Share

Amukan

Author: Otty A
last update Last Updated: 2025-04-18 14:15:30

Arya sampai di rumah sakit. Ia berteriak panik ke arah petugas rumah sakit agar menolongnya membawa Sandra.

"Apa yang terjadi?" tanya Dokter yang berwenang menjaga kesehatan Sandra.

"Dia tadi munt4h saat di luar. Dan sepertinya dia munt4h d4r4h. Lalu dia pingsan."

"Berapa banyak? Dan berapa kali?"

"2 kali Dok."

"Dar4h yang keluar, apakah kental?" Dokter bertanya dengan serius.

"Aku tidak tahu. Aku tak yakin. Yang jelas warnanya hitam pekat."

Keduanya berjalan bersama menuju ruang UGD.

"Kau tunggu di sini." Dokter meminta Arya menunggu di luar.

Dokter memeriksa keadaan Sandra. Ia memasang selang oksigen. Dan beberapa peralatan ia tancapkan di bagian dada pasien.

Arya menunggu dengan cemas. Saking cemasnya, sesekali ia bahkan meremas remas tangannya sendiri.

Lima belas menit yang cukup menegangkan akhirnya berlalu. Dokter keluar dari ruangan UGD.

"Bagaimana Dok? Kenapa dia m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Siapa Ibu Andrew Sebenarnya?

    "Kenapa melotot seperti itu? Wajahmu juga terlihat pucat. Ada apa Viko? Kau akan menjenguknya kan?" Ana mengguncang pelan bahu suaminya."Apa?" Viko yang panik, sedang memikirkan cara licik lain untuk mengh4bisi Andrew."Apa kau akan datang menjenguknya? Kalau kau datang, aku ingin ikut." Rupanya Ana masih menyisakan tempat istimewa untuk Andrew di hatinya."Tidak." Viko menggeleng."Apa maksudmu!" Ana mengerutkan kening, heran saat mendengar jawaban Viko."Maksudku, aku akan datang. Tapi untuk apa kau ikut menjenguk? Andrew kan temanku. Bukan temanmu." "Aku.... Aku hanya ingin ikut saja." Ana menundukkan wajahnya. "Baiklah kalau begitu. Cepat ganti bajumu. Kita pergi ke rumah sakit, sekarang." *****"Jadi ini merupakan kasus pembun*han? Siapa orang yang tega menyakiti anakku?" Ibu kandung Andrew kaget mengetahui fakta pahit itu."Iya Bu. Dan untuk pelaku, kami masih menyelidikinya." Polisi

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Berita di TV

    Pria berbaju kuning hendak kembali ke tenda, untuk mengambil sekop dan alat lain yang dapat membantu mereka untuk menggali tanah."Tolon-g...." Suara Andrew terdengar samar di telinga mereka."Suara siapa itu?" ucap si pria berbaju biru, kaget. Andrew menggerakkan tangannya, berusaha memberi tanda, jika ia masih hidup. "Tolong aku." "Dia masih hidup!" seru pria berbaju kuning.Mereka bertiga pun membawa Andrew ke rumah sakit. Mereka juga melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib.****Keesokan harinya, Viko mengajak Ana untuk pindah ke rumah miliknya yang lain. Rumah yang sudah kosong sejak 2 tahun terakhir itu, sudah dibersihkan secara menyeluruh. Atap rumah juga sudah diperiksa, untuk memastikan tak ada kebocoran saat hujan mengguyur."Bagaimana menurutmu? Apa kau menyukai rumah ini?" Viko memegang tangan Ana dengan lembut sambil mengajak istrinya melihat lebih dalam."Bagus. Rumahnya bagus. Aku m

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Dikubur?

