FAZER LOGIN"Kisah Arya dan Sonya (Si Bos Galak) memang akan menemui puncaknya di akhir MEI nanti. Sedih? Pastinya. Tapi tenang, IRBAPIKO sudah siapkan pengganti yang tak kalah menggoda! 🔥 Sambil menunggu detik-detik perpisahan dengan GSdM, yuk mulai intip rahasia di balik sentuhan 'PIJAT YUK, MAS!'. Ceritanya sudah tayang dan siap memanjakan imajinasi kalian. Jangan sampai ketinggalan start, klik profil saya dan masukkan ke Library sekarang juga!"
Layar monitor utama di ruang kerja Direktur Utama Marunda Fast menampilkan angka grafik hijau yang melonjak tajam.Laporan audit rekapitulasi keuangan penutupan bulan mencatatkan rekor revenue rebound tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.Pencapaian angka pendapatan bersih melambung hingga tiga ratus persen pasca-penguasaan penuh jalur Nusantara dan Kalimantan.Cindy masuk membawa tumpukan dokumen rekapitulasi akhir, menyunggingkan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan."Bu Sonya! Pak Arya! Laporan pendapatan pangkalan Balikpapan dan Jawa-Sumatra sudah resmi divalidasi bank!" seru Cindy gembira.Sonya Baskoro yang duduk di kursi direktur utama menghela napas panjang, menatap grafik angka tersebut dengan binar mata haru.Ratu Besi yang dulu sempat terancam bangkrut akibat sabotase Konsorsium kini berdiri tegak di puncak kejayaan logistik nasional."Terima kasih banyak ya, Cindy... Ini semua berkat kerja keras seluruh staf
Pagi hari di ruang rapat lantai empat kantor pusat Marunda Fast dihiasi tumpukan peta rute logistik luar pulau.Seluruh kepala divisi operasional dan manajer armada duduk tegap memandangi layar proyektor utama.Arya Baswira berdiri gagah di depan mimbar proyektor dengan penunjuk laser di tangan kasarnya.Di sampingnya, Brian Baskoro sibuk mencatat penyesuaian dana bantuan hibah panti yang akan disalurkan ke Kalimantan."Proyek tambang batubara lima ratus miliar rupiah ini butuh lima puluh unit tronton tambahan di Balikpapan," papar Arya bersuara berat."Semua pengadaan armada baru sudah tercover dari surplus keuntungan rute Jawa dan Sumatra bulan ini," lanjut Arya.Para manajer divisi mengangguk-angguk kagum melihat ketelitian kalkulasi anggaran yang disusun mantan supir pangkalan itu."Sistem alokasi solar dan uang jalan supir juga sudah dikunci rapi di server pusat," tambah Brian menyela santai.Sonya Baskoro yang duduk di ku
Suasana pusat perbelanjaan megah di kawasan Jakarta Selatan mendadak menjadi perhatian banyak pengunjung.Tiga wanita berparas cantik melangkah anggun menyusuri deretan gerai perlengkapan bayi kelas atas.Sonya Baskoro berjalan di tengah mengenakan gaun terusan kasual berkelas, memancarkan aura Ratu Besi yang hangat.Di sisi kirinya, Jessy mendampingi sambil menggandeng tangan kecil Baskoro Junior yang asyik melihat toko mainan.Sementara di sisi kanan, Cindy berjalan santai mengusap perutnya yang membuncah halus dibalut gaun hamil muda."Wahhh... Baju bayi yang ini lucu banget warna merah mudanya, Bu Sonya!" seru Cindy berbinar gembira.Sonya mengambil baju bayi berbahan katun lembut itu, menyunggingkan senyum manis yang sangat menawan."Bagus kok, Cindy... Kita ambil tiga pasang untuk calon anakmu dan calon adik Anya ya," pangkas Sonya santai."Aduh Bu Sonya... Terima kasih banyak ya, selalu dimanjakan kalau belanja begini,"
Lampu taman keemasan menyala lembut menyinari pelataran rumah mewah di kawasan perumahan mewah milik keluarga besar Baskoro.Mobil Alphard hitam milik Arya Baswira berhenti mulus di depan garasi lantai dasar.Bi Suci membuka pintu utama dengan senyum ramah, menyambut kedatangan majikannya dari pangkalan.Anya Baswira yang masih agak mengantuk langsung merangkul leher kekar Arya saat digendong keluar dari mobil."Papa... Anya mau tidur sambil didongengkan cerita truk Pangeran Pangkalan lagi," bisik Anya bersuara serak manja.Arya terkekeh hangat, mengecup pipi tembam putri kecilnya saat menaiki anak tangga menuju kamar anak di lantai dua."Iya, Sayang... Malam ini Papa ceritakan kisah petualangan truk biru menembus jalan tol luar kota," sahut Arya lembut.Sonya berjalan pelan di samping suaminya, mengelus lembut rambut panjang Anya yang mulai terlelap.Di dalam kamar anak yang bernuansa merah muda, Arya membaringkan Anya di atas
Aroma wangi ayam bakar dan kambing guling menyeruak hangat di seluruh penjuru pangkalan utama Marunda Fast.Ratusan supir tronton, mekanik bengkel, hingga staf administrasi berkumpul mengenakan seragam biru kebanggaan mereka.Tiga tumpeng raksasa berdiri megah di meja panjang tengah pelataran pangkalan yang dihiasi lampu hias.Suara musik dangdut komikal bergema ramah, merayakan kemenangan mutlak Marunda Fast atas kejatuhan Konsorsium Jawa-Sumatra."Waduhhh! Hari ini kita makan kenyang, besok kita jalan menguasai rute Kalimantan!" seru Pak Jaka tertawa kencang.Slamet yang bertindak sebagai pembawa acara heboh berdiri di atas panggung kecil membawa mikrofon wireless."Perhatian seluruh pejuang jalanan Marunda Fast!" teriak Slamet menyapa riuh hadirin."Malam ini kita bukan cuma syukuran kemenangan bisnis, tapi juga syukuran keselamatan pangkalan kita!" tambah Slamet.Tepuk tangan meriah dan sorak-sorai ratusan supir pecah, meng
Suara dering panggilan video dari meja kerja seketika membuat Arya membatalkan niatnya merengkuh pinggang Sonya.Layar monitor meja memperlihatkan wajah mungil Anya Baswira yang tersenyum gembira memegang piala kejuaraan melukis."Papa! Mama! Anya dapat piala juara satu lomba gambar di sekolah!" seru Anya gembira dari balik layar.Sonya langsung menggeser posisinya, tersenyum lebar menatap layar dengan binar mata yang penuh kebanggaan."Wahhh... Putri Papa hebat banget! Nanti sore Papa sama Mama pulang bawakan es krim raksasa ya," puji Arya hangat."Asyik! Anya tunggu di rumah ya, Papa!" jawab Anya riang sebelum mematikan sambungan video.Sonya menghela napas lega, menyandarkan bahunya di dada Arya sambil tersenyum manis menatap suaminya."Anak kita makin pinter ya, Mas... Rasanya hilang semua capek kerja seharian ini," bisik Sonya halus.







