Beranda / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 71 Perang Data dan Jebakan Maut

Share

Bab 71 Perang Data dan Jebakan Maut

Penulis: Irbapiko
last update Tanggal publikasi: 2026-01-23 08:15:14

Suasana kantor Sonya Fast siang itu terasa seperti medan perang yang dingin. Sonya berada di dalam ruangannya, sengaja mematikan semua interkom dan meminta Cindy untuk tidak membiarkan siapa pun masuk, termasuk Pak Sopyan. Di sisi lain, Arya duduk di kubikelnya yang baru, tampak sibuk mengetik sesuatu di laptop, meski matanya sesekali melirik ke arah pintu ruangan Pak Sopyan yang tertutup rapat.

Ponsel di saku Arya bergetar. Sebuah pesan WhatsApp dari Bripka Danu masuk.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Hendry Anaada
bagaimana ceritanya asik si lanjut terus
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 921 Gertakan Konsorsium Singapura

    Suasana ruang tamu VIP di lantai dua kantor pusat Marunda Fast mendadak dingin bagai lemari pendingin.Dua utusan berjas mahal dari Global Vantage Logistics duduk tegap di sofa kulit, meletakkan map dokumen tebal di atas meja kaca.Di hadapan mereka, Sonya Baskoro duduk anggun dengan menyilangkan kakinya yang jenjang, mengenakan gaun blazer hitam berpola tajam.Ratu Besi Marunda Fast itu menatap dingin utusan asing di depannya tanpa menunjukkan riak keraguan sedikit pun.Arya Baswira berdiri gagah tepat di samping kursi Sonya, melipat kedua lengan berototnya di dada dengan aura Alpha yang pekat."Kami menawarkan dana investasi segar sebesar dua triliun rupiah untuk lima puluh satu persen saham Marunda Fast," ujar Richard, pimpinan utusan Singapura."Dengan dana ini, Marunda Fast akan menjadi bagian dari jaringan logistik raksasa Asia Tenggara," lanjut Richard memamerkan senyum angkuhnya.Sonya menyunggingkan senyuman sinis, meraih dok

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 920 Landasan Kokoh Penerus Marunda Fast

    Suara raungan mesin diesel seratus unit truk tronton baru menggetarkan seluruh permukaan tanah pangkalan pusat Marunda Fast.Deretan armada raksasa berwarna merah menyala itu berbaris rapi di area lapangan seluas tiga hektar.Setiap kabin truk dihiasi pita merah putih dan bendera logo Marunda Fast yang berkibar gagah diterpa angin pagi.Di atas panggung utama berlatar spanduk raksasa, Arya Baswira berdiri tegap mengenakan seragam kebanggaan perusahaan.Lengan kemejanya tergulung hingga siku, memperlihatkan otot tegap mantan supir pangkalan yang kini memegang kendali penuh.Di sampingnya, Sonya Baskoro berdiri anggun menggendong Baswira Junior yang tertidur lelap dalam dekapan kain sutra.Anya Baswira berdiri ceria di antara kedua orang tuanya, memegangi ujung kemeja tegap ayahnya dengan senyum bangga."Lihat itu, Anya... Seratus truk tronton itu yang akan membawa nama keluarga kita menembus Nusantara," bisik Arya berbariton berat.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 919 Tawaran Proyek Triliunan IKN

    Suasana ruang rapat eksekutif di lantai dua kantor pusat Marunda Fast tampak diselimuti ketegangan profesional yang sangat tinggi.Tumpukan dokumen berkas proposal penawaran proyek Konsorsium IKN Nusantara tahap dua bernilai triliunan rupiah tertata rapi di meja kayu mahoni.Arya Baswira berdiri tegap di ujung meja rapat, mengenakan kemeja formal hitam tergulung hingga siku yang menampakkan lengan berotot kekarnya.Mata tajam mantan supir pangkalan itu memindai setiap baris angka neraca anggaran dengan ketelitian tingkat tinggi.Di hadapannya, seluruh kepala divisi, tim auditor keuangan, dan manajer logistik duduk tegap tanpa berani bersuara sumbang."Saya tidak mau melihat ada proyeksi biaya cadangan yang sengaja digelembungkan walau cuma satu persen!" tegur Arya bersuara berat menggelegar."E-ehmm... M-maksud saya, Pak Arya... Itu untuk mengantisipasi kenaikan harga suku cadang di Kalimantan," gagap Manajer Pengadaan."Jangan coba-c