    Sapta menghubungi Viko, sesaat setelah ia sampai di rumahnya. "Tugasku sudah selesai. Dia sudah m4ti. Polisi pasti akan menemukan j4s@dnya, dalam beberapa hari.""Apa kau serius?" Viko menjadi bersemangat, mendengar kabar tersebut."Tentu saja! Aku sudah membuangnya ke jur4ng, berikut dengan sepeda motor miliknya! Hahaha!""Hahahahaha! Bagus sekali Sapta!" Viko melompat kegirangan."Sekarang, berikan sisa uangku! Aku mau semua uangku dibayar lunas, malam ini!" "Tentu saja! Aku akan mentransfer uangnya ke rekeningmu, sekarang. Kau tunggu sebentar ya!" Viko mematikan sambungan teleponnya. Ia membuka aplikasi mobile banking, menulis jumlah uang yang cukup banyak dan mengirimnya ke rekening milik Sapta."Sudah selesai! Akhirnya masalahku sudah selesai. Sekarang, tidak akan ada yang tahu soal hubunganku dengan Asih. Aku bisa menjalani hidupku dengan damai." Viko bicara pada dirinya sendiri.Saat ini, Viko masih berada di kan

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Terjun ke Jur@ng

    Langit makin gelap, suara gemuruh petir juga terdengar. Di kanan dan kiri jalan hanya ada pepohonan yang tumbuh lebat. Jalanan beraspal terlihat makin sempit dan menanjak. Sepeda motor milik Andrew masih melaju kencang di jalanan. Hingga akhirnya, jalanan beraspal berganti dengan tanah basah. Mereka sudah melewati jalanan beraspal, menjauh sekitar beberapa kilo meter.Suara deru mesin sepeda motor berhenti. Kawan sejawat Sapta, memarkirkan sepeda motor milik Andrew di bawah pohon trembesi di dekat jembatan gantung tua yang sudah lama tidak pernah mendapatkan jatah pemugaran dari pemerintah kota setempat.Sapta juga mematikan mesin sepeda motor. "Terima kasih karena mau mengantarkan aku sampai di sini." Andrew turun dari motor. Matanya menatap nanar ke arah kawan sejawat Sapta. "Kau mau ini?" ucap pria berbadan cungkring dengan senyum mengejek."Kembalikan sepeda motorku!" teriak Andrew."Tentu saja! Ayo ambil saja sepeda motormu!"

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Trik Berhasil

    Pria berbadan kekar mengambil amplop coklat, membukanya lalu menghitung jumlah uang di depan pemberinya. "Hanya ini saja uang bayarannya?" Si pria melirik ke arah Viko."Pelunasannya setelah tugasmu selesai." "100 juta." Si pria menyodorkan tangan, mengajak bersalaman sebagai tanda kesepakatan."Baiklah!" Viko menyambut tangan si pria kekar dengan senang hati."Akan aku kerjakan mulai besok pagi." Si pria menyalakan ujung gulungan tembakau yang dibalut kertas. Menghisapnya dalam dalam, sembari mengamati foto Andrew. Viko pun berpamitan pulang.****"Asih, malam ini aku tidak bisa datang. Aku sudah mengirimkan uang ke rekeningmu. Kau bisa membeli makanan kesukaanmu untuk menemanimu malam ini." Tulis Viko di ponselnya. Dengan cepat pesan singkat itu mendapatkan 2 centang hijau. Tanda si penerima telah membaca isinya.Tak ada balasan, karena Asih hanya membaca sekilas lalu meletakkan ponselnya lagi di atas meja. Ana masuk ke dalam kamar, ia melihat suaminya sibuk bermain dengan benda p

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Rencana Jahat

    Viko sampai di rumah. Ia duduk di ruang tamu, tangannya memegang ponsel tapi matanya menatap ke arah yang berbeda. "Aku membuatkan teh untukmu." Ana menyapa, dengan secangkir teh di tangannya.Viko hanya diam, tatapannya seperti kosong. Seolah suara Ana hanya menggema di udara tak pernah sampai ke telinganya."Viko, ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa tegang sekali?" Ana memperhatikan wajah suaminya yang tanpa ekspresi.Viko menoleh, ia menggeleng pelan. Ana menyodorkan gelas berisi teh. "Minumlah, supaya lebih rileks." "Terima kasih, Ana." Viko menatap Ana, dalam. Ucapan terima kasihnya terdengar cukup tulus."Jika ada masalah, katakan saja. Aku siap menjadi pendengar yang baik untukmu." Meski memiliki segudang pertanyaan dan banyak keraguan terhadap Viko, Ana ingin rumah tangganya baik-baik saja."Tidak ada masalah apa-apa, Ana. Semuanya baik-baik saja." Mana mungkin Viko mengatakan yang sebenarnya pada Ana."Baiklah kalau begitu. Aku harus ke dapur untuk memasak makan m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status