Home / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 71 Perang Data dan Jebakan Maut

Share

Bab 71 Perang Data dan Jebakan Maut

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2026-01-23 08:15:14

Suasana kantor Sonya Fast siang itu terasa seperti medan perang yang dingin. Sonya berada di dalam ruangannya, sengaja mematikan semua interkom dan meminta Cindy untuk tidak membiarkan siapa pun masuk, termasuk Pak Sopyan. Di sisi lain, Arya duduk di kubikelnya yang baru, tampak sibuk mengetik sesuatu di laptop, meski matanya sesekali melirik ke arah pintu ruangan Pak Sopyan yang tertutup rapat.

Ponsel di saku Arya bergetar. Sebuah pesan WhatsApp dari Bripka Danu masuk.

"Ar, gue udah cek plat nomornya. Truk B 9XX4 TXX itu terdaftar atas nama PT Jasa Transportasi Abadi. Tapi lu tau nggak siapa komisaris di situ? Namanya Sopyan Hardianto. Alamatnya sama dengan manajer operasional lu. Ini fiktif, Ar. Perusahaannya cuma buat nampung barang curian."

Arya tersenyum dingin. "Kena kau, Pak Sopyan," gumamnya.

Tiba-tiba, meja Arya digebrak oleh Jaka, kaki tangan Pak Sopyan.

"Woi, pengawas! Mana laporan audit gudang cabang tujuh? Pak Sopyan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 87 Permainan Dua Muka

    Lampu neon di koridor lantai server berkedip sekali sebelum akhirnya padam total. Pak Dirman, yang sudah puluhan tahun bekerja di keluarga itu, merasa bulu kuduknya berdiri. Namun, instingnya sebagai mantan penjaga keamanan tidak hilang. Ia merogoh saku, mencari ponsel untuk dijadikan senter."Reza?" panggilnya dengan suara berat. Tidak ada sahutan. Hanya suara hening yang mencekam dan desis mesin server yang perlahan mati.Di ujung koridor, bayangan itu bergerak. Pak Dirman mencoba mengejar, namun langkahnya terhalang oleh tumpukan kardus yang sengaja diletakkan di tengah jalan. Saat ia berhasil menyalakan senter ponselnya, koridor itu sudah kosong. Pintu darurat di ujung lorong masih berayun pelan.***Sementara itu, di sebuah kedai kopi tersembunyi yang jauh dari jangkauan gedung Sonya Fast, Reza duduk dengan tenang sambil menyesap espresso-nya. Di depannya, duduk seorang pria paruh baya yang mengenakan topi bisbol rendah. Pria itu ad

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 86 Desas Desus di Koridor Kekuasaan

    Pagi itu, suasana di kantor pusat Sonya Fast tampak seperti biasa, namun di bawah permukaan, ada arus yang mulai bergejolak. Arya, yang kini sudah terbiasa dengan setelan kemeja kerja yang rapi, melangkah masuk melalui lobi utama. Beberapa karyawan memberikan salam dengan hormat, tetapi Arya bisa merasakan perubahan atmosfer. Ada bisik-bisik yang terhenti setiap kali ia melintas.Reza, asisten pribadinya yang ambisius, sudah menunggu di depan ruang kerja dengan tablet di tangan dan senyum yang terlalu sempurna."Pagi, Pak Arya. Jadwal hari ini cukup padat. Ada rapat dengan tim audit eks-Nexus jam sepuluh, lalu makan siang dengan perwakilan pelabuhan," sapa Reza dengan suara yang sangat profesional."Pagi, Rez. Langsung siapkan bahan auditnya di meja saya. Oh ya, apa ada masalah dengan operasional semalam?" tanya Arya sambil membuka pintu ruangannya.Reza mengikuti dari belakang, menutup pintu dengan pelan. "Operasional lancar, Pak. Tapi... anu, a

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 85 Tunas Baru & Ambisi Tersembunyi

