LOGINNabila yang sudah berusia 25 tahun selalu didesak oleh kedua orangtuanya untuk segera menikah. Namun, Nabila memutuskan untuk tidak memikirkan perihal pernikahan terlebih dahulu. Nabila hanya menanggapi santai permintaan kedua orangtuanya tersebut. Banyak pria yang mendekatinya, tetapi selalu ia tolak karena masih terbayang penghianatan oleh sang mantan. Suatu ketika saat Nabila liburan ke desa tempat sahabatnya tinggal, takdir mempertemukannya dengan seorang pria bule yang bernama Adnan, dan akhirnya menjadi suami kontraknya. Namun, hal tidak terduga akhirnya terungkap tentang siapa Adnan sesungguhnya.
View More"Akhirnya aku mendapatkanmu," ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja memeluk Adnan dari belakang. Nabila yang penasaran menatap ke arah belakang Adnan dengan ekspresi terkejut dan membelalakkan kedua matanya. Disana berdiri seorang wanita dengan pakaian kasual, rambut hitam panjang tergerai, berwajah cantik, memiliki tubuh ideal, dan berkulit putih.Sedangkan Adnan reflek melepas kedua tangan wanita itu yang melingkar diperutnya, kemudian menghindari wanita itu. Namun, tanpa sengaja wanita tersebut seketika itu juga kehilangan keseimbangan dan tubuhnya jatuh ke dalam kolam di bawah air terjun. Sontak saja hal itu membuat Adnan dan Nabila terkejut. Tidak berapa lama wanita itu muncul kepermukaan air sambil terbatuk-batuk, rambutnya basah menutupi sebagian wajahnya. Ia menatap ke arah Adnan sembari mengulurkan kedua tangannya. "Adnan ... tolong aku," ucap wanita itu manja. Nabila yang mendengar itu langsung menunjukkan ekspresi geli dan ingin muntahnya. "Kita tinggalkan saja dia, se
Nabila yang masih terkejut mendapatkan serangan yang sangat tiba-tiba hanya dapat terdiam, masih mencerna kejadian yang baru saja ia alami saat ini."Dia itu pelakor. Berani-beraninya merebut Adnan dariku. Memangnya dia siapa? Punya jabatan apa? Cuma perempuan kota saja sudah sombong," cibir Ita, gadis yang tadi menjambak rambut Nabila. Ita masih dipegangi oleh beberapa ibu-ibu agar tidak menyerang Nabila kembali."Siapa kamu berani-beraninya menyebutku dengan sebutan pelakor. Justru kamu yang pelakor mau merebut suamiku." Nabila membalas cibiran Ita. Ia tidak ingin diam saja, ingin rasanya membalas serangan Ita yang masih terasa menyakitkan ditubuhnya saat ini."Jelas-jelas kau yang sudah merebut Adnan dariku. Kami sudah pacaran sedari kecil dan itu berarti kau yang telah mengambil Adnan dariku. Kembalikan Adnan padaku." Ita berteriak histeris.Nabila tidak peduli dan hanya menampilkan senyuman mengejek, "Heh! Dengar ya! Kalau memang Adnan suka dan cinta sama kamu, pastilah kamu suda
Tiba di warung tempat suaminya berjualan, terlihat sudah ramai antrian para pembeli. Memang warung ayam geprek Adnan selalu ramai pembeli. Entah karena rasanya memang enak atau karena ketampanan Adnan yang berwajah bule. Nabila menghampiri Adnan yang sedang membuat sambal dan menyodorkan sekantung cabai kehadapannya.Adnan tersenyum, "Terima kasih, maaf merepotkanmu." Nabila memalingkan wajahnya dari sang suami, memperhatikan sekitar dan melirik Adnan sebentar. Berjalan membelakangi Adnan menuju kursi dekat kompor. Menarik napas sesaat dan berkata, "Lain kali aku tidak mau mengantarkannya untukmu,"Adnan terdiam dengan raut wajah penasaran, "Mungkin karena dia gadis kota yang sudah terbiasa dilayani," batin Adnan."Para penggemarmu itu yang membuatku kesal, mereka juga hampir memukulku." Nabila mengepalkan kedua tangannya dan melayangkannya keudara, terlihat sangat kesal. Adnan langsung mendekati sang istri, ada rasa kekhawatiran di dalam hatinya."Apa kau baik-baik saja?" tanya Adnan
Keesokan harinya setelah acara pernikahan selesai, halaman rumah Adnan masih dipenuhi kursi-kursi yang belum dibereskan. Sania, ibu Nabila, duduk di beranda sambil menikmati teh hangat. Di sampingnya, duduk seorang perempuan paruh baya berwajah teduh, Lastri, ibu Adnan, yang kini resmi menjadi besannya.“Saya sungguh senang melihat Adnan dan Nabila akhirnya bersatu. Hati saya jadi lega sebagai seorang ibu.” Sania membuka percakapan dengan senyum tulus.Lastri tersenyum, wajahnya ikut berbinar. “Saya juga, Bu Sania. Adnan itu anaknya keras kepalaa, banyak sekali gadis desa yang melamarnya, tapi selalu ia tolak. Jujur saja, saya sempat khawatir, apakah dia akan menemukan pasangan yang benar-benar cocok. Ternyata Tuhan menuntunnya pada Nabila.”Sania menunduk sebentar, matanya berkaca-kaca. “Seorang ibu hanya ingin melihat anaknya bahagia. Kalau Adnan bisa menerima Nabila apa adanya, itu sudah lebih dari cukup. Saya pun percaya, Nabila bisa jadi istri yang baik untuk Adnan.”Lastri mengg






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.