Share

Mempermainkan Aku

Penulis: Itsme AnH
last update Terakhir Diperbarui: 2023-11-23 21:49:45

Saat Tuan Simon hendak memanjat tubuh Jessica yang ada di atas ranjang, wanita itu tiba-tiba saja membuka matanya.

Jessica menatap Tuan Simon dengan mata memicing, memancarkan aura bahaya yang membuat pria berperut buncit itu terkejut dan sedikit bergidik ngeri.

Tuan Simon merasakan getaran di hatinya, dia pun bertanya langsung pada Jessica yang dikabarkan akan tidur selama dua jam. “Kamu … kamu kenapa bangun?”

‘Nyonya Smith tidak mungkin membohongi aku, kan?’ Tuan Simon mengerutkan kening dengan tidak senang dan menggertakkan giginya. ‘Awas saja jika dia berani mempermainkan aku!’

Melihat ekspresi di wajah Tuan Simon, Jessica tersenyum lebar disertai dengan tatapan berbinar. “Jika aku tidak bangun, maka aku akan kehilangan kesempatan untuk melihat pertunjukan yang bagus.”

Detik berikutnya, ekspresi tegas menyelimuti wajah Jessica yang menatap tajam pada Tuan Simon. “Aku harus bangun untuk menghentikan aksi bejatmu!”

“Kamu—”

Belum Tuan Simon menyelesaikan kata-katanya, Jessica sudah melambaikan tangannya untuk mengeluarkan serbuk putih yang mengudara dan menembus ke indera penciuman pria berperut buncit itu.

Detik berikutnya, Tuan Simon tiba-tiba merasa tubuhnya melemas hingga dirinya terjatuh ke lantai tanpa daya, dia sama sekali tidak bisa menggerakkan satu pun anggota tubuhnya dan hanya bisa pasrah menyaksikan Jessica mengikat kedua tangan juga kakinya dengan tali.

“Nona … Nona Cantik, apa … permainan apa yang ingin kamu mainkan? Kenapa … kenapa kamu tidak melepaskan aku agar kita bisa bermain bersama-sama?”

Senyuman Jessica memang terlihat polos dan naif, tetapi Tuan Simon justru merasakan adanya bahaya yang tengah mengintai hingga dia tidak bisa menahan rasa takut yang membuat hatinya semakin bergetar.

“Tuan Simon, lihatlah apa ini.” Jessica mengeluarkan dua tulang yang masih berdaging dengan senyum merekah seperti bunga yang baru mekar.

Melihat itu, Tuan Simon dapat merasakan alarm bahaya yang membuat hatinya bergetar lebih kuat dari sebelumnya. “Apa … apa yang ingin kamu lakukan dengan tulang-tulang itu?”

“Tuan Simon, apa Bibi Veron tidak memberitahumu bahwa Keluarga Smith memiliki anjing ganas yang menyukai tulang berdaging seperti ini?” Jessica membelalakkan matanya, terlihat terkejut atas ketidaktahuan Tuan Simon.

Sebenarnya, anjing ganas itu tidak sepenuhnya bisa dibilang sebagai anjing peliharaan Keluarga Smith. Itu adalah anjing milik Jessica yang tidak dibawa pergi ke pinggiran kota dan tidak juga diberi makan dengan teratur oleh orang-orang di Kediaman Smith.

Anjing yang tidak pernah diberi makan daging, tentu saja akan mengganas begitu melihatnya, bukan?

“Apa … apa yang ingin kamu lakukan?” Tuan Simon sudah menyukai Jessica, sebelum wanita itu menikah dengan Aland Albert.

Namun, dia terpaksa mengubur niatnya untuk mempermainkan Jessica hanya karena wanita itu menikah dengan salah satu tuan muda dari keluarga terkemuka di Jincheng City.

Tidak disangka, Veronika malah datang untuk membuat kesepakatan dengan menawarkan tubuh Jessica yang sangat menggiurkan.

Tentu saja, Tuan Simon dengan senang hati menyetujui kesepakatan dari Veronika dan berpikir Jessica adalah wanita yang sangat mudah ditaklukkan.

Ternyata … Jessica yang hidup di pinggiran kota tidak sesederhana yang dia pikirkan.

Tanpa mengatakan apa pun, Jessica memasukkan dua tulang di tangannya ke dalam celana Tuan Simon.

“Hei, hentikan! Apa yang kamu rencanakan?!”

