Compartilhar

Terbakar

Autor: Purplexyiii
last update Data de publicação: 2026-09-20 09:40:58

Ivy melepaskan cengkeraman pada dasi Arthur dengan sentakan kasar. Ia berbalik, mengabaikan napas berat pria itu yang masih terasa di tengkuknya. Fokusnya sekarang bukan lagi pada gairah yang merusak, tapi pada tumpukan kertas yang berserakan di lantai, bukti darah yang selama ini disembunyikan di bawah kemewahan nama Sterling.

"Keluar dari sini, Arthur. Aku butuh waktu untuk merangkai rencana penghancuran keluargamu. Jangan berpikir untuk menempatkan mata-mata di pintu kamarku," ucap Ivy tanp
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Bukti

    Chloe diseret keluar dari The Glass Pavilion, melewati barisan orang paling berkuasa di New York yang kini menatapnya seolah ia adalah sampah di pinggir jalan.Ivy berdiri di tengah ballroom yang mendadak sunyi. Ia tidak merasakan gelombang kemenangan yang manis seperti di film-film. Yang ia rasakan adalah hampa yang tenang. Ia telah menyelesaikan satu urusan.Arthur melangkah maju, berdiri tepat di belakangnya. Ia tidak menyentuh Ivy di depan umum, namun kehadirannya memberikan tekanan protektif yang nyata. "Satu mangsa sudah diasingkan. Dia akan dikirim ke fasilitas rehabilitasi tertutup di utara malam ini. Tidak ada akses internet dan pengunjung. Hanya dia dan bayang-bayangnya sendiri.""Berapa lama dia akan di sana?" tanya Ivy, matanya menatap pintu tempat Chloe baru saja diseret keluar."Selama yang kau inginkan. Aku sudah memastikan rekam medisnya menunjukkan dia tidak stabil secara mental. Dia tidak akan pernah bisa bicara pada pers tanpa dianggap gila," jawab Arthur datar.Ivy

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Hancur

    Balthazar tertawa geli. "Kau pikir sudah menang, ya? Kau akan menghabiskan sisa hidupmu dengan pria yang merupakan putra dari pembunuh orang tuamu. Setiap kali kau menatapnya, kau akan melihat wajahku. Setiap kali dia menyentuhmu, kau akan teringat darah mereka!"Ivy terdiam sejenak. Kalimat itu adalah racun yang paling mematikan. Dia menatap Arthur. Arthur menunduk, siap menerima jika Ivy memutuskan untuk menembaknya saat itu juga. Namun, Ivy justru mendekati Arthur. Dia mengambil pistol dari tangan Arthur, mengarahkannya ke arah Balthazar, dan menembak kaki kursi pria tua itu hingga Balthazar terjatuh ke lantai."Kau salah, Balthazar," ucap Ivy tenang. "Arthur bukan putramu. Dia adalah pria yang menghancurkanmu demi aku. Dia adalah senjataku. Aku tidak benci pada senjataku sendiri. Aku benci pada orang yang menarik pelatuknya. Itu adalah kau."Ivy berbalik. "Arthur, urus mereka. Aku ingin mereka membusuk di penjara paling gelap yang bisa dibeli dengan uangmu. Jangan biarkan mereka m

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Terbakar

    Ivy melepaskan cengkeraman pada dasi Arthur dengan sentakan kasar. Ia berbalik, mengabaikan napas berat pria itu yang masih terasa di tengkuknya. Fokusnya sekarang bukan lagi pada gairah yang merusak, tapi pada tumpukan kertas yang berserakan di lantai, bukti darah yang selama ini disembunyikan di bawah kemewahan nama Sterling. "Keluar dari sini, Arthur. Aku butuh waktu untuk merangkai rencana penghancuran keluargamu. Jangan berpikir untuk menempatkan mata-mata di pintu kamarku," ucap Ivy tanpa menoleh dan tanpa emosi yang jauh lebih menakutkan daripada teriakan histeris sebelumnya. Arthur berdiri mematung. Hidungnya masih mengeluarkan darah sedikit, tapi dia tidak peduli. Dia menatap punggung Ivy yang tegak, menyadari bahwa wanita di depannya bukan lagi Ivy yang butuh perlindungan. "Vanguard Black sudah aktif atas namamu. Segala akses biometrik di gedung ini, di bank, dan di markas taktis sudah dipindahkan ke otoritasmu. Kau hanya perlu menjentikkan jari." "Oke. Sekarang pergilah.

