Terlalu jelas sampai membuat Selina menelan ludahnya kasar. Benarkah demikian? Entahlah tapi Selina merasa tatapan Yang diberikan Raven tadi bukanlah sebuah candaan apalagi main-main. Manik hitam pria itu seolah telah berbalut kabut dendam yang tebal. “Tapi kenapa?” Selina akhirnya bertanya cepat. Alisnya berkerut, jemarinya mencengkeram tepi kursi tanpa sadar. “Mereka orang tuamu sendiri, bukan?” Sudut senyum Raven bergerak tipis. Pria itu lantas membuang napas panjang sebelum mendekat. Lelaki berkaos polo itu memiringkan tubuhnya, mencondongkan wajah hingga jarak mereka hanya terpaut sedikit. Tatapannya gelap, suaranya rendah namun tenang, seolah sudah lama menyimpan semua itu. “Karena mereka lebih memilih anak angkat daripada keturunan keluarga Mathias,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status