Home / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 449 Replika Pengkhianatan

Share

Bab 449 Replika Pengkhianatan

Author: Irbapiko
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-14 08:05:16

"Mas Arya... apa lagi yang disembunyikan Bapak dariku?!"

Suara Sonya pecah, menyerupai retakan kaca di tengah kesunyian ruang kendali The Fortress of Marunda yang kembali gelap. Pupil matanya melebar drastis, merekam wajah di layar monitor yang tampak seperti pantulan cermin dirinya sendiri, namun dengan sorot mata yang jauh lebih dingin dan penuh dendam. Napasnya tersengal, dadanya terasa dihantam beban administratif yang luar biasa berat seiring dengan munculnya sosok yang m

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 927 Canda Tawa di Rumah Mewah Keluarga Baskoro

    Suara gelak tawa Anya bergema memenuhi area ruang keluarga rumah mewah Limo sejak pagi hari.Bocah cilik itu berlarian kecil mengitari sofa, membawa mainan mobil-mobilan kayu kesayangannya.Di atas karpet bulu yang tebal, Baswira Junior merangkul guling kecil sambil mengoceh riang menatap ayahnya.Arya Baswira duduk bersila mengenakan kaos oblong santai, menimang putra kecilnya dengan kelembutan tangan tegap."Ayo, Jagoan Papa... Panggil sekali lagi kata pangkalan seperti kemarin," puji Arya tersenyum lebar."Pa-pangkalan! A-ayah!" celoteh Baswira Junior menepuk-nepuk tangannya gembira.Sonya Baskoro melangkah turun dari tangga melingkar, mengenakan gaun rumah berbahan sutra tipis bernuansa merah muda.Ratu Besi Marunda Fast itu membawa nampan berisikan dua cangkir susu hangat dan camilan kue tradisional.Raut wajahny

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 926 Penundukan Ego di Balikpapan

    Arya Baswira berdiri tegap di ambang pintu kamar suite VIP, menahan daun pintu kayu tebal dengan satu lengan kekarnya.Sorot mata mantan supir pangkalan itu memancar dingin, menatap lurus Helena yang mencoba menerobos masuk ke dalam kamarnya."Tolong mundur dua langkah, Bu Helena... Pembahasan dokumen apa pun hanya dilakukan di ruang rapat besok pagi," gertak Arya berbariton berat."A-aduh, Pak Arya... Ini cuma revisi klausul bagi hasil pangkalan lima puluh miliar yang sangat menguntungkan Anda," gagap Helena tersenyum manja.Arya menyambar map dokumen tersebut, membaca sekilas lembar lampiran kedua yang secara terselubung menyelipkan klausul pengalihan saham operasional.Seringai sinis memancar tajam dari bibir Arya, melempar kembali map tersebut ke dalam dekapan tangan Helena tanpa ragu."Memasukkan klausul pembagian saham terselubung lima belas persen di l

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 925 Godaan di Pangkalan Luar Pulau

    Deru angin pesisir Balikpapan menyapu pelataran pangkalan baru Marunda Fast seluas empat hektar di kawasan industri.Deretan puluh truk fuso dan tronton terparkir rapi di bawah naungan atap baja ringan yang baru selesai dibangun.Arya Baswira berdiri tegap di tengah pangkalan, mengenakan kemeja putih tergulung hingga sikut dengan rompi audit keselamatan.Mata tajam mantan supir pangkalan itu memeriksa satu per satu instalasi pengisian solar dan kelayakan bengkel armada."Bagaimana dengan ketersediaan tangki cadangan solar di area belakang, Pak Jaka?" tanya Arya bersuara berat menggelegar."Sudah terisi delapan puluh persen, Pak Arya! Pasokan dari tangker resmi berjalan sangat lancar," jawab kepala operasional pangkalan.Di sampingnya, Helena, seorang investor wanita pengusaha tambang lokal berpenampilan sangat elegan, melangkah anggun menyelaraskan langkah.Helena menyunggingkan senyuman manja, membetulkan posisi kaca mata hitamnya sa

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 924 Promosi Kepala Logistik Pangkalan

    Aroma tumpeng nasi kuning dan gulai kambing hangat memenuhi aula utama lantai dua kantor pusat Marunda Fast.Seluruh jajaran manajer, staf administrasi, hingga puluhan perwakilan supir pangkalan berkumpul merayakan kemenangan bisnis mereka.Spanduk besar berisikan ucapan syukur atas keberhasilan mempertahankan sembilan puluh persen klien utama terbentang di dinding utama.Arya Baswira berdiri gagah di atas mimbar kecil, mengenakan kemeja batik warna gelap yang mencetak lekuk dada tegapnya.Di sampingnya, Sonya Baskoro berdiri sangat anggun memancarkan aura Ratu Besi dengan gaun blazer berwarna merah marun."Terima kasih atas kerja keras seluruh tim pangkalan dan kantor pusat yang tidak goyah oleh gertakan musuh!" buka Arya berbariton berat.Suara tepuk tangan riuh membahana memenuhi ruangan, disambut sorak-sorai antusias dari para supir pangkalan.&nbs

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 923 Aksi Perkasa Lapangan Arya

    Sirene kapal roro bergema nyaring membelah udara lembap dermaga Pelabuhan Tanjung Priok jelang tengah malam.Lima puluh truk tronton raksasa Marunda Fast bermuatan peralatan infrastruktur IKN tertahan mengular panjang di pintu masuk dermaga.Petugas otoritas lapangan bergeming, menahan palang pintu akibat selembar dokumen izin jalan fiktif yang disusupkan oknum lawan.Alphard hitam mendadak berhenti tajam di samping pos pemeriksa, memuntahkan Arya Baswira yang melangkah gagah keluar kabin.Pria perkasa itu mengenakan kemeja hitam tergulung hingga sikut, memperlihatkan aura dominan mantan supir pangkalan sejati.Sonya Baskoro menyusul keluar dengan gaun blazer mewahnya, berdiri anggun di samping Arya sambil mengawasi sekitar."Mana pejabat otoritas yang bertanggung jawab atas penahanan armada saya?!" gertak Arya bersuara berat menggelegar.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 922 Perang Tarif di Rute Pantura

    Layar proyektor besar di ruang rapat utama Marunda Fast menampilkan grafik penurunan tarif logistik yang cukup tajam.Global Vantage Logistics secara agresif membanting harga sewa kontainer rute Pantura hingga empat puluh persen di bawah harga pasar.Suasana ruang rapat terasa sangat tegang, seluruh kepala cabang dan manajer keuangan duduk dengan raut wajah cemas.Arya Baswira berdiri tegap di depan meja proyektor, mengepalkan kedua tangan kekarnya di atas meja kayu mahoni.Pria perkasa itu menatap satu per satu bawahannya dengan pandangan mata Alpha yang sangat tajam nan penuh dominasi."Kita tidak akan ikut-ikutan membanting harga sampai merugi seperti cara murahan mereka!" tegur Arya bersuara berat menggelegar."T-tapi, Pak Arya... Kalau tarif mereka separuh lebih murah, sebagian klien bisa pindah," gagap Manajer Pemasaran ketakutan."

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status