LOGIN"Oke, anak mommy udah cantik."
"Lo yakin Jel?"
Nozela menoleh ke arah Thalia sambil tersenyum kemudian mengangguk.
"Nggak papa kali ya, cuma festival doang kok. Lagian kan disana pasti banyak orang juga, nggak cuma pergi berdua aja."
"Iya juga sih."
Thalia menatap sahabatnya dengan senyum menggoda, dia mendorong bahu Nozela mengunakan bahunya membuat Nozela kembali menoleh.
"Apaan sih masang wajah begitu?" tanya Nozela kemudian mengerlingkan kedua bol
Drake mengajak Nozela untuk mengambil anjing mereka di tampat penitipan hewan, Nozela tersenyum saat melihat smooky. Dia lekas mengambil alih smooky yang berada didalam kandangnya."Terima kasih kak.""Sini biar aku bawain." taraw Drake."Nggak usah, kamu kan udah bawa rocket juga biar smooky aku aja yang bawa."Drake mengangguk, mereka pun segera keluar dari sana menuju mobil Drake. Drake meletakkan kedua anjing itu ke bagasi kemudian membukakan pintu mobil untuk Nozlea."Masih mau mampir kemana dulu nggak?" tanya Drake sambil memasang sabuk pengamannya.Nozela menatap jam dilayar poonselnya, dia pun segera mengeleg."Nggak usah deh, udah petang juga.""Oke, kita langsung pulang."Nozela mengangguk sebagai jawaban, Drake pun segera mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat penitipan hewan unutuk mengantarkan Nozela pulang.Sepanjang jalan mereka tak ada yang bersuara sama sekali, Drake fokus pada mengemudinya sed
"Makasih ya udah ajakin aku ke sini."Drake mengangguk sambil tersenyum, dia mengangkat tangannya kemudian hendak menyuapkan french fries pada Nozela. Namun Nozela tidak menerima suapan itu melainkan mengambilnya lalu memakannya sendiri."Selamat ya bisa menang di acara fashion show tadi."Nozela terkekeh pelan sambil meundukkan kepalanya, dia tidak percaya bahwa akan membawa salah satu piagam untuk anjingnya diacara festival tadi."Aku juga nggak nyangka sih bakal menang."Saat ini keduanya berada di restoran makanan cepat saji, kedua anjing mereka berada di tempat penitipan hewan yang lokasinya tak jauh dari restoran tempat mereka makan. Drake tak ingin Nozela merasa kerepotan mengurus anjingnya."Makasih ya Zel udah mau dateng ke sini sama aku."Nozela menganggukkan kepalanya. "Nggak masalah, aku juga kebetulan lagi free."Mereka kembali memakan makanan dihadapan mereka, Nozela merasa sedikit canggung saat mereka hanya berdu
"Tha."Thalia menoleh ketika ada yang memanggilnya, dia tersenyum kemudian mematikan kompor."Aku bikin kopi, kak Fela mau?"Fela menggelengkan kepalanya, dia duduk di meja makan sambil menunggu Thalia selesai membuat kopi. Fela menatap Thalia yang berdiri memunggunginya, ditariknya nafas dalam kemudian dihembuskannya panjang. Kesempatan kali ini akan dia gunakan sebaik mungkin untuk mencari informasi tenang sesuatu yang selama beberapa minggu ini menghantuinya.Fela menundukkan kepalanya sambil memainkan kedua tangannya di atas meja, meski merupakan tetangga kost namun mereka jarang bertemu karena kesibukan kuliah dan pekerjaannya yang mengharuskan Fela pergi malam dan pulang pada dini hari.Thalia meletakkan panci ke washtafel lalu berjalan ke meja makan, dia mengerutkan keningnya bingung ketika melihat Fela yang seperti sedang dalam masalah. Thalia pun segera duduk di hadapan Fela kemudian meletakkan kopinya ke atas meja.Mencium bau uap
