Home / Romansa / Gairah Sahabat Suamiku / 279. Isapan Jempol

Share

279. Isapan Jempol

Author: NARA
last update Huling Na-update: 2025-12-26 23:34:19

Damian tersenyum sambil mengangkat gelas berisi susu hamil yang ia bawa. "Kamu belum minum susu, Leo." Damian berjalan mendekati sang istri, dan menyodorkan segelas susu hamil. "Minumlah,"

"Tidak, aku akan muntah nanti jika minum susu." tolak Leo, menghindari minum susu yang bisa membuatnya mual dan juga muntah, itulah yang ia alami setelah hamil. Padahal sebelumnya Leo adalah pencinta susu, tapi setelah hamil semuanya berubah.

"Minum saja dulu, aku yakin kamu tidak akan muntah."

Leo dengan ragu mengambil gelas berisi susu di tangan Damian. Ia mencicipi susu tersebut lebih dulu.

Tapi kali ini ia sama sekali tidak mual, padahal sebelumnya hanya mencium aromanya saja sudah membuat Leo mual.

Leo menatap pada Damian yang sedang tersenyum kearahnya, kehadirannya benar-benar membuatnya bisa makan apapun.

"Bagaimana, tidak mual lagi kan?" tanya Damian.

Leo menggelengkan kepalanya.

"Kalau begitu, minumlah."

Tanpa mengatakan apapun Leo langsung meminum susu tersebut sampai habis tidak tersis
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Kuseri
seruuu ditunggu lanjutannya
goodnovel comment avatar
NARA
g kak santai saja, Damian setia kok
goodnovel comment avatar
Nia Khair
giliran leo sudah suka pasti DTG wanita lain ...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Sahabat Suamiku   287. Balas Budi

    "Apa dengan kamu menghabisi dirimu sendiri, kamu bisa menyelamatkan mereka, tidak!" Luna tersenyum mengejek ketika Damian mengarahkan pisau pada lehernya sendiri. Damian terdiam mendengar apa yang Luna katakan, kemudian ia melempar pisau yang ada ditangannya, benar apa yang Luna katakan. Percuma ia mengakhiri diri sendiri, toh semua akan sama saja, sang istri tercinta dalam bahaya."Dan aku ingatkan padamu, jangan pernah katakan semua ini pada kedua mertua kamu, paham!" ujar Luna.Membuat Damian segera menatap wanita yang ia kira baik, karena telah menjadikannya seperti sekarang. Tapi ternyata wanita tersebut begitu jahat. Dan Damian merasa menjadi orang yang paling bodoh karena pernah mengiyakan keinginan Luna."Dengar, aku Damian! Kamu tidak boleh mengatakan semua pada orang tua Isrti kamu." Luna mengingatkan Damian kembali.Namun, Damian memilih diam. Ia yang dulu hanya di suruh menghabisi Leo tanpa ada penjelasan. Jadi penasaran kenapa Luna menginginkan Leo mati. "Berikan alasan

  • Gairah Sahabat Suamiku   286. Biar Aku Yang Mati

    Damian terdiam cukup lama setelah mendengar usulan Diana. Otaknya bekerja keras, menimbang risiko dari setiap keputusan yang akan ia ambil. Wajahnya terlihat tegang, rahangnya mengeras, sementara jemarinya mengepal di sisi tubuh."Sebelum semuanya terlambat, cepat temui kedua orang tua Leo, Damian," pinta Diana lagi, suaranya terdengar lebih mendesak. Ia mengenal sepupunya itu dengan baik. Jika Damian sudah seperti ini, berarti masalahnya jauh lebih besar dari yang terlihat."Tidak sekarang," jawab Damian akhirnya, datar namun tegas. Keputusan itu keluar begitu saja dari mulutnya, meski hatinya sendiri bergejolak."Damian, jangan bercanda. Ini masalah besar," Diana memperingatkan. Ia melangkah mendekat, mencoba menatap mata Damian agar sepupunya itu sadar.Damian menoleh perlahan. Tatapannya penuh konflik dan penyesalan. "Diana, ini bukan saatnya mereka tahu. Kamu tidak mengerti, sebelum aku mencintai Leo seperti sekarang, aku pernah berniat menghabisinya." Suaranya melemah di akhir

