Home / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 79 Keraguan dibalik tekad Denzel

Share

Bab 79 Keraguan dibalik tekad Denzel

Author: Cynta
last update Last Updated: 2025-11-21 15:03:44

Saat Denzel hendak menjawab telepon masuk itu, tiba-tiba panggilan terputus lalu muncul notifikasi pesan.

[Fiona : Audrey, kamu dimana..? Kamu baik-baik saja? Aku sempat baca dan dengar gosip itu.. Aku cari kamu di perusahaan gak ketemu terus.. Kamu dimana? Apa Pak Denzel melindungimu?]

Denzel segera melangkah menjauh, perlahan kembali ke arah balkon kamar lalu menghubungi Fiona.

[Audrey, kamu baik-baik saja?]

[Ini aku, Denzel.]

[Eh.. Oh.. Pak Denzel.. Ma-maaf apa saya salah mengirim pesan ya tadi?] suara Fiona gugup setelah tau Denzel yang bicara dengannya.

[Kamu gak salah kirim pesan, ini memang ponsel Audrey. Dengarkan aku, jangan sekali-kali buat gosip tentang Audrey.]

[Tidak mungkin, Audrey sahabat ku.. Mana mungkin aku melakukannya..]

[Bagus. Kalau gitu, aku ada tugas buat kamu! Awasi Stella, Aiden dan sekitarmu.. Kalau ada apapun yang membicarakan Audrey atau apapun, laporkan pada Aksa, atau padaku saja juga boleh..]

[Ba-baik Pak Denzel.. Saya.. Saya akan lapor Pak Aksa aja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 213 Rencana tersembunyi di balik gairah

    Denzel memperhatikan tatapan mata Audrey,ia tidak mampu menolaknya, “Baiklah, aku akan cari cara lain! Tapi sekarang, aku hanya ingin kamu memikirkan ku, baby! Lupakan Stella, apalagi Aiden!” Denzel mulai mencium Audrey lagi, kali ini dengan gerakan yang lebih menuntut. Ia ingin Audrey melupakan nama pria lain. Ciumannya turun ke puncak-puncak dada Audrey, memberikan sensasi gigitan kecil yang membuat Audrey melengkungkan tubuhnya dan mendesah nikmat.​"Denzel... Aaahhh... Kita baru saja..."​"Aku tidak pernah cukup sekali denganmu, baby. Terutama saat ada orang lain yang mencoba menarik perhatianmu," bisik Denzel sensual. Ia mengangkat tubuh Audrey, mendudukkannya di atas pangkuannya.​Dalam posisi yang sangat intim itu, Denzel menatap Audrey dengan tatapan lapar. Ia membiarkan tangan Audrey meraba otot-otot dadanya yang keras. "Hanya ada aku, Audrey. Katakan padaku bahwa kamu hanya menginginkan sentuhanku."​”Aku hanya ingin kamu, Denzel... Tidak ada yang lain di hatiku," rintih Aud

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 212 Sebuah permintaan

    ​Denzel menarik Audrey ke dalam pelukannya, menjatuhkan diri mereka berdua ke atas tempat tidur king size yang empuk. Ia mengurung tubuh Audrey di bawah tubuhnya, menatapnya dengan penuh cinta. ​"Dia tidak punya pilihan, sayang. Di dunia ini, hanya ada satu penguasa Shaquille, dan itu aku. Dan aku akan melindungi istriku tercinta dengan caraku," kata Denzel. ​Ia mulai menciumi leher Audrey dengan agresif, tangannya mulai menjelajah dengan liar di balik kain tipis yang menghalangi mereka. “Aaahhh.. Denzel..” Audrey mendesah, ia merasakan panas yang menjalar dari setiap sentuhan Denzel. Di tengah ketegangan yang masih tersisa dari berita tentang Stella dan Aiden, penyatuan mereka malam itu terasa sangat emosional, sebuah cara Denzel untuk menegaskan bahwa apapun yang terjadi di luar sana, Audrey tetap aman dalam dekapan mautnya. ​Hentakan gairah yang kuat menyatu dengan desahan-desahan lembut yang memenuhi kamar. Denzel bergerak dengan penuh hasrat yang semakin memuncak.. ​"

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 211 Gairah dalam ketegangan

