Home / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 612 Intrik Draft Nota Sektor Selatan

Share

Bab 612 Intrik Draft Nota Sektor Selatan

Author: Irbapiko
last update publish date: 2026-07-07 08:10:17

Tabung polimer mini dari kotak sekring dapur segera disita oleh Brian Baskoro, dilarikannya berkas pengkhianatan mantan sekutu tersebut menuju aula sidang pleno komisi pengawas persaingan usaha guna menghancurkan intrik draf nota Sektor Selatan pagi ini.

Suasana di dalam ruang pertemuan berlantai kayu jati itu mendadak menjadi sangat gerah oleh tatapan tajam para utusan niaga, mengabaikan total sisa keheningan subuh pangkalan Marunda.

"Jangan beri ruang bagi pengacara komplotan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 648 Keringat Basah Dua Raga Bugil

    "Kunci mati pintu kamar mandi ini sekarang, Jess, otak saya beneran mau meledak memikirkan kelicikan maklumat pailit dari komisioner bursa itu!" bentak Brian Baskoro seraya merobek dasi mahalnya beringas.Uap air panas langsung mengepul pekat memenuhi kabin pancuran hotel VVIP, menyamarkan rona kemarahan yang membakar wajah necis politikus bisnis muda tersebut.Jessy Baskoro bergerak dinamis di bawah guyuran air, melepas gaun malam satin ungunya yang basah kuyup hingga jatuh pasrah di atas lantai marmer."Waduhhh… te-te-tetapi jika silsilah hak waris tanah Kuningan beneran lepas, kita dilarang memiliki kekuatan modal lagi untuk melawan Hendra, Mas!" seru Jessy agak gagap panik."Persetan dengan modal asing itu, Jess, sekarang dekap raga saya sebelum seluruh pertahanan siber kita dihancurkan total!" balas Brian tajam.'Sialan, ancaman kehilangan anak dan takhta bisnis ini beneran membuat batin saya tersiksa kaku, saya harus menyatukan raga in

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 647 Rekening Dana Abadi yang Terancam

    "Lepaskan blokirannya sekarang juga atau truk fuso komando ini saya tabrakkan langsung ke dinding pembatas jalan tol, Pak Direktur!" ancam Arya Baswira beringas dari balik kemudi.Guncangan keras melanda kabin kemudi fuso prototipe saat ban-ban gajah itu melindas pembatas jalur cepat pelabuhan dengan kecepatan banter siang ini.Sonya Baskoro duduk tegak di jok penumpang tengah, menyorotkan tatapan intimidatif sang CEO Galak tepat ke arah wajah pria tambun berjas mewah di depannya."Waduhhh… te-te-tetapi Nyonya Sonya, perintah penyitaan rekening dana abadi yayasan Kuningan ini datang langsung dari menteri yang membelot!" seru sang direktur bank agak gagap panik."Saya dilarang mau tahu alasan birokrasi kotor kalian, cairkan solar pangkalan kami dalam hitungan menit!" potong Sonya sangat dingin menghunus.'Hancur sudah… jika rekening ini dilarang dilepas pembekuannya dalam satu jam, seluruh fuso di jalanan utara akan kehabisan pasokan b

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 646 Siasat Kursi Asosiasi Logistiki Nasional

    "Tahan dulu pintu masuk aula hotel itu, Jessy, kumpulkan tiga puluh perwakilan supir senior luar daerah di meja melingkar tengah sekarang juga!" seru Brian Baskoro tegas menembus hiruk-pikuk lobi.Suara langkah kaki para bos ekspedisi terdengar riuh bersahutan, memanaskan atmosfer pra-pleno asosiasi logistik nasional yang digelar di hotel mewah pusat kota siang ini.Jessy Baskoro bergerak dinamis, mengibaskan jubah lavender miliknya dengan karisma wanita kelas atas yang memancar kuat memikat pandangan mata."Waduhhh… te-te-tetapi bagaimana jika utusan Sektor Selatan beneran sudah membeli hak suara koridor utara pelabuhan, Mas Brian?" tanya Jessy agak gagap panik."Uang mereka dilarang akan pernah bisa menyamai loyalitas solar jalanan yang kita tawarkan, Jess, mari kita mainkan taktik belut rawa!" potong Brian kokoh.'Sektor Selatan berpikir kartu Singapura bisa menghentikan saya? Mereka lupa kalau saya dibesarkan di koridor jalanan yang penu

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 645 Penetrasi Otot di Sela Lemari Arsip

    "Jangan bersuara sedikit pun, Cindy, langkah sepatu boot pengawal Sektor Selatan beneran sudah masuk ke koridor luar gudang arsip siber ini!" bisik Slamet dengan suara parau bergetar.Telapak tangan besarnya yang legam kasar berbau solar pangkalan langsung membekap lembut mulut istrinya, meredam sisa pekikan panik yang nyaris lolos dari bibir ranum itu.Cindy mengangguk kaku, raga sensualnya gemetar hebat dalam dekapan kokoh Slamet di celah sempit yang berdebu tipis di antara dua lemari arsip besi raksasa."Waduhhh… te-te-tetapi bagaimana jika mereka beneran mendobrak pintu pemancar darurat dan menyita seluruh cip memori jaminan trust kita, Mas?" tanya Cindy agak gagap panik setelah bekapan dilepas."Mereka dilarang bisa menembus sandi enkripsi luar sebelum subuh, Sayang, sekarang rapatkan ragamu ke dinding besi ini!" balas Slamet kokoh.'Sialan, suara langkah kaki bajingan di luar beneran memicu detak jantung saya berputar gila, te-te-tetap

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 644 Dokumen Singapura Pembawa Petaka

    "Robek saja surat pemanggilan militer itu di depan mukanya, Arya, kita dilarang menyerah pada gertakan asing sebelum ban fuso kita berhenti berputar!" bentak Sonya Baskoro berdarah dingin.Langkah kakinya yang ditopang sepatu hak tinggi berbahan kulit buaya bergema dinamis melintasi aspal panas gerbang utama dermaga internasional pelabuhan Marunda.Di belakangnya, Arya Baswira bergerak kokoh mengawal, tatapan matanya tajam memindai barisan mobil sedan hitam berpelat diplomatik yang sudah memblokir pos pintu gerbang."Waduhhh… te-te-tetapi Mbak Sonya, atase hukum dari Singapura itu membawa otoritas penuh untuk membekukan jalur ekspor Selat Malaka kita!" seru Brian Baskoro agak gagap panik."Biar saya yang menghadapi tikus birokrasi ini, Tuan Brian, dilarang ada satu pengawal lapangan pun yang boleh mundur!" sahut Arya tegap profesional.'Mereka beneran ingin memotong cakar bisnis saya sampai ke akar-akarnya. Sialan, aliansi Jogja beneran berm

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 643 Tumbuh Kembang Anya dan Tawa Domestik

    "Tambahkan susu kental manisnya dua sendok lagi di kopi tubruk saya, Mbak Tuti, biar energi tarikan banter fuso saya tidak loyo siang ini!" seru Juna sambil mengedipkan sebelah matanya genit di depan meja konter kayu kantin supir.Mbak Tuti, pelayan kantin baru yang berwajah merakyat itu, hanya mencibir renyah sambil mengaduk sendok hingga menimbulkan bunyi denting yang nyaring.Slamet duduk menyandar kaku di bangku panjang sebelah pojok, membetulkan letak handuk kecil yang melingkar di lehernya yang legam berbau solar pangkalan."Waduhhh… te-te-tetapi mata kamu dilarang lirik-lirik genit begitu, Jun, kalau Cindy tahu kamu menggoda pelayan baru, bisa habis jatah makan siangmu dikunci siber!" tegur Slamet agak gagap panik."Tenang saja, Kang, si Mbak Tuti ini beneran tipe pemikat pengawal lapangan seperti kita yang butuh asupan manis setelah begadang ronda gerbang," balas Juna nyengir banter.'Hadeuhhh… melihat para otot beton ini tert

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status