  • Gairah Sahabat Suamiku   285. Usulan

    Damian sama sekali tidak mampu memusatkan perhatiannya pada layar laptop di hadapannya, semua pekerjaannya begitu kacau.Kedatangan Luna secara tiba-tiba ke kantornya tadi, membuat pikirannya kacau, dadanya terasa sesak, dan kepalanya berdenyut nyeri.Bayangan wajah Luna yang dingin dan penuh ancaman kembali terlintas jelas di benaknya. Wanita itu tidak datang untuk berbasa-basi. Ia datang menagih janji keji yang pernah Damian sepakati dalam kondisi terdesak. Janji untuk menghabisi Leo, istrinya sendiri, sesuai kesepakatan awal mereka."Arghhhh!" Damian bangkit dari kursinya dan memukul meja kerja sekuat tenaga hingga beberapa berkas berhamburan ke lantai. Napasnya memburu, rahangnya mengeras menahan amarah dan putus asa. Ia merasa seperti binatang yang terjebak dalam perangkapnya sendiri."Tidak, aku tidak akan menghabisi istriku. Tidak!" teriak Damian dengan suara parau. Tangannya gemetar, dadanya naik turun dengan cepat. Leo adalah cahaya dalam hidupnya, satu-satunya alasan ia

  • Gairah Sahabat Suamiku   284. Buronan

    "Siapa Anda?" tanya Leo dengan nada waspada ketika membuka pintu. Jantungnya berdegup lebih cepat saat melihat seorang wanita berpenampilan elegan berdiri di depan pintu rumahnya.Tatapan wanita itu tajam, seolah sedang memastikan sesuatu, atau seseorang.Lalu wanita itu tersenyum tipis. "Apa aku boleh masuk?" tanyanya lembut.Leo tidak menimpali ucapannya, yang ada langsung mengernyit. Ia yakin belum pernah melihat wanita tersebut sebelumnya. Tangannya refleks menggenggam daun pintu lebih erat. "Maaf, tidak bisa." jawab Leo akhirnya. "Anda siapa?" tanya lagi. Ada rasa tidak nyaman yang tiba-tiba menjalar di benak Leo, seolah instingnya memperingatkan sesuatu."Aku akan memberi tahu, tapi aku ingin masuk." pinta wanita tersebut. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Luna, yang akhirnya bisa menemukan rumah tinggal Damian dan juga Leo.Belum sempat Leo menutup pintu sepenuhnya, langkah kaki cepat terdengar dari belakang. Seorang perempuan lain muncul, ekspresinya dingin dan tegas. "T

  • Gairah Sahabat Suamiku   283. Menarik Ucapanku

    Malam yang dingin seolah tidak terasa bagi dua anak manusia yang sedang berada di dalam sebuah kamar. Udara kamar terasa hangat oleh napas mereka yang memburu, oleh dua hati yang baru saja saling mendekat setelah sekian lama menjaga jarak. Peluh membasahi tubuh keduanya, bukan hanya karena aktivitas yang sejak tadi terjadi, melainkan juga karena gejolak perasaan yang tidak lagi bisa dibendung.Hampir tiga puluh menit mereka larut dalam kebersamaan di atas ranjang, hingga akhirnya kesadaran perlahan kembali menyapa, setelah keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan.Ada keheningan yang menggantung, bukan canggung, melainkan penuh makna. Leo berbaring memejamkan mata, dadanya naik turun tidak beraturan, masih merasakan sisa kenikmatan yang terjadi.Ia sendiri terkejut pada dirinya, pada kenyataan bahwa ia telah menikmati setiap sentuhan Damian, sesuatu yang sebelumnya selalu ia hindari.Ia ingat bagaimana ia menjaga jarak dengan sang suami, membangun dinding dingin antara dirinya

  • Gairah Sahabat Suamiku   282. Menunggu

    Selama menjadi istri Damian, tidak pernah Leo menantikan kepulangan sang suami seperti malam ini. Dimana Leo benar-benar menantikan kepulangan Damian, yang sampai jam sepuluh malam belum juga pulang.Biasanya, Damian pulang cepat atau larut, baginya sama saja. Pernikahan mereka sejak awal memang bukan pernikahan yang ia inginkan.Namun, malam ini berbeda.Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, sementara Damian belum juga pulang. Leo beberapa kali melirik layar ponselnya, berharap ada pesan masuk atau panggilan dari sang suami. Sebelumnya, Damian memang sempat mengirim pesan singkat, mengatakan akan pulang terlambat karena ada urusan kantor. Leo menerima pesan itu tanpa bertanya lebih lanjut.Tapi entah kenapa, kini hatinya terasa tidak tenang.Beberapa kali jari Leo melayang di atas layar ponsel, ingin menekan nama Damian dan menghubunginya. Namun, niat itu selalu ia urungkan. Selama ini, tidak pernah Leo lebih dulu menghubungi Damian. Selalu Damian yang mencarinya,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status