“Tuan Simon, permainannya akan segera dimulai.” Jessica masih saja tersenyum, dia sama sekali tidak menghiraukan teriakan Tuan Simon dan malah berdiri di hadapan pria itu dengan tenang. “Sebentar lagi, anjing keluarga kami akan datang. Kamu harus berhati-hati dan lindungilah masa depanmu, jangan sampai dirusak olehnya.”

“Tidak! Jessica … Nona Cantik, tolong jangan lakukan ini! Jangan sakiti aku! Ini bukan lelucon! Tolong lepaskan aku!” Tuan Simon sudah berkeringat dingin, tubuhnya juga sudah bergetar hebat.

Jika punya kekuatan, dia pasti sudah berlutut di depan Jessica.

Sayangnya, wanita yang tidak memiliki belas kasih itu membiarkan pintu kamar terbuka hingga anjing ganas yang telah mencium aroma daging langsung masuk ke dalam.

"Marco, selamat menikmati makanan lezatmu." Jessica dengan penuh kasih mengelus kepala Marco, lalu pergi tanpa menoleh ke belakang.

"Tidak ... Jessica, kamu tidak boleh meninggalkan aku sendirian dengan anjing sialan ini! Jika kamu melepaskan aku, aku akan menuruti semua—aahhh!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Gairah Panas Adik Iparku   Dasar Tong Sampah

    DI RUANG KERJA ALANDDinding berwarna abu-abu tua dengan aksen kayu gelap tidak pernah terasa cukup luas bagi Aland. Saat dia melihat keluar dari dinding kaca, pemandangan kota jelas tidak seindah yang bisa dilihat dari lantai teratas – ruang kerja Aaron sebagai Presiden Direktur Cisal Enterprise.Aland mengalihkan tatapannya dari pemandangan kota, ke arah pintu ketika mendengar suara tumit hak Natasha menggelegar di lantai marmer. Suara tak asing itu seperti penuh godaan, membuatnya tahu siapa yang datang meski tanpa melihat. Natasha melenggak-lenggokkan pinggulnya, berjalan mendekati Aland, lalu duduk di pangkuan pria itu dengan gerakan lembut yang menggoda. "Sayang ... kapan kamu akan menceraikan wanita itu?" Jari jemari Natasha yang berhias mahkota berlian menjalar perlahan di leher Aland, mengikuti urat yang membesar karena ketegangan. "Padahal dari awal, kamu menikahinya hanya untuk menjatuhkan Aaron, bukan? Namun adikmu justru seperti raja yang tidak bisa diganggu gugat!"Ala

  • Gairah Panas Adik Iparku   Tapi Ada Syaratnya

    "Jessica, apa yang kamu lakukan di sini?!" Suara Rebecca menusuk suasana ruang keluarga yang tadinya sunyi. Wanita itu berdiri di pintu dengan wajah memerah karena kesal, mata melotot menatap Jessica yang tengah bersandar di sofa besar seperti orang yang punya hak penuh atas tempat itu – tangan di paha, gelas jus jeruk di tangan kanannya. "Bukan urusanmu," jawab Jessica tanpa melihatnya, matanya tetap terpaku pada layar televisi yang sebenarnya tidak sedang dia tonton. Suaranya dingin seperti es, tak sedikitpun memberi ruang untuk pembantahan. Tepat saat itu, Alexander keluar bersama Veronika yang mengenakan gaun panjang berwarna emas yang membuatnya terlihat mencolok. "Tuan Smith," panggil Jessica dengan nada yang jauh dan kaku, seolah-olah yang dia hadapi bukan ayah kandungnya sendiri. "Aku sudah membawa surat perjanjian investasi dari Cisal Enterprise seperti yang kamu minta." Alexander langsung tersenyum lebar, wajahnya bersinar kegembiraan. "Betapa baiknya putriku yang canti

  • Gairah Panas Adik Iparku   Kesepakatan Tambahan

    Setelah meninggalkan Snow Butique, Jessica melangkah cepat menuju parkiran, langkahnya sedikit tergesa-gesa di atas ubin lantai yang mengkilap. Dia masih menggenggam jas Aaron dengan erat hingga kainnya terlipat kusut di genggamannya, sementara dada yang masih terasa sakit perlahan-lahan terbakar oleh nyala balas dendam yang semakin membara.'Aland bilang aku hanya mencari perhatian? Baiklah, nanti kau akan tahu betapa salahnya menganggapku seperti itu!' – suara dalam hatinya terdengar keras, menyembunyikan rasa sakit yang masih menyelimuti dirinya.Tangan sudah siap membuka pintu mobil yang disewanya ketika suara yang sangat akrab terdengar dari belakang – suara yang membuat tulang belakangnya sedikit berdiri rilek."Kau berpikir bisa pergi begitu saja setelah membawa jas ku?"Jessica langsung berbalik, alisnya sedikit terangkat dengan ekspresi tidak senang. Udara di parkiran terasa lebih dingin dari biasanya. "Aku akan membawanya kembali ke kantormu nanti.""Tak perlu repot, aku sud

  • Gairah Panas Adik Iparku   Apa yang Kamu Banggakan?