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 918 Babak Baru Ibu dan Direktur Utama

    Sinar matahari pagi menyinari sudut kamar tidur utama rumah mewah keluarga Baskoro.Suasana di dalam ruangan tampak hangat dihiasi suara tangisan kecil Baswira Junior yang meminta air susu ibu.Sonya Baskoro duduk bersandar di atas tumpukan bantal empuk, mengenakan gaun menyusui berbahan katun lembut berwarna merah muda.Ratu Besi Marunda Fast itu tampak begitu sabar dan penuh kelembutan menyusui putranya yang mungil.Di samping tempat tidur, Arya Baswira berdiri tegap mengamati setiap gerak-gerik istri dan anaknya dengan tatapan protektif."Bagaimana, Majikanku? Bayinya tidak rewel kan sejak tadi pagi?" tanya Arya bersuara berat penuh perhatian."Tidak rewel, Mas... Dia sangat anteng dan menyusu dengan lahap," jawab Sonya tersenyum lembut menatap suaminya."Baguslah... Kalau sampai dia bikin mamanya kelelahan, supir pribadinya ini siap ambil alih tugas menggendong," canda Arya.Arya membungkuk, merapikan selimut kecil yang men

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 917 Syukuran Keluarga Besar Marunda Fast

    Halaman luas rumah mewah keluarga Baskoro, disulap menjadi lokasi pesta syukuran yang sangat meriah sejak pagi hari.Tenda bernuansa biru putih berdiri megah menaungi puluhan meja bundar dan kursi tamu yang tertata rapi di bawahnya.Deretan karangan bunga ucapan selamat dari berbagai korporasi logistik dan rekan bisnis berbaris rapi di sepanjang jalan masuk.Aroma harum sate kambing, gulai hangat, dan nasi kebuli rempah membumbung tinggi menggugah selera siapa saja yang datang."Waduhhh... Bau masakan kambing akikahnya harum banget sampai ke pos depan, Pak Arya!" puji Pak Jaka bersemangat."Silakan dinikmati sepuasnya, Pak Jaka! Jangan biarkan ada sisa di piring," balas Arya tertawa renyah menyambut supir senior itu.Arya Baswira berdiri gagah menyambut para tamu undangan mengenakan kemeja batik bernuansa senada dengan gaun istrinya.Pria perkasa itu tersenyum lebar, menyalami satu per satu para supir pangkalan, mekanik senior, hingga

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 916 Tangis Bahagia Sang Penguasa Alpha

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar suite VVIP Rumah Sakit Medika Utama dengan bias keemasan.Suasana di dalam ruangan perawatan itu terasa sangat hangat oleh kehadiran keluarga besar yang berkumpul melingkar.Di atas tempat tidur perawatan berukuran besar, Sonya Baskoro berbaring nyaman dengan wajah berseri-seri penuh rona kebahagiaan.Di dalam boks bayi kaca berbalut kain biru muda di samping ranjang, seorang bayi laki-laki berbobot tiga koma lima kilogram tertidur sangat pulas.Arya Baswira berdiri tegak di samping boks bayi, mengangkat tubuh mungil putranya dengan kedua tangan kekarnya yang bergetar hebat.Pria perkasa yang biasanya memegang kendali penuh atas neraca keuangan dan pangkalan itu tampak menahan air mata haru."Alhamdulillah... Jagoan Ayah akhirnya lahir dengan selamat di dunia yang luas ini," bisik Arya bergetar."Mas... Suara baritonmu itu bikin bayinya tenang dengerin kamu ngomong," puji Sonya tersenyum

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status