"Oke, anak mommy udah cantik.""Lo yakin Jel?"Nozela menoleh ke arah Thalia sambil tersenyum kemudian mengangguk."Nggak papa kali ya, cuma festival doang kok. Lagian kan disana pasti banyak orang juga, nggak cuma pergi berdua aja.""Iya juga sih."Thalia menatap sahabatnya dengan senyum menggoda, dia mendorong bahu Nozela mengunakan bahunya membuat Nozela kembali menoleh."Apaan sih masang wajah begitu?" tanya Nozela kemudian mengerlingkan kedua bola matanya."Cie cie, mau anjing date."Plak!"Jangan sembarangan ngomong ya."Thalia mengusap lengannya yang terasa panas karena pukulan Nozela, dia sempat mengerucutkan bibirnya sejenak namun kembali tersenyum."Kali aja dia lebih baik dari Leon, yakan?""Tha, please. Kita cuma mau dateng ke acara festival anjing bukan mau pendekatan. Pemikiran lo itu...ih gemes gue." ucap Nozela sambil mengepalkan kedua tanganya didepan wajah Thalia.Thalia tert
Clarissa masuk ke dalam kamar setelah selesai mengangkat panggilannya, dia menatap William yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya. Clarissa tersenyum kemudian berjalan mdenekat ke arah kekasihnya.Mendengar suaar langkah kaki mendekat, William sedikit mendongakkan kepalanya. Dia lekas mematikan ponslenya dan menyimpannya ke saku jaket kemudian berdiri dari duduknya."Aku pulang dulu ya, lebih kamu segera istirahat.""Hah?" ucap Clarissa terkejut.Clarissa terkejut saat tiba-tiba William pamit ingin pulang. Padahal tadi sebelum dia menerima telepon, mereka masih baik-baik saja namun saat dia kembali ke kamar dia seperti melihat perbedaan dari raut wajah kekasihnya.William tersenyum tipis, dia melambaikan tagannya ke arah Clarissa kemudian keluar dari kamar kekasihnya."Liam tunggu." ucap Clarissa.Clarissa menyusul William yang sudah keluar dari kamarnya, dia mempercepat jalannya menuruni anak tangga untuk menyamakan lang
"William udah pulang?"Tiara mengangguk. "Iya, besok aja biar dianterin Ojel."Tiara meletakkan paper bagnya ke atas meja lalu duduk di sebelah suaminya yang sedang memeriksa pekerjaannya."Pah.""Hem..ada apa mah?" tanya Andito sambil fokus pada layar laptop didepannya."Menurut papa, William itu gimana?"Gerakan tangan Andito terhenti, dia mengalihkan tatapannya ke arah sang istri kemudian menegakkan tubuhnya."Kenapa mama tanya seperti itu?""Ya mama cuma tanya aja pah gimana pendapat papa tentang Liam."Andito menganggukkan kepalanya. "Liam anak yang baik dan bertanggung jawab, kelihatanya dia bukan orang yang suka neko-neko.""Dan lagi, dia anak dari sahabat papa. Jadi papa tahu seperti apa keluarga mereka."Tiara menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan suaminya, dia pun berpikiran hal yang sama seperti apa yang diucapkan suaminya. Melihat cara William memperlakukan Nozela sejak dulu mereka kec
"Jel tunggu Jel."William terus mengejar sahabatnya yang berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah. Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal saat melihat tingkah aneh Nozela yang seperti sedang marah padanya."Jil tinggi Jil." ucap Nozela sambil menirukan ucapan Wil
"Makasih ya seharian ini udah nemenin aku."Clarissa bergelayut manja dilengan William, mereka baru saja keluar dari bioskop setelah selesai menonton film. Willam mengelus pucuk kepala Clarissa dengan lembut, mereka kemudian berjalan menuju parkiran."Masih mau kemana lagi?" t
Selama berhari-hari setelah kejadian kecelakaan itu, Nozela lebih memilih di rumah saja tanpa kemana-mana apa lagi dia tak memiliki teman karena Thalia pulang ke rumah orang tuanya. Seharian ini dia hanya tiduran di kamar tanpa melakukan apaun."Huft."Nozela menghembuskan nafas pan
"MAH...MAMAH.."Aluna berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil mamanya, dia melemparkan tasnya ke sofa lalu berlari masuk ke dapur."Bik, mama dimana bik?" tanya Aluna sambil ngos-ngosan."Nyonya ada di taman non, lagi nyiram tanaman. Ada apa memangnya non? Ken