    "Kenapa kau di sini?" Suara dingin Aland mengagetkan Jessica yang baru saja berganti pakaian dan hendak pergi meninggalkan Snow Butique sambil menenteng jas Aaron. Dia sedikit terkejut melihat keberadaan Aland yang sebelumnya sangat dia cintai dan dirindui siang-malam. Kini, perasaan itu musnah berganti dengan kekecewaan yang meninggalkan rasa permusuhan. Jessica menatap Aland, lalu dengan sinis melirik Natasha yang menempel di lengan pria itu. Kemudian, tatapan Jessica kembali tertuju pada Aland. "Apa masalahnya? Kenapa aku tidak boleh ada di sini?" Natasha melihat Jessica dari ujung kepala sampai ujung kaki, dia selalu iri hati saat menyadari saudari perempuannya selalu terlihat cantik meski hanya dibalut pakaian sederhana. Detik selanjutnya, tatapan Natasha jatuh pada jas pria di tangan Jessica. "Adik, kenapa kamu memegang pakaian pria di tanganmu? Itu bukan pakaian Aland, kan?" "Oh, aku bertanya-tanya kenapa kau belum sampai ke Orleander Breeze, padahal ibu bilang kau sud

  • Gairah Panas Adik Iparku   Membuat Banyak Segel di Tubuhmu

    "Apa?" Jessica menghentikan kegiatannya, dia menatap pria di sampingnya. "Aaron, kenapa kau mendesakku bercerai? Aku tidak sedang terburu-buru. Aku....""Apa kau pikir, kau tidak perlu bertanggung jawab setelah tiga kali tidur denganku?""Tanggung jawab?" Jessica menatap Aaron dengan tatapan tak percaya. "Hmmmm." Aaron mengangguk tanpa dosa. "Anggap saja sebagai kompensasi atas hilangnya waktu berhargaku dan kerusakan mental yang disebabkan olehmu.""Hah ... kerusakan mental?" Jessica terkekeh sinis. Bukankah dia yang merusak mentalku? "Kau tidak hanya mengambil kepolosanku, tapi juga berkali-kali mencoba memanfaatkan aku. Jadi, tentu saja kau harus bertanggung jawab!""Kau—" Jessica mengacungkan jari telunjuknya ke arah Aaron dengan gigi yang saling gemertakan seolah-olah ingin melumat pria itu. "Gila!""Apa aku salah?"Jessica diam, dia tidak punya kata-kata yang tepat untuk membalas Aaron. Lebih tepatnya, dia tidak ingin berdebat dengan Aaron untuk mencegah dirinya menjadi gila

  • Gairah Panas Adik Iparku   Perceraian

    Jessica terdiam. Sebelumnya, dia berniat meminta bantuan pada Aland untuk berinvestasi pada Smith Company agar kesepakatannya dengan Alex bisa terpenuhi. Namun, begitu mengetahui perselingkuhan Aland dan Natasha, Jessica membuang jauh-jauh pemikirannya itu. Di matanya, aku hanyalah wanita yang tidak diinginkan. Bagaimana mungkin bajingan itu bersedia membantuku? Jessica menggertakkan gigi, sementara otaknya sedang berpikir dengan liar. Detik selanjutnya, dia langsung menoleh ke arah Aaron saat pemikirannya membawa satu nama. "Aaron ...." Jessica memasang senyum terbaik yang terlihat begitu dipaksakan hingga Aaron menatapnya dengan aneh. Bukannya senang ditatap oleh Jessica dengan dengan netra berbinar dan senyum lebar, Aaron justru bergedik ngeri. "Apa?" "Maukah kamu membantuku?""Bantuan seperti apa yang kamu inginkan?"Jessica menggigit bibirnya, tampak ragu mengutarakan niatnya. Meski demikian, dia tetap berbicara dengan perlahan. "Aku ingin kamu berinvestasi pada Smith Comp

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status