    Suasana terasa hening seketika itu. Audrey menutup mulutnya dengan tangan, matanya terbelalak tak percaya. "Tapi... Aiden masih terluka setelah menyelamatkan ku. Kenapa Stella melakukan ini?" ​"Karena bagi wanita seperti Stella, cinta dan nyawa tidak ada harganya dibanding kuasa," sahut Trustin dengan suara yang terdengar begitu lelah. Ia mengusap wajahnya. "Dia memanfaatkan kondisi Aiden yang lemah untuk kepentingannya." ​Aksa mengepalkan tangannya. "Wanita itu hanya mendekati Aiden untuk sebuah tujuan, masuk ke keluarga Shaquille. Kita harus segera membereskannya!" ​”Tunggu," cegat Denzel. Ia melirik Audrey yang tampak cemas. "Kita tidak akan menggunakan darah kali ini. Trustin, apa kamu punya bukti otentik yang bisa membatalkan klaim mereka?" ​Trustin terdiam sejenak, lalu menatap Denzel dengan tajam. "Aku punya sesuatu yang Stella tidak tahu. Sebuah tes DNA rahasia yang aku lakukan bertahun-tahun lalu. Aiden memang putraku secara biologis, tapi ada klausul hukum dalam sura

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 210 Gairah di dalam perpustakaan

    ​Setelah makan siang keluarga yang penuh dengan tawa, suasana mansion menjadi lebih santai. Trustin kembali ke kamarnya untuk beristirahat, sementara Aksa dan Fiona menghilang, kemungkinan besar mencari tempat privat untuk 'hadiah' yang dijanjikan. ​Denzel menarik Audrey ke dalam perpustakaan pribadi milik mendiang Tuan Besar Shaquille. Ruangan itu kini sudah dibersihkan dari segala kenangan buruk. Denzel menutup pintu dan menguncinya, lalu membalikkan tubuh Audrey hingga punggungnya bersandar pada rak buku yang tinggi. ​"Denzel... di sini? Bagaimana kalau Trustin atau pengawal lewat?" bisik Audrey, napasnya mulai tidak teratur saat Denzel merapatkan tubuh mereka. ​"Pintu ini kedap suara, sayang. Dan aku ingin menghukummu karena membuat ku kesal pagi ini," gumam Denzel. Ia mengangkat tangan Audrey ke atas kepala, menguncinya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mulai menyingkap dress santai yang Audrey kenakan. ​Denzel mencium bibir Audrey dengan penuh gairah, sebuah ci

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 209 'Panasnya’ suasana pagi

    ​Pagi itu Denzel bangun lebih dulu, wajahnya tampak tenang dari beberapa hari lalu. Ia mengusap bahu polos Audrey, merasakan kelembutan kulit istrinya yang sehalus sutra. Ia mencium puncak kepala Audrey, lalu turun ke ceruk lehernya, menghirup aroma vanilla yang memabukkan. ​"Ngg... Denzel," gumam Audrey, ia menggeliat pelan. Matanya terbuka, menatap manik mata Denzel yang menatapnya dengan penuh cinta yang nyata. "Jam berapa sekarang?" ​"Masih cukup pagi untuk memulai hari, sayang. Tapi sekarang waktunya untuk mencintaimu lagi, baby," bisik Denzel dengan suara serak khas bangun tidur. Ia menarik selimut lebih tinggi, namun tangannya mulai menjelajah di bawah kain itu, mencari lekukan tubuh Audrey yang selalu membuatnya candu. ​Audrey tertawa kecil, menahan tangan Denzel yang mulai nakal. "Tadi malam kamu janji kalau kita akan kembali ke mansion pagi ini, Denzel. Kita harus melihat Trustin dan... Daan memastikan semuanya benar-benar berakhir." ​Denzel menghela napas, menyandarkan

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 208 Saatnya menerima hukuman

    ​Denzel mengangkat Audrey, melingkarkan kaki jenjang istrinya ke pinggangnya yang kuat. Ia membawa Audrey ke kamar utama, namun langkahnya terhenti di balkon pribadi yang menghadap ke arah pemandangan kota. ​"Di sini, Audrey. Aku ingin seluruh kota tahu bahwa kamu adalah ratu dari raja maut yang paling beruntung," bisik Denzel sensual.Tangan Denzel menurunkan Audrey di atas sofa yang empuk. Dengan tangan yang terampil, Denzel membuka kancing gaun hitam Audrey satu per satu. Setiap inci kulit Audrey yang terekspos langsung diserang oleh ciuman panas Denzel.Saat gaun itu luruh ke lantai, Denzel terpaku menatap perut Audrey yang mulai sedikit menonjol, tempat di mana benihnya sedang tumbuh.​Denzel berlutut, mencium perut Audrey dengan sangat lembut, hampir seperti sebuah ritual. "Terima kasih telah bertahan untukku dan anak kita, sayang."​Gairah Audrey meluap. Ia menarik Denzel berdiri, tangannya dengan berani membuka ikat pinggang suaminya, membebaskan Anaconda yang sudah menegang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status