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Membara

    Mata Ivy menyapu baris demi baris tulisan di lembar pertama: Laporan Autopsi Kematian Valerius Drake & Seraphina Vance. Tangannya makin gemetar saat membaca lembar kedua: Peta Rute Sabotase Rem Truk Kontainer - Dilengkapi Akses Jalur Internal Sterling Manor. Dan di lembar terakhir, terpampang jelas tanda tangan tebal berbintik tinta hitam milik Balthazar Sterling, serta surat pengalihan seluruh aset paten teknologi Drake Synergy kepada klan Sterling.Darah di seluruh tubuh Ivy terasa mendidih lalu membeku seketika. Dunia di sekitarnya seolah kehilangan gravitasi. Kertas-kertas berharga jutaan dolar itu terasa seperti jelaga membakar yang menghanguskan telapak tangannya.Orang tuanya tidak mati karena kecelakaan murni. Mereka dibantai. Lalu keluarga yang kini menaungi namanya adalah eksekutor yang membiayai kematian itu.Ivy mendongak perlahan. Binar mata kecokelatannya yang biasa penuh gairah dan kecerdasan kini hampa, berubah menjadi jurang hitam yang dingin dan mematikan. Pandangann

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Amplop

    Arthur tertawa pelan. Ia menunduk, mendaratkan ciuman dalam ke leher Ivy, membuat wanita itu meremang halus di tengah kelelahan usai rapat panjang. Namun, sebelum gairah di antara mereka kembali tersulut, bunyi getaran tajam dari ponsel milik Arthur memecah keheningan.Arthur menarik diri sedikit, merogoh saku jasnya. Layar ponselnya menyala, menampilkan nama kontak yang terenkripsi khusus, Vanguard One, kepala tim intelijen pribadi yang paling ia percayai.Ivy membuka matanya saat merasakan perubahan drastis pada gestur tubuh Arthur. Otot-otot di bahu suaminya seketika menegang hebat. Tatapan mata kelam Arthur yang tadinya dipenuhi kehangatan gairah kini membeku sepenuhnya, berubah menjadi aura bahaya yang paling pekat."Cepat katakan," suruh Arthur dingin, menempelkan ponsel ke telinganya.Suara di seberang telepon terdengar tergesa-gesa, terdistorsi oleh sinyal aman. ["Tuan, ada kebocoran protokol di Sterling Manor sepuluh menit yang lalu. Seseorang berhasil meretas arsip terenkri

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Menguasai

    Ivy melangkah keluar dari kamar mandi utama dengan silk robe berwarna hitam keemasan yang terikat longgar di pinggangnya. Rambut hitamnya yang masih setengah basah terurai bebas di atas bahu polosnya yang dihiasi jejak-jejak kemerahan baru. Kakinya yang tanpa alas menapak tenang di atas lantai marmer hitam, menuju sofa panjang tempat Arthur duduk menyendiri.Arthur telah mengenakan celana kain hitam dan kemeja putih yang kancing atasnya terbiarkan terbuka. Di tangannya, segelas bourbon pekat diputar-putar perlahan. Tatapannya tertuju pada pemandangan malam di luar, tapi pikirannya jelas tertuju pada rahasia di Sterling Manor tadi malam, tentang Valerius Drake, kematian misterius, dan berkas pengalihan aset yang kini terkunci rapat di brankas pribadinya.Ivy mendekat tanpa suara. Bukannya duduk di sofa sebelah, ia melangkah maju dan langsung mendudukkan dirinya melintang di atas paha tegap Arthur, menyandarkan kepala anggunnya di dada bidang sang suami.Arthur terkejut kecil, tapi refl

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status