Home / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 239 Mengawal Mantan Sekaligus Mama

Share

Bab 239 Mengawal Mantan Sekaligus Mama

Author: Cynta
last update Last Updated: 2026-01-19 19:45:34

Pintu butik sudah terkunci rapat bagi pelanggan umum. Denzel tidak tanggung-tanggung, ia menyewa seluruh butik itu selama satu hari penuh demi kenyamanan Audrey dan rencana pernikahan Fiona.

​Di luar gedung, Aiden berdiri tegak dengan setelan jas hitam yang membalut tubuh atletisnya. Earpiece terpasang di telinga, dan matanya terus memperhatikan setiap kendaraan yang melintas. Di belakangnya, beberapa personel tim elit Shaquille berjaga di sudut-sudut strategis. Aiden sesekali melihat ke arah kaca transparan butik, di mana ia bisa melihat Audrey sedang tertawa bersama Fiona.

​Senyum tipis muncul di bibir Aiden. 'Setidaknya, melihatmu tertawa seperti itu sudah cukup bagiku, Audrey. Meski bukan aku alasannya,' batinnya tulus.

​Di dalam butik, suasana terasa jauh lebih santai. Audrey tampak sibuk membolak-balik gantungan gaun putih yang berjajar rapi. Ia menarik sebuah gaun dengan potongan off-shoulder yang dihiasi butiran mutiara kecil.

​"Fiona, coba lihat ini! Ini sangat cocok dengan p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 244 Ancaman Di Tengah Gairah

    Denzel tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Audrey untuk bernapas tenang. Setelah lumatan panas di bibir, pria itu mulai menanggalkan piyama sutra Audrey dengan gerakan yang terampil namun penuh tuntutan.​Saat kulit halus Audrey bersentuhan langsung dengan udara dingin kamar, Denzel segera merapatkan tubuhnya yang panas, memberikan sentuhan yang membuat Audrey tersentak kecil.​"Denzel... Mmmhh, pelan-pelan..." rintih Audrey saat merasakan bibir suaminya kini beralih menjelajahi area dadanya yang kian sensitif.​Denzel tidak menjawab, ia justru semakin gila mengeksplorasi setiap jengkal tubuh istrinya. Ia melahap squishy Audrey secara bergantian, memberikan isapan-isapan dalam yang membuat Audrey meremas sprei satin di bawahnya dengan kuat. Jemari Denzel pun tidak tinggal diam, tangannya merambat turun ke paha bagian dalam Audrey, memberikan usapan yang menciptakan getaran listrik di sekujur tubuh wanita itu.​"Kamu begitu indah dalam kegelapan ini, Audrey," bisik Denzel dengan su

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 243 Desahan Tengah Malam

    Suasana taman belakang yang sunyi tiba-tiba pecah oleh teriakan Aiden. Tangannya sudah mengepal, siap melakukan serangan kalau saja yang muncul adalah ancaman. Namun, begitu matanya memperhatikan sosok yang berdiri di di belakangnya, Aiden segera menurunkan tangannya.​"Papa?" gumam Aiden kaget.​Ternyata itu adalah Trustin. Pria itu berjalan perlahan dengan bantuan tongkat kayu mahoninya. Suara gesekan kaki dan ujung tongkat di atas rumput itulah yang tadi memancing insting Aiden. Melihat Papa kandungnya berjalan tertatih, Aiden segera berlari kecil menghampiri dan memapah lengan Trustin.​"Kenapa Papa keluar malam-malam begini? Udaranya sangat dingin, tidak baik untuk kesehatan Papa," kata Aiden dengan nada khawatir yang tulus.​Trustin tersenyum tipis, membiarkan putranya membantunya berjalan menuju bangku taman yang tadi diduduki Aiden. "Papa hanya ingin menghirup udara segar, Aiden. Di kamar rasanya sangat sesak. Kadang, suara keheningan di dalam rumah justru lebih berisik daripa