    Malam harinya, badai benar-benar telah berlalu. Arya menjemput Sonya dari tempat persembunyiannya. Begitu melihat Arya, Sonya langsung lari memeluknya. Tidak ada kata-kata, hanya tangis lega yang membasahi kemeja Arya.Mereka kembali ke rumah besar yang kini terasa jauh lebih damai. Pak Baskoro sudah menunggu di sana dengan sebuah botol anggur tua untuk merayakan kemenangan mereka."Kamu melakukan tugasmu dengan sangat baik, Arya. Lebih baik dari yang pernah Papa bayangkan," ucap Pak Baskoro sambil menepuk bahu menantunya. "Mulai besok, Global Nexus Indonesia resmi menjadi anak perusahaan Sonya Fast. Kalian punya pasar Asia Tenggara di tangan kalian."Arya hanya tersenyum tipis. "Terima kasih, Pa. Tapi setelah ini, saya ingin istirahat sejenak. Saya ingin fokus pada Sonya."Pak Baskoro tertawa. "Tentu, tentu. Kalian layak mendapatkan liburan panjang."*** Setelah Pak Baskoro pergi, Arya dan Sonya duduk di

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 84 Jejak Digital di Negeri Merlion

    Arya menghabiskan malam itu bukan di atas ranjang yang empuk, melainkan di depan tiga layar monitor di ruang kerjanya. Dengan bantuan tim IT ahli yang ia rekrut dari Jogja—anak-anak muda yang terbiasa bermain dengan kode—Arya mulai menelusuri aliran dana Global Nexus. Berkas audit lama dari Pak Baskoro menjadi kunci utama."Mas, lihat ini," bisik salah satu tim IT, menunjuk sebuah transaksi janggal dari cabang Singapura ke sebuah rekening di kepulauan Cayman. "Angkanya terlalu rapi untuk sebuah kerugian operasional. Ini pola round-tripping."Arya menyipitkan mata. "Jadi mereka mengirim uang keluar, lalu memasukkannya kembali sebagai investasi modal asing untuk mencuci dana gelap? Marco ternyata lebih kotor dari yang saya duga."Pagi harinya, Arya tidak langsung ke kantor. Ia meminta Sonya menemui Pak Baskoro untuk mendapatkan akses ke firma hukum rekanan di Singapura. Strategi Arya kali ini bukan lagi fisik, melainkan serangan presi

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 83 Gerilya di Jalur Tikus

    Sesuai dengan rencana yang disusun di malam sebelumnya, Arya memulai langkah taktisnya. Ia tahu bahwa melawan raksasa seperti Global Nexus di jalur utama pelabuhan besar adalah tindakan bunuh diri. Marco memiliki modal yang tak terbatas untuk menyuap otoritas pelabuhan. Maka, Arya memilih "Jalur Tikus"—pelabuhan-pelabuhan rakyat dan dermaga kecil di sepanjang pantai utara Jawa yang selama ini diabaikan oleh pemain besar.Pagi itu, di ruang rapat darurat yang hanya dihadiri oleh Sonya dan tim inti yang baru, Arya membentangkan peta digital."Marco pikir dia bisa mengunci kita dengan menguasai slot kontainer di Tanjung Priok," ujar Arya sambil menunjuk satu titik merah di peta. "Tapi dia lupa bahwa logistik bukan cuma soal kapal besar. Logistik adalah soal ketepatan waktu sampai di gudang konsumen. Kita akan mengalihkan 40% volume pengiriman kita melalui dermaga pengumpan di pesisir."Sonya mengerutkan kening, mempelajari data yang disajikan Arya. "

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 82 Pertemuan Dua Dunia

    Pagi itu, Arya tidak mengenakan jas kantornya yang biasa. Ia memilih setelan yang lebih tajam, sebuah suit berwarna abu-abu arang dengan kemeja putih bersih tanpa dasi. Kesan yang ditampilkannya adalah seorang pria yang tenang namun sangat berbahaya jika diprovokasi. Setelah pengakuan Sonya semalam tentang rayuan Marco, ada api yang menyala di mata Arya—bukan api cemburu yang buta, melainkan insting seorang pelindung yang siap menghancurkan siapa pun yang berani menyentuh miliknya.Arya tiba di kantor Global Nexus yang terletak di gedung pencakar langit daerah Sudirman. Tanpa janji temu, ia melangkah masuk melewati resepsionis dengan wibawa yang membuat petugas keamanan segan untuk menghentikannya."Katakan pada Marco, Arya Wiratama dari Sonya Fast ingin bicara. Sekarang," ucap Arya datar namun penuh penekanan.Tak butuh waktu lama, Arya diantar menuju ruangan Marco yang mewah dengan pemandangan kota Jakarta yang terhampar luas.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status