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 242 Rahasia di Balik Malam

    Di ambang pintu, Aiden berdiri dengan dahi berkerut, menatap satu per satu wajah Denzel, Aksa dan Fiona. ​"Kalian sedang bicara apa sebenarnya?" tanyanya dengan nada penasaran. Aiden menyipitkan matanya, menatap Denzel, Aksa, dan Fiona secara bergantian. "Aku sedang lewat untuk memeriksa keamanan koridor dan mendengar suara kalian. Sepertinya ada yang sangat rahasia sampai harus berkumpul jam segini." ​Denzel, Aksa, dan Fiona sempat saling pandang selama beberapa detik. Mereka menghela napas lega secara bersamaan karena mengira seseorang yang datang itu penyusup atau Audrey yang terbangun. ​"Aiden, kamu mengejutkan kami," ujar Aksa sambil mengendurkan dasinya. "Kami hanya membicarakan detail operasional yang tertunda." ​Aiden tidak semudah itu percaya. Ia melangkah masuk, tangannya bersedekap di dada. "Operasional apa? Bukankah semuanya sudah stabil? Dan kenapa Fiona harus mencatat keinginan Audrey kalau ini masalah operasional pekerjaan?" ​Belum sempat Denzel menjawab pertan

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 241 Gairah yang Tertahan

    Wajah ​Audrey langsung merona hebat, ia memukul bahu Denzel dengan manja. "Denzel! Aksa dan Fiona masih di sana. Jangan mulai lagi.. Ini tempat umum, jangan membuatku malu!"​Denzel tidak mempedulikan protes istrinya. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Audrey, menghirup aroma parfum vanila yang selalu membuatnya gila. Bibirnya mulai memberikan lumatan-lumatan panas, berpindah dari leher menuju telinga Audrey.​"Mmmhh... Denzel... ahh," Audrey mendesah lirih, ia mencengkeram kemeja Denzel saat merasakan lidah suaminya bermain di titik sensitifnya.​"Katakan padaku, Audrey. Apa kamu menyukai kejutan dariku hari ini?" tanya Denzel sambil terus menciumi bahu Audrey yang sedikit terbuka.​"Aku menyukainya... Sangat menyukainya. Terima kasih, sayang," balas Audrey dengan napas yang mulai memburu.​Denzel mengangkat wajahnya, menatap bibir Audrey yang merah dan sedikit terbuka. Tanpa membuang waktu, ia melumat bibir itu dengan penuh gairah. Ciuman mereka menjadi semakin dalam dan panas,

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 240 ‘Ketegangan’ di Toko Perhiasan

    Perjalanan menuju toko perhiasan berlangsung cepat dengan pengawalan ketat. Sesampainya di sana, mereka disambut langsung oleh pemilik toko.​"Pilihkan cincin yang paling murni untuk mereka," perintah Denzel pada pelayan toko.“Baik Pak Denzel,” pelayan toko iku langsung masuk untuk mengambilkan perhiasan yang Denzel minta. ​Saat Aksa dan Fiona sedang sibuk mencoba beberapa cincin, Denzel menarik Audrey ke sudut ruangan yang lebih privat. Di sana terdapat sebuah etalase berisi kalung berlian biru yang sangat indah.​"Denzel, kita kan di sini untuk mengantarkan Aksa dan Fiona," bisik Audrey saat Denzel mengeluarkan kalung itu.​"Ini untukmu sayang, hadiah karena sudah bersabar selama kekacauan kemarin," gumam Denzel. Ia memutar tubuh Audrey, lalu memasangkan kalung itu di leher putih istrinya.​Tangan Denzel yang hangat menyentuh kulit leher Audrey, menciptakan sensasi menggelitik yang menjalar ke seluruh tubuh Audrey. Denzel memberikan ciuman l di tengkuk Audrey, membuat wanita itu m

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 239 Mengawal Mantan Sekaligus Mama

    Pintu butik sudah terkunci rapat bagi pelanggan umum. Denzel tidak tanggung-tanggung, ia menyewa seluruh butik itu selama satu hari penuh demi kenyamanan Audrey dan rencana pernikahan Fiona.​Di luar gedung, Aiden berdiri tegak dengan setelan jas hitam yang membalut tubuh atletisnya. Earpiece terpasang di telinga, dan matanya terus memperhatikan setiap kendaraan yang melintas. Di belakangnya, beberapa personel tim elit Shaquille berjaga di sudut-sudut strategis. Aiden sesekali melihat ke arah kaca transparan butik, di mana ia bisa melihat Audrey sedang tertawa bersama Fiona.​Senyum tipis muncul di bibir Aiden. 'Setidaknya, melihatmu tertawa seperti itu sudah cukup bagiku, Audrey. Meski bukan aku alasannya,' batinnya tulus.​Di dalam butik, suasana terasa jauh lebih santai. Audrey tampak sibuk membolak-balik gantungan gaun putih yang berjajar rapi. Ia menarik sebuah gaun dengan potongan off-shoulder yang dihiasi butiran mutiara kecil.​"Fiona, coba lihat ini! Ini sangat cocok